
Akhir nya Xiao Zhou dan Xia Xhialun sampai di ibukota... sepuluh hari terakhir mereka lalui dengan penuh keindahan dunia berdua, mereka selalu melakukan itu, saat mendapat kesempatan,
"kita sudah sampai di gerbang ibukota tuan" ucap salah satu kusir.
"cari penginapan terdekat," ucap Xia Xhialun sambil menutup bibir Xiao Zhou dengan tangan nya,
Mereka tidak menuju istana tetapi mereka memilih menginap di sebuah penginapan di ibukota,
"Nyonya kita sudah sampai," ucap kusir itu.
xia xhialun membayar kusir itu dan masuk penginapan di ikuti Xiao Zhou.
mereka memesan kamar kelas 1 dan meminta pelayan untuk tidak mengganggu mereka.
....
di dalam kamar Xia Xhialun memeluk tubuh Xiao Zhou
"ini adalah hari terakhir kita jadi pasangan kekasih zhou'er, besok kau sudah bertemu Puteri Ming Mei, dan aku tidak ingin berebut pria dengan ponakan ku sendiri," ucap Xia Xhialun dengan isak tangis nya.
ilustrasi xia xhialun
dan mereka tidak berhenti melakukan itu, semalaman.
Keesokan harinya.
Xiao Zhou sudah mengenakan pakaian pengawal nya lagi, tampak Xia Xhialun begitu terbius dengan penampilan gagah Xiao Zhou
"kau tampak begitu dewasa dengan pakaian ini, kau terlihat begitu jantan, lakukan sekali lagi," ucap Xia Xhialun dengan senyum nakal yang begitu menggoda.
setelah tertunda satu jam, mereka berdua memasuki istana, tidak ada kesulitan dengan lencana pengawal milik Xiao Zhou,
"bibi lun benarkah ini dirimu?" ucap Puteri Ming Mei,
"apa yang terjadi dengan wajah bibi?" tanya Puteri Ming Mei.
Xia Xhialun kaget dan melebarkan mata menatap marah ke arah Xiao Zhou, dan merapikan selimut kecil yang menutupi lehernya.
"apa bocah itu meninggalkan bekas di wajah ku??? batin Xia Xhialun.
"hemmm bibi hanya kelelahan," ucap Xia Xhialun gugup dengan pipi merah.
"jika kelelahan bisa membuat bibi menjadi muda seperti ini, aku mau kelelahan setiap hari" ucap Puteri Ming Mei sambil tertawa memeluk tubuh bibi lun nya.
Xia Xhialun yang baru mengerti maksud ponakan nya ikut tertawa, sambil menatap kesal ke arah Xiao Zhou, karena masih banyak bekas percintaan mereka di leher nya.
"apa bibi terlihat cantik?" tanya Xia Xhialun
"katakan bibi lun apa bibi punya rahasia kecantikan, ajari aku bibi lun," rengek Puteri Ming Mei.
"sudahlah gadis nakal, jangan menggodaku terus, nanti bibi memberitahu rahasia nya hihi.." ucap Xia Xhialun,
mereka tertawa sampai melupakan Xiao Zhou.
"Puteri apa boleh aku minta izin pulang ke danau beberapa hari," ucap Xiao Zhou.
seperti baru tersadar Puteri Ming Mei,
"Xiao Zhou..." hanya kata itu keluar dari bibir nya... dan menatap ke arah Xiao Zhou dengan sangat marah.
bukkk..
bukkkk...
"bocah tengik kali ini kau akan aku habisi, aku begitu mengkhawatirkan mu," teriak puteri ming mei.
Puteri menyeret kerah pakaian xiao zhou, yang sudah tidak berdaya,
Xia Xhialun mencoba menenangkan puteri ming mei.
mereka semua masuk kekediaman puteri dengan penuh keributan.
****
di sebuah rumah makan kecil di ibukota Kekaisaran Ming, seorang pria bercadar sedang menikmati isi dari guci arak nya. tiba-tiba seseorang memberi nya kertas, pria bercadar itu meremas kertas itu dan mejadikan nya abu hitam,
hari mulai gelap Xiao Zhou melesat di atas atap rumah, dan masuk ke pepohonan dan mendarat di atas batu di tanah yang lapang, dan hanya di tumbuhi ilalang dan rumput liar seperti sedang menunggu seseorang.
Xiao Zhou mengeluarkan pedang panjang nya dan menyelipkan di pinggang nya.
"turun lah" ucap nya pelan.
"sebbbbb....." sesosok tubuh mendarat di tanah tak terlalu jauh di hadapan Xiao Zhou.
orang itu juga mengeluarkan pedang yang cukup panjang dari cincin nya, terlihat pedang itu bukan pedang sembarangan, orang itu tak lain adalah Sang Pembunuh Naga, yang mengejar Xiao Zhou dari Kekaisaran Song.
****
"jurus 18 pedang dewa..." ucap orang itu
dan mulai terbang ke udara dengan membentang kedua tangan nya dengan pedang panjang di tangan kanan nya.
"sayatan pedang dewa" teriak nya.
dan melesat ke arah Xiao Zhou mulai mengayunkan pedang nya. Xiao Zhou menarik pedang nya, dan mulai menangkis pedang panjang dari orang itu, gerakan nya begitu cepat berputar di sekeliling Xiao Zhou begitu ganas dan brutal.
traaanngggg...
chingggg.....
chinnnggggg....
suara pedang beradu, dan sesekali percikan api terlihat dari pertemuan kedua pedang panjang yang hampir sama.
suara pedang beradu menggema di udara,
dan pedang orang itu pecah menjadi 18 bagian, dan mulai menyayat tubuh xiao zhou pakaian atas xiao zhou pun hancur terkena sayatan pedang.
jika dirinya tidak memiliki tubuh berlian mungkin saat ini tubuh xiao zhou sudah tidak bernyawa.
"jurus yang sangat efektif untuk membunuh dengan gerakan yang sedikit tapi mematikan" batin Xiao Zhou.
"hemmm ternyata tubuh mu keras, apa itu tubuh emas? bukan tubuh emas pasti terluka meski ringan, tapi tubuh bocah ini tidak tergores sama sekali, baiklah tidak masalah bagiku" ucap pria itu dengan wajah datar nya.
"jurus 18 tusukan dewa...." teriak pria itu, sambil memejamkan matanya dan mulai menyerang dengan sangat cepat...
traaanggg...
traaaannng
zeebbbb.... zebbbbb.... zeebbbbb....
praaangggg.... praaangggg...
ratusan pedang menembus pertahanan Xiao Zhou, dan tusukan pedang nya membuat luka dalam, pada tubuh Xiao Zhou.
"aahhhhkkkkk ..." darah keluar dari bibir Xiao Zhou.
"aku bisa melihat gerakan orang itu tapi aku tidak bisa mengimbangi kecepatan nya," batin Xiao Zhou.
"apa yang harus ku lakukan, aku hanya bisa menahan beberapa serangan nya saja," batin Xiao Zhou lagi.
uhukkkk...
darah keluar dari bibir Xiao Zhou.
pria itu melangkah dengan tenang.
"jika kau terus bertarung seperti ini, organ dalam mu akan hancur semua, hari ini kau akan mati,"bucap pria itu masih dengan wajah datar nya.
"pedang kematian ku bahkan tidak bisa menyentuh tubuh nya karena tidak ada celah sedikit pun," batin Xiao Zhou.
"jurus pedang pembuka surga level 3
pedang surga amarah api," teriak Xiao Zhou.
Hawa panas mulai membakar sekitar Xiao Zhou, udara mulai memuai karena panas api hitam Xiao Zhou.
"pemuda itu sangat kuat tapi bodoh batin" Sang Pembunuh Naga.
"jurus 18 pedang dewa, sapuan es abadi.." teriak Sang Pembunuh Naga kini di lindungi oleh pilar-pilar runcing dari elemen es.
"api mu akan padam oleh es abadiku, majulah!!!!" ucap Sang Pembunuh Naga,
Mata Xiao Zhou mulai berkobar, dengan seringai mengerikan,
"hahaha... rasakan ini bedebahhhh.." ucap Xiao Zhou.
Wajah Sang Pembunuh Naga yang biasa nya datar berubah pucat,
"mata ini... aku tidak pernah melihat mata semengerikan ini,' batin Sang Pembunuh Naga.
'aahhhkkk..
"aku kesulitan bergerak" batin Sang Pembunuh Naga.
traaangggh...
pranggggkkkk
bluuurrrrr.....
Pilar es abadi dari Sang Pembunuh Naga, tidak tersisa sama sekali.
"Apa? apa bocah ini seorang dewa?" batin Sang Pembunuh Naga, tidak percaya es abadi nya tidak berbekas.