PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 98 "Kemarahan Yun Mei"


"Apakah sesuatu terjadi pada bayi kecilku!?." Ling Yuan bertanya dengan perasaan yang sangat khawatir.


"Tidak, dia baik-baik saja. Dia hanya sedang patah hati." Jawab Tang Lin seraya menggelengkan kepalanya.


Tang Lin mengetahui putranya sedang patah hati adalah karena kekuatan rohnya tetap mengawasi putranya, jika tidak dia pasti akan sama seperti istri dan ketiga putrinya yaitu merasakan kesedihan yang tiba-tiba tanpa tahu apa yang terjadi pada keluarganya.


"Apa!!?." Ling Yuan dan ketiga putrinya berseru kaget secara bersamaan.


"Apa ini disebabkan oleh istrinya?." Ling Yuan bertanya lagi.


"Bukan, bukan dia tapi Long Xia Shi. Lian'er mendengar berita jika dia akan menikah.."


Mendengar itu kemudian Ling Yuan menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Suami, izinkan aku mengunjungi putra kita. Aku takut dia akan berlarut-larut dalam kesedihannya.."


"Lebih baik kamu datang ketika hari pernikahan itu, karena dua bulan lagi hari pernikahan akan berlangsung, pada saat itu aku akan menyuruh Tang Shuan dan Tang Shui mengawalmu istriku."


"Kamu benar suami." Ling Yuan mengangguk setuju.


"Unmm... Jika begitu seharusnya kita akan berangkat sepuluh hari sebelum hari pernikahan kan? Soalnya aku ingat waktu menempuh perjalanan di portal ruang dan waktu membutuhkan waktu sepuluh hari untuk sampai di alam rendah.." Tang Yui berkata.


"Itu benar.." Tang Lin menjawab.


Disisi Jia Li, pada saat ini dia sedang membawakan makan siang untuk Tang Lian yang telah terus berbaring ditempat tidur.


"Suami, ini sudah tiga hari, kamu harus makan demi kesehatanmu.." Jia Li berkata seraya meletakkan piring makanan itu diatas meja lalu duduk di samping Tang Lian yang menyembunyikan diri dibawah selimut persis seperti anak kecil.


"Li'er, aku tidak lapar.." Jawab Tang Lian malas.


"Suami, kamu sudah tiga hari tidak makan, jangan membuatku dan kakak Mei khawatir. Kali ini kamu harus mau makan setelah itu aku akan memandikanmu.." Jia Li berkata memaksa dan mengambil makanan yang telah dia letakkan dimeja sebelumnya, kemudian membuka selimut Tang Lian dan memaksa untuk menyuapinya.


Namun bukannya menurut, justru Tang Lian berubah menjadi marah dan membuang makanan yang ada ditangan Jia Li, hingga Jia Li tidak sengaja menjatuhkan makanan itu kelantai dan menumpahkannya.


"Sudah kukatakan aku tidak lapar!!." Teriak Tang Lian marah.


Jia Li sangat terkejut dengan Tang Lian yang tiba-tiba marah dan membuang makanannya hingga dia tertegun sejenak dengan mulut ternganga, kemudian matanya berubah merah dan tetesan air mata membasahi pipinya.


Melihat itu Tang Lian merasa sangat bersalah dan ingin meminta maaf, namun sebelum sempat mengatakan apapun Jia Li sudah berlari keluar dengan air mata yang berjatuhan dan merasa tidak percaya dengan perlakuan sikap suaminya padanya.


Disisi Jia Li, dia berlari hingga dia menemukan Yun Mei yang sedang menyirami bunga di halaman belakang dan langsung memeluknya.


"Kakak Mei... Hiks... Hiks... Hiks... " Jia Li menangis sesenggukan seraya memeluk Yun Mei.


"Adik Li, kamu kenapa?." Yun Mei bertanya dengan penasaran dan membalas pelukannya.


"Suami.... Dia.... Dia membuang makannya, hiks... hiks... hiks.."


"Apa!?."


Mendengar itu, Yun Mei seketika menjadi marah dan kesal pada Tang Lian, kemudian dia melepaskan pelukan Jia Li dan berjalan dengan cepat kekamar Tang Lian.


Disisi Tang Lian, perasaan yang sangat bersalah memenuhi pikiran dan hatinya sekarang.


"Apa yang kulakukan? Dia itu istriku tentu saja dia khawatir padaku, aku harus meminta maaf!!." Tang Lian bergumam dan ingin berdiri dari kasurnya, namun tiba-tiba Yun Mei datang dan membuka pintu dengan kasar.


"Bangun kau pria bodoh!!." Teriak Yun Mei marah.


"M-mei'er?." Tang Lian bergumam heran.


"A-aku tidak sengaja membuang makannya karena dia memaksaku makan.." Tang Lian menjawab dengan tergagap dan dia merasa bulu kuduknya berdiri. Karena ini adalah pertama kalinya dia melihat Yun Mei marah besar.


"Apa yang sebenarnya kau pikirkan!? Kau bilang kau mencintainya!! Lalu kau menikahinya!! Tapi kau kasar padanya!! Apa maksudmu sebenarnya!!."


Melihat istri pertamanya yang terlihat sangat marah, kemudian Tang Lian berusaha menenangkannya.


"Mei'er ini tidak seperti yang kamu pikirkan.."


"Tidak seperti yang aku pikirkan? Memangnya apa yang aku pikirkan ha!?."


"Sebenarnya aku masih bersedih atas berita pernikahan ini, kamu tahu istriku, aku begitu mencintai Long Xia Shi, namun dia menikah dengan pria lain, aku hanya ingin menenangkan diri untuk sementara, sungguh aku tidak bermaksud kasar pada Li'er.." Jawab Tang Lian dengan tidak berdaya.


Mendengar jawaban Tang Lian kemudian Yun Mei menariknya dengan paksa hingga berdiri seraya berkata, "Dasar bodoh!!.".


"Mei'er kamu ingin membawaku kemana?."


"........"


Yun Mei tidak menjawab dan terus menariknya kehalaman belakang mansion yang dimana disana dibuah kursi Jia Li sedang menangis seorang diri disana.


"Lihatlah!!! Kau membuatnya menangis sampai seperti itu!! Dia itu istrimu!!!."


Melihat itu perasaan sangat bersalah semakin memenuhi diri Tang Lian.


"M-mei'er a-aku...."


Sebelum Tang Lian menyelesaikan kata-katanya, Yun Mei kembali menariknya dengan kasar kedalam sebuah kamar yaitu kamar Wu Sue.


Disisi Zhao Yu, dia ingin kedapur untuk mengambil minuman tapi justru bertemu dengan Yun Mei yang menarik Tang Lian dengan kasar.


"Tuan?." Zhao Yu bergumam bingung, kemudian mengikutinya dari belakang.


Teriakan marah-marah Yun Mei sebelumnya juga membuat Lao Hu dan Wang Long terhenti ketika dia sedang menemani Yan Feng bermain lalu kemudian mengikutinya juga. Yan Feng karena tidak ada yang menemaninya tentunya dia akan ikut juga.


Disisi Yun Mei yang menarik Tang Lian, kini telah sampai didepan kamar Wu Sue dan langsung membukanya dengan kasar.


Wu Min yang sedang menemani kakaknya dikamar itu sangat terkejut, Wu Min ingin mengatakan sesuatu tetapi tidak jadi karena Yun Mei yang berteriak marah-marah tiba-tiba.


"Lihatlah!! Ini sudah hampir satu minggu setelah kau menyelamatkannya dari genggaman keluarga Liao!! Apa kau tidak lihat luka-lukanya itu?..."


"Ny-nyonya a-aku tidak apa-apa..." Wu Sue berkata dengan tergagap.


"Diam saja kau!!!." Yun Mei malah berteriak semakin marah pada Wu Sue.


Mendengar itu seketika Wu Sue tidak tau harus berkata apa, kemudian hanya bisa terdiam. Bukan hanya Wu Sue, namun yang lainnya juga telah berkumpul dikamar itu, termasuk Fei Fei.


Sebelumnya Fei Fei penasaran dengan keributan yang ada dikamar sebelahnya jadi dia memutuskan untuk melihat, namun apa yang dia lihat adalah Yun Mei yang sangat marah.


"Kau membawa wanita itu bersamamu!! Tapi kau tau dia terluka sangat parah!! Dan kau masih belum juga menyembuhkannya!! Kau malah membiarkannya terus dalam kesakitan!! Apa kau ingin menunggunya mati?."


BERSAMBUNG


Kasih like, komen, dan votenya dong kak, bang, om, Tante, atau apalah itu😣😣😣