
Ming Jiao tidak tahu harus bereaksi seperti apa, meskipun Tang Lian berhasil menendang wajahnya, namun baginya itu bukanlah apa-apa. Kekuatan tendangan itu tak lebih dari angin sepoi-sepoi baginya.
Didalam kebingungannya, Ming Jiao sempat melihat kearah Shie Long. Karena ia ingin tahu bagaimana reaksi dari putri Dewa Naga itu. Namun justru Ming Jiao semakin bingung karena Shie Long hanya menutup mata seolah tidak peduli.
Ming Jiao membuka dan menutup mulutnya berulang kali, seolah ia ingin berkata sesuatu. Namun ingin berkata apa ia tidak tahu, dia benar-benar bingung dan dalam posisi serba salah. Jika membalas serangan Tang Lian, maka ia takut bisa membunuhnya. Sementara jika dibiarkan, Tang Lian terlihat seperti ingin membunuhnya.
Tak ingin membiarkan Ming Jiao berlama-lama dengan lamunannya, Tang Lian kembali menyerangnya. Tapi tetap saja Ming Jiao bisa menghindar dengan mudah.
Hal itu membuat Tang Lian sedikit geram, hingga ia akhirnya mendapat ide untuk memprovokasi nya,
"Apakah kamu sebenarnya adalah wanita atau banci? Dari tadi kamu hanya tahu menghindar saja! Cih! Kamu tak pantas menjadi pria jika begini!! " Ujarnya lagi.
Namun sayang, Ming Jiao bukan anak kemarin sore yang mudah untuk diprovokasi. Dia hanya tetap diam tak berbicara sementara otaknya berputar mencari akal untuk menghentikan pertarungan ini. Ia menyesal sudah mengajak Tang Lian bertarung. Niat hati hanya ingin memancing agar Tang Lian menunjukkan statusnya, eh... malah anak gurunya itu menantangnya bertarung hidup dan mati.
Sebenarnya, alasan kenapa Tang Lian mengajaknya bertarung hidup dan mati adalah karena pikirannya yang tidak bisa tenang saat ini.
Dalam benaknya Tang Lian bertanya-tanya, kenapa? Kenapa dimana-mana ada saja orang-orang ayahnya. Mengapa? Mengapa Selalu saja ayahnya? Bagaimana? Bagaimana bisa ayahnya yang bajingan itu bisa berhubungan dengan setiap orang kuat yang ia temui!.
Apakah memang benar bahwa ia memang tidak akan pernah bisa lepas dari Tang Lin seperti kata Lao Hu waktu itu? Apakah memang benar, jika Tang Lian bukanlah siapa-siapa, dan bukan pula apa-apa tanpa ayahnya? Tanpa mengandalkan nama, status, dan kekuasaan ayahnya?.
Cih! Menjijikkan! Kamu menjijikkan sekali Tang Lian! Memalukan, kamu sangat memalukan Tang Lian! Kamu tidak akan pernah bisa lepas dari genggaman ayahmu! Lihatlah, Shie Long yang katanya akan selalu memihakmu, bahkan sebenarnya masih memihak ayahmu. Jika tidak, bagaimana bisa ia membawamu untuk menemui muridnya!?
Lihatlah kenyataan ini Tang Lian! Kamu bukan siapa-siapa dan kamu bukan apa-apa! Kamu hanyalah sampah! Tidak berguna!. Ingin mencapai puncak kultivasi dengan usahamu sendiri? Heh! Kamu hanya bermimpi Tang Lian!
Hinaan-hinaan itu muncul dan memenuhi benak Tang Lian. Dalam benaknya itu, Tang Lian menghina dirinya sendiri! Hidup didalam bayang-bayang orang tua yang ia benci! Shie Long yang ia sangka telah menipunya karena membawanya ketempat ini! Itu membuat pikirannya benar-benar kacau.
Dengan semua pikiran yang berkecamuk itu, Tang Lian terus menyerang Ming Jiao tanpa henti. Niat membunuhnya merembes keluar dengan kuat!
Ming Jiao yang menyadari jika Tang Lian benar-benar ingin membunuhnya, akhirnya memilih untuk mengalah dan membiarkan saja Tang Lian masuk kedalam alam monster. Toh, jikapun Tang Lian akan mati, setidaknya ia tidak mati ditangan Ming Jiao. Karena itu bisa membuat kesalahpahaman antara dia dan gurunya. Beda cerita jika Tang Lian mati dalam alam monster.
"Oke cukup! Aku kalah dan kamu menang, aku akan membuka portal kealam monster, dan kamu bisa masuk!"
Setelah Ming Jiao berkata demikian barulah Tang Lian berhenti menyerangnya. Nafas Tang Lian terengah-engah seraya menatap tajam Ming Jiao. Ia bertanya-tanya apakah Ming Jiao serius dengan perkataannya barusan?
Ming Jiao kemudian mengeluarkan sebuah giok kristal dari cincin penyimpangannya dan memberikannya pada Tang Lian, "Jika suatu saat kamu masih hidup dan ingin keluar dari alam monster, maka pecahkan giok ini, dengan begitu secara otomatis kamu akan kembali kemari.
Tang Lian pun menerima giok kristal itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Tang Lian sempat ragu, apakah ia akan masuk atau tidak. Tapi mengingat jika didalam alam monster itu memiliki monster atau binatang roh yang tiada habisnya, maka ia pun memutuskan untuk masuk. Karena dari awal tujuan utama dia adalah mengembalikan kekuatannya seperti dulu.
Jika ia bisa bertahan di alam monster itu selama mungkin, tidak menutup kemungkinan bahwa ia akan mengembalikan kekuatannya yang hilang dengan cepat! Apa lagi dibantu dengan tulang kaisar semestanya.
Ming Jiao hanya bisa mengiyakan karena tidak mau terlibat perdebatan. Dengan cepat, Ming Jiao segera membuat segel tangan. Dengan perlahan, sebuah lingkaran hitam terbuka dengan lebar dua meter.
"Portal ini hanya bisa aku buka sepuluh detik, jika lebih dari itu para monster akan menerobos keluar! Jadi kalian cepatlah masuk" Ujar Ming Jiao sungguh-sungguh.
Shie Long dan Sun Hai ingin mendekat dan mengikuti Tang Lian memasuki portal, namun Tang Lian menghentikan Shie Long, "Berdua! Aku hanya akan masuk berdua dengan Sun Hai! Sementara kamu Shie Long, pergilah kemana saja kamu mau asalkan jangan mengikutiku lagi!"
Deg!!
Jantung Shie Long serasa mau berhenti berdetak ketika Tang Lian melontarkan kata-kata itu tanpa perasaan.
"Sun Hai! Ayo ikuti aku," Tanpa banyak basa-basi Sun Hai langsung berdiri disisi Tang Lian.
Sementara Shie Long ingin protes, "Tuan! Apa yang kamu--"
Tang Lian mengangkat tangannya dan menyuruh Shie Long diam. Tang Lian kemudian berbalik dan hendak memasuki portal bersama Sun Hai. Namun sebelum itu, Tang Lian berkata,
"Shie Long, kamu penipu dan pembohong! Aku membencimu!!"
Setelah mengatakan itu, Tang Lian dan Sun Hai akhirnya menghilang didalam portal. Meninggalkan Shie Long yang mematung tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Ia ingin mengejar, namun pada akhirnya portal telah tertutup.
Shie Long bertanya-tanya apa sebenarnya salahnya? Mengapa tuannya berkata sesuatu yang menyakitkan untuk didengar olehnya?
...****************...
Halo teman-teman semuanya, mohon maaf sebesar-besarnya karena sudah ada dua bulan author tidak update. Itu dikarenakan Author tidak punya HP lagi.
HP Author terpaksa author jual untuk biaya makan sebelumnya. dan bahkan sampai sekarang author masih belum bisa belik HP lagi karena penghasilan Author satu harinya hanya tiga puluh ribu perhari, buat makan aja masih kurang.
Ini aja saya tinggal numpang Dirumah abang angkat. Abang angkatku kebetulan baru pulang dari kalimantan, jadi bisa pinjam HP nya. itu pun katanya hanya dua minggu Dirumah habis itu terbang lagi ke batam.
Author pun bingung sekarang, kadang aja makan kadang enggak. Taulah hidup ditanah rantau susahnya gimana. Ini pun mungkin hanya dua minggu author bisa update, karena sehabis abg angkat author pigi lagi Udah pasti author ga bisa update lagi.
Sekali lagi maafkan author ya, tapi tolong jangan hina author. Author cerita kemari karena Gak punya tempat cerita, sumpah demi allah, kadang author mau nangis. Saudara kandung ga punya, orang tua Udah pulang menghadap Allah, dan author juga anak tunggal.
Dan permintaan author kali ini, buat semua pembaca yang baik, mohon doakan author ya... Dan sekali lagi jangan hina author... terima kasih.