Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
Minuman pernikahan


ciuman Xiao Zhou mulai menjalar ke leher Ratu Xhin Ye, dan Ratu Xhin Ye menarik tubuh Xiao Zhou agar semakin mendekap nya, kini tubuh Ratu Xhin Ye masih duduk tetapi tubuh nya sedikit miring kebelakang, bertumpu pada kedua lengannya, dan tubuh keduanya terus bergerak ke ujung kepala ranjang, dan kini Ratu Xhin Ye terjebak di ujung ranjang itu, punggung nya bersandar di sandaran kepala ranjang nya dan kedua tangan nya memeluk leher Xiao Zhou


nampak bulir-bulir keringat membasahi kening mereka, nafas kedua saling berpacu, ******* Ratu Xhin Ye sesekali terdengar, keduanya masih berpakaian walaupun sudah tidak beraturan lagi, paha terangkat Ratu Xhin Ye semakin melebar, dan Xiao Zhou mulai menekan bagian bawah nya ke milik Ratu Xhin Ye.


keduanya berciuman semakin liar, bibir mereka terbuka dan lidah yang keluar dan saling membelit. jubah Xiao Zhou terbuka pada bagian depannya, sesekali jemari Ratu Xhin Ye mengusap otot tipis di dada Xiao Zhou,


emmm..... suami aku sudah tidak tahan," ucap Ratu Xhin Ye tangan nya dengan cepat mengeluarkan milik Xiao Zhou. kaki kirinya di tekuk ke belakang paha Xiao Zhou.


mereka mulai saling menggesekan nya, membuat tubuh Ratu Xhin Ye sedikit bergetar, dan pakaian kecil milik Ratu Xhin Ye basah kuyup.


"eenggghhhh..." lenguhan nafas Ratu Xhin mulai terdengar kencang, sambil menggigit bibir bawahnya tangan Ratu Xhin kembali menyelinap di antara perut mereka, dan lebih melebarkan kedua kakinya.


"su-ami, aku benar-benar sudah tidak tahan," ucap Ratu Xhin Ye, jari-jari kurus dan lentik itu memegang dan mengarahkan agar ujung benda itu bisa menyingkapkan pinggiran pakaian kecil nya.


dan Ratu Xhin Ye seperti berhenti bernafas saat merasakan ujung keduanya sudah saling bertemu, dan perlahan mulai tertelan begitu pelan.


beleeeepppp.....


"haakkkkk" pekikan Ratu Xhin Ye seperti seorang yang sedang tercekat, bibir nya terbuka lebar, dan kuku tajam di ujung jemari Ratu Xhin Ye mencengkeram erat lengan Xiao Zhou.


mata Xiao Zhou melebar dan berhenti bergerak saat mengetahui ujung nya sudah tertelan, dan ingin mencabut nya, tapi kaki kiri yang di lipat kebelakang paha Xiao Zhou menahan nya.


"jangan di cabut suami... aku akan bunuh diri karena malu, jika kau menolak ku malam ini, aku mohon teruslah...aahh.., tubuhku benar-benar menginginkan nya," ucap Ratu Xhin Ye sedikit mendesah, karena tubuh bawah nya mulai menikmati milik Xiao Zhou.


Xiao Zhou mulai bergerak pelan, dan mereka berciuman lembut,


"apa ini? ini sangat berbeda saat melakukan dengan suamiku dulu, bagaimana ini bisa begitu nikmat, aku bahkan tidak kesakitan sedikit pun," batin Ratu Xhin Ye.


Ratu Xhin Ye yang tidak merasa sakit, dan begitu menikmati mulai bergerak dari bawah, karena Xiao Zhou masih begitu pelan, dan terdengar ******* tertahan Ratu cantik itu.


"suami, lebih kencang," ucap Ratu Xhin Ye matanya tidak berani menatap Xiao Zhou karena malu, dan memejamkan nya, bibir nya sesekali terbuka sedikit, sesuai irama ayunan mereka, keringat sudah membasahi leher jenjang Ratu Xhin Ye, dan sesekali mengangkat kepalanya menggigit dada Xiao Zhou.


"aku merasa begitu penuh di bawah, dan membuat ku begitu sensitif, aahhh aku sudah di ujung kenikmatan, oohhh tidak... ini terlalu cepat, aku ingin lebih lama," batin Ratu Xhin Ye, namun tubuh nya sudah tidak dapat menahan sejuta keindahan surga.


lenguhan khas itu semakin sering terdengar dan terdengar lebih kencang, tubuh Ratu Xhin Ye, mulai menegang kedua lengan nya memeluk erat leher Xiao Zhou, bibir nya terbuka di samping telinga Xiao Zhou, tubuh bawah Ratu Xhin Ye bergerak hebat, dan berayun kencang, seperti ingin menelan habis milik Xiao Zhou, dan menimbulkan suara berkecipratan.


oouuuhhhh..... suami aku keluar, terdengar suara tertahan dari bibir terbuka Ratu Xhin Ye, tubuh nya mengejang dan berhenti bergerak, hanya bagian perut kebawah yang masih bergetar sesekali.


Ratu Xhin Ye melepaskan pelukannya nya tubuh nya terbaring dengan lemas, keduanya terlelap dalam tidur mereka.


****


menjelang pagi dengan langkah tertatih Ratu Xhin Ye meninggalkan kamar Xiao Zhou dengan wajah lemas tanpa ekspresi, dan masuk ke kamar mewah nya dan mulai membersihkan tubuhnya dalam bak kayu dengan air hangat.


"apa yang telah aku lakukan? aku telah melakukan itu? aku sendiri yang mengeluarkan benda itu dan mengarahkan nya, karena milikku begitu menginginkan nya, bocah itu tidak bersalah sama sekali," batin Ratu Xhin Ye.


Xiao Zhou sudah bersiap memulai latihan nya, dan melangkah melewati aula keluarga, tubuh nya sedikit membungkuk saat melihat Ratu Xhin Ye yang sudah rapi dengan rambut tergelung nya sedang duduk di meja makan nya.


tidak ada senyuman di wajah dingin wanita itu, matanya tetap menatap Xiao Zhou yang ingin melanjutkan langkahnya.


"tunggu, temani aku sarapan," ucap ratu Xhin Ye tanpa ekspresi.


Xiao Zhou mengangguk, dan duduk di sebrang jauh dari Ratu Xhin Ye dan mulai mengambil sumpit nya.


"tentang semalam bukan salah mu, hanya saja kita terlena dan tidak dapat mengendalikan diri, dan ini adalah salah ku aku melakukan nya meski belum mengenal siapa dirimu dan tidak begitu yakin perasaan ku padamu," ucap Ratu Xhin Ye.


Xiao Zhou meletakkan sumpit nya kembali dengan sedikit menggebrak meja, dan mendekati Ratu Xhin Ye, menatap nya lekat-lekat, membuat Ratu Xhin Ye sedikit terkejut.


"apa yang kau lakukan?" tanya Ratu Xhin Ye, mendongak menatap mata Xiao Zhou.


"aku tidak tahu apa yang menahan perasaan mu, kita berdua sudah bersalah telah melakukan itu tanpa yakin akan perasaan kita, jadi sekarang ikut dengan ku," ucap Xiao Zhou dan menarik lengan Ratu Xhin Ye hingga berdiri.


Ratu Xhin Ye berlarian mengikuti langkah cepat Xiao Zhou, mereka melewati hutan persik dan menelusuri hutan ke arah penjaga pulau, dan langit belum begitu terang mereka sudah mencapai gerbang menuju pulau keseimbangan.


"katakan kita akan kemana?" tanya Ratu Xhin Ye.


"kita akan mencari tahu tentang perasaan kita," ucap Xiao Zhou


Xiao Zhou melepaskan tangannya di jari-jari Ratu Xhin Ye.


Dengan beberapa gerakan tubuh nya sudah mengeluarkan uap biru, Xiao Zhou menarik tubuh Ratu Xhin Ye dan keduanya seperti sedang berpelukan,


"bocah bodoh, apa yang kau lakukan kali ini? ini tempat ramai, dan kau sedang memeluk ku," ucap Ratu Xhin Ye, dan menatap sekitar yang di ramai kan hanya oleh tumpukan salju, dan rerumputan kering, serta pohon-pohon tanpa daun.


"tempat ramai?" guman Xiao Zhou sambil ikut menatap sekeliling mereka.


Ratu Xhin Ye hanya diam dan menunduk, dan membiarkan saja apa yang di lakukan Xiao Zhou, dan Xiao Zhou menggendong tubuh Ratu Xhin Ye membuat wanita itu sedikit terpekik, belum selesai keterkejutan nya, kini tubuh nya ikut terlapisi uap biru dan melewati sebuah gerbang menuruni tangga.


bibir Ratu Xhin Ye terbuka lebar saat menyadari jika kini dirinya sudah berada di pulau tingkat pertama, dan Xiao Zhou sudah melesat ke udara dan menembus pelindung pulau keseimbangan menghindari keramaian jalanan pulau keseimbangan, dan melayang ke arah danau biru.


Xiao Zhou melepaskan tubuh Ratu Xhin Ye saat kedua nya mendarat di pinggiran danau biru, Ratu Xhin Ye berpegangan pada bahu Xiao Zhou karena kakinya yang lemas dan tidak dapat menahan tubuh tinggi nya.


"katakan jika aku sedang tidak bermimpi," ucap Ratu Xhin Ye menatap ke segala arah.