
Xiao Zhou memasukkan pedang panjang nya, dan mendekati reruntuhan tembok tebal itu, dua orang keluar dengan pakaian sudah hancur, luka di tubuh mereka tampak begitu mengerikan, tapi tidak membuat keduanya mati,
"tuan aku mengaku kalah" ucap pemuda tampan yang kini wajah nya sudah terlihat secara utuh karena topeng setengah nya sudah hancur.
"aku tidak pernah melihat jurus naga seganas itu, aku juga mengaku kalah" ucap tubuh lama Xiao Zhou.
"aku adalah golok iblis, dan adikku ini pedang surgawi, kami berdua adalah roh pedang dan kau bisa lewat" ucap pria yang menggunakan tubuh lama Xiao Zhou
dan kedua orang itu berubah menjadi golok dan pedang indah, dan kedua nya menjadi cahaya dan lenyap.
seekor kupu-kupu cantik dengan corak menyerupai mata, terbang di antara reruntuhan tembok tebal itu, membuat wajah para penjaga gerbang yang awalnya tenang kini berubah pucat, tidak ada yang mengeluarkan suara, bahkan bernafas pun mereka begitu pelan.
Xiao Zhou yang sudah kembali segar, karena sudah beristirahat beberapa saat, mendekati Jung Min Ha dan menggendong nya di punggung nya, dan melangkah menuju pintu gerbang terakhir.
hawa kematian begitu terasa saat kaki Xiao Zhou mendekati gerbang ke tujuh itu,
"sang penakluk, aku datang" guman Xiao Zhou dan mendorong gerbang besar yang terbuat dari batu, dan terlihat sangat berat.
graaaggggghhhhh.....
pintu gerbang berat itu perlahan terbuka, perlahan.
*****
masa sekarang di ibukota kekaisaran Ming, sebuah rumah makan merak putih.
pagi itu Xiao Zhou dan Yang Tian, sudah meninggalkan tempat itu dan seorang Shinobi bermata merah sedang berlutut di hadapan Xiao Zhou.
"pangeran Jing Hao sedang melakukan perjalanan menuju kediaman Ibu Suri yang ada di luar istana" ucap Shinobi bermata merah itu.
Xiao Zhou mengangguk dan melompat ke udara dan melesat di antara pepohonan,
"hanya ini kemampuan yang bisa ku gunakan saat ini, semakin hari dantian ku semakin retak dan energi qi ku semakin berkurang, ini hanya di tingkat pendekar raja" batin Xiao Zhou.
"aahhh.... apa aku benar-benar tidak bisa di sembuhkan?" batin Xiao Zhou lagi, dan terus melompat dari pohon ke pohon, dan malam itu mereka beristirahat di sebuah penginapan di sebuah desa tidak jauh tujuan mereka.
***"
tidak jauh dari tempat Xiao Zhou menginap, sebuah kediaman mewah di pinggiran sebuah telaga yang di jaga begitu banyak pengawal istana.
pangeran Jing Hao sedang berlutut di hadapan seorang wanita, dan mereka di batasi oleh sebuah tirai,
"siapa kau? kau bukan pejabat kekaisaran, tapi membawa lencana dari Yang Mulia kaisar" ucap Ibu Suri.
"hamba pangeran Jing Hao, hamba adalah pengawal pribadi Yang Mulia Kaisar, dan tujuan hamba adalah mengantarkan surat ini langsung untuk Yang Mulia Ibu Suri, dan juga hamba di perintahkan mengawal Ibu Suri kembali ke istana" ucap pangeran Jing Hao, dan meletakkan sebuah gulungan di hadapan nya.
seorang pelayan wanita mendekat dan mengambil gulungan itu, dan menyerahkan nya kepada wanita di balik tirai itu.
wanita di balik tirai itu membaca surat yang masih tersegel utuh itu.
"Yang Mulia Kaisar, meminta ku ke istana secepatnya? hemm... ada apa ini? tapi aku belum mendapatkan yang aku inginkan di tempat ini" batin wanita itu.
"baiklah kau boleh pergi sekarang" ucap wanita di balik tirai itu.
"baik Yang Mulia Ibu Suri, hamba mohon diri" ucap pangeran Jing Hao.
"apa kepala pelayan belum kembali?" tanya orang yang di panggil ibu Suri itu menatap pelayan wanita nya.
"belum Yang Mulia, sudah beberapa hari ini kepala pelayan masih belum kembali" ucap pelayan wanita itu.
****
tak jauh dari kediaman mewah Ibu Suri di pinggiran telaga.
seorang wanita berpakaian pelayan, wajah dan kulit nya menunjukan usia nya 40 tahun, tidak ada yang tahu usia sebenarnya, sedang bertarung dengan beberapa binatang iblis tingkat menengah.
kulit wanita itu tampak kusam, dan di beberapa bagian tampak keunguan, seperti terkena racun atau semacamnya.
setelah beberapa waktu beberapa ekor serigala sudah tidak bernyawa dan menyisakan tiga ekor lainnya dan dari arah belakang muncul seekor serigala besar yang merupakan pimpinan dari kelompok binatang itu, dan menyerang wanita itu.
darah mengucur dari lengan dan beberapa bagian pakaian wanita itu sobek oleh terkaman serigala salju itu.
"aku tidak bisa menangani ini" batin wanita itu dan mencoba mencari celah melarikan diri.
wanita berpakaian pelayan itu melompat dan terus berlari melewati hutan dan serigala yang awalnya begitu ganas mengejar, secara tiba-tiba berhenti dan berbalik meninggalkan wanita itu.
"hemmm... akhirnya mereka menyerahkan juga," batin wanita itu, dan sesuatu di rasakan oleh kedua kakinya.
wajah wanita berpakaian pelayan itu menjadi pucat, dan dengan cepat mengeluarkan selendang yang mengikatnya pinggang nya.
"tidak, aku melupakan tempat ini" batin wanita itu, dan kini tubuh nya sudah mulai terhisap oleh lumpur di dalam hutan itu, tidak ada tumbuhan di dekat nya.
"tidak.... aku tidak mau mati di tempat seperti ini" guman wanita itu, dan mencoba melempar selendang nya mencari dahan pohon tapi sayang nya selendang itu tidak dapat mencapai satu batang dahan pohon.
setelah beberapa saat tubuh wanita itu sudah setengah terhisap oleh lumpur itu, dan seorang remaja menghampiri nya.
"aahhh.... anak muda untunglah kau datang tepat waktu, tolong bantu aku" ucap wanita berpakaian pelayan itu.
Xiao Zhou hanya mengangguk, dan tersenyum.
"baiklah bibi aku akan menolong mu, tapi katakan siapa bibi, seperti bibi adalah seorang pelayan dari kediaman mewah itu" tanya Xiao Zhou.
"hemmm... anak muda kau penuh ambisi, bahkan saat ingin menolong seseorang kau menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan keuntungan yang kau dapatkan setelah membantu nya" ucap wanita itu dengan senyum sinis.
"aahh... tentu saja bibi, tapi bibi tenang saja aku pasti membantu mu, asalkan bibi berjanji akan membantu ku" ucap Xiao Zhou
"aku tidak bisa berjanji, katakan apa yang kau inginkan?" tanya wanita itu.
"baiklah aku akan berterus terang, bawa aku masuk ke dalam istana, aku tahu kau adalah kepala pelayan Ibu Suri" ucap Xiao Zhou.
wajah wanita itu menjadi pucat,
"siapa kau? dan apa tujuan mu, apakah kau ingin membunuh ibu Suri?" tanya wanita itu.
"ummmm... siapa aku itu tidak penting, aku sama sekali tidak ada dendam dengan istana ini, dan tidak ada keuntungan nya jika aku membunuh majikan mu itu, justru aku ingin membantu nya" ucap Xiao Zhou.
"hahaha.... kau? berapa usia mu? kau membuat ku tertawa, kau masih terlalu muda untuk membantu seorang Ibu Suri, pergi lah ibu Suri tidak membutuhkan bantuan mu" ucap wanita itu.
"baiklah aku akan pergi, seperti nya kau terlalu banyak membuang waktu, selagi kau mandi di kolam indah mu itu, ingat lah seseorang sedang ingin merencanakan sesuatu yang bagus kepada majikan hebat mu, dan juga Kaisar baru mu itu." ucap Xiao Zhou, dan melangkah ringan di atas lumpur hisap itu.
pakaian Xiao Zhou sedikit melambai, dan mengambil selendang yang di lempar oleh wanita itu dan menarik nya.
"kau begitu muda, kemampuan meringankan tubuh mu begitu tinggi, maafkan ucapan ku tadi" ucap wanita itu yang kini keduanya sudah melangkah menuju sebuah gubuk kecil di pinggir telaga itu, seorang pelayan muda menghampiri mereka dan membantu kepala pelayan itu.
"duduk lah, aku akan membersihkan diri dulu, setelah itu kita akan bicara" ucap wanita itu
langit sudah mulai gelap, kedua orang itu sudah duduk dan menikmati makan malam mereka, di sebuah meja di gubuk kecil itu, pelayan muda itu menyiapkan masakan benar-benar mewah untuk mereka berdua,
"katakan dengan jelas apa yang kau maksud dengan rencana bagus? dan siapa orang yang merencanakan nya?, dan katakan kenapa kau ingin membantu?" tanya wanita itu, wajah nya terlihat pucat.
Xiao Zhou masih begitu tenang, matanya menatap wajah wanita itu yang sedang makan dengan begitu elegan.
"sebenarnya aku tidak suka mencampuri urusan orang, terutama masalah politik kekaisaran, aku begitu membenci nya, tetapi seseorang ayah yang begitu baik padaku, tanpa pernah peduli aku ini dari kalangan apa, orang itu selalu membantu ku, kini meminta ku untuk melakukan sesuatu, dan sekarang aku akan melakukan semampuku" ucap Xiao Zhou.
"di lihat dari usia mu, aku tidak yakin kau akan bisa membantu banyak dalam masalah politik, tapi apa rencana mu untuk saat ini?" tanya wanita itu.
"hehe... bibi sangat pintar, aku juga tidak yakin dengan kemampuan dalam hal ini, baiklah masukan aku ke dalam bidang farmasi istana, setelah itu aku akan mencari tahu apa rencana dari orang-orang jahat itu" ucap Xiao Zhou.
wanita itu menatap mata Xiao Zhou mencoba mencari tahu sesuatu di mata pemuda itu.
"baiklah, aku akan mencoba nya, tapi ini akan sangat mencurigakan jika aku memasukkan orang yang tidak tahu apa-apa tentang dunia pengobatan seperti mu ke bidang farmasi istana" ucap wanita itu.
"aku tahu sedikit tentang hal pengobatan, bibi sudah terkena racun lebih dari lima tahun, dan aku bisa menyembuhkan nya" ucap Xiao Zhou