
suasana menjadi begitu hening, tidak ada yang bicara, beberapa orang yang datang mengunjungi pulau itu hanya membeku, melihat dua orang yang sedang mengeluarkan teknik pedang tingkat tinggi.
perlahan muncul sebilah pedang indah di tangan Li Quan Tien, pedang 100 centimeter bermata dua, dengan ornamen bunga lotus indah pada gagang nya yang panjang, dan terdapat tulisan huruf dewa pada bilang nya
"pedang yang sangat indah" guman Lou fang
"aku pernah mendengar kehebatan tentang pedang khayangan, semoga saja itu benar adanya" ucap Yang Tian dengan nada mencemooh
"haha... baguslah jika kau sudah pernah mendengar nya, jadi aku juga berharap pedang khayangan mendapat lawan yang pantas" balas Li Quan yue
"jurus pedang khayangan, teratai pedang penghancur karang" teriak Li Quan yue, dan terbang keudara terlihat ribuan pedang membentuk bunga teratai berwarna putih.
kaki Yang Tian mulai melayang, dan aura hitam melapisi tubuh nya
"jurus pedang bayangan, pedang gurita" teriak Yang Tian, dan ribuan bayangan pedang membentuk seperti gurita raksasa dengan sulur- sulur mengerikan nya mulai mendekat teratai putih bercahaya itu
dan kedua jurus mendekat, kelopak bunga teratai mulai terlepas dan menerjang kepala dari gurita dan menghancurkan nya, tetapi sulur-sulur gurita itu masih melilit sisa-sisa bunga teratai putih tersebut dan juga hancur..
blarrrrrrrr... suara ledakan saat kedua jurus tersebut saling beradu
terlihat kedua orang itu sudah memiliki luka di sekujur tubuh mereka,
" ini tidaklah buruk," ucap yang Yang Tian
"kau juga cukup kuat, pedang bayangan mu mampu melukai tubuh ku, setelah sekian lama akhirnya ada juga lawan yang pantas untuk ku" ucap Li Quan yue
"baiklah tuan Yang Tian, cobalah jurus terkuat dariku ini" ucap Li Quan Tien
" jurus pedang khayangan, pedang pelebur dosa" ucap Li Quan Tien, bola mata nya berubah menjadi putih, tubuh nya mengeluarkan energi yang begitu kuat, membuat hembusan angin kencang di sekitar nya.
semakin lama pusaran angin semakin kencang membuat bangunan yang setelah jadi mulai berterbangan.
"ini yang aku tunggu-tunggu" ucap Yang Tian
" jurus pedang bayangan, bayangan pembalik" teriak Yang Tian, hal serupa juga terjadi di sekeliling tubuh Yang Tian.
kedua pusaran angin hampir beradu,
"persiapan jurus mereka saja mampu menghacurkan bangunan, bagaimana jika jurus itu keluar dan beradu" guman Lou fang, yang mengeluarkan tenaga dalamnya agar tidak ikut terhempas oleh tekanan dari kedua jurus yang akan keluar dari kedua orang itu.
zrerbbbbbb....
tiba-tiba saja sebuah pedang panjang menancap di antara kedua orang yang akan bertarung itu.
" kalian berdua hentikan, aku tidak mau bangunan yang di buat oleh kepala desa kami hancur, oleh ulah kalian berdua" ucap seorang remaja yang melayang di tengah-tengah kedua orang yang akan bertarung itu.
Li Quan yue dan Yang Tian mulai menyalurkan tenaga dalamnya mereka ke udara, dan perlahan hembusan angin menghilang.
" ohh... rupanya kau jiwa yang di tolak neraka, sebaiknya kau menyingkir ini jauh di atas kemampuan mu" ucap Li Quan yue
mata Yang Tian menyipit seperti memikirkan sesuatu
" hemmm.... aku pernah mendengar cerita tentang seseorang yang jiwa nya bahkan di tolak oleh neraka, dan akhirnya bereinkarnasi. ternyata cerita itu benar, ini sungguh menarik" ucap Yang Tian
"jika kalian ingin bertarung sebaiknya jangan di pulau ku, tapi jika kalian memaksa aku dengan senang hati akan melempar kalian berdua, keluar dari pulau ini" ucap Xiao Zhou, dengan seringai mengerikan dan pedang kematian sudah di bahu nya.
"senyum yang mengerikan, tidak ada rasa takut akan kematian" batin Yang Tian
"baiklah bocah... kali ini aku ada urusan lain, suatu saat aku akan kembali ke sini dan bersenang-senang dengan mu" ucap Yang Tian dan melesat meninggalkan tempat itu
Li Quan yue memasukkan pedang khayangan nya ke dalam cincin penyimpanan nya.
"saudara Xiao, apa kau tidak mempersilahkan teman lama mu ini?" ucap Li Quan yue
"teman??? kau bukan temanku, tapi baiklah jika itu membuat mu senang, silakan mampir ke istana ku" Xiao Zhou melangkah beriringan dengan Li Quan yue dan Lou fang
"bocah kenapa wajahmu sekarang penuh jerawat?" ucap Lou fang
mata Xiao Zhou melebar, dan tersadar akan minuman beracun dari Yun Li Wei
"oh ini, efek dari minuman meremajakan kulit, jika kau mau, aku bisa meminta Dewi Yun memberikan padamu beberapa cawan" ucap Xiao Zhou
"aku juga sepertinya perlu merawat kulit ku" ucap Li Quan yue
"baiklah jika kalian berdua memaksa, aku akan bicarakan dengan Dewi Yun, wajah kalian begitu tua, harusnya ramuan nya yang lebih kuat lagi" ucap Xiao Zhou sedikit senyum di ujung bibirnya
di benteng tua di bagian barat kekaisaran Wang.
dua iblis sedang berbincang,
"adik zi bagaimana dengan tugas yang kuberikan padamu? tanya Lou Jong
" aku sudah menguasai kaisar Ming kakak, sebentar lagi kekaisaran Ming dan kekaisaran Xia akan saling bertempur, tunggu saja kakak Jong" ucap Lou zi
"hahahah... itu bagus, sebentar lagi manusia akan saling membunuh," tawa Lou Jong
tiba-tiba saja masuk seorang iblis wanita mendekat ke arah Lou Jong
"adik Rong bagaimana dengan tugas mu? tanya Lou Jong
"kau jangan memanggilku adik, aku lebih tua dari mu, hanya karena kau laki-laki, kau menyebut ku adik, lagi pula saat ini aku lebih kuat darimu, dan yang paling penting binatang iblis itu hanya tunduk padaku, apa kau paham adik Jong? ucap Lou Rong.
ilustrasi Lou Rong
"baiklah, terserah kau saja kakak Rong, kita akan menunggu adik ketiga, apa dia bisa menyelesaikan tugas nya di kekaisaran Tang" ucap Lou Jong sambil tertawa.
......
.....
di pulau mengambang itu.
kemarahan Long Fei sudah tidak tertahankan lagi
" hari ini kita akan pulang, ibu dan kau lun'er jangan membantahku lagi" teriak Long Fei
"semalam ibu pergi ke rumah hiburan, aku tidak tahu bersama siapa, apa ibu sudah serendah itu hah?" teriak Long Fei lagi
plaaakkkk....
sebuah tamparan di wajah Long Fei
"kau sudah mengucapkan kata-kata yang sangat menyakiti ibu, selama ini ibu menjaga kehormatan ibu sebagai seorang wanita, jikapun ibu ke tempat hiburan itu, ibu pastikan bersama orang yang benar-benar mencintai ibu, dan bisa menjaga kehormatan ibu, dan yang paling penting ibu juga harus mencintai pria itu" ucap Yun Li Wei dengan mata begitu marah
"baiklah kita akan pulang sekarang, apa kau senang sekarang?" tanya Yun Li Wei meninggalkan Long Fei
sore itu Yun Li Wei dan rombongan nya berpamitan dengan Xiao Zhou.
"adik kecil kami pergi dulu, terimakasih sudah menjamu kami" ucap Wang Jia Li seperti biasa mengacak-acak rambut Xiao Zhou
Yun Li Wei menarik lengan Xiao Zhou dan menjauh dari orang-orang yang ada di sana, dan membelakangi mereka, Yun Li Wei melepaskan topeng nya
" tolong jangan ucapkan selamat tinggal" ucap Xiao Zhou.
Yun Li Wei menggeleng, dan tersenyum
"tidak suami, aku tidak akan pernah mengucapkan itu padamu.. aku pergi dulu jaga diri mu baik-baik, suatu hari aku akan pulang ke tempat ini, ini adalah rumahku" ucap Yun Li Wei bibir merah darah nya bergetar, air matanya berkali-kali menetes
" aku akan sangat merindukan mu suami, kau juga jangan mengucapkan perpisahan, itu akan membuat ku sangat sedih" ucap Yun Li Wei terisak, dan mencium bibir Xiao Zhou dan menghirup nafas yang keluar dari hidung Xiao Zhou dalam-dalam.
" ingatlah semasih aku bernafas aku akan mencari jalan untuk pulang kembali," senyum Yun Li Wei dan memakai topeng nya lagi.
dan perlahan Yun Li Wei meninggalkan Xiao Zhou yang hanya membisu sambil memegang benda yang di berikan oleh Yun Li Wei.
......
....