PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 230 "Hanya Sebutir Debu Dari Kisah Yang Sebenarnya!"


"Tempat apa ini!?" Ujar Tang Lian melongo tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Tempat ia berdiri saat ini bersama Shie Long dan Sun Hai, adalah kuburan massal yang sangat menyeramkan.


Tidak hanya itu, tempat ia berada sekarang ini sebenarnya adalah bekas perang dimasa lalu. Itu bisa dilihat dari banyaknya senjata-senjata kuno yang sudah tidak berguna dan berserakan dimana-mana. Dan alasan mengapa tempat itu disebut kuburan massal adalah karena banyaknya tengkorak manusia, hewan dan bahkan iblis disana!


"Dan patung itu!..." Tang Lian juga terkejut melihat sebuah patung yang berdiri dengan gagah ditengah tumpukan kuburan massal itu.


Shie Long sudah menduga, bahwa Tang Lian pasti akan sangat terkejut. Namun Shie Long tetap ingin tahu bagaimana reaksi Tang Lian selanjutnya.


"Long, katakan padaku mengapa kamu membawaku ketempat ini? Apa kau sengaja ingin menunjukkan patung itu?.." Tanya Tang Lian menyelidik. Pasalnya Tang Lian sangat tahu patung itu siapa, patung itu adalah seseorang yang sangat dikenalnya.


"Bukankah tuan ingin pergi ketempat itu untuk berkultivasi dengan cepat?"


Tang Lian pun menyeritkan keningnya karena Shie Long tiba-tiba bertanya kembali.


"Dan untuk menuju tempat itu kita harus melewati tempat ini tuan." Jelas Shie Long pada akhirnya.


"Huuffftt... Bisa kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada tempat ini?.." Tanya Tang Lian yang tidak bisa menahan rasa penasarannya.


"Tempat ini adalah tempat dimana seseorang berperang seorang diri. Orang itu rela bertarung mati-matian melawan binatang buas dan iblis demi rekan-rekannya agar bisa kabur dengan selamat. Dulu nya orang yang berperang seorang diri itu mengira dirinya akan mati didalam pertempuran itu. Dia bahkan sudah rela dan ikhlas jika dia akan mati diperang itu.


Namun siapa sangka, orang itu bahkan selamat meskipun dia terluka sangat parah. Namun yang lebih mengejutkan, orang itu berhasil membunuh ratusan ribu iblis dan binatang buas hingga iblis dan binatang buas itu memilih untuk mundur. Dan untuk mengenang jasa orang yang sangat heroik, pemberani dan tidak kenal takut itu, patung raksasa itu dibangun menjulang tinggi.


Tempat ini adalah salah satu tempat sejarah untuk mengenang bagaimana perjuangan orang-orang alam rendah ini agar terbebas dari ras iblis yang menguasai saat itu."


Tang Lian yang terus saja mendengarkan tanpa memotong, meneteskan air matanya. Ia berpikir, sesuram itukah masa lalu orang yang di ukir patungnya itu? Sekeras itukah perjuangannya dimasa lalu? Seberapa besar rasa sakit orang itu demi teman-temannya namun orang itu tetap menahannya? Bahkan orang itu tidak ragu untuk mengorbankan nyawanya?


Wow! Betapa terkejutnya Tang Lian ketika mengetahui kenyataan ini. Oh ya, dan alasan mengapa Tang Lian meneteskan air mata tanpa sadar adalah.... Karena orang itu adalah ayahnya! Dibawah patung raksasa itu terukir nama TANG LIN SANG PEJUANG! Itu adalah sebutannya ketika itu, dan ya, itu adalah masa lalu.


Kenyataan yang baru saja diketahui oleh Tang Lian, bahwa kisah hidup ayahnya tampaknya tidak semudah yang ia bayangkan. Ia tahu untuk ayahnya bisa menjadi seorang kaisar dan ditakuti oleh sebagian besar orang adalah hal yang sulit, namun nyatanya perjuangan Tang Lin dimasa lalu jauh lebih sulit. Satu hal saja sudah cukup untuk membuktikan, yaitu ayahnya adalah salah satu pejuang untuk pembebasan alam rendah dari penguasaan iblis dimasa lalu.


Dan apa yang Tang Lian lihat sekarang ini hanya sebagian kecil dari kisah Tang Lin yang sesungguhnya. Layaknya tempat ini hanyalah sebutir debu dikisah Tang Lin. Belum lagi Tang Lian tahu bagaimana kisah ayahnya yang dibuang oleh ayah kandungnya sendiri, ibu Tang Lin meninggal karena melahirkan Tang Lin, orang tua angkatnya gugur dalam perang, kehilangan teman-temannya satu persatu, kematian rekan-rekannya dihadapannya tanpa bisa ia melakukan apa-apa, pengkhianatan, hidup dalam kemiskinan, kisah cinta yang rumit dan tragis dan masih banyak lagi.


Jika saja Tang Lian tahu kisah ayahnya yang sebenarnya, mungkin ia akan memaklumi tempramen ayahnya yang kejam. Faktanya Tang Lian masih belum menyadari jika keadaan lah yang memaksa Tang Lin menjadi kejam.


"Shie Long, ayo lanjutkan perjalanan" Titah Tang Lian seraya menghapus air matanya. Ia tidak tahan untuk berlama-lama disini, lagi pula ia sudah memutuskan hubungan dengan ayahnya, jadi tidak ada gunanya memikirkan itu. Toh, itu juga adalah masa lalu yang telah lewat ratusan ribu tahun.


Sementara Sun Hai, ia hanya diam dan mengikuti layaknya anak ayam. Ia tidak mengerti apapun tentang Tang Lian apa lagi tempat ini. Dan bahkan Sun Hai tidak tahu membaca, jadi dia tidak tahu nama siapa yang tertulis dibawah patung raksasa yang berdiri dengan gagah itu.


......................


Beberapa hari setelah itu, Tang Lian dan Shie Long serta Sun Hai telah sampai ditepi sebuah jurang yang sangat dalam. Saking dalamnya, dasar jurang itu bahkan tidak terlihat. Ketika mata memandang kebawah, hanya gelaplah yang terlihat.


"Long, jangan bilang kita juga harus menyebrangi jurang ini?" Ujar Tang Lian seraya memandang kedalaman jurang itu. Dan rasanya untuk menyebrang juga tidak mungkin karena itu sangat jauh untuk sampai disebrang sana. Terkecuali jika Shie Long membawanya terbang.


"Hehehe...Kita tidak menyebrang tuanku," Kekeh Shie Long yang telah memiliki ide jahil dipikirannya.


"Hah? Lalu? Apa tempat yang kau maksud itu disini?" Bingung Tang Lian dan penasaran.


Shie Long menggeleng seraya memandang jurang itu dengan senyuman aneh, " Tidak tuanku, coba kamu pikirkan lagi.."


Tang Lian yang melihat senyuman aneh itu seolah mengerti. "Oh tidak Long! Jangan bilang kita harus..."


Tanpa membiarkan Tang Lian melanjutkan kata-katanya, Shie Long tiba-tiba menarik Tang Lian dan Sun Hai, "Kita melompat! Wuhu!!!!!"


"Sialan kau Long!!!"


Tang Lian menjerit mengumpati Shie Long yang mengerjainya. Sementara Sun Hai juga tidak kalah keras teriakannya karena ketakutan. Naga betina itu tampaknya memiliki kelainan, pikir Sun Hai.


Sedangkan Shie Long tertawa bahagia karena berhasil membuat Tang Lian mengumpat kesal padanya.


"Rasakan itu tuan! Hahahaha Ini adalah pembalasanku karena sebelumnya kamu membuatku kesal hahaha.." Ungkap Shie Long dan tertawa bahagia.


Sedangkan Tang Lian bingung sejak kapan Tang Lian membuatnya kesal?.


"Hah!? Apa maksudmu? Kapan aku membuatmu kesal!?" Tanyanya berteriak seraya masih terjun bebas kedasar jurang


"Dua kali sudah, beberapa hari yang lalu salah satunya, kamu menghancurkan momen romantis kita saat itu! Dibawah sinar bulan dan bintang yang terang!"