Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
Han Yui


Han Yui menutup bibirnya dengan tangan kirinya, berusaha keras agar tidak keluar suara dari bibirnya seolah-olah tidak menikmati kegiatan itu.


"ini begitu berbeda, selama hidup aku tidak pernah merasa begitu nikmat seperti ini, aku benar-benar di buat gila oleh benda ini, padahal aku hanya menggesek nya di luar saja,. aahhh bagaimana jika benda ini masuk pada milik ku," batin Han Yui dan tubuhnya semakin keras menekan dan gerakan nya mulai tidak terkendali.


aaahhhhssss.... teriakan Han Yui begitu kencang, dan tubuh nya seperti kejang, gigi nya merapat menahan sesuatu keluar begitu banyak dari tubuh nya,


malam itu Han Yui tertidur di ranjang nya dengan begitu nyenyak, semua beban selama ini menguap begitu saja, dan terbangun pagi hari nya dengan perasaan begitu ringan, dan perlahan ingatan nya kembali pada kejadian malam itu.


"ini sangat memalukan, awal nya aku begitu sombong, tapi lihat pada akhirnya aku bahkan pipis di pangkuan pelayanan kecil ini" batin Han Yui sambil menutup wajahnya.


"bocah pelayan itu memiliki sesuatu yang sangat berharga, aahh... apa yang sedang ku pikir kan, ingat Han Yui kau tidak tidur dengan pelayanan, cukup ini terakhir bagiku bermain main dengan dengan pelayanan itu, untung nya benda itu tidak sampai memasuki ku, aku masih belum tidur dengan pelayan kurang ajar itu" batin Han Yui berkecamuk dan masuk ke ruang mandi mewah nya.


*****


"penjaga lepaskan ikatan pelayan kecil itu, dan biarkan dia beristirahat di kamarnya" ucap Huang Lang dan pergi keluar dari sekte nya.


Xiao Zhou berbaring di ranjang nya, tidak ada kelelahan di wajahnya, pikiran nya sedang mencari cara bagaimana mendapatkan mutiara formasi dari cincin Huang Lang tanpa di sadari oleh Huang Lang.


"pemuda itu di tingkat pendekar legenda awal, tubuh nya penuh segel, pemuda itu seperti kotak penyimpanan milik pilar Langit Huang Fu.


pilar langit Huang Fu akan segera tahu jika pemuda itu mati, atau bermasalah, aku tidak bisa menotok atau memberikan nya obat tidur, setelah iya sadar maka pemuda itu akan curiga sudah terjadi sesuatu yang salah pada dirinya, ini sangat membuat ku pusing" batin Xiao Zhou.


"bagaimana aku bisa menyentuh tangan Huang Lang lima menit tanpa di curigai nya" batin Xiao Zhou kepalanya seperti ingin pecah. akan jauh lebih mudah baginya menghacurkan sekte itu, dari pada tugas nya saat ini.


pikiran Xiao Zhou begitu kacau sampai dirinya tertidur.


sudah beberapa hari ini Han Yui selalu berusaha menunggu Xiao Zhou di kediaman nya,


"aahhh... bocah pelayan itu kenapa tidak pernah muncul ke tempat ini? apa dia sangat takut? padahal aku sudah memberi nya hiburan yang begitu indah" batin Han Yui tatapan matanya begitu kosong, pikiran nya menerawang ke kejadian beberapa hari yang lalu.


"demi dewa... itu begitu nikmat, selama ini aku belum pernah merasakan perasaan seperti malam itu, aku sudah tidak tahan lagi kali ini" batin Han Yui dan memasuki kamar nya mencari pakaian yang terbaik nya.


"bocah... pakaian ini akan membuat nya pingsan" batin Han Yui sambil tersenyum nakal.


langit mulai gelap, lentera-lentera mulai di nyalakan di sekte pilar keadilan, membuat nya tampak begitu hidup.


seorang wanita dewasa berjalan memasuki kediaman Huang Lang dengan begitu gemulai membuat setiap penjaga harus menelan ludah nya, melihat pakaian yang di gunakan wanita itu begitu memperlihatkan lekuk tubuh matang seorang wanita.


"ibu? apa yang ibu lakukan di kediaman ku" ucap Huang Lang saat melihat Han Yui datang.


"hihi... anakku apa salah jika seorang ibu berkunjung ke kediaman anak nya?" ucap Han Yui tenang.


"hemmm.... aku tidak tahu, cuma selama ini ibu tidak pernah mengunjungi ku, ini sedikit mencurigakan" ucap Huang Lang dengan nada sedikit menurun.


"hahaha.... anakku kau melihat ibu ini, seolah-olah ibu ini seorang penjahat, sudah lah apakah kau sudah makan? ibu akan membuatkan makanan khusus untuk mu, dan mulai malam ini ibu akan tinggal di tempat mu, ibu lagi ada masalah dengan ayah mu" ucap Han Yui mata nya terus berusaha mencari seseorang.


"baiklah ibu... terserah ibu saja, pilih lah kamar yang ibu sukai, aku akan ke ruang belajar ku, panggil aku jika membutuhkan sesuatu" ucap Huang Lang sambil melangkah pergi.


"ibu tidak memerlukan sesuatu dari mu anakku, ibu memerlukan sesuatu dari pelayan kecil mu itu" guman Han Yui pelan sesudah Huang Lang menghilang.


Han Yui memerintahkan semua pelayan di dapur itu pergi kecuali Xiao Zhou,


"hemm... pelayan kecil kenapa kau tidak pernah ke tempat ku lagi?" tanya Han Yui mendorong tubuh Xiao Zhou hingga terduduk di salah satu kursi di dapur itu.


"aku takut nyonya" ucap Xiao Zhou berbohong.


"aku sudah menebak nya, katakan bagaimana penampilan saat ini?" tanya Han Yui sambil berputar memperlihatkan pakaian nya, meskipun ruangan itu tidak begitu terang tetapi Xiao Zhou dapat melihat tubuh Han Yui yang begitu menggairahkan malam itu.


mata Xiao Zhou sedikit melebar, pakaian yang dikenakan Han Yui malam itu begitu berbeda dari pakaian pada umumnya.


pakaian tipis berwarna coklat itu begitu pendek, dengan motif renda di setiap ujung-ujung nya, hanya beberapa centimeter menutupi paha nya yang besar, bahkan hampir memperlihatkan area sensitif nya, karena pakaian itu sedikit tertarik keatas oleh bokong nya yang menonjol kebelakang.


kain dari pakaian itu begitu lembut, juga terlihat sangat lentur, membuat tubuh matang Han Yui begitu tercetak dari balik pakaian nya.


"anda sangat menggoda nyonya," ucap Xiao Zhou dan mulai tergoda dengan wanita cantik di hadapan nya.


"aahhh... aku sudah benar-benar gila, aku sudah begitu basah hanya dengan di tatap saja, apa yang harus aku lakukan" batin Han Yui,


"aku akan memasak, kau tetap duduk di sana dan jangan bergerak sebelum aku perintahkan" ucap Han Yui yang kini sudah memegang pisau.


Han Yui duduk di pangkuan Xiao Zhou dan mulai memotong sayuran di meja yang ada di hadapannya.


tubuh nya sedikit bergoyang-goyang mencari benda yang begitu di rindukan nya.


aahhh.... desahannya begitu pelan saat benda yang di inginkan nya itu tepat menggesek bagian paling sensitif nya, yang di lapisi pakaian dalam dengan kain dan motif serupa.


"apa nyonya menyukai nya?" tanya Xiao Zhou yang sudah tidak dapat menahan hasrat nya.


"diam pelayan bodoh, aku tidak menyuruh mu bicara, aaahhhsss..." ucap Han Yui dengan suara bergetar tangannya sudah tidak memotong sayuran lagi, tapi kedua tangan sudah mencengkeram meja, tubuh bagian atas nya sudah sepenuhnya tengkurap di atas meja itu, dan bagian bawah nya mulai bergerak naik turun mencari kenikmatan nya sendiri.


"nyonya saat ini kita sudah seperti sedang melakukan itu" ucap Xiao Zhou pelan.


"aahhh.... apa kau tidak bisa diam, aku sangat malu dan jauhkan tangan pelayan mu itu dari tubuhku" ucap Han Yui dan mengejang, nafasnya melemah, dan diam beberapa saat.


"tadi begitu nikmat, aku keluar tanpa harus bersentuhan langsung" batinnya.


Xiao Zhou yang sudah tidak tahan, kembali bergerak sedikit-sedikit,


"pelayan kurang ajar, siapa yang menyuruh mu bergerak.... aaahsss..." suara Han Yui terpotong


"apa ini? aku kembali merasa nikmat lagi, padahal baru saja aku keluar, ini tidak mungkin, seluruh kulit ku begitu sensitif" batin nya dan mulai mengimbangi gerakan dari bawah nya.


"aku sudah tidak tahan lagi" batin Han Yui dan merogoh pakaian bawah Xiao Zhou membebaskan benda kesukaan nya itu.


"aahhh... benda ini benar-benar besar, dan bentuk nya begitu mengerikan tetapi begitu membuatku gila" batin Han Yui sambil menatap benda kokoh yang menggesek tanpa ampun miliknya yang paling pribadi.


Xiao Zhou yang sudah bernafsu, meremas bokong Han Yui membuat nya terpekik dan marah.


"pelayan ku-rang.... aasss... iya seperti itu, remas lebih keras lagi" ucap Han Yui sedikit berteriak.


Han Yui sudah melupakan semua janji dan harga diri nya, sekarang dirinya benar-benar terbakar birahi yang segera ingin di tuntaskan.


"aku benar-benar tidak tahan lagi, aku tidak peduli kau itu pelayan atau apapun, kali ini aku ingin merasakan yang sesungguhnya" guman Han Yui kehilangan akal sehat nya dan tangan nya ingin sekali menyingkap kain pelindung terakhir yang di kenakan bagian sensitif itu, tetapi masih terhalang sesuatu dalam pikiran nya.


aahhhhsss... teriak Han Yui kencang begitu benda itu menekan ingin masuk, kain pelindung sudah basah kuyup itu terdorong kedalam, ujung benda milik Xiao Zhou terlihat seperti terbungkus, kini perlahan sudah sedikit masuk, benda itu terlihat sedikit membengkok saat Han Yui memaksanya menekan dari atas.


aahhhhsss..... kembali Han Yui mendesah, tidak Han Yui sudah setengah berteriak,


"sial kenapa aku harus memakai kain kecil ini tadi, jika saja kain ini tidak ada saat ini aku pasti sudah berteriak kencang penuh kenikmatan" batin Han Yui begitu menyesal dan mulai bergerak pelan, dan perlahan gerakan nya semakin cepat, dan kencang, tapi hanya ujung benda itu pun mampu masuki nya, karena terhalangi kain tipis itu.


dan beberapa saat kemudian, teriakan Han Yui kembali terdengar, dengan tubuh bergetar hebat.


hampir tengah malam baru kedua insan itu menghentikan kegiatan tabu mereka, dengan pakaian sudah tidak berbentuk lagi, lantai dapur itupun penuh dengan cairan lengket, dan air seni Han Yui, entah berapa kali dirinya mengeluarkan cairan itu dari tubuhnya malam itu.


Han Yui melangkah gontai mendekati Xiao Zhou,


"plaaakkkk" sebuah tamparan keras di wajah Xiao Zhou


"dengarkan aku pelayan rendahan, ini adalah terakhir kali nya kau mendapatkan hiburan dariku, jangan pernah melakukan ini lagi, bahkan berpikir pun jangan, apa kau mengerti" ucap Han Yui


"baik nyonya, aku tidak akan melakukan lagi" jawab Xiao Zhou dan pergi meninggalkan dapur itu.


"wanita gila" batin Xiao Zhou dan beristirahat di ranjang nya.