
Tubuh sang pembunuh naga terpental jauh, dari ujung bibir nya tampak darah segar.
"cihhh.... bocah ini, bahkan guruku saja tidak bisa menghancurkan jurus es abadi ku," batin Sang Pembunuh Naga
"kau cukup lumayan juga bocah, sudah cukup bermain main nya," ucap Sang Pembunuh Naga dan mulai mengeluarkan serangan nya lagi.
"jurus 18 tusukan pilar es abadi." teriak Sang Pembunuh Naga.
seketika 18 pilar es sangat besar dan ujung nya runcing melesat dari dari 18 arah yang berbeda menyerang Xiao Zhou.
"tamatlah riwayat mu bocah.... hahaha," teriak Sang Pembunuh Naga lagi.
Xiao Zhou tersenyum lebar, seperti begitu menikmati pertarungan nya.
"tidak bisa ku percaya, ada orang tersenyum melihat jurus ku ini, orang ini benar-benar gila, hanya orang gila yang tersenyum menghadapi kematian nya," batin Sang Pembunuh Naga sambil menggelengkan kepalanya.
"jurus pedang pembuka surga level 4
pedang surga kesombongan, Tornado dewa!!!" teriak Xiao Zhou melepaskan tebasan ke udara dan keluar angin ****** beliung dan
bommmm....
terjadi ledakan dahsyat membuat mata tidak bisa melihat karena silau....
wusssshhhh
wussahhhhss
Angin berhebus di ikuti oleh hujan salju yang indah, pedang Sang Pembunuh Naga terlihat ada retakan nya.
"jurus yang benar-benar indah," guman Sang Pembunuh Naga.
"apa???? pilar es ku hancur dan menjadi hujan salju yang indah, bocah ini apa dia memiliki dantian kembar? berapa elemen yang dia kuasai? pertanyaan berkecamuk di otak sang pembunuh.
"kau sangat mengecewakan, sebaik nya kau lebih serius paman ucap Xiao Zhou.
"jurus pedang pembuka surga level 5
pedang surga keindahan, selendang pedang," teriak Xiao Zhou.
senyum yang mengerikan masih terlihat di wajah nya, serangan pedang Xiao Zhou melingkar menyerupai selendang, Sang Pembunuh Naga seperti terlilit ribuan pedang,
"bocah kau merepotkan juga, jurus 18 pedang dewa, pedang bola salju," teriak Sang Pembunuh Naga, dan melapisi dirinya seperti bola salju dan berputar dan di sekeliling bola salju terdapat 18 patahan pedang yang berputar cepat.
Xiao Zhou yang melihat ini, menjadi bersemangat.
"hanya ini kemampuan mu? hahaha..." tawa Xiao Zhou seperti begitu senang bertemu lawan yang kuat.
"jurus pedang pembuka surga level 6
pedang surga cahaya, cahaya selendang pedang," teriak Xiao Zhou dan perlahan ribuan pedang yang menyerupai selendang itu, yang sedari tadi melilit bola salju itu berubah warna dah bersinar
bommmmm...
kedua kekuatan bertabrakan, dan kedua orang tersebut sama-sama terpetal puluhan meter.
"uhukkk..." kedua nya sama sama memuntahkan darah.
Hanya beda nya tubuh sang pembunuh naga penuh luka di sekujur tubuh nya.
dengan nafas tersengal, Sang Pembunuh Naga mendekati Xiao Zhou,
"bocah saat nya kau mati,
jurus 18 pedang dewa, badai pedang!! ini adalah jurus terakhir ku ucap Sang Pembunuh Naga.
"Mungkin saja," guman Xiao Zhou dengan posisi setengah berlutut dan menatap kearah serangan Sang Pembunuh Naga,
"baiklah..." ucap Xiao Zhou pelan dan memasukan pedang panjang nya kedalam.sarung pedang nya, dan membuat posisi membungkuk seperti orang bersiap berlari.
"kau orang yang beruntung bisa melihat jurus pedang pembuka surga level 7ku,
"lihat lah bedebahhh..."
"jurus pedang pembuka surga level 7
pedang surga kematian... mati tanpa darah...."ucap Xiao Zhou dan mulai memejamkan mata nya memfokuskan semua pikiran nya, dan melesat kearah badai pedang dewa milik Sang Pembunuh Naga.
"hahaha bocah kau sangat bodoh, tidak seorang pun bisa menghindar dari serangan terkuat ku" ucap Sang Pembunuh Naga
"hahahah apa kau pikir aku menghindar hah? aku tidak menghindar tapi aku menerobos badai pedang mu," teriak Xiao Zhou.
jedummmmmm...
blarrrrrrrrr...
sretttt....
aahhhkkkkkkk.... ledakan dahsyat membuat malam menjadi terang...
dan untuk beberapa saat Medan pertarungan itu menjadi begitu hening,
dan wusshhhss...
tiba-tiba angin berhembus keras, seorang pria tampan datang di tengah pertarungan mereka, dan berdiri di hadapan Xiao Zhou.
"akhir nya kau turun juga aku pikir kau tidak berani melawan ku" ucap Xiao Zhou.
"hahaha jadi kau tahu dari awal aku di atas, padahal itu cukup tinggi dan aku menyembunyikan kekuatan ku" ucap pria itu.
"sudah lama kita tidak bertemu, sang dewa pedang, Li Quan Yue," ucap Xiao Zhou.
"cukup basa basi nya, dan bersiaplah" ucap Xiao Zhou, dan mulai bersiap bertarung.
Li Quan Yue menarik pedang nya, terlihat pedang yang sangat indah,"akhir nya kita bertarung lagi," ucap Li Quan yue.
mereka berdua melesat ke satu titik,
traaaangggg
traaaanggggg
bommmm....
Xiao Zhou terlempar beberapa meter,
"jurus aneh mu itu tidak akan bisa mengalahkan aku, saudara Xiao," ucap Li Quan yue
Xiao Zhou masih tetap tersenyum,
"jurus pedang pembuka surga level 8
pedang surga kegelapan, kegelapan tanpa ujung," ucap Xiao Zhou.
aura mencekam, menekan semua orang.
"hawa ini benar-benar mengerikan" ucap Li Quan Yue.
sang pembunuh yang tak berdaya terkena tekanan dan tengkurap dengan darah mulai keluar dari semua tubuh nya,
" uhukkk..."
darah hitam keluar dari bibir nya,
"saudara Xiao , sebaiknya hentikan ini, kekutan ini jauh dari kendali mu, kau akan mati jika kau memaksakan mengeluarkan kekuatan itu," ucap Li Quan Yue.
dan dalam 1 kedipan mata Li Quan Yue sudah mengangkat tubuh Sang Pembunuh Naga, dan melesat menghilang.
"uhukkkk.... uhukkkkk..."
Darah keluar dari bibir Xiao Zhou, udara kembali normal, pedang panjang di masukan ke sarung pedang nya, dan
braakkkk...
Tubuh Xiao Zhou ambruk ke tanah, dan tak sadarkan diri.
..... ....
Di tempat lain seorang pria tampan sedang menggendong tubuh murid nya dia adalah Li Quan Yue, darah menetes dari lengan jubah nya.
"aahh sudah lama sekali aku tidak pernah terluka, tidak ada pedang di bumi yang berani menyentuh tubuh ku, tapi pedang panjang itu tidak terpengaruh oleh ku, seperti nya gelar dewa pedang ku sudah tidak ada lagi," guman Li Quan Yue menarik nafasnya dalam-dalam.
****
Beberapa hari sudah berlalu.
Xiao Zhou membuka mata nya, terlihat samar-samar seorang pria yang Xiao Zhou kenal yang tak lain adalah Raijuta.
"kau beruntung Zhou'er sudah 10 hari kau tidak sadarkan diri, organ dalam mu sudah hampir hancur, dewa darimana lagi yang kau hadapi kali ini?? ucap Raijuta cerewet.
"dan aku tidak melihat pedang mu apa kau menyimpan di cincin mu? tanya Raijuta lagi, membuat kepala Xiao Zhou sakit.
Xiao Zhou melihat cincin nya dan mengambil beberapa pil, tapi tidak menemukan pedang kematian nya.
"tidak ada orang yang bisa menggunakan pedang kematian tanpa izin dari nya, dimana pedang itu?" batin Xiao Zhou.
tiba-tiba terdengar suara di kepala Xiao Zhou
"aku dalam tubuh mu bocah," suara pedang kematian di dalam kepala nya.
"tapi bagaimana bisa, semua dari kami bisa masuk kedalam dirimu, kami sudah menjadi pengikut mu kau tidak perlu memasukan kami ke dalam cincin itu, cukup panggil kami dalam hati mu, jika ingin menggunakan kami" ucap pedang kematian dalam kepala Xiao Zhou.
melihat Xiao Zhou hanya berdiam, Raijuta sedikit khawatir.
"apa kau baik saja Zhou'er? tanya Raijuta lagi.
"aahhh maaf, aku baik paman," jawab Xiao Zhou.
"baiklah aku akan memberi tahu wanita-wanita di bawah bahwa kau sudah sadar, mereka begitu mengkhawatirkan mu, seperti orang gila, sudah sepuluh hari mereka tidak mau pulang," ucap Raijuta.
"wanita-wanita!! aaahhh tidak.." batin Xiao Zhou sambil mengusap wajah nya