
Mata Tang Lian dan Long Xia Shi bertemu, mereka memandang satu sama lain dan berjalan mendekat dengan perlahan. Jejak kerinduan yang sangat dalam terlihat sangat jelas di mata keduanya, hingga jarak keduanya tersisa satu meter namun tidak ada yang membuka suara.
Setelah beberapa detik keduanya tetap terdiam, akhirnya Tang Lian memutuskan untuk membuka suara.
"H-halo..." Tang Lian berkata dengan canggung.
Disisi Long Xia Shi, dia bukannya menjawab sapaan Tang Lian namun justru menampar wajahnya.
"Plak....!."
Tang Lian juga tidak menghindari tamparan itu sama sekali, dia berpikir dia sangat pantas menerimanya.
Setelah menampar Tang Lian, Long Xia Shi kemudian berbicara, "Apa kamu tau berapa lama aku menunggu!?."
"H-hampir lima tahun..." Dengan gagap Tang Lian menjawab.
"Plak...!"
Tamparan lainnya mendarat lagi dipipi Tang Lian yang sebelahnya lagi.
"Apa kamu tau jika barusan aku hampir saja menikahi Laki-laki lain!?."
"Plak...!"
"Apa kamu tau, betapa aku sangat merindukanmu!!?..."
"Plak....!"
"Apa kamu tau betapa aku menderita selama empat tahun ini?!..."
"Plak....!"
"Apa kamu tau betapa aku sangat khawatir ketika kamu pergi diam-diam dari sini!?...."
"Plak....!"
"Apa kamu tau betapa aku sangat mencintaimu melebihi apapun!?..."
"Plak....!"
"Apa kamu tau jika aku hanya menginginkan dirimu seorang!?..."
Rentetan pertanyaan dan tamparan yang terus mendarat di wajah Tang Lian, dan Tang Lian hanya diam dan berpikir dia sangat pantas menerimanya. Pada saat Tang Lian terus menerima tamparan dari Long Xia Shi, dia juga menatap wajah cantik Long Xia Shi yang dibasahi oleh air mata.
Disisi Lain, baik Ling Yuan dan ketiga putrinya, dan bahkan Long Tian, Shu Zhu dan semua orang hanya diam, melihat dan mendengar. Tidak ada satupun diantara mereka yang menghentikannya karena mereka paham dengan situasinya.
Disisi Tang Lian, dia terus menerima tamparan itu dan rentetan pertanyaan yang tiada hentinya, memikirkan itu entah kapan ini akan berakhir, kemudian Tang Lian menangkap tangan Long Xia Shi yang hendak menamparnya lagi dan langsung memeluknya dengan sangat erat, lalu berkata...
"Maaf! Maafkan aku!.."
Long Xia Shi yang merasakan pelukan hangat dan permintaan maaf yang sangat tulus dari Tang Lian, dia lalu menghentikan tamparannya dan meletakkan kepalanya di dada Tang Lian dan membalas pelukannya dengan sangat erat seraya menangis keras dipelukan Tang Lian.
Dan begitu juga dengan Shu Zhu dan Long Tian yang kini tersenyum senang, bahkan Shu Zhu juga meneteskan air mata bahagia tanpa dia sadari.
Namun kebahagiaan mereka semua tidak berlangsung lama, karena pada saat ini mereka melupakan Lang Xiao yang masih hidup. Lang Xiao menatap Tang Lian dengan tatapan membunuh yang sangat dalam, kemudian dengan memanfaatkan situasi saat ini, Lang Xiao bergerak dengan sangat cepat, lalu menusuk Tang Lian dari belakang dengan sebuah belati yang mengeluarkan aura ungu.
Belati itu adalah belati yang Long Xia Shi simpan sebelumnya untuk bunuh diri, namun tanpa sadar dia menjatuhkannya ketika melihat Tang Lian, dan Lang Xiao mengambilnya ketika semua orang sibuk melihat pertarungan kakeknya dengan Tang Lian.
Tang Lian sebenarnya merasakan pergerakan Lang Xiao dengan jelas, namun dengan Long Xia Shi yang sedang memeluknya erat, ditambah lagi dengan kondisinya yang saat ini lemah dia tidak dapat menghindar lalu menerima tusukan belati yang beracun itu di punggungnya.
"Ughk...!!" Tang Lian memuntahkan darah dari mulutnya.
Merasa heran mengapa Tang Lian tiba-tiba terbatuk, kemudian Long Xia Shi melepaskan pelukannya dengan enggan. Dan seketika wajahnya memucat, hatinya dipenuhi ketakutan dan kekhawatiran yang sangat besar sehingga dia terdiam untuk beberapa saat sebelum akhirnya dia berteriak histeris karena Tang Lian terjatuh tak sadarkan diri.
"Tidaaaaakkk.... Kakak Lian, buka matamu aku mohon!!.." Long Xia Shi menangis putus asa seraya memeluk tubuh Tang Lian yang tak sadarkan diri.
Disisi Lang Xiao, dia kemudian tertawa, "Hahahaha.... Rasakanlah nikmatnya kematian!!!."
Setelah berkata demikian, kemudian Lang Xiao kembali tertawa lebih keras dari pada sebelumnya. Namun tawanya itu berubah menjadi jeritan kesakitan yang sangat ketika dia merasakan tangannya hancur menjadi kabut darah.
"Tang Shuan! Hancurkan seluruh sekte pedang cahaya! Tidak ada satupun diantara mereka semua bisa hidup tanpa terkecuali wanita, lansia ataupun anak-anak! Aku ingin sekte itu rata dan menjadi tanah tandus!! Dan juga, jika ada yang menghalangi maka bunuh tanpa ampun bahkan jika dia seorang kaisar!!." Ling Yuan berkata dengan sangat marah seraya menarik kembali rantai emas yang dia gunakan untuk menghancurkan tangan Lang Xiao.
"Baik yang mulia ratu!!." Tang Shuan menjawab dengan perasaan yang membara karena dia juga merasakan kemarahan yang sangat dalam, saat ini yang ada dipikiran Tang Shuan hanyalah pembantaian massal.
Setelah berkata demikian, kemudian Tang Shuan tiba-tiba menghilang dari tempatnya.
Disisi ketiga putri Ling Yuan, mereka bertiga telah mengepung Lang Xiao dari berbagai arah dan menatap Lang Xiao dengan tatapan membunuh yang sangat besar, tubuh ketiga putri Ling Yuan itu juga seketika dikelilingi oleh petir merah, tampilan mereka bertiga sama persis seperti Tang Lian yang menggunakan tehnik segel darah sebelumnya.
Lang Xiao melihat itu dengan tatapan ngeri, ketakutan luar biasa yang dia rasakan tidak tergambarkan lagi, dan tanpa dia sadari dia terkencing dicelana.
Bau Pesing seketika tecium, namun ketiga putri Ling Yuan itu tidak memperdulikannya, yang ada dipikiran mereka hanyalah "PENYIKSAAN".
"Melukai adikku, maka kau akan merasakan kemarahan keluarga sang penguasa yang sebenarnya!." Tang Yui berkata lalu melesat kearah Lang Xiao dengan cepat dan diikuti oleh kedua kakak dan adiknya yang hanya terdiam.
Lang Xiao tidak dapat melihat dan merasakan pergerakan mereka bertiga, sehingga membuatnya menjadi bulan-bulanan ketiga putri kembar itu.
Jeritan kesakitan dan keputus asaan terdengar sangat keras dari Lang Xiao. Bahkan sudah beberapa kali dia meminta ampun dan mengakui kesalahannya, namun bagaimana bisa ketiga putri kembar itu mengampuninya? Lang Xiao hanya bisa terus menjerit kesakitan dalam keputus asaan.
Sedangkan disisi Ling Yuan, dia membiarkan ketiga putrinya menyiksa Lang Xiao untuk melampiaskan amarahnya. Dan pada saat itu, Ling Yuan merasakan ada seseorang yang terus memperhatikan mereka dari kejauhan. Lalu Ling Yuan melirik kearah orang itu, seraya dia melirik tiba-tiba dia menghilang dari tempatnya dan muncul dibelakang seorang wanita yang sedari tadi memperhatikan mereka dari atas pohon besar.
"Apa!? Bagaimana bisa!?." Wanita itu bergumam tidak percaya.
"Dihadapan istri sang penguasa tidak ada yang tidak mungkin!!." Ling Yuan bergumam dingin lalu memukul perut wanita itu.
"BOOOMMM...!!."
"Ahhhkkkkk...." Wanita itu menjerit kesakitan dan merasa dantiannya melesak dan hancur. Setelah itu BERSAMBUNG....
"Halo para pembaca, saya mohon maaf karena tiga hari tidak update, karena tiga hari ini saya lagi mengunjungi keluarga saya yang telah menghadap sang maha kuasa, dan untuk menebusnya hari ini saya akan crazy up..