
"Hahaha... Adik, kau terlalu banyak berpikir, jika kamu tidak membeberkan semua yang telah kita berempat lakukan maka tidak akan ada yang mengetahuinya..!.." Ujar Tang Yue seraya terkekeh lalu mencium bibir Tang Lian.
Anehnya Tang Lian bahkan tidak lagi berusaha menghindari ciuman itu. Tang Lian seolah-olah sudah menerimanya dengan lapang dada. Dan bahkan yang lebih mengejutkan Tang Lian malah membalas ciuman itu dengan mesra.
"Benar apa yang kakak katakan, aku yang terlalu banyak berpikir hehehe..." Ujar Tang Lian lalu membalikkan tubuhnya. Dan kembali lagi Tang Yue berada dibawah.
"Hihihi... Adik, kamu benar-benar mesum!.." Ucap Tang Yue dengan suara yang menggoda.
"Benar adik, apakah kamu belum puas setelah semalaman membuat tubuh kami bertiga kelelahan?.." Tanya Tang Yua seraya bangun dan memeluk Tang Lian dari belakang.
Mendengar itu Tang Lian hanya tersenyum penuh arti lalu menjawab, "Melihat tiga kecantikan yang telanjang dibawahku bagaimana aku bisa puas? Hehehe..."
Setelah Tang Lian berkata demikian, lalu dia mendorong pinggulnya kedepan dan akhirnya olah raga pagi yang melelahkan terjadi dikamar itu. Erangan-erangan menggoda keluar dari mulut ketiga putri kembar itu, seolah-olah suara ketiga putri kembar itu saling sahut menyahut.
Setelah satu jam berlalu akhirnya suara-suara yang menggoda itu berhenti. Dan sekarang terlihat Tang Lian berbaring dengan ketiga kakaknya diatas kasur.
"Adik, kamu benar-benar monster ganas yang tidak pernah puas.." Ucap Tang Yue membuka pembicaraan.
"Aku tau.." Tang Lian menjawab dengan santai dan tersenyum. Meskipun Tang Lian tersenyum tapi didalam hatinya dia sangat takut akan ayahnya jika mengetahui ini.
Mendengar jawaban Tang Lian, Tang Yue membuat ekspresi kesal, "Kamu kira itu pujian!?.."
"Benar adik, setelah ini kamu harus membicarakan pernikahan kita berempat secepatnya. Karena jika tidak, cepat atau lambat ayah pasti akan mengetahui ini.." Ucap Tang Yui menyambung.
Mendengar perkataan kedua kakaknya itu, Tang Lian tidak bisa untuk tidak tertawa, "Hahaha... Kakak, katakan saja jika kalian tidak sanggup berpisah lagi dariku."
Melihat tawa Tang Lian yang renyah, Tang Yue dan Tang Yui kemudian memasang ekspresi cemberut. "Adik mesum! Kami berbicara serius!.."
"Hahaha... Baiklah... Baiklah... Baiklah kakak Yua, aku tidak tau bagaimana caranya membicarakan ini dengan ayah dan ibu. Tapi aku berjanji akan mencobanya.." Ujar Tang Lian serius seraya membelai rambut Tang Yua yang hanya diam dan memejamkan matanya sedari tadi.
"Nah, itu bagus!" Tang Yue kembali menyambung dengan senyuman bahagia.
"Tapi kakak, masih ada yang membuatku penasaran. Ini tentang dari mana kalian bertiga belajar tentang cara memuaskan pria!?.." Tang Lian bertanya dengan sangat penasaran.
"Sejujurnya hanya aku dan kakak Yue yang mempelajarinya, sedangkan adik Yua kami yang mengajarinya. Dan kami berdua belajar dari buku.."
Mendengar pengakuan kedua kakaknya itu, Tang Lian kemudian memalingkan wajahnya dan menatap heran kearah Tang Yua karena tiba-tiba dia memeluk erat tubuh Tang Lian.
Merasakan tatapan Tang Lian, wajah Tang Yua kemudian berubah menjadi sangat merah karena malu, "A-apa yang kamu lihat!? Apakah kamu pikir aku ini mesum ha!?.."
Tang Yua malu tapi dia juga kesal karena dia ingat bagaimana kedua kakaknya itu sering melakukan hal mesum padanya hingga akhirnya dia tenggelam dalam kenikmatan itu.
"Aku tidak berpikir begitu, tapi... Bagaimana kamu dengan mudah menyetujui ajaran kedua kakak sesat ini, aku pikir seharusnya kamu malu kan?.." Tanya Tang Lian dengan heran dan juga penasaran.
Tang Lian melihat ekspresi Tang Yua yang sedang kesal itu terlihat sangat imut, jarang-jarang Tang Yua terlihat kesal dan ini adalah pertama kalinya Tang Lian melihatnya. Tang Lian memandangnya dengan penuh kasih dan cinta kemudian dia tertawa renyah.
"Hahaha... Baiklah, tidak usah marah seperti itu.." Ucap Tang Lian dan kembali mengelus lembut rambut Tang Yua.
"Humph! Dasar adik bodoh yang cabul!!.." Tang Yua bergumam lembut tapi seluruh isi dari kamar itu dapat mendengarnya dengan jelas.
Sedangkan Tang Yua dan Tang Yui hanya menggelengkan kepalanya ketika dia melihat bagaimana Tang Yua berekspresi kesal namun bertingkah manja pada Tang Lian.
Setelah itu satu jam lagi berlalu, kemudian Tang Lian dan ketiga kakaknya telah selesai membersihkan diri dan keluar dari kamar bersamaan. Namun sebelum Tang Lian membuka pintu dia kembali berbalik dan menghadap ketiga kakaknya dan bertanya.
"Oh ya kakak, aku dengar dari ibu bahwa kalian sedang bertengkar, apakah itu benar?.." Tang Lian bertanya dengan serius.
Sebelumnya dia datang kekamar ketiga kakaknya itu juga adalah untuk membawakan makanan dan bertanya tentang itu, tapi karena kejadian yang tidak terduga akhirnya Tang Lian melupakannya dan dia baru saja teringat.
Pertanyaan Tang Lian barusan membuat ketiga kakaknya itu terdiam, ketiga putri kembar itu tidak tau bagaimana harus menjawab. Mereka takut jika menjawab dengan jujur maka bisa saja Tang Lian akan membenci mereka, terlebih lagi sampai saat ini mereka belum meminta maaf sama sekali.
Tang Yue melihat kedua adiknya juga terdiam dan sama sekali tidak ada keberanian untuk menjawab, oleh karena itu sebagai anak tertua Tang Yue kemudian mewakili kedua adiknya untuk menjawab.
"I-itu... B-benar..." Tang Yue menjawab dengan takut-takut.
"Lalu pertengkaran seperti apa itu hingga membuat ibu menangis dan ayah marah? Kakak harus tau jika aku membenci orang-orang yang membuat ibu menangis meskipun itu ayah.." Tang Lian bertanya lagi seraya menyeritkan keningnya.
"I-itu..."
Kata-kata Tang Lian barusan membuat Tang Yue dan kedua adiknya semakin takut, jantung mereka berdetak sangat kencang. Terlebih lagi Tang Yue, dia benar-benar bingung bagaimana harus menjawab.
Tang Lian seolah mengerti apa yang mereka takutkan, kemudian dia menghela nafas panjang dan berkata, "Katakan saja dengan jujur, aku berjanji tidak akan marah jika kakak tidak menutupi apapun.."
Melihat Tang Lian sepertinya melunak dan memberikan kemudahan, entah itu karena mereka telah melakukan hubungan badan ataupun karena yang lainnya ketiga putri kembar itu merasa sedikit lega.
Tang Yue berpikir bagaimana pun juga mereka tidak akan bisa pergi jika mereka tidak menjawab dengan jujur. Dan dengan memberanikan diri Tang Yue kemudian menjawab.
"I-itu karena kami cemburu padamu.."
"Cemburu?." Tang Lian bergumam bingung.
"Benar, kami cemburu padamu karena ibu selalu memanjakanmu setiap kali bertemu dan bla bla bla..."
Tang Yue menjelaskan semua apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana mereka bisa bertengkar dengan ibunya. Tidak satu cerita pun yang ditutupi oleh Tang Yue bahkan ketika mereka mengatakan tidak mengakui jika Tang Lin dan Ling Yuan bukanlah orang tua kandung mereka.
Disisi Tang Lian, dia mendengarkan dengan serius tanpa memotong sedikitpun sampai pada akhirnya tibalah saatnya untuk bersambung...