
Ketika Tang Lian terjatuh dan berteriak kesakitan Yun Mei langsung melesat ke arah Tang Lian kemudian membantu mengangkatnya kembali ke tempat tidurnya.
"Gege, apakah gege tidak apa-apa?"Yun Mei bertanya dengan cemas.
"Aku tidak apa-apa Mei'r hanya saja lukaku terbuka kembali" Tang Lian menjawab sambil tersenyum karena tidak ingin Yun Mei terlalu menghawatirkan dirinya.
"Maafkan aku gege, aku terlalu emosi sebelumnya" Yun Mei meminta maaf karena merasa bersalah juga.
"Tidak usah dipikirkan istriku..." Tang Lian menjawab sambil membelai lembut wajah Yun Mei tanpa memperhatikan orang-orang dikamarnya yang sedang menatapnya dengan bingung.
Orang-orang memikirkan satu hal yang sangat membingungkan mereka yaitu 'sejak kapan Tang Lian telah menikah?' Begitulah pemikiran mereka, bahkan Ling Yuan juga memikirkan hal yang sama, hanya satu orang yang tidak bingung yaitu ayahnya Tang Lian.
Ketika semua orang tenggelam dalam kebingungannya Tang Lian menyadarkan mereka karena berteriak kesakitan lagi.
"Aaahh..."Tang Lian berteriak sambil memegang lukanya yang kembali meneteskan darah.
"Gege..."
"Putraku..."
"Adik..."
Yun Mei, Ling Yuan, beserta ketiga kakaknya Tang Lian berteriak bersamaan karena khawatir dengan Tang Lian barusan.
Kemudian Ling Yuan melesat kearah Tang Lian diikuti oleh Tang Lin dan ketiga putrinya, lalu kemudian Ling Yuan mengalirkan energinya kearah dada Tang Lian untuk mengurangi rasa sakitnya sekaligus juga memeriksa keadaan Tang Lian.
Ditengah kesakitannya Tang Lian dia merasakan ada energi yang sangat hangat memasuki dadanya, kemudian rasa sakitnya perlahan menghilang.
Namun walaupun begitu Ling Yuan merasa ada yang aneh dengan tubuh Tang Lian, Ling Yuan melihat bahwa jantung Tang Lian masih bolong akibat tusukan pedang Chen Lau sebelumnya, namun anehnya walaupun jantungnya telah bolong tetapi Tang Lian masih hidup walaupun merasa sangat sakit.
Detik berikutnya tangan Ling Yuan gemetar karena dia melihat jantung Tang Lian yang bolong perlahan beregenerasi membentuk sel-sel baru, melihat itu Ling Yuan langsung saja paham apa yang menyebabkan Tang Lian selamat dari kematian hingga apa yang menyebabkan Tang Lian menjerit kesakitan sebelumnya, dan saat ini juga apa yang membuat Tang Lian kesakitan ialah karena regenerasi jantungnya.
Setelah sepuluh menit Ling Yuan pun menghentikan menyalurkan energinya pada Tang Lian karena Tang Lian sudah tertidur dengan sangat pulas, seperti merasa bahwa penderitaannya telah berakhir, Tang Lian tertidur sampai-sampai suara nafasnya dapat terdengar oleh satu ruangan itu.
"Sudah tidak apa-apa..." Ling Yuan Berkata sambil tersenyum dan air mata kebahagiaan lepas dari matanya dan membanjiri pipinya.
"Apa maksudnya ibu?" Tang Yue bertanya dengan penasaran juga mewakili pertanyaan semua orang disana.
"Putraku sudah sembuh, kita hanya tinggal menunggu sampai dia bangun nanti"
"Apakah benar ibu?" Tang Yue kembali bertanya karena merasa masih khawatir.
"Ya itu benar, lihatlah dia tertidur dengan sangat pulas..." Ling Yuan berkata sambil mengelus lembut kepala Tang Lian kemudian mencium keningnya.
"Baiklah, karena Lian'er sedang tidur maka kita sebaiknya keluar agar tidak membangunkannya..." Ling Yuan berkata lagi untuk menyuruh orang-orang keluar agar tidak menggangu tidur putranya.
"Kalau begitu aku akan menjaganya" Tang Yua menawarkan diri untuk menjaga Tang Lian.
"Disini ada istrinya yang akan menjaga, itu tidak bagus jika Yua'er menjaganya.."
"Tapi ibu..." Sebelum Tang Yua menyelesaikan kata-katanya Ling Yuan langsung memotongnya.
"Tidak ada tapi-tapian Yua'er, itu akan membuat menantuku merasa tidak nyaman" Ling Yuan berkata dengan tegas dan menatap tajam Tang Yua.
"Tapi sebelum itu aku ingin berbicara dengan menantuku dan suamiku terlebih dahulu maka ikutlah denganku sebentar..." Ling Yuan berkata sambil menatap Yun Mei dan Tang Lin kemudian berjalan keluar kamar.
Begitu juga dengan semua orang akhirnya keluar, namun tepat Long Xia Shi keluar dan menutup pintu dia dihadang oleh Yun Mei, Long Xia Shi tentu saja bingung karena Yun Mei menghadangnya.
"A...apa lagi yang kamu inginkan...?" Long Xia Shi bertanya dengan gemetar karena dia masih ingat dengan kejadian sebelumnya dan itu membuatnya takut.
"Tidak ada, aku hanya ingin kamu menjaganya sebentar..." Alih-alih menyakiti Long Xia Shi lagi Yun Mei justru menyuruhnya untuk menjaga Tang Lian. Long Xia Shi yang mendengar itu tentu sangat senang dan mengangguk mengiyakan.
"Baik..." Long Xia Shi menjawab dengan singkat karena dia juga masih takut pada Yun Mei jadi dia tidak ingin lama-lama berbicara dengan Yun Mei.
Setelah itu Yun Mei langsung menyusul Ling Yuan dan Tang Lin. Begitu juga dengan Long Xia Shi kemudian masuk kembali kekamar Tang Lian untuk menjaganya.
Setelah itu Ling Yuan, Tang Lin, dan Yun Mei telah sampai disebuah kamar, kamar itu adalah kamar Ling Yuan dan Tang Lin, kemudian tanpa basa-basi lagi Ling Yuan kemudian membuka pembicaraan.
"Aku ingin penjelasan darimu suamiku..."
"Penjelasan apa?" Tang Lin bertanya kembali pura-pura bodoh dan tidak tahu maksud dari Ling Yuan.
"Jangan berpura-pura tidak tahu suamiku, kamu telah membuka sepuluh persen segel dewamu jadi tidak mungkin kamu tidak mengetahui apa-apa ketika kamu memasuki alam bawah sadar putraku..." Ling Yuan berkata dengan tegas dan menatap tajam Tang Lin.
"Hehehe... seperti biasanya kamu tetap mengetahui jika aku berpura-pura istriku..."
"Hmph...kamu tidak pandai dalam akting suamiku..."
"Ya, sepertnya memang begitu..."
"Ah sudahi saja basa-basi ini cepat ceritakan saja apa yang kamu lihat disana" Ling Yuan berkata dengan sedikit kesal karena Tang Lin seperti ingin mengalihkan pembicaraan.
Tang Lin yang melihat istrinya kesal langsung saja menceritakan semua yang dia lihat di alam bawah sadar Tang Lian sebelumnya, tetapi Tang Lin tidak mengatakan apa-apa tentang Yun Mei sehingga membuat Ling Yuan bingung sejak kapan putranya telah menikah.
"Jadi begitu ya, sepertinya aku harus berterima kasih kepada Yun Zhang itu nanti..."
Sedangkan disisi Yun Mei dia sangat terkejut dengan penjelasan Tang Lin, Yun Mei berfikir bagaimana Tang Lin bisa mengetahui semuanya, dan lagi kedua orang yang telah menjadi mertuanya juga mengenal Yun Zhang yang merupakan ayah dari Yun Mei.
Yun Mei tidak mengenal Tang Lin karena pada saat aliran waktu dihentikan Yun Mei juga terkena efeknya.
Setelah itu Ling Yuan pun menatap Yun Mei yang sedang bingung dan penuh tanda tanya kemudian bertanya padanya.
"Jadi nak, siapa namamu dan sejak kapan kamu menikah dengan putraku?"
Yun Mei yang mendapatkan pertanyaan seperti itu merasa bahwa dia juga tidak bisa berbohong karena Ling Yuan dan Tang Lin mengenal ayahnya kemudian menjawab jujur.
"Namaku Yun Mei, aku adalah putrinya Yun Zhang, aku menikah dengan Lian gege ketika dialam pemilihan reankarnasi atau tidak ibu mertua..."
***BERSAMBUNG***
Halo para pembaca yang Budiman, terimakasih telah mampir di novel ini jangan lupa klik tombol like dan terus dukung author juga dengan kasi vote novel author terima kasih.....
tunggu ada yang bilang hadiah?Author mau dong 😁
**********SAMPAI JUMPA************