
di alam bawah sedang terjadi kekacauan, seorang pria dengan seluruh rambut tergelung rapi di atas kepala nya sedang melayang di atas samudra lava pijar yang berwarna menyala merah kekuningan, dan juga ada bercak-bercak hitam nya, lautan itu meletup-letup dan di beberapa tempat menyembur uap panas ke udara, puluhan prajurit neraka sudah di kerahkan untuk mengurung pria itu.
dari arah lain seorang pria tinggi besar melangkah di udara begitu cepat, dengan wajah begitu buas dan golok besar di tangan nya, para prajurit neraka yang melihat kedatangan majikan nya itu, memberikan jalan kepada pria besar itu.
"katakan siapa dirimu? berani sekali menerobos wilayah ku," ucap pria besar itu yang tidak lain adalah raja neraka.
pria dengan rambut tergelung rapi itu menatap raja neraka dengan tenang,
"aku jendral Yuan Zhou, dan aku datang untuk pedang di bawah lautan hangat mu ini," ucap pria dengan rambut tergelung itu.
"jendral Yuan Zhou?" batin raja neraka mengerutkan keningnya, karena baru kali ini mendengar nama itu.
"aku tidak peduli siapapun dirimu, tapi tidak ada yang boleh mengambil pedang itu dari tempat ini? kau jangan pernah bermimpi, prajurit tangkap pengacau itu!!!" teriak raja neraka.
para prajurit neraka itu bersiap menyerang dengan senjata masing-masing, jendral Yuan Zhou masih tetap tenang, sambil memejamkan matanya menghentakkan kedua telapak tangan nya ke arah kedua sisinya, sebuah gelombang energi panas keluar dari tubuh jendral muda itu dan menyapu kesegala arah,
"blarrrrr...."
energi itu menghantam puluhan prajurit yang sudah melesat ke arah jendral itu.
para prajurit itu mencoba menahan energi yang di keluarkan oleh jendral Yuan Zhou, namun tidak ada yang mampu menahan gelombang energi yang di keluarkan oleh jendral Yuan Zhou, mereka semua terhantam dan terlempar dengan luka cukup serius.
jendral Yuan Zhou membuka matanya menatap ke arah raja neraka,
"wajar jika kau tidak mengenaliku, karena aku tidak pernah muncul selama ini, aku lebih suka di belakang panggung untuk menghancurkan suatu peradaban, tetapi kali ini, bocah itu yang memaksa ku," guman jendral Yuan Zhou sambil meraba leher nya sendiri yang masih berbekas cekikan dari Xiao Zhou.
mata raja neraka terbelalak dan menyala karena begitu marah melihat pasukan nya begitu mudah di kalahkan, pria besar itu melesat ke udara dan menyerang jendral Yuan Zhou dari atas,
"bajingan.... berhenti mengoceh, karena kau akan tetap di tempat ini untuk selamanya!!" teriak raja neraka.
raja neraka menebaskan golok nya secara vertikal, dan menggunakan seluruh kemampuan nya, tampak sebuah bayangan golok raksasa sepanjang puluhan meter melesat dari atas ke arah jendral Yuan Zhou, dan seperti akan menghancurkan tubuh pria yang kini terlihat begitu kecil di bandingkan dengan bayangan golok dari Dewa neraka.
bommmm.......
blarrrrr.......
sebuah ledakan dahsyat terjadi di sekitar tubuh jendral Yuan Zhou, dan tampak lautan lumpur pijar di bawah jendral itu terbelah begitu panjang terkena tebasan bayangan golok raksasa itu, namun perlahan lautan itu rata kembali.
raja neraka menatap kearah ledakan pada sasaran nya itu, betapa terkejutnya pria besar itu melihat jendral Yuan Zhou masih tetap berdiri tenang di dalam bulatan perisai nya yang sesekali di selimuti lidah api.
"aku tidak memiliki banyak waktu untuk meladeni permainan mu raja neraka, bermain dengan mu hanya akan membuang waktu berharga ku," ucap jendral Yuan Zhou.
lautan lava itu mulai bergejolak hebat, menciptakan gelombang-gelombang lava tinggi, udara di atas samudra itu semakin panas, rambut dan jambang panjang raja neraka berkibar terkena hawa panas yang keluar dari bawah nya, pria besar itu bahkan harus sedikit menjauh dan menutupi sedikit wajah dengan tangan nya, karena panas dan juga silau dari warna merah keemasan yang menyala semakin terang dari bawah lautan lumpur itu.
raja neraka menggelengkan kepalanya, selama ini belum pernah melihat kejadian seperti itu di lautan kebanggaan nya, sebelum hanya Xiao Zhou yang pernah mendinginkan lautan nya itu.
"demi guci.... sesuatu yang buruk akan benar-benar terjadi," guman raja neraka.
perlahan dari permukaan samudra itu muncul sebuah pedang yang cukup panjang, bilah nya tampak berkilau seperti cermin dengan gagang panjang terbuat dari logam dengan ornamen seekor burung Phoenix.
pedang itu tidak terlihat panas sedikit pun juga, dengan suhu lautan lumpur sepanas itu semua logam dan bebatuan biasa pasti akan meleleh dan menjadi lumpur cair yang begitu panas.
kini lautan itu kembali tenang, tampak di beberapa tempat lumpur-lumpur itu berubah warna menjadi menjadi abu-abu, dan juga keperakan, dan semakin lama semakin gelap, jendral Yuan Zhou mendekati pusaka itu dan menatap lekat-lekat setiap Senti dari pedang itu.
"pedang yang begitu indah, namun memiliki energi yang mampu memanaskan satu alam," guman jendral Yuan Zhou.
"berhentilah!!! siapapun kau, kau baru saja membuat bencana besar itu, pedang itu tidak boleh ke alam lain," ucap raja neraka.
jendral Yuan Zhou hanya tersenyum tipis, matanya masih menatap pedang di hadapan nya.
"bencana besar?" guman jendral Yuan Zhou dan menatap ke arah raja neraka.
"dengarkan aku raja neraka, peradaban mu sudah berakhir, bencana besar dan kecil sudah tidak berpengaruh lagi, karena sebentar lagi kalian semua akan mati, bencana seperti ini akan menyebar keseluruhan alam, dan ini sudah di mulai, hal pertama yang terjadi adalah mendingin nya neraka," ucap jendral Yuan Zhou sambil menciptakan sebuah gerbang teleportasi.
para prajurit neraka yang sudah terluka itu mendekati raja neraka, sambil menatap ke arah jendral Yuan Zhou,
"tuanku.... berikan perintah mu, kami sudah siap mati, daripada penjahat itu mendapatkan keinginannya," ucap salah satu prajurit itu.
raja neraka mengangkat tangan kanannya, dengan telapak tangan sedikit terbuka, seperti isyarat agar pasukan nya diam, mata raja neraka menatap telapak tangan kanannya dan melihat mutiara yang di berikan Xiao Zhou,
"hawa panas kedua pusaka ini sama," batin raja neraka.
telunjuk jendral Yuan Zhou bermain di bilah pedang itu dan selanjutnya tangan kanannya memegang gagang pedang itu dengan erat.
aahhkkk....
suara teriakan yang tertahan keluar dari bibir jendral Yuan Zhou, membuat semua orang menatap ke pria dengan rambut tergelung itu,
wajah jendral Yuan Zhou yang awalnya begitu tenang seketika berubah drastis, keningnya berkerut hebat, rahangnya bergerak-gerak, dab urat-urat mulai bermunculan di sekitar pelipis nya, seperti sedang menahan energi yang begitu besar.