
Setelah Zhao Yu membunuh pria paruh baya itu kemudian dia kembali berjalan dengan perlahan kearah Tang Lian.
"Zhao Yu, kau terlalu lama untuk membunuh seekor anjing gila itu.." Tang Lian berkata dengan sedikit kecewa.
"Maafkan aku tuan, aku terlalu menikmati pertarungan pertamaku dengan manusia.." Zhao Yu meminta maaf sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
"Ah sudahlah lupakan saja, lain kali kau harus lebih cepat lagi.." Tang Lian berkata kemudian berjalan kearah pelayan yang dia selamatkan sebelumnya.
"Baik tuan.." Zhao Yu menjawab sambil memperhatikan Tang Lian yang sedang bertanya.
"Apakah kamu bisa mengantarkan kami ke kediaman pemimpin kota ini?." Tang Lian bertanya kepada pelayan yang sedang menatapnya dengan terbengong.
"Ah... Dengan senang hati tuan muda.." Pelayan itu tersadar dan kemudian menjawab dengan cepat.
Setelah itu Tang Lian pun pergi menuju rumah pemimpin kota yang telah dia bunuh dengan pelayan sebelumnya menjadi pemandu jalan.
Kemudian setelah berjalan selama sepuluh menit akhirnya Tang Lian dan para bawahannya telah sampai didepan kediaman pemimpin kota.
"Berhenti!!! Ini adalah kediaman pemimpin kota jadi kalian tidak bisa sembarangan masuk!!" Dua orang prajurit yang berjaga didepan gerbang kediaman pemimpin kota berkata dengan arogan dan kasar, mereka belum tau saja bahwa pemimpin kota telah dibunuh oleh orang yang ada didepannya saat ini.
Tang Lian tidak berbicara sama sekali dan hanya mengeluarkan kepala pemimpin kota yang telah dia pungut dan melemparkannya kepada kedua prajurit itu.
"Apa sekarang kami sudah bisa masuk?." Tang Lian bertanya kembali dengan tatapan mata yang tajam kearah kedua prajurit itu.
"Ti...Tidak, ini tidak mungkin!!" Kedua prajurit itu berkata dengan serempak dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Apa perlu aku membuktikannya sendiri?." Zhao Yu berkata sambil mengeluarkan aura membunuh yang sangat pekat dan berjalan dengan perlahan mendekati kedua prajurit itu.
"Itu....itu tidak perlu tuan..." Kedua prajurit itu berkata dengan cepat dan tergagap karena ketakutan.
Tingkat kultivasi kedua prajurit itu hanyalah prajurit perak tingkat menengah, jadi bagaimana mungkin mereka tidak takut akan aura membunuh dari seorang kultivator ranah kaisar emas tingkat menengah?.
"Jika begitu cepat menyingkir dari jalan tuanku!!" Zhao Yu berkata kemudian menghentakkan tombaknya ketanah dengan kuat.
Hentakan tombak Zhao Yu menyebabkan tanah bergetar seperti gempa bumi dan membuat kedua prajurit itu menyingkir dengan cepat dan tubuh gemetaran, sekarang bahkan kedua prajurit itu tidak bisa berkata apapun lagi. Kedua prajurit itu takut jika mereka berbicara maka akan menyinggung perasaan orang yang ada didepannya.
Kedua prajurit itu juga berpikir, jika bawahan Tang Lian saja sudah sekuat itu lalu bagaimana dengan Tang Lian sendiri? Tentu akan jauh lebih mengerikan lagi.
Setelah itu Tang Lian dan para bawahannya kemudian masuk dengan tenang dan menggenggam kepala pemimpin kota sebelumnya. Para prajurit dan pelayan yang ada dikediaman pemimpin kota itu tidak ada yang berani berbicara sedikit pun.
Mereka tau jika kepala pemimpin kota itu digenggam oleh Tang Lian maka sekarang pemimpin kota itu adalah Tang Lian. Para prajurit dan pelayan terus saja memberi hormat kepada Tang Lian dan rombongannya hingga mereka sampai di ruangan utama kediaman pemimpin kota itu.
"Cepat ganti kursi ini dengan yang lebih mewah lagi!!!" Zhao Yu berteriak marah dan membuat prajurit dan pelayan yang ada di sana merinding ketakutan.
"Ba...baik tuan..." Para prajurit dan pelayan berkata dengan gagap kemudian dengan cepat mencarikan kursi yang lain.
Selang lima menit lamanya kemudian para prajurit membawakan kursi yang lebih mewah dan besar kemudian meletakkannya pada posisi kursi yang telah Zhao Yu hancurkan sebelumnya, kemudian Tang Lian pun duduk dengan Yun Mei di pangkuannya. Sedangkan Zhao Yu berdiri disamping kanannya.
"Siapa pemimpin tertinggi para prajurit saat ini silahkan menghadap padaku.." Tang Lian berkata dengan santai.
"Ha...Hamba disini tuan..." Seorang pria paruh baya maju dengan cepat dan tubuh gemetaran karena ketakutan.
"Siapa namamu?." Tang Lian bertanya lagi.
"Nama hamba Chu Jiu tuan..." Chu Jiu berkata dengan posisi masih tunduk ketanah.
"Mendekatlah kemari..." Tang Lian memanggil untuk mendekat kearahnya.
"Ba...baik tuan..." Chu Jiu menjawab dengan nada suara yang semakin takut karena berpikir bahwa Tang Lian akan menyakitinya.
Yah, karena posisi Tang Lian saat ini memang menyeramkan, kepala pemimpin kota sebelumnya dinjak dibawah kaki kirinya, Zhao Yu berdiri dengan gagah di samping kanannya, seekor ular berwarna putih melilit dilehernya dan terus mengeluarkan suara mendesis serta menatap tajam orang-orang disana, kemudian seekor kucing berwarna hitam dan matanya merah ada dikepala Tang Lian. Sedangkan pelayan sebelumnya berdiri di samping kiri Tang Lian.
Kemudian setelah Chu Jiu berada dua meter didepannya, Tang Lian kemudian menggunakan tehnik mata dewa dan memeriksa seluruh tubuh Chu Jiu apakah dia juga memiliki aura menjijikkan seperti orang yang telah dibunuhnya.
"Bagus, sekarang kembalilah ketempatmu..." Tang Lian berkata setelah dia memeriksa dan memastikan bahwa Chu Jiu bersih dari aura menjijikkan itu.
"Ba...baik tuan..." Chu Jiu berkata kemudian menghela nafas dengan lega karena Tang Lian tidak melakukan apapun padanya.
"Besok pagi aku ingin semua orang yang bertanggung jawab atas kota ini hadir disini tanpa terkecuali apapun statusnya, mau dia pemimpin sekte sekalipun aku tidak peduli, dan lagi semua warga kota kecil ini dikumpulkan di alun-alun kota besok.." Tang Lian berkata dengan tegas dan tatapan mata yang tajam.
"Perintah akan dilaksanakan tuan.." Chu Jiu berkata dengan menurut walaupun dia merasa bingung untuk apa ini dilakukan.
"Bagus, ini sudah larut malam jadi kembali dan beristirahatlah.." Tang Lian berkata kemudian bangkit dari duduknya sambil menggendong Yun Mei ala tuan putri kemudian kembali ke penginapan.
Tang Lian tidak ingin istirahat di kediaman pemimpin kota karena masih banyak aura menjijikkan disana dan Tang Lian berniat mengakhiri semuanya besok.
Tang Lian akan bersikap kejam terhadap musuh-musuhnya apalagi jika musuhnya itu berkaitan dengan aura menjijikkan. Aura menjijikkan itu adalah aura iblis, jadi jika seseorang telah melatih tehnik iblis maka auranya juga akan berubah menjadi menjijikkan. Aura itu tentu saja bisa ditutupi dengan tehnik tertentu yang tidak bisa diketahui dengan auranya saja, maka dari itu Tang Lian menggunakan mata dewanya untuk memeriksa.
Tehnik mata dewa ini dapat mengetahui jika orang sedang berbohong, menipu dan tentunya aura iblis pada orang yang diperiksanya, tehnik mata dewa ini juga dapat melihat dalam jarak lima belas kilometer dengan jelas, kemudian tehnik mata dewa ini tentu hanya dimiliki oleh mereka para dewa.
***BERSAMBUNG***