Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
gugurnya sang maha suci


"dewa Yun fengyin sebaiknya kau berhenti, kau tidak akan bisa menghisap jiwa suci ku ini," ucap dewa suci Qing Tao.


"kau benar, aku memang tidak bisa menghisap jiwa mu, tapi tubuh mu bisa aku makan" ucap Yun fengyin.


dewa suci Qing Tao hanya tersenyum,


"anakku fengyin sebaiknya jangan, kau akan menyesali nya kelak, tubuh suci ku akan membuat tubuh mu menjadi hampir abadi, tapi kau akan sangat menderita di akhir hidup mu" ucap Dewa suci Qing Tao


"hahaha... itu bagus.... tubuh itu yang sangat aku inginkan, itu akan membuat ku tidak terkalahkan, dan saat akhir hidup yang kau bicarakan, itu tidak akan pernah terjadi, karena takdir hidup ku ada di tangan ku, dan saat aku abadi siapa yang bisa membunuhku?, tua bangka sebaiknya kau bersiap" ucap Yun fengyin dan menusukkan pedang bintang tepat ke jantung dewa suci Qing Tao yang masih tersenyum.


jederrrrt.......


petir menyambar dengan ganasnya, hujan mulai mengguyur bumi, bumi yang awal nya cerah walaupun sedang sore hari, seketika menjadi gelap, tiga alam di selimuti awan hitam, badai melanda, seluruh negeri mengakibatkan kehancuran yang tidak kecil.


.....


"penomena apa ini dewa pengetahuan?" tanya Kaisar Langit


dewa pengetahuan memainkan ujung kuku nya seperti yang biasa dewa Lou yi lakukan,


"Dewa suci Qing Tao saat ini sudah meninggal Yang Mulia, penomena ini sama saat kelahiran nya, badai ganas ini akan terjadi dalam tiga hari, dan semua alam akan menjadi gelap dalam waktu itu, karena matahari tertutup awan gelap, banyak yang akan menjadi korban dalam bencana ini Yang Mulia, khusus menghuni alam tengah (bumi), ucap Dewa Pengetahuan.


Kaisar Langit hanya mengelus jenggot panjang nya dan menarik nafas dalam-dalam,


"Dewa suci Qing Tao, sudah meramal nasib nya sejak awal, bahkan dia tahu jika penjahat fengyin yang akan membunuhnya, tapi dia selalu membantu fengyin, dan dia lah dewa yang pertama mencegah ku saat ingin membunuh fengyin saat baru lahir, ini sudah takdir... takdir" ucap Kaisar Langit sambil menggelengkan kepalanya.


Kaisar Langit turun dari singasana dan berlutut, semua dewa pun ikut berlutut, dari istana Langit, terus menyebar, sampai lapisan Langit terendah, semua penghuni nya berlutut, dan membacakan doa atas kepergian dewa suci Qing Tao.


tidak berbeda dengan Langit, di alam bawah pun raja neraka, dan bawahan nya melakukan hal yang sama.


.....


.......


di pulau keseimbangan, tiba-tiba muncul sebuah pulau kecil lengkap dengan istana yang di sertai taman indah di atas nya, pulau kecil itu terhubung dengan istana milik Xiao Zhou dengan sebuah jembatan kecil.


Zhifu hanya tersenyum,


"satu gerbang dari sembilan gerbang sudah terhubung" guman nya.


terlihat dari istana itu keluar beberapa orang dan menelusuri tangga dari jembatan menuju istana milik Xiao Zhou.


"pulau ini sungguh indah, walaupun sedang terjadi badai tempat ini masih terlihat menyenangkan" ucap seorang wanita cantik yang di ikuti dua orang anak kecil masing-masing memegang tangan wanita cantik itu.


beberapa dayang dan pengawal sudah mengunggu kedatangan mereka, termasuk juga Zhifu berdiri paling depan.


"selamat datang Ratu, dan tuan kecil, aku adalah Zhifu, penjaga pulau milik tuan muda Xiao Zhou, kalian bisa memanggilku tetua Zhifu.


"baiklah tetua Zhifu, salam hormat dari kami, apa kami bisa tinggal di tempat ini? tanya Liu fenghua sopan.


Zhifu hanya mengangguk,


"tentu saja Ratu, tentu saja... pulau ini adalah milik suami anda, kalian lah yang paling berhak tinggal di sini, terutama dua tuan kecil ini, aku sangat mengenali darah yang mengalir di dalam tubuh nya" ucap Zhifu.


"baiklah silahkan masuk ratu, ratu yang lain sudah menunggu anda semua" ucap Zhifu lagi, dan pergi dari tempat itu


Zhifu berhenti di depan kediaman kepala desa Lou fang,


"hahaha... harimau tua tidak perlu kau berteriak sekencang itu, aku sudah mendengar, aku sedang sibuk saat ini, beberapa bulan lagi ratu Li akan menikah jadi aku sedang menyiapkan semua nya, aku sudah bicara dengan para ahli bangunan, mereka sudah mulai menyiapkan bahan untuk menambah istana dengan beberapa kamar kualitas terbaik, dan sekaligus membuat istana semakin indah, mereka benar-benar ahli" ucap Lou fang terlihat sekilas senyum lebar walaupun tertutup oleh kumis dan jenggot yang panjang.


........


Liu fenghua melangkah dan di ikuti oleh dua bocah kecil, dan berikut nya Yumiko dan Puteri Ming Mei.


di dalam istana mereka di sambut oleh dua orang wanita tidak kalah cantik dengan mereka, keduanya adalah Li Mei yin dan Zhang Rui.


"salam hormat kakak Liu, kakak Yumiko, dan juga kau paling muda, apa kami harus memanggil mu kakak Ming? tanya Li Mei yin mendekati Puteri Ming Mei


"sebaiknya panggil saja adik, kau pasti Dewi Li Mei yin, zhou'er sering menceritakan kecantikan tak tertandingi Dewi Li Mei yin, dan kau pasti Kaisar Zhang Rui, zhou'er juga mengatakan kau sedang mengandung bayi nya saat ini" ucap Puteri Ming Mei


"kau bisa memanggilku kakak Zhang," ucap Zhang Rui dan tersenyum dan memegang tangan Puteri Ming Mei.


"kau benar... panggil saja aku Li Mei yin, tidak perlu memakai nama Dewi lagi, karena aku sudah tidak menjadi Dewi lagi, kalian silahkan beristirahat dulu, sebentar lagi kita akan makan malam bersama" ucap Li Mei yin


"dan kalian para bocah kecil, mata kalian berdua sangat aku kenal, kalian mengingatkan aku pada seseorang yang sangat nakal" ucap Li Mei yin dan mereka mulai berbincang satu sama lain dan masuk ke kamar masing-masing yang di antar oleh para dayang yang sudah di siapkan oleh suku bulbul.


,...............


.................


Bandai salju membuat penglihatan mereka terganggu, mereka bertiga melesat dari pohon ke pohon, mencari pemukiman terdekat.


Xiao Zhou melihat sebuah desa kecil, walaupun sudah tidak ada salju tapi badai masih menerbangkan barang-barang milik penduduk di desa itu.


mereka bertiga memasuki sebuah bangunan yang tidak ada penghuninya, bangunan itu sudah kehilangan sebagian atap nya, tidak ada penduduk yang terlihat di luar rumah mereka.


"di lihat dari bentuk bangunan nya kita sekarang berada di kekaisaran zarzantium" ucap Yang Tian


"kau benar kita ada di bagian timur kota tizmir" ucap Xiao Zhou


"kita harus bergerak, cuaca ini sangat tidak bersahabat, aku rasa sesuatu telah terjadi pada Dewa suci Qing Tao" guman Xiao Zhou, sambil melihat sebuah gulungan yang tersegel.


"benda apa itu?" tanya Dewi pemburu itu


"benda ini di berikan oleh Dewa suci Qing Tao tadi pagi" ucap Xiao Zhou dan bersiap menerobos jalanan yang mulai gelap.


Xiao Zhou dan kedua rekan nya, menelusuri jalanan ibukota tizmir, terlihat beberapa anak sedang berjuang melawan badai dengan tubuh kecil mereka,


Xiao Zhou mendekati mereka, dan memusatkan pikiran dengan bahasa zarzantium, dan menyapa beberapa bocah itu.


"kalian mau kemana? biarkan kami membantu kalian," ucap Xiao Zhou dengan bahasa zarzantium.


"paman kami ingin ke rumah makan gratis, setiap malam mereka menyediakan makanan yang sangat enak" ucap salah seorang bocah itu dengan wajah kotor.


tak lama Xiao Zhou dan Yang Tian menggendong bocah-bocah itu dan mengikuti petunjuk dari bocah yang di gendong nya.


mereka memasuki sebuah gedung yang cukup luas, di dalam mereka melihat banyak anak-anak dan para pengemis sedang menikmati makan malam dengan sangat senang.


anak-anak yang di di bawa oleh Xiao Zhou berlari mencari tempat untuk mengambil jatah makan mereka.


dan tiba-tiba seorang berpakaian hitam dan kepala di tutupi kerudung mendekat kearah mereka. orang itu membuka kerudung dan mantel yang di gunakan nya, dan mencabut pedang di pinggang nya.