Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
cium aku


Choe Eun Soo dan menarik tangan nya hingga terlepas dari genggaman tangan Xiao Zhou di atas kepalanya.


tangan Choe Eun Soo mengelus wajah Xiao Zhou, kakinya sudah melebar dan membiarkan bagian bawah Xiao Zhou menekan milik nya.


"cium aku," ucap Choe Eun Soo


tangan Choe Eun Soo bergerak kebelakang kepala Xiao Zhou dan menarik nya, bibir Choe Eun Soo terbuka dan lidahnya keluar sebelum kedua bibir mereka menyatu, dan mulai saling *******, lidah kedua nya pun saling melilit.


"mmmmmmsssss..." untuk beberapa saat bibir mereka terpisah dan saling menatap, terlihat liur mereka masih bersatu dan tersambung di kedua bibir pasangan itu.


tampak keduanya belum puas, dan dengan rakus keduanya kembali melakukan dengan lebih buas lagi,


"aahhhhsss.... Zhou'er.... aku sangat menyukai ini," guman Choe Eun Soo di sela-sela ciuman mereka.


"aku bisa gila, lidah bocah ini begitu memabukkan, ini seperti bukan lidah manusia, aaahhh... aku begitu merasa nikmat," batin Choe Eun Soo


Xiao Zhou yang awalnya hanya ingin mengerjai, kini mulai hanyut akan permainan nya. kaki kanan Choe Eun Soo mulai naik dan membelit di belakang paha Xiao Zhou, sehingga bagian bawah Xiao Zhou semakin menekan milik Choe Eun Soo yang terhimpit di dinding.


"aaahhh.... aku benar-benar tidak tahan," guman Choe Eun Soo yang sudah tidak mempedulikan lagi rasa malunya.


Xiao Zhou mengangkat tubuh indah Choe Eun Soo dan menggendong nya, kedua paha Choe Eun Soo menjepit pinggang Xiao Zhou, seperti menginginkan benda itu terus menekan miliknya dengan lebih kencang.


perlahan Xiao Zhou berjalan dan mendudukkan Choe Eun Soo di atas meja makan nya tadi.


nafas kedua nya terdengar begitu kencang, dan saling menggebu tidak beraturan, Choe Eun Soo yang sudah kehilangan akal nya, dengan cepat mengeluarkan pusaka Xiao Zhou dan wajah begitu terkejut melihat besarnya milik Xiao Zhou.


"aahhh.... benda ini begitu besar, dan sangat menggoda, aku benar-benar menginginkan nya," batin Choe Eun Soo dan menaikkan kedua kakinya dan kedua telapak kakinya berada di pinggiran meja makan Xiao Zhou.


benda besar itu mulai menggesek permukaan pakaian dalam Choe Eun Soo, dan Choe Eun Soo sendiri membantu nya dengan menyingkapkan pakaian dalam nya.


keduanya mendesah, saat milik mereka saling bersentuhan dan bergesekan,


"aaahhh... demi Dewa apa yang aku lakukan? aku seperti sudah siap untuk di setubuhi oleh pemuda yang jauh usia nya di bawah ku, bahkan aku belum begitu mengenalnya, aku seperti wanita murahan, tapi aku benar-benar menginginkan pemuda ini seutuhnya, aku sudah tidak dapat menghentikan pemuda ini sekarang," gejolak batin Choe Eun Soo,


"lakukan lah," ucap Choe Eun Soo.


wajah Choe Eun Soo menatap ke tempat lain, air matanya menetes, dan seperti pasrah jika Xiao Zhou memasukkan pusaka nya ke milik nya yang paling rahasia.


Xiao Zhou yang melihat perubahan wajah Choe Eun Soo, menyudahi perbuatan nya, dan memeluk tubuh Choe Eun Soo, dan dengan lembut menggendong nya dan membaringkan nya di ranjang.


Xiao Zhou menyelimuti tubuh Choe Eun Soo yang hampir telanjang, dan keduanya berpelukan.


Choe Eun Soo menangis di dada Xiao Zhou,


"kenapa kau tidak melakukan nya?" ucap Choe Eun Soo.


"apa kau menganggap ku murahan, dan kotor?" tanya Choe Eun Soo, air matanya menetes di dada Xiao Zhou.


"aku tidak pernah menganggap mu murahan kakak Eun Soo, kau wanita yang istimewa bagiku, aku tidak melakukan nya, karena aku tidak yakin akan bisa menjaga mu, bahkan umurku tidak lama lagi," ucap Xiao Zhou.


"lagipula aku sudah memiliki istri, aku tidak ingin melukai mu, dan juga melukai istriku," ucap Xiao Zhou.


"Zhou'er aku senang kau tidak menganggap ku murahan, karena ini pertama kali aku melakukan dengan orang lain, selain dengan mendiang suamiku dulu, memang aku sering menggunakan tubuh ku untuk memuluskan rencana ku, tapi tidak sampai berciuman dan bersentuhan, aku mempunyai seribu akal untuk menolak mereka, tapi kali ini seperti kehilangan akal," ucap Choe Eun Soo.


"sudahlah kakak Eun Soo, kita lupakan saja, sekarang sebaiknya kita tidur," ucap Xiao Zhou.


Choe Eun Soo mengangguk dan menenggelamkan kepalanya di dada Xiao Zhou dan memejamkan matanya.


"terimakasih Zhou'er, kau tidak melakukan itu," ucap Choe Eun Soo pelan, ada rasa kecewa di hatinya, sejujurnya dia juga sangat menginginkan nya.


"istrimu, begitu beruntung memiliki suami seperti mu, kau benar-benar suami yang baik, dan juga besar" bisik Choe Eun Soo.


"maksud ku, benda ini benar-benar sangat menggairahkan ku, aku ingin memiliki nya" bisik Choe Eun Soo lagi, sambil ujung jari-jari Choe Eun Soo menyentuh ujung pusaka Xiao Zhou.


"besok sore aku akan mengambil stempel itu," ucap Xiao Zhou.


"Zhou'er bisakah kau berjanji padaku?" tanya Choe Eun Soo


"katakan," ucap Xiao Zhou.


"terlepas berhasil atau tidak, berjanjilah kau akan kembali dalam keadaan selamat, aku akan lebih senang jika kau gagal dan masih hidup daripada berhasil tapi kau terluka parah, aku tidak akan pernah memaafkan diriku jika itu terjadi," ucap Choe Eun Soo, dan tetap mengelus benda Xiao Zhou seperti tidak ingin melepaskan nya


Xiao Zhou tersenyum,


"baiklah, aku berjanji kakak Eun Soo," ucap Xiao Zhou, dan mengelus rambut halus Choe Eun Soo.


dan keduanya sudah tertidur dalam lelap, seperti begitu kelelahan.


****


sore itu di sebuah rumah hiburan termegah dan termewah di kota huangdong.


seorang pejabat dan teman nya yang terlihat masih muda dan tampan sedang menikmati wanita penghibur di tempat itu.


beberapa wanita penghibur sudah terlihat tergeletak tidak dapat meladeni tamu mereka.


dan seorang pelayan wanita membawakan minuman pada pejabat itu, dan pejabat yang belum puas itu menyergap pelayan itu dan dengan paksa membuka pakaian pelayan wanita itu.


"tuan pejabat lepaskan hamba, hamba bukan wanita penghibur, hamba hanya pelayan biasa tuan pejabat," ucap pelayan wanita itu.


"diam kau wanita kurang ajar, aku adalah pejabat Bao, bahkan aku bisa meniduri mu di hadapan ayah mu, apa kau mengerti," ucap pejabat Bao yang di iringi senyum dari teman muda nya yang tidak lain adalah Wang Zhu.


"lepaskan wanita itu pejabat Bao," ucap seorang wanita dengan tubuh dan pakaian yang begitu menggoda, melangkah masuk keruangan itu.


gerakan pinggulnya nya begitu mengundang birahi saat wanita itu melangkah, dan duduk di sebuah bangku empuk yang panjang.


wanita itu menaikkan kaki nya dan menimpakan nya di kaki yang satunya, sekilas terlihat paha putih mulus dari wanita itu,saat melakukan aksinya tadi, membuat wajah kedua pria itu semakin bernafsu.



ilustrasi Han Yui


kedua orang yang sedang di kuasai birahi itu menatap tidak berkedip wanita cantik itu.


Han Yui seperti seekor domba yang masuk ke kandang serigala lapar.


"hahaha.... kau datang tepat waktu nyonya Huang, kau terlihat begitu cantik," ucap pejabat Bao.


Wang Zhu yang masih tanpa busana mendekati Han Yui,


"aku sudah menikmati begitu banyak wanita, tapi tidak ada satupun yang mampu menandingi kenikmatan yang di berikan oleh milik wanita ini, dia adalah pemilik benda yang istimewa," batin Wang Zhu.


"aahhh... bibi Yui lama kita tidak berjumpa, aku sangat merindukan milik mu yang begitu istimewa, bagaimana jika bibi menjadi kekasih ku? dan aku akan berjanji akan melakukan semua yang bibi inginkan," ucap Wang Zhu dan menjilat bibirnya dengan lidah nya.


"semua yang aku inginkan?" ucap Han Yui tersenyum meremehkan, yang masih duduk tenang.