
Didunia kultivator ini adalah hal yang biasa bagi orang jenius dan bebakat memiliki istri lebih dari satu terlebih lagi seperti Tang Lian.
Diposisi Jia Li sendiri dia sudah menebak jika wanita yang selalu disamping Tang Lian adalah kekasihnya, hanya saja Jia Li tidak menyangka jika Yun Mei sudah menjadi istrinya Tang Lian.
(Kembali ke Tang Lian).
"Jadi aku boleh menikah lagi kan?." Tang Lian bertanya kepada Yun Mei sambil melirik Jia Li.
Kemudian Jia Li yang mendengar itu membuatnya malu setengah mati dan menundukkan kepalanya karena suasana ini begitu aneh.
"Tentu saja suamiku, namun kamu harus ingat pesan ayahku.." Yun Mei berkata dan mengingatkan Tang Lian tentang pesan ayahnya.
"Aku tidak akan melupakannya sayang.." Tang Lian berkata sambil tersenyum senang.
"Baiklah sekarang kita akan menjumpai keluargamu.." Tang Lian berkata kepada Jia Li yang masih menunduk malu.
"Ah...Baik.." Jia Li menjawab dengan tergagap.
Kemudian setelah itu Tang Lian dan para bawahannya pergi menuju kediaman keluarga Jia Li dengan Jia Li yang memimpin jalan.
Bagi Tang Lian, jika itu adalah tentang wanita dia tidak ingin menjadi munafik yang hanya mengaku akan setia pada satu wanita saja. Tang Lian juga jika sudah melihat wanita cantik terlebih lagi jika gunung kembarnya dan bokong yang besar maka dia akan ingin memiliki wanita itu. Namun terlepas dari itu semua Tang Lian tidak akan menunjukkan sikap tentang menyukai wanita itu jika wanita itu tidak menunjukkan sikapnya tentang tertarik kepada Tang Lian juga, namun jika wanita itu sudah menunjukkan sikap tertariknya kepada Tang Lian maka dia tidak akan mengizinkan pria manapun untuk mendekati wanita itu karena wanita itu adalah miliknya.
Diposisi Tang Lian sekarang dia dan para pengikutnya telah sampai disebuah gerbang yang dimana diatas gerbang itu bertuliskan SEKTE ELANG BESI.
"Apakah kamu seorang murid di sekte ini?." Tang Lian bertanya kepada Jia Li karena merasa heran mengapa Jia Li membawa mereka ke sekte kecil ini.
"Tidak, aku bukan hanya murid disini tetapi ayahku adalah pemimpin sekte ini.." Jia Li menjawab sambil tersenyum senang berharap ini akan mengejutkan Tang Lian.
Dan benar saja ketika Tang Lian mendengar itu dia pun tidak tau harus berkata apapun lagi, karena Tang Lian telah mengenal siapa pemimpin sekte itu bahkan Tang Lian pernah hampir membunuhnya.
Kemudian disisi Jia Li yang melihat ekspresi terkejut Tang Lian merasa sangat senang karena rencananya untuk mengejutkan Tang Lian berhasil. Sejujurnya Jia Li berharap Tang Lian akan terkejut karena dirinya adalah putri dari seorang pemimpin sekte, namun nyatanya Tang Lian tidak terkejut dengan itu, Tang Lian terkejut karena tidak menyangka Jia Li adalah anak dari pemimpin sekte yang pernah dia tia tindas.
"Sudahlah, jangan terkejut seperti itu, sebaiknya kita masuk saja sekarang." Jia Li berkata kemudian mendekat kearah gerbang.
"Ah...Baiklah.." Tang Lian tersadar kemudian mengikuti juga.
Sedangkan disisi Yun Mei dia terkekeh sendiri karena berpikir bagaimana Tang Lian akan bersikap terhadap pemimpin sekte kecil itu, kemudian setelah itu Yun Mei juga menyusul dari belakang.
"Tu...Tuan putri anda masih hidup!!." Seorang murid yang berjaga berkata dengan keterkejutannya.
"Ha? Apa maksudmu? Apa kamu menginginkan aku mati!?." Jia Li berkata dengan kesal.
"Maafkan aku tuan putri, aku tidak bermaksud seperti itu.." Murid itu berkata dengan perasaan bersalah.
"Ah... Sudahlah, aku ingin menjumpai ayah terlebih dahulu.." Jia Li berkata dan mengabaikan murid yang meminta maaf padanya.
"Baik tuan putri..." Murid yang berjaga itu menjawab.
"Berhenti!!."
"Hm?." Tang Lian menyeritkan keningnya dan berpikir apakah murid itu buta atau pura-pura tidak melihat bahwa dia datang bersama Jia Li.
"Siapa kalian dan apa tujuan kalian kemari!?." Murid itu bertanya dengan penuh selidik.
"Kami ingin bertemu dengan pemimpin sekte ini.." Tang Lian menjawab dengan sopan karena dia memikirkan Jia Li.
"Pemimpin sekte sedang sibuk dan tidak memiliki waktu untuk bertemu dengan orang gelandangan yang tidak bisa berkultivasi seperti kalian, aku sarankan untuk pergi saja.." Murid itu berkata kasar dan merendahkan Tang Lian karena dia tidak bisa merasakan ranah Tang Lian dan para bawahannya, terlebih lagi pakaian mereka biasa-biasa saja.
"Jika begitu bisakah kau panggilkan saja pemimpin sektemu kemari?." Tang Lian berkata dan menahan rasa kesalnya.
Sedangkan Zhao Yu sudah mulai bernafas berat karena menahan amarahnya, jika bukan memikirkan Jia Li adalah wanitanya Tang Lian maka sudah pasti sebelum murid itu menyelesaikan kata-katanya akan terkapar ditanah dengan mengenaskan.
"Bukankah sudah kukatakan untuk pergi saja? Atau kau ingin aku menjadikan wajahmu seperti babi terlebih dahulu?." Murid itu berkata dan semakin kesal kepada Tang Lian.
"Baaamm..." (Suara pukulan).
"Ahk.." (Teriakan kesakitan).
"Perhatikan kata-katamu jika berbicara dengan tuanku!!!." Zhao Yu yang sedari tadi menahan amarahnya karena Tang Lian direndahkan dan diremehkan akhirnya lepas kendali dan menghajar murid itu dengan satu pukulan yang tepat mengenai wajahnya dan membuat murid itu melayang sejauh sepuluh meter.
Zhao Yu bergerak dengan sangat cepat sehingga murid itu tidak dapat melihat dan mengantisipasi. Sedangkan disisi Jia Li dia berpikir bahwa Tang Lian telah mengikutinya dan dia tidak tau jika Tang Lian dihentikan. Jia Li hanya terus berjalan tanpa memperhatikan kebelakang, kemudian suara pukulan Zhao Yu mengejutkan Jia Li, dan seketika Jia Li menhentikan langkahnya dan melihat kebelakang.
"Astaga..." Jia Li bergumam dengan mata terbelalak kemudian berlari kearah gerbang.
"Bajingan!! Aku akan membunuhmu!!." Murid yang dihajar oleh Zhao Yu sebelumnya berkata dan bangkit perlahan.
"Kurangi omong kosongmu dan kemarilah jika kau mampu.." Zhao Yu berkata kemudian memainkan tombaknya dan membentuk kuda-kuda siap bertarung.
"Kau yang memintanya, jadi aku harap kau tidak akan menyesalinya!! Hiyaaaahh.." Murid itu berkata dan mulai menyerang.
"Seorang prajurit perak tingkat menengah sepertimu hanya bagaikan seekor semut didepanku.." Zhao Yu berkata dengan santai dan menyambut serangan murid itu dengan bergerak sangat cepat kemudian muncul dibelakang murid itu dan ingin memotong kepala murid itu dengan tombaknya namun Tang Lian menghentikannya.
"Plak.."
"Zhao Yu tahan amarahmu.." Tang Lian berkata sambil menahan tombak Zhao Yu dengan dua jarinya.
"Tuan, aku tidak tau bagaimana anda dapat membiarkan seseorang merendahkan dan menghina anda.." Zhao Yu berkata setelah dia menarik kembali tombaknya.
"Hanya seekor semut, jadi tidak usah terlalu serius.." Tang Lian berkata sambil menatap Zhao Yu yang masih terlihat kesal.
"Seekor semut yang lemah saja telah berani menghina sang raja, lalu bagaimana dengan orang yang lebih kuat lagi darinya? Aku rasa selanjutnya seekor kecoa saja akan berani melempari anda dengan kotoran." Zhao Yu berbicara dan mengungkapkan kekesalannya tentang bagaimana Tang Lian membiarkan orang-orang menghinanya.
***BERSAMBUNG***