
Sementara di sisi Tang Lin, saat ini dia sudah kembali ke alam atas, dia tidak ingin berlama-lama lagi di alam rendah ini, karena ia takut bisa membunuh Lao Hu.
Yun Zhang yang sedang mengobati Lao Hu, sebenarnya sedih atas kepergian putrinya tiba-tiba. Baru saja mereka bisa bertemu, namun sebelum sempat melepas kerinduan, Yun Mei sudah pergi duluan.
Tapi biarlah, asalkan putrinya bahagia, ia akan rela melakukan apapun, meskipun harus mempertaruhkan harga diri maupun nyawanya.
Shen Long sedikit berbeda, ia memang sedih karena belum sempat melepas kerinduan dengan putrinya setelah ribuan tahun berpisah. Tapi itu semua digantikan dengan senyum bahagia, karena akhirnya putrinya itu tau jatuh cinta juga.
Menantunya dikemudian hari adalah putra dari Sang Penguasa, betapa beruntungnya dia!
*****
Disisi para istri dan kekasih Tang Lian, kini mereka hanya bisa menatap wajah tampan Tang Lian dari jarak lima meter. Lebih dari itu, Wang Long tidak mengijinkan nya.
"Cih! Apa-apaan ini? Kenapa jadi naga betina itu yang memonopoli kekasihku?.." Dengus Long Xia Shi kesal. Di antara semua istri dan kekasih Tang Lian, dia adalah yang paling pencemburu.
"Iya! Dia bukanlah salah satu dari kita para kekasih! Dia hanya seekor naga tunggangan saja!.." Sambung Fei Fei juga.
(Author Be Like : Tunggangan diatas ranjang sepertinya bagus..... hehehe 🙊)
"Cieeee Ibu lagi cemburu! Hahaha..." Tawa Yan Feng meledek ibunya.
Fei Fei langsung menatap tajam putranya, dan membuat putranya itu menjadi cemberut. Ya, jika Fei Fei sudah menatap tajam kearahnya maka Yan Feng akan langsung cemberut seperti ingin menangis, karena ia kira ibunya akan marah.
Fei Fei ingin menceramahi putranya, tapi tidak jadi karena dia menyadari tatapan aneh dan penasaran dari para wanita lainnya. Tentu saja ini aneh bagi para wanita itu, karena Fei Fei yang mereka kenal adalah orang yang malu-malu dan pendiam, tapi setelah melihat perubahan ketampanan Tang Lian yang signifikan, janda muda itu langsung berubah seratus delapan puluh derajat.
"A-apa?.." Tanya Fei Fei yang tidak nyaman dengan tatapan para wanita lainnya.
"Hei Janda basi! Biasanya kau terlihat malu-malu dan pendiam, apa yang membuat mu berubah sekarang?.." Tanya Liu Mingyan dengan sinis, ternyata ia masih dendam dengan Fei Fei karena menyebutnya pantat berkurap lima menit yang lalu.
Bukannya menjawab, namun justru Fei Fei bertanya kembali, "Kau panggil apa aku barusan ha? Coba katakan sekali lagi?.."
"Apa gendang telingamu sudah rusak? Kubilang janda basi..!" Ejek Liu Mingyan kembali.
"Kau dasar wanita pantat berkurap! Akan ku hajar kau!.." Fei Fei yang marah kemudian ingin meraih Liu Mingyan.
"Beraninya kau menyebutku pantat berkurap! Kemari kau!.." Liu Mingyan yang juga kesal karena Fei Fei yang terus saja menyebutnya pantat berkurap, juga ingin meraih Fei Fei.
Tapi langsung di tahan oleh Long Xia Shi dan Wu Sue. Long Xia Shi memegangi Fei Fei sedangkan Wu Sue memegangi Liu Mingyan.
"Sudah cukup! Hentikan!.." Ujar Long Xia Shi yang memegangi Fei Fei.
Tapi kedua wanita itu tidak peduli, mereka terus saja berontak melepaskan diri seraya melemparkan ejekan kepada lawannya. Ingin sekali rasanya Fei Fei mencabuti rambut Liu Mingyan hingga botak! Dan begitu pula sebaliknya. Tapi usaha mereka sia-sia saja karena ditahan oleh dua wanita lainnya.
Sementara Wu Min yang menonton itu dari kejauhan, ia berbisik pada Zhao Yu, "Saudara, apa para wanita itu sedang berdiskusi?.. Tanyanya pada Zhao Yu yang ada di sebelahnya.
"Berdiskusi nenek moyangmu! Kau tidak lihat mereka seperti sedang ingin bertarung? Tapi ditahan oleh Liu Mingyan dan Long Xia Shi.." Ucap Zhao Yu menjawab pertanyaan bodoh Wu Min.
"Oh... Jadi begitu rupanya..." Hanya itu kata-kata Wu Min yang terakhir.
Yan Feng menatap ibunya semakin heran, baru kali ini ia lihat ibunya seperti singa tidur yang diganggu.
Jia Li dan Yun Mei, menatap itu dengan tatapan aneh, dasar kekanak-kanakan. Pikirnya.
Sementara Tang Lian tidak peduli dengan pertengkaran konyol diantara dua kekasihnya, anggap itu adalah cara bagi mereka untuk mengakrabkan diri, pikir Tang Lian.
Setelah lima belas menit berlalu, akhirnya pertengkaran dua wanita itu pun selesai, itu pun karena kelelahan. Di dalam hati mereka masih melemparkan ejekan terhadap lawannya.
"Apa kau tidak lelah berdiri terus?.." Ucap Tang Lian pada Wang Long yang berdiri di sebelah kanannya, sementara ia duduk bersandar di batang pohon.
"Aku baik-baik saja, ini sudah tugasku.." Jawab Wang Long dengan lembut. Meskipun ia sudah dua puluh menit berdiri di posisi yang sama, ia tidak kelelahan sedikitpun.
Suara lembut Wang Long, sungguh membuat Tang Lian terpana. Ingin sekali ia menjadikan naga betina ini menjadi miliknya sepenuhnya, tapi bukan sebagai bawahan mau pun budak, tetapi istri kesekian.
Tapi Tang Lian pikir ia harus melakukannya pelan-pelan, sekarang ia bukan lagi orang kuat yang memiliki segalanya, bahkan sekeping koin emas saja ia tidak punya. Jadi untuk menaklukkan naga betina ini ia harus pelan-pelan melakukannya.
"Oh ya, sebenarnya aku masih penasaran, apa yang membuatmu tetap setia padaku? Kau tahu, sekarang aku telah membuang darah ayahku yang mengalir di tubuhku..." Tanya Tang Lian. Dari tadi pertanyaan ini sangat mengganggu pikiran Tang Lian.
Tapi Wang Long senyap tidak bersuara, ia tidak menjawab sama sekali. Padahal didalam hatinya ia ingin menjawabnya, namun untuk mengatakan alasan yang sebenarnya itu sangat memalukan menurutnya. Lagi pula, bukan kodratnya wanita yang menyatakan perasaan duluan.
Tang Lian menghela nafas, kemudian berkata lagi, "Sebelumnya kau menjadi bawahanku karena perintah ayahku, dan sekarang aku tidak memiliki hubungan lagi dengannya, kau tidak terikat lagi dengan ku.." Ucapnya seraya memejamkan mata.
Namun lagi-lagi Wang Long diam tidak menjawab, bagaimana ia harus menjawab itu? Pertanyaan itu terlalu membingungkan. Karena apa yang dikatakan oleh Tang Lian itu sangat benar.
"Kau bebas untuk memilih, aku tidak memaksamu untuk setia padaku dan tidak pula aku mengancammu. Mengapa kau memilihku dan terus memanggilku tuan?.." Tanya Tang Lian kembali.
Ini adalah pertanyaan ketiga Tang Lian, namun Wang Long tetap diam tidak menjawab.
Tang Lian pun menghela nafas panjang, ia berdiri dengan perlahan lalu berkata, "Aku sudah bertanya tiga kali, namun kau tetap diam. Itu membuatku berpikir kau memang benar-benar ingin pisah dariku. Jika itu yang kau inginkan maka pergilah, aku tidak masalah dan tidak pula dendam apalagi marah."
Ucap Tang Lian dingin, ia membelakangi Wang Long tanpa melihatnya sedikitpun.