
Disisi Wang Long dan Lao Hu, keduanya terus membantai orang-orang dari klan Liao dengan ganas dan tanpa ampun. Baik itu anak muda atau pria tua, laki-laki atau perempuan, semuanya mati tanpa tubuh yang utuh. Ada yang mati dengan kepala yang pecah, dan bahkan ususnya berserakan dimana-mana.
Disisi Zhao Yu juga dia disetiap ayunan tombaknya maka orang yang terkena akan terbelah dua, dan bahkan ada yang sampai tercincang-cincang sampai beberapa bagian kecil.
Sedangkan Yun Mei dan Jia Li keduanya hanya terdiam ditempat seraya menonton dan tanpa membantu.
"Kakak Mei, apa kita tidak membantu suami kita?." Jia Li bertanya.
"Aku tidak bisa adik Li, atau suami kita akan marah karena aku sedang mengandung anak kami.." Yun Mei menjawab seraya menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu biarkan aku membantunya." Jia Li berkata dan ingin pergi dari sana dan membantu membantai Klan Liao, namun Yun Mei menghentikannya.
"Eit... Tunggu dulu..." Yun Mei menghentikan Jia Li seraya memegang tangannya.
."Ada apa lagi kakak Mei?." Jia Li bertanya dengan bingung.
."Jika kamu pergi siapa yang akan menemaniku disini?."
"Dia.." Jia Li menjawab dengan singkat seraya menunjuk Wu Min yang terdiam dengan mata melotot dan mulut terbuka lebar melihat bagaimana para bawahan Tang Lian membantai klan Liao.
Melihat ke arah yan ditunjuk oleh Jia Li, Yun Mei kemudian langsung tidak setuju.
"Adik Li, kamu ini apa mau membuat suami kita marah padaku!?." Yun Mei berkata dengan cemberut.
"Kenapa suami harus marah? Memangnya apa masalahnya?." Jia Li malah bingung sendiri.
"Haiss... Adik Li, apa kamu begitu bodoh? Kita ini sudah menikah..." Yun Mei berkata seraya menepuk keningnya sendiri.
"Hm?." Jia Li kemudian terdiam karena semakin bingung. Kemudian setelah beberapa detik Jia Li lalu tersadar.
"Ah.... maafkan perkataan bodohku sebelumnya kakak Mei dan tolong jangan katakan ini pada suami, aku takut nanti dia akan marah..." Jia Li memohon dengan mata berkaca-kaca dan membuat ekspresi imut.
"Baiklah, aku tidak akan mengadu aduk Li, tapi kamu harus menemaniku disini dan tidak boleh kemana-mana." Yun Mei menjawab seraya tersenyum khusus karena Yun Mei berpikir Tang Lian tidak akan mungkin meninggalkan istrinya hanya karena perkataanya barusan, namun Jia Li terlihat khawatir itu akan terjadi.
Sedangkan disisi Wu Min dia tidak menyadari pembicaraan Jia Li dan Yun Mei barusan dan hanya terus melongo menonton pembantaian sepihak.
Sedangkan disisi Tang Lian dan para bawahannya yang sedang bertarung dan membantai klan Liao, itu kemudian membuat orang-orang dari klan Liao itu ketakutan sekarang, bagaimana tidak? Mereka hanya berempat namun dengan mudah terus membantai orang-orang dari klan Liao yang terus berdatangan dari berbagai arah.
"Mundur!! Selamatkan nyawa masing-masing dari para monster ini!!." Orang-orang dari klan Liao berteriak ketakutan dan mencoba melarikan diri.
"Jangan harap bisa lari dari kami!!!." Lao Hu berkata dan terus membantai tanpa ampun.
Teriakan kesakitan dan keputusasaan terdengar ketika ketiga bawahan Tang Lian itu terus membantai. Waktu berlalu setelah Tang Lian dan para bawahannya memulai aksi mereka barulah lima menit saja, sehingga patriak klan Liao dan enam tetuanya yang lain baru saja tiba.
Patriak dan para tetuanya yang baru saja tiba kemudian melihat pembantaian sepihak ini dan berubah menjadi sangat marah karena mayat anggota ikannya bergelimpangan dimana-mana tanpa utuh dan darah yang mengalir seperti air sungai.
"HENTIKAN!!!!!!."
Patriak klan Liao berteriak dengan keras dan menghentikan Lao Hu dan Wang Long yang sedang membantai. Kemudian orang-orang dari klan Liao itu menggunakan kesempatan ini menjauh dan lari terbirit-birit mendekat kearah patriak dan tetua mereka.
"Patriak, tolong kami!!! Mereka semua monster, mereka membantai kami seolah-olah kami adalah hama!!!." Orang-orang berkata dengan wajah pucat dan ketakutan pada patriak mereka.
Untuk sesaat, orang-orang dari klan Liao itu berubah menjadi sangat bising ditelinga patriak mereka dan para tetuanya. Kemudian karena merasa sangat bising patriak klan Liao itu lalu berteriak kesal.
"Diam!!!."
"......"
Orang-orang yang sebelumnya sangat berisik sekarang terdiam seribu bahasa.
"Patriak keluarga Liao yang terhormat, anda datang terlambat..." Tang Lian berkata seraya memegang rambut tetua ketiga dan berjalan menyeretnya mendekat kearah patriak itu.
Melihat itu mata patriak dan semua para tetuanya berubah menjadi merah dan urat kepalanya terlihat dengan jelas.
"Aku sarankan agar kau melepaskan tetua ketiga..." Patriak keluarga Liao berkata dan berusaha tenang. Hal ini dikarenakan patriak itu juga tidak bisa melihat ranah Tang Lian, kemudian dia berpikir harus berhati-hati dan teliti.
"Patriak, jika kamu ingin aku melepaskannya maka kamu juga harus melepaskan Wu Sue sekarang.. " Tang Lian berkata seraya terus berjalan menyeret tetua ketiga.
"Wu Sue yang kau maksudkan itu siapa dia?." Patriak klan Liao berpura-pura tidak tahu.
"Patriak, jika anda ingin tetua ketiga anda ini mati dengan kepala yang pecah, maka tidak apa-apa..." Tang Lian mengancam karena dia tau patriak itu berbohong.
"Patriak, aku akan menghitung sampai tiga dan anda harus menentukan jawaban anda.."
Tang Lian mengancam lagi lalu kemudian mulai menghitung.
"Satu....."
Hitungan pertama, patriak masih bingung apakah dia harus menyerahkan wanita itu? Karena wanita itu adalah mainan putranya, meskipun putranya telah mati.
"Dua ..."
Hitungan kedua, patriak dari klan Liao itu mulai panik karena Tang Lian juga perlahan-lahan menguantkan cengkramanmya.
"Ti...."
"Tunggu, baiklah aku akan menyerahkan wanita pelacur itu!." Pada saat hampir hitungan ketiga, Patriak itu berkata dengan cepat.
Patriak itu berpikir, wanita itu telah dia tanami segel budak, jadi untuk apa harus takut kehilangannya? Dia percaya wanita itu tetap akan kembali pada keluarganya karena dalam sepengatahuan mereka tidak ada yang bisa menghapus segel budak kecuali tuan mereka sendiri.
Kemudian setelah beberapa saat, akhirnya Wu Sue dibawa oleh tetua pertama dengan tangan terikat.
"Wu Min, mendekatlah kemari.." Tang Lian memanggil Wu Min agar berdiri disampingnya.
Disisi Wu Min, dia justru masih terbengong dan seolah tidak mendengar panggilan Tang Lian. Kemudian ditengah itu Wang Long lalu menyadarkannya dengan memasukkannya kedalam mulutnya lalu membawanya mendekati Tang Lian dan memuntahkannya disana.
Pada saat Wang Long memuntahkannya wajah Wu Min memutih seputih kertas karena dia berpikir dia akan benar-benar dimakan. Sedangkan disisi Wu Sue dia juga telah berubah pucat karena berpikir adiknya itu telah dimakan.
"Tu... Tuan muda..." Wu Min berkata dengan tubuh gemetaran.
"Dengarkan aku, dalam hitungan ketiga kami akan melakukan pertukaran dan kau harus menangkap kakakmu lalu kembali ketempatmu sebelumnya paham?."
"Aku paham tuan muda.."
"Bagus..."
Kemudian dibalik semua itu Tang Lian juga menyuruh Zhao Yu untuk membunuh tetua ketiga setelah dia melakukan pertukaran. Tang Lian berbicara melalui batinnya dengan Zhao Yu.
"Baiklah patriak, dalam hitungan ketiga kita akan secara bersamaan melakukan pertukaran..." Tang Lian berkata dengan tatapan serius.
"Baik..." Patriak menjawab dengan tatapan yang sama pula. Kemudian mereka mulai menghitung secara bersamaan.
"Satu...."
Hitungan pertama, keduanya mengambil ancang-ancang.
"Dua...."
Hitungan kedua, tatapan keduanya semakin tajam melihat satu sama lain.
"Tiga..."
(Zhao Yu kemudian melemparkan tombaknya).
Hitungan ketiga kemudian keduanya langsung melemparkan pertukaran secara bersamaan, kemudian...
"Jleb..."
Tombak Zhao Yu tepat mengenai jantung tetua ketiga dan mati seketika, karena tadi juga dia sudah tidak sadarkan diri.
Melihat itu mata patriak dan semua orangnya terbelalak lebar dan mulut ternganga seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Sebelumnya Tang Lian sengaja melemparkannya dengan cara khusus agar pandangan patriak terhalang dan tak bisa melihat Tombak Zhao Yu.
Disisi Wu Min, dia telah menangkap kakaknya dan pergi menjauh seperti yang diperintahkan oleh Tang Lian sebelumnya.
Disisi Patriak yang kemudian berubah menjadi lebih marah lagi dari pada sebelumnya lalu ingin menggunakan segel budak untuk membunuh Wu Sue.
"Wu Sue kau budak pelacur dan penghianat, jadi mat..." Patriak ingin mengatakan matilah namun tidak sempat karena Tang Lian tiba-tiba menyerangnya.
"Tidak akan kubiarkan!!!." Tang Lian bergumam keras dan....
***BERSAMBUNG***