PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 145 "Lao Hu VS Mao FeixiangII"


Sementara Tang Lian dan yang lainnya menatap pertarungan sengit itu dengan tatapan kagum dan juga ngeri secara bersamaan. Tang Lian berpikir pertarungan itu jelas jauh lebih tinggi dari levelnya. Jika saja dia tidak mendengarkan Lao Hu dan tetap keras kepala untuk melawan Mao Feixiang maka pasti saat ini dia telah mati atau seringan-ringannya sekarat dan cacat.


"Sial!!!! Aku kira aku sudah kuat! Tapi nyatanya aku sangat lemah Dimata mereka semua! Apa-apaan itu ranah saint tingkat puncak! itu terdengar hanya lelucon saja...!" Gumam Tang Lian kesal.


Memang benar, dialam rendah ini jika dibandingkan dengan ranah maka Tang Lian tidak lebih lemah dari Mao Feixiang, tapi disisi pengalaman perang, tehnik berperang, strategi ataupun yang lainnya dia jelas kalah dengan mereka yang telah hidup ratusan ribu tahun lamanya dan terus berlatih. Terlebih lagi, Mao Feixiang saat ini terlihat memakai sebuah kalung dilehernya. Kalung itu adalah artefak suci untuk melawan kehendak langit dan meningkatkan batasan ranah yang dialam rendah ini dimana batasnya adalah Saint tingkat puncak. Dan dengan artefak itu maka seseorang yang memakainya akan menembus batasan sejauh lima tingkat.


Keberadaan artefak suci itu sangatlah langka dan bahkan bisa membuat pertempuran yang sangat besar jika diumbar dan diperebutkan oleh para kultivator yang lain. Konon katanya artefak suci itu hanya bisa ditempa oleh mereka para dewa kuno yang kini dianggap telah tiada dan yang tersisa hanyalah legenda dan peninggalan mereka saja.


Para dewa kuno telah hidup jauh lebih lama sebelum kelahiran Sang Penguasa Tang Lin sendiri. Banyak orang bertanya-tanya apa sebenarnya yang membuat para dewa kuno telah menghilang seperti ditelan alam begitu saja?. Ada desas-desus bahwa mereka kalah perang dalam melawan iblis kuno dan hasilnya para dewa kuno dibantai habis hingga ke-akar akarnya, ada juga yang mengatakan bahwa para dewa kuno hanya bersembunyi dan mengawasi jalannya dunia ini dari sisi yang lain tanpa menunjukkan diri mereka lagi dan masih banyak desas-desus yang lainnya.


Namun diantara semua pendapat itu hanya satulah yang masuk akal, yaitu kalah perang dengan iblis kuno dan membuat seluruh dewa kuno dan keturunannya dibantai habis dan sembilan puluh persen orang-orang mempercayai itu.


Berbeda dengan Tang Lin Sang Penguasa, dia seperti ingin tertawa ketika mendengar pendapat Seorang pengemis dan pembual itu menyebar dan dipercayai oleh mayoritas orang. Tang Lin mempunyai pendapatnya sendiri yaitu dia adalah keturunan dewa kuno sendiri.


(Kembali ke sisi Lao Hu)


"Mao Feixiang!! Bersiaplah, kali ini aku tidak akan menahan kekuatanku yang sebenarnya!!.." Teriak Lao Hu seraya menatap tajam kearah Mao Feixiang.


Setelah mengatakan itu, cincin emas yang melingkar dileher Lao Hu tiba-tiba bersinar terang dan dari dalam tubuhnya terdengar ledakan energi sebanyak tujuh kali berturut-turut yang menandakan ranahnya meningkat sebanyak tujuh kali.


Mao Feixiang sangat terkejut dengan itu hingga dia berdiri dengan gemetar ketakutan lalu bertanya dengan suara gemetar, "Cincin emas yang melingkar dilehermu itu apakah artefak suci juga?.."


"Pertanyaan yang sudah kau ketahui jawabannya tidak perlu aku jawab, dan sebaiknya kau bersiap akan kematianmu!!.." Teriak Lao Hu lalu tiba-tiba dia menghilang dari tempatnya dan kurang dalam satu detik dia muncul kembali dihadapan Mao Feixiang.


"T-tidak mungkin!!!.." Mao Feixiang berkata spontan karena meskipun Lao Hu sangat besar tapi dia bisa bergerak sangat cepat.


Lao Hu mengayunkan kaki kanannya dan menampar tubuh Mao Feixiang dengan keras.


"Boomm!!!.."


"Aaahhhkkk!!!!.." Dengan spontan Mao Feixiang menjerit kesakitan dan terhempas sangat jauh hingga membuat tanah berbekas dengan garis lurus sejauh dua kilo meter.


"Aku telah hidup sangat lama dan berjalan bersama disamping Yang Mulia Tang Lin melewati jutaan tantangan dan jutaan kematian. Menurutmu bagaimana itu tidak mungkin?.." Ujar Lao Hu yang kembali menghilang dari tempatnya dan kembali muncul didekat Mao Feixiang lalu dia mengangkat kaki kanannya dan berniat menginjak Mao Feixiang yang masih belum bisa menggerakkan tubuhnya.


Kali ini Lao Hu benar-benar sangat marah, karena Mao Feixiang yang menganggap nyawa manusia seperti serangga. Sedangkan tuan besarnya yaitu Tang Lin sendiri aslinya adalah manusia yang berhasil menjadi dewa.


Disisi Mao Feixiang, dia melihat telapak kaki Lao Hu yang besar mengarah padanya. Dia ingin menghindar tetapi tubuhnya tidak bisa ia gerakkan karena serangan Lao Hu sebelumnya mengandung energi petir biru yang membuat tubuhnya kaku dan menggeliat beberapa kali.


"Sial... Apakah aku akan mati begitu saja?.." Gumam Mao Feixiang dengan putus asa.


"Mati!!!.." Gumam Lao Hu.


"Kau berani!!!.."


"Hm?.." Lao Hu melihat orang yang menahan kakinya itu dan tertegun beberapa detik karena dia juga merasa dia mengenal orang berjubah hitam itu.


"Kau.... Cih!! Bajingan!! Ternyata kau masih hidup! Kali ini kau harus mati!!!.." Teriak Lao Hu yang semakin menjadi sangat marah.


Karena menjadi sangat marah, Lao Hu juga semakin menekan kakinya kebawah, dia berniat menghabisi kedua orang itu disini.


"Aku rasa aku tidak perlu menyebutkan siapa aku. Dan seharusnya kau tau jika aku tidak mudah untuk dibunuh!!.." Teriak pria berjubah hitam itu yang tak mau kalah dan melawan injakan kaki Lao Hu dan mendorong keatas dengan segenap kekuatannya.


Perlahan-lahan pria berjubah hitam itu yang tadinya berlutut sebelah kaki, kini berhasil berdiri dengan perlahan.


"Oh!? Ingin beradu tenaga!? Akan kutemani sampai akhir!!!.." Teriak Lao Hu dan kali ini dia menambah kekuatan kakinya seraya mengaum sangat keras.


"Rooooaaaarrrrrr!!!!!.."


Ketika Lao Hu mengaum sangat keras, udara disekitar berubah menjadi sangat panas dan bertiup sangat kencang. Bahkan pohon raksasa yang terkena angin itu menjadi terbakar oleh api yang membara.


"Aaahhhkkk!!!.." Pria berjubah hitam itu kembali berlutut.


"L-lao Hu!! K-kau jangan sombong dulu!!..." Teriak pria berjubah hitam dengan susah payah


"Sepertinya aku harus bertaruh dengan tehnik yang baru saja aku pelajari.." Batin pria berjubah hitam itu, kemudian detik berikutnya dia berteriak sangat keras.


"Tehnik tubuh kehancuran!!!.." Setelah ia berteriak demikian, tubuhnya tiba-tiba berubah menjadi sangat keras.


Lao Hu merasa kakinya seperti ditusuk oleh ribuan pedang dan dengan cepat dia mengangkat kembali kakinya.


Pria berjubah hitam itu tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, kemudian dia memecahkan sebuah guci kecil yang kemudian mengeluarkan asap hitam yang sangat pekat dan menghalangi pandangan mata Lao Hu.


Pria berjubah hitam itu meraih tubuh Mao Feixiang dan segera dia memecahkan sebuah giok berwarna merah dan menghilang dari sana, tapi sebelum itu dia mengatakan sesuatu.


"Lao Hu!! Aku akan ingat hari ini!! Dimasa depan aku akan membalasnya ribuan kali lipat!!!.." Setelah berteriak demikian, pria berjubah hitam itu menghilang sepenuhnya.


"Bajingan!!! Pertarungan kita belum selesai!! Bahkan jika dimasa depan kau tidak akan pernah bisa mengalahkan ku apalagi mengalahkan Yang Mulia Tang Lin!!.." Teriak Lao Hu kembali yang entah kedua orang itu bisa mendengarnya atau tidak.


Setelah itu asap hitam juga menghilang sepenuhnya dan yang Lao Hu lihat hanyalah sisa-sisa energi hitam yang menjijikkan.


"Sial!! Mereka berhasil lolos!! Aku harus melaporkan ini kepada yang mulia Tang Lin atau dimasa depan entah apa yang akan terjadi..." Gumam Lao Hu yang kesal sekaligus juga tidak menyangka jika musuh yang paling dibenci oleh Sang Penguasa ternyata masih hidup.


Sementara itu didalam dimensi yang lain seseorang berteriak sangat keras karena merasa sangat kesal. "Author Kurang Ajar!!! Lagi seru-serunya malah bersambung lagi!!!.."


Dan ternyata itu adalah para pembaca yang mengamuk๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜