PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 88 "Tehnik Ilusi Tubuh"


Ditempat manager paviliun pil sebelumnya, tiba-tiba pintu ruangannya diketok oleh pelayan yang sama dengan sebelumnya.


"Tok... Tok... Tok..."


"Tuan manager, tuan Jiang Zhan ingin bertemu dengan anda..." Pelayan itu berkata setelah dia mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Suruh saja masuk..." Manager gendut itu berkata.


"Jiang Zhisan, tadi aku lihat Yan Feng datang kemari, apakah dia membeli pil itu?." Pria yang hampir sama gendutnya dengan manager itu bertanya pada manager yang namanya adalah Jiang Zhisan dan ternyata mereka berdua adalah kakak beradik.


"Itu benar kakak Zhan, dan sepertinya dia percaya jika kamu adalah seorang tabib hehehe..." Jiang Zhisan terkekeh.


"Itu tentu saja, dan meskipun sebenarnya aku masih pemula dalam hal ini, aku juga tahu sedikit banyaknya tentang penyakit..." Dengan sombong dan berbangga diri Jiang Zhan itu berkata.


"Tapi kakak Zhan, apa kamu tidak terlalu kejam pada anak kecil itu?." Jiang Zhisan bertanya seolah-olah dia merasa kasihan.


"Aku kejam? Adik dengar, dulu aku sangat mencintai Fei Fei, namun siapa sangka dia menolak cintaku dan menikah dengan orang lain terlebih lagi orang itu hanyalah seorang rakyat jelata, menurutmu siapa diantara kami yang kejam sedangkan Fei Fei mencampakkanku?." Jiang Zhan berkata seolah-olah dia tersakiti.


"Jadi karena itu kakak membunuh suaminya dan membalas dendam dengan cara meracuni Fei Fei?."


"Ya, kau benar adik, ini adalah balas dendam ku, aku akan membuatnya menderita sebelum kematiannya, namun sebelum itu aku akan membunuh Yan Feng tepat didepan matanya, aku ingin dia merasakan bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang sangat dia cintai ketika dia tidak berdaya sama sekali..." Dengan penuh dendam Jiang Zhan berkata.


Kemudian untuk beberapa menit kakak beradik yang gendut itu terus bercerita hingga mereka berencana untuk menyelesaikan balas dendamnya malam ini.


Sedangkan diposisi Tang Lian saat ini, dia sedang meracik obat-obatan herbal untuk menyembuhkan luka-luka luar Wu Sue yang penuh dengan lebam dimana-mana. Sebenarnya Tang Lian bukannya tidak memiliki obat herbal yang telah jadi, namun karena dia juga ingin mencoba kemampuannya dalam hal ini dan menurutnya ini adalah waktu yang tepat.


Sebelumnya Tang Lian juga telah memeriksa tubuh Wu Sue dan dia menemukan bahwa luka dalam Wu Sue juga serius karena dantiannya hampir pecah, jiwanya juga sepertinya hampir hilang dan lautan spiritual yang bocor seolah-olah energi spiritualnya terus mengalir keluar entah kemana. Namun Tang Lian tidak khawatir dengan itu karena dia memiliki semua yang dia perlukan untuk menyembuhkan Wu Sue dalam cincin penyimpanan yang diberikan oleh ayahnya dan pil yang diperlukan untuk mengobati luka dalam Wu Sue juga sudah ada dalam cincin penyimpanannya.


Dibawah tatapan memusuhi Wu Sue yang terbaring dikasur Tang Lian dengan tidak peduli akan tatapan itu dan terus meracik obatnya.


"Aku berterima kasih karena kau telah menyelamatkan aku dan adikku dari genggaman keluarga Liao, namun kau juga jangan merasa bangga dan berpikir kami ini adalah milikmu..." Wu Sue dengan dingin berkata.


".........."


Tang Lian hanya diam dan terus meracik obatnya dengan santai.


"Hei, apakah kau mendengarkanku?." Wu Sue menjadi kesal karena Tang Lian tidak memperdulikan kata-katanya.


".........."


Meskipun begitu, Tang Lian juga tetap diam.


"Cih... Bajingan!!." Wu Sue bergumam keras.


"..........."


Melihat itu Wu Sue kemudian membatin 'Meracik obat-obatan herbal tepat didepanku agar aku berpikir dia itu tulus? Hmph!! Trik rendahan!!.' Wu Sue mencibir dalam batinnya


"Dengar, jangan kira aku tidak tahu kau hanya berpura-pura sok baik didepanku lalu berpikir akan bisa memiliki aku!!!."


"........."


Tang Lian masih saja diam, namun sebenarnya dia merasa sedikit marah tapi menahannya.


"Aku sarankan kau tidak usah meracik obat itu karena aku juga akan membuangnya." Wu Sue terus mengoceh dan berharap Tang Lian mengatakan sesuatu, namun kenyataannya sampai saat ini Tang Lian juga terus diam dan tidak peduli.


Melihat itu kemudian Wu Sue menjadi sangat kesal lalu berteriak keras, "Hei!! Apa kau tulii!?."


"Baiklah nona Wu Sue, tidak usah terlalu berisik dan minum saja obat ini agar luka-lukamu cepat membaik..." Perkataan Wu Sue yang kasar barusan juga tidak dipedulikan oleh Tang Lian, kemudian Tang Lian menyodorkan mangkok yang berisikan obat herbal cair kearah mulut Wu Sue dan membantunya meminum obat itu namun....


"Sudah kukatakan aku tidak akan meminumnya!!!."


"PLAK......"


Seraya berkata Wu Sue menepis tangan Tang Lian yang sedang menyordorkan obat itu.


"PRANK...."


Tangan Tang Lian yang memegang mangkok obat herbal itu menjatuhkannya dan pada akhirnya obat itu tumpah kelantai dan mangkoknya juga pecah. Hal itu membuat Tang Lian akhirnya menjadi tidak bisa menahan amarahnya lagi lalu berkata dengan kasar.


"Nona, aku sudah berusaha cukup sabar menghadapi sikapmu itu, lalu apakah kau tau? Kau adalah orang pertama yang berkata seperti itu kepadaku?." Tang Lian berbicara dan mulai kesal.


"Apa?." Wu Sue bergumam bingung.


"Aku telah membuat kota ini dalam kekacauan hanya untuk menyelamatkan dirimu, lalu aku juga memaklumi sikapmu yang waspada terhadap seseorang, namun kau juga membuang obat yang telah aku racik untuk dirimu seorang? Apakah ini caramu berterima kasih padaku? Dengar nona, tidak ada seorangpun berani bersikap seperti dirimu padaku atau orang itu akan berakhir dengan mengenaskan, terlebih lagi memanggilku tuli? Heh, kurasa orang itu akan merasakan neraka yang sebernya."


Setelah berkata seperti itu Tang Lian pun kemudian berbalik dan ingin pergi dari kamar itu, namun sebelum Tang Lian keluar dari kamar itu Tang Lian mengatakan sesuatu yang membuat Wu Sue tercengang.


"Oh ya, satu lagi, tidak usah menggunakan ilusi pada tubuhmu seolah-olah kau tidak perawan lagi, aku juga tidak tertarik pada tubuhmu itu!!." Setelah itu Tang Lian akhirnya berjalan lagi dan meninggalkan kamar itu.


Sedangkan Wu Sue sekarang hanya bisa terdiam seraya membatin 'Bagaimana dia bisa tahu jika aku menggunakan tehnik ilusi pada tubuhku? Sedangkan tehnik ini adalah tehnik terlarang klan Wu agar anak-anak gadis mereka tidak dirusak oleh pria?.'


Tehnik terlarang ilusi tubuh, itu adakah nama dari tehnik yang digunakan oleh Wu Sue, dan karena itu adalah tehnik terlarang maka tentu saja itu memiliki konsekuensi yang besar, dan itulah yang membuat Wu Sue mengalami luka dalam yang serius bahkan sampai dantiannya juga hampir pecah.


Efek dari tehnik ini adalah jika seseorang ingin meniduri gadis yang menggunakannya maka dia akan merasa sudah menidurinya dengan nyata padahal pada kenyataannya orang yang terkena ilusi ini hanya terdiam ditempat dan tenggelam dalam mimpi yang terlihat nyata. Tehnik ini juga digunakan oleh Wu Sue ketika dia menjadi budak klan Liao. Bagi Wu Sue, dia lebih baik mati dari pada harus kehilangan kesuciannya oleh pria yang tidak dia cintai, namun di suatu sisi dia juga takut mati karena memikirkan adiknya, jika dia mati maka siapa yang akan menjaganya?. Hal itu memaksa Wu Sue agar tetap menggunakan tehnik ilusi tubuh ini meskipun konsekuensinya besar.


***BERSAMBUNG***