
Disisi Lain Chu Jiu telah sampai dua hari yang lalu di istana kekaisaran Long untuk menyampaikan berita yang diperintahkan oleh Tang Lian sebelumnya. Pada saat itu juga Long Tian sangat terkejut, walaupun Chu Jiu hanya menyebutkan Sang Penghakim namun Long Tian tentu tahu jika itu adalah Tang Lian.
Dan pada saat itu juga Long Tian memanggil putrinya dan istrinya dan kedua jendralnya dan langsung berangkat ke kota singa api. Long Tian melakukan itu karena dia tidak ingin putrinya terus bersedih setiap waktu, dan juga keterkejutannya bukan karena Tang Lian membunuh salah satu pejabat kota yang ada dibawah naungan kekaisarannya namun karena ternyata Tang Lian belum pergi jauh dari mereka.
Jika waktu tempuh antara istana kekaisaran dan kota api adalah tujuh hari maka Long Tian hanya membutuhkan waktu tiga hari karena dia menggunakan kecepatan penuhnya dengan menunggangi kreta kuda yang ditarik oleh kuda putih kesayangannya.
Begitu Long Tian sampai di kota singa api dia langsung menuju kediaman pemimpin kota. Para prajurit yang menjaga digerbang kediaman pemimpin kota melihat Long Tian datang dengan kreta kuda mereka begitu terkejut.
"Saudara, cepat bukakan pintu gerbang, yang mulia datang!!." Prajurit itu berkata kepada temannya yang berjaga.
"Gedebuk... Gedebuk... Gedebuk..." Suara langkah kaki kuda yang menarik kreta Long Tian semakin mendekat kearah gerbang.
"Panjang umur yang mulia kaisar..." Kedua prajurit yang berjaga memberikan hormat.
Namun Long Tian tidak memperdulikan penghormatan kedua prajurit itu dan hanya terus memacu kudanya hingga masuk dan berhenti di halaman depan kediaman pemimpin kota.
Kemudian setelah itu Long Tian langsung turun dari kereta kudanya bersama semua orang yang ikut dengannya termasuk Chu Jiu.
Disisi lain, para prajurit lainnya yang melihat Long Tian dan keluarganya datang mereka langsung menjatuhkan diri dan bersujud.
"Panjang umur yang mulia kaisar.." Semua orang baik pelayan atau pun prajurit berkata serempak.
Long Tian tidak memperdulikan penghormatan itu dan terus berjalan masuk ke dalam kediaman pemimpin kota bersama istri, anak, kedua jendral dan Chu Jiu karena sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Tang Lian.
Disisi Liu Mingyan, dia tidak tahu kaisar Long Tian akan datang dan dia hanya sedang bersantai meminum teh seraya membaca didalam ruangannya, hingga pada akhirnya dia dikejutkan oleh Long Tian yang mendobrak pintu.
"Braak.." (Suara pintu di dobrak).
"Lian'er!!." Long Tian berteriak memanggil Tang Lian dengan semangat dan berharap Tang Lian ada disana.
Namun apa yang dia lihat hanyalah seorang wanita yang sedang meminum teh seraya membaca buku kemudian menjatuhkan gelasnya hingga pecah karena terkejut dan langsung bersujud.
"Ya... Yang mulia, aku tidak tahu anda akan berkunjung.." Liu Mingyan berkata dengan tubuh gemetar dan bersujud.
"Bangun lah dan katakan di-" Long Tian berkata namun terhenti karena Long Xia Shi memotongnya.
"Dimana kakak Lian?." Long Xia Shi bertanya dengan penuh semangat karena dia berpikir dia akan bertemu lagi dengan Tang Lian.
"Ak- Aku tidak tahu siapa yang dimaksud oleh tuan putri.." Liu Mingyan berkata dengan tergagap.
"Apa!? Jangan coba-coba untuk berbohong padaku, aku tidak akan segan untuk memenggal kepalamu!!." Long Xia Shi berkata dengan kasar.
Hal itu wajar karena Long Xia Shi telah bersumpah apapun akan dia lakukan demi bisa bertemu dan bersama lagi dengan Tang Lian.
"Aku tidak percaya!! Apa kau mencoba menyembunyikannya dariku!?." Long Xia Shi berteriak semakin marah.
"Aku bersumpah dengan nyawaku tuan putri..." Liu Mingyan berkata sambil masih bersujud.
"Kau...!!."
"Cukup Shi'er.." Long Tian menghentikan putrinya yang ingin berbicara lagi.
Long Tian melakukan itu karena dia melihat kejujuran dan memang Liu Mingyan tidak tahu siapa itu Lian. Kemudian Long Tian juga berpikir mungkin Tang Lian tidak mengatakan nama aslinya kepada Liu Mingyan karena mengingat identitasnya dan sebelumnya saja Chu Jiu berkata sang penghakim, jadi mungkin Liu Mingyan akan tahu jika dia bertanya menggunakan nama sang penghakim.
"Dimana sang penghakim?." Long Tian bertanya dengan lembut.
"Di... Dia ada di sekte elang besi yang mulia..." Liu Mingyan menjawab dengan masih tergagap karena masih takut.
Dan benar saja apa yang dipikirkan oleh Long Tian bahwa Tang Lian tidak mengatakan nama aslinya kepada Liu Mingyan dan hanya mengatakan sang penghakim saja. Mengetahui itu, Long Tian hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.
"Cepat katakan dimana letak sekte itu!." Long Xia Shi bertanya dengan tidak sabar.
"Satu jam berjalan kearah tenggara tuan putri..." Liu Mingyan menjawab masih dengan nada suara yang ketakutan.
"Ayah, ayo cepat kita kesana!!." Long Xia Shi berkata dan langsung menarik ayahnya dan pergi dari kediaman pemimpin kota menuju sekte elang besi.
Sedangkan Shu Zhu membatin 'Cinta putriku sudah sangat dalam terhadap Tang Lian'. Setelah itu Shu Zhu juga menusul dari belakang dan kembali menaiki kereta kudanya dan melesat dengan cepat.
Disisi Liu Mingyan sekarang dia telah bisa bernafas lega karena Long Xia Shi telah pergi dari sana kemudian dia juga bergumam "Ternyata dia adalah keluarga kekaisaran, pantas saja dia begitu berani dan tidak takut ketika Tao Lun mengancamnya. Hmm? Berarti namanya adalah Long Lian? Tapi yang aku tahu kaisar tidak memiliki anak laki-laki, ataukan mungkin dia anak angkatnya kaisar atau mungkin saja kekasih tuan putri? Ah sudahlah, yang penting sekarang aku selamat." Begitulah Liu Mingyan bergumam sendiri.
Disisi Long Tian, ketika dia melintas dari tengah kota secara tidak sengaja dia melihat salah satu tetua dari Keluarga Chao, dan pada saat itu Long Tian langsung membatin 'Bukankah laporan Chu Jiu padaku jika seluruh keluarga Chao telah Lian'er bunuh? Ah sebaiknya aku akan bertanya lagi pada wanita itu nanti.' Yang dimaksud oleh Long Tian adalah Liu Mingyan.
Dua puluh menit berlalu Long Tian telah sampai disekte elang besi. Long Tian sampai dengan cepat karena dia menggunakan kecepatan yang hampir sama ketika dia berangkat dari istana kekaisaran.
Dan ketika itu juga hal yang sama seperti yang terjadi di kediaman pemimpin kota juga terjadi di sekte elang besi yaitu semua orang langsung menjatuhkan diri dan bersujud memberi penghormatan kepada Long Tian.
Setelah itu Long Tian beserta anak, istri dan kedua jendralnya langsung diantar oleh seorang murid ke tempat Jia Kun beristirahat. Sedangkan Chu Jiu dia tinggal di kediaman pemimpin kota.
Kemudian hal yang sama sekali lagi terjadi disana yaitu Long Xia Shi mendobrak pintu dan berteriak semangat.
"Kakak Lian!!."
Long Xia Shi berteriak memanggil nama Tang Lian dengan semangat berharap Tang Lian ada di sana, namun apa yang dia lihat hanyalah seorang pria tua yang sedang melukis dan menatapnya kembali beserta dengan ayah dan ibunya dengan ekspresi terkejut bukan main.
***BERSAMBUNG***