
Xue mengeluarkan hawa siluman nya, membuat Xiao Zhou dengan mudah menemukan nya,
"cepatlah suami adik Li sudah sangat tersiksa," ucap Xue saat mereka bertemu.
Xiao Zhou mengangkat tubuh Li Mei yin dari gendongan Xue, mata Li Mei yin begitu sendu, menatap wajah Xiao Zhou.
"suamiku aku sangat tersiksa, cepatlah!!!" ucap Li Mei yin hampir berteriak, tangan nya meraih rambut pendek Xiao Zhou dan menarik nya kearah wajah nya, bibir mereka menempel.
tampak Li Mei yin sudah tidak mempedulikan keberadaan Xue di samping nya, dan tetap ******* bibir Xiao Zhou
Xue hanya menarik nafas dalam-dalam, dan menahan gejolak hasratnya, saat melihat Li Mei yin mencium bibir Xiao Zhou dengan begitu liar, tampak lidah Li Mei yin sesekali terlihat.
"rumah di pinggir danau itu kosong, sebaiknya kalian melakukan nya disana, tidak ada penginapan yang dekat di daerah sini" ucap Xue
Xiao Zhou hanya mengangguk menyetujui ucapan Xue,
"Xue'er, kau pulang lah ke pulau, jangan mencari pemuda sialan itu, biar aku yang mengurus nya nanti" ucap Xiao Zhou dan melesat kearah rumah kosong di pinggir danau biru.
Xiao Zhou mengeluarkan kristal bersina merah, dan melemparnya sehingga menancap salah satu pilar kayu di rumah kosong itu, membuat ruangan itu menjadi sedikit terang, dan juga membuat segel di ruangan tersebut.
tidak ada ranjang di tempat itu, hanya ada meja dan kursi makan saja, Li Mei yin duduk diatas meja makan itu.
"kemarilah suami, puaskan istri mu ini" ucap Li Mei yin sambil menggigit bibir bawahnya.
Li Mei yin yang sudah begitu bernafsu merobek pakaian Xiao Zhou, dan juga menarik pakaian sendiri, hingga beberapa kancing terlepas pada bagian yang menutupi gunung indah nya, tangan Li Mei yin kembali menarik kepala Xiao Zhou mengarahkan nya ke leher indah nya,
aahhhhhh... desahannya begitu keras terdengar, tangan nya begitu cekatan mencari benda yang begitu di inginkan nya.
"suami aku akan menghajar mu kali ini, sebaiknya kau bersiap" ucap Li Mei yin dan mendorong kepala Xiao Zhou ke arah gunung nya yang begitu tegang, dan terus mendorong nya semakin kebawah.
Xiao Zhou mengerti dan menyingkapkan pakaian bawah Li Mei yin, dan lidah nya mulai melakukan tugasnya.
desahan-desahan Li Mei yin begitu keras, tangan kiri nya menahan tubuhnya agar tetap tegak walaupun sekarang sudah condong kebelakang, kedua kaki nya sudah terangkat dan di tekuk dan berpijak di pinggiran meja makan itu, dan tangan kanan nya masih tetap menarik rambut Xiao Zhou.
"lakukan sekarang suami, aku sudah tidak tahan" ucap Li Mei yin dan membuka lebar-lebar kaki nya.
"yin'er kita kedatangan tamu" bisik Xiao Zhou di telinga Li Mei yin, tangan kiri Xiao Zhou memegang bagian kepala Li Mei yin.
"biarkan saja suami, tunjukkan jika kau 1000 kali lebih jantan dari manusia iblis itu" ucap Li Mei yin yang juga berbisik, dan mulai mengarahkan kebanggaan Xiao Zhou.
"ha'akkkkkk" suara Li Mei yin sedikit tercekat, bibir nya terbuka saat Xiao Zhou sudah mulai melakukan nya, erangan nya mulai terdengar dan mulai mengimbangi gerakan suami nya.
sepasang mata milik seorang pria tanpa berkedip menyaksikan peristiwa itu, pria itu tidak lain adalah Hua Ming, wajah nya terlihat begitu marah dah sangat iri, tangan nya melempar jarum beracun ke tanah.
"segel ini tidak dapat ku tembus, harusnya akulah yang merasakan tubuh indah itu malam ini" batin Hua Ming tangan nya mengepal karena begitu marah nya.
"bagaimana mungkin bocah itu memiliki benda yang sangat besar, itu jauh lebih besar dari punya ku" batin Hua Ming lagi, wajah nya terlihat begitu putus asa, matanya mulai berair, hatinya begitu sakit melihat adegan demi adegan di ruangan temaram itu,
"kau bersumpah akan membunuh mu bocah, dan mengambil semua wanita mu" guman Hua Ming.
malam itu untuk pertama kalinya Xiao Zhou merasa kewalahan melayani Li Mei yin yang begitu liar, dan tidak terlihat kelelahan sedikit pun, keringat di tubuh mereka begitu membanjir,
"suami apa kau menyukainya? apa kau masih inggin mempunyai istri Dewi lagi? kami memiliki tenaga yang begitu bes-sar, aahhh..." teriak Li Mei yin yang sudah tidak terhitung sudah berapa kali keluar.
terlihat wajah lelah dari Li Mei yin, air mata nya terus saja mengalir.
"maafkan aku suami, pemuda itu hampir saja menodai ku" ucap Li Mei yin saat Xiao Zhou membaringkan di ranjang nya, dan mulai bercerita tentang kejadian di rumah makan itu.
"dengarkan aku baik-baik yin'er, kau paling polos karena selama ini kau sangat jarang bertemu manusia.
aku tahu maksud baik untuk menyelamatkan Puteri Tang Lien, tapi tindakan mu terlalu jauh, harus nya kau hanya perlu mengingatkan Puteri Tang Lien saja, tapi sudahlah... sekarang kau sebaiknya istirahat aku akan membuatkan ramuan, agar kau kembali bugar" ucap Xiao Zhou dan keluar kamar Li Mei yin.
*****
siang itu, seperti biasa setiap tiga hari Xiao Zhou menerima utusan dari pejabat militer di kota shinjong.
"tuan muda, kita sudah hampir enam bulan menjaga kota shinjong, sebaiknya hamba menggantikan pejabat strategi itu dan memperbarui pasukan kita disana" ucap seorang pejabat strategi perang yang tidak kalah sigap dengan pejabat yang lama.
"baiklah pejabat... katakan apa yang akan di lakukan musuh karena selama ini selalu gagal menghancurkan kota shinjong?" tanya Xiao Zhou.
pejabat itu mengangguk,
"menurut perhitungan hamba, jika jumlah tidak bisa diandalkan lagi, maka kualitas lah yang bicara, jadi mereka akan mengeluarkan beberapa makhluk yang memiliki kemampuan tinggi, dan menghancurkan posisi-posisi penting di dalam benteng" ucap pejabat militer itu.
Xiao Zhou mengerutkan keningnya, mencerna kata-kata pejabat nya, pikiran nya terbayang wajah mengerikan Sun Long.
"seperti kau benar, apa kau memiliki jalan keluar dari perhitungan mu itu?" tanya Xiao Zhou.
"tuan muda, hamba sudah ribuan kali melakukan pertempuran dari penguasa-penguasa yang terdahulu, kali ini biarkan hamba yang menangani perang di kota shinjong ini, tolong biarkan hamba mengabdikan pengetahuan bertempur hamba kepada tuan muda" ucap pejabat militer itu membungkuk, dan di ikuti oleh semua pejabat militer lain nya.
"baiklah pejabat... kau boleh melakukan nya, tapi bagaimana dengan keamanan kota huangdong ini, aku dengar dari mata-mata ada beberapa sekte yang ingin membuat kekacauan di kota ini ?" tanya Xiao Zhou.
"tuan muda, anda memiliki 99 orang pejabat strategi militer seperti mereka, dan juga ada panglima Zhifu, kami hanya harus mendapatkan perintah dari anda, maka kami akan melakukan tugas kami tuan muda" ucap pejabat militer lain nya yang terlihat begitu sepuh sambil membungkuk hormat.
Xiao Zhou meninggalkan aula singasana nya, dan masuk kedalam ruang baca nya, dan mengeluarkan serta membuka gulungan yang di berikan Dewa suci Qing Tao.
terlihat gambar seorang pria berusia sekitar 25 tahun yang begitu tampan, sekilas hampir mirip dengan nya, tetapi sedikit lebih dewasa, dan berkarisma.
"aku yakin kau akan setampan itu jika wajah mu bisa bertahan dewasa, hihihi" ucap seorang wanita cantik tampak taring nya sedikit lebih panjang dari gigi yang lain membuat nya terlihat begitu menggoda.
"apa kau menyukai pemuda di gambar ini?" tanya Xiao Zhou.
"hihihi.... suami kecilku... apa kau cemburu jika aku menyukai nya?" tanya wanita itu yang tidak lain adalah istri pertama nya Xue.
Xiao Zhou mengangguk, sambil tersenyum.
"iya aku cemburu" ucap Xiao Zhou.
"hihi... kau begitu manis saat cemburu, aku sangat menyukai mu saat kau cemburu seperti ini, artinya hatimu masih tetap seperti dulu suami kecilku, aku mencintaimu... sangat" ucap Xue dan duduk di pangkuan Xiao Zhou saling berhadapan,
"kau tidak perlu cemburu, pemuda di gambar itu memang sangat tampan dan gagah, tapi tidak ada yang mampu menyaingi pesona mu suami kecilku" ucap Xue sambil menarik rambut Xiao Zhou dan ******* bibir nya, lidah mereka saling bertautan, kedua nya saling meraba dan menikmati elusan tangan dari masing-masing pasangan nya.
"suami apa kau masih mampu saat ini, seperti nya semalam adik Li sudah menghabiskan seluruh tenaga mu" ucap xue.