PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 73 "Yun Mei Hamil"


Disisi Tang Lian tiga hari telah berlalu dan juga Tang Lian telah menikahi Jia Li. Pernikahan Tang Lian dan Jia Li hanya mengundang beberapa orang yang menurut Tang Lian penting, karena Tang Lian tidak ingin terlalu menonjol.


Meskipun begitu, pada kenyataannya adalah Tang Lian sudah menjadi sangat terkenal di kota kecil itu. Beberapa hari sebelumnya juga Tang Lian menjadi topik yang hangat di kota singa api itu meskipun orang-orang tidak tahu nama Tang Lian sebenarnya. Orang-orang di kota kecil itu hanya menyebut Tang Lian sebagai Sang Penghakim karena memang hanya itu yang dikatakan oleh Tang Lian.


Disisi lain, Liu Mingyan juga telah membebaskan semua binatang buas singa api yang dipenjarakan di penjara bawah tanah atas perintah Tang Lian.


Malam pertama juga telah dilewati oleh Tang Lian dan Jia Li dengan ganas dan menggairahkan. Pada awalnya Tang Lian cukup kesulitan untuk melakukannya karena Yun Mei sangat manja dan tidak ingin pisah dari Tang Lian walaupun hanya sebentar.


Dan pada akhirnya Tang Lian harus menggunakan tehnik menggandakan diri agar bayangannya menemani Yun Mei. Tang Lian bukannya tidak ingin melahap kedua istrinya itu sekaligus namun ini adalah malam spesial yang dikhususkan untuk suami istri yang baru menikah.


Dalam tiga hari ini juga Yun Mei tambah hari tambah manja dan sering kali membuat ekspresi yang menggemaskan, dan bahkan pada saat ini juga dia sedang meringkuk lagi dipelukan Tang Lian yang sedang duduk dan berbincang dengan Liu Mingyan di kediaman pemimpin kota.


Pemandangan ini membuat Liu Mingyan menjadi sedikit iri, namun dia berpikir memangnya dirinya itu siapa? Mentang-mentang Tang Lian menyelamatkan dia dan menjadikannya sebagai pemimpin kota berarti dia mencintai dirinya?. Kemudian Liu Mingyan hanya bisa tersenyum kecut dan berpikir dirinya itu sungguh konyol.


Pembicaraan Tang Lian dan Liu Mingyan juga bukan pembicaraan yang penting, hanya sekedar berbincang dan mengisi waktu luang saja. Namun meskipun begitu tujuan sebenarnya dari Tang Lian si buaya darat itu adalah untuk mencari tahu bagaimana reaksi Liu Mingyan ketika berbicara dengannya, dan sayangnya Tang Lian tidak melihat reaksi apapun dari Liu Mingyan.


Disisi Tang Lian pada saat ini dia sedang berpikir bagaimana Yun Mei bisa tiba-tiba berubah menjadi sangat manja seperti ini? Karena tidak biasanya Yun Mei terlalu manja terhadap Tang Lian. Namun pada akhirnya Tang Lian tidak bisa menemukan jawaban yang masuk akal, kemudian Tang Lian kembali kesekte elang besi untuk beristirahat karena hari sudah menjelang malam.


Pada saat dijalan menuju sekte elang besi, Yun Mei berjalan dengan menghentakkan kakinya ketanah dengan keras dan menggerutu dengan suara kecil seperti nyamuk dan berekspresi kesal seolah dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan dari Tang Lian.


"Suami tidak peka, sudah tau jika aku lelah berjalan, masih saja membiarkanku berjalan!!.." Yun Mei menggerutu sendiri.


"Mm? Mei'er apa yang kamu katakan?." Tang Lian bertanya dengan penasaran karena mendengar gerutuan Yun Mei dengan samar.


"Tidak ada.." Yun Mei berkata dan memalingkan wajahnya.


"Apa aku ada salah padamu?." Tang Lian bertanya untuk memastikan lagi.


"Tidak ada.." Jawaban yang sama diucapkan oleh Yun Mei.


"Oh... Ya sudahlah jika begitu, kukira aku berbuat salah.." Tang Lian berkata dan melanjutkan perjalanannya.


'Hmph!.. Pria ini benar-benar tidak peka!'. Yun Mei membatin kesal kemudian dia tiba-tiba menjatuhkan dirinya ketanah sambil memegang kakinya.


"Aduh... Kakiku terkilir..." Yun Mei berkata dan memegang pergelangan kakinya.


Melihat itu kemudian Tang Lian menghentikan langkahnya dan berpikir 'Aku baru tau jika seorang dewi juga bisa terkilir?'. Tang Lian membatin seakan tidak percaya.


'Ah, sudahlah itu tidak penting'. Tang Lian membatin lagi kemudian dia menghampiri Yun Mei dan membantunya berdiri.


Untuk sesaat Yun Mei tersenyum senang sebelum akhirnya dia kembali menggerutu lagi.


"Lao Hu, kami ingin beristirahat di punggungmu.." Tang Lian berkata setelah dia membantu Yun Mei berdiri.


"Baik tuan.." Lao Hu menjawab kemudian mengubah tubuhnya menjadi setinggi lima meter.


(Sekedar info, Lao Hu, Wang Long dan Zhao Yu akan selalu mengikuti Tang Lian kemanapun itu, mereka bertiga tidak akan membiarkan Tang Lian tanpa perlindungan meskipun dialam rendah ini tidak ada yang bisa mengancam nyawanya.)


Setelah itu Tang Lian kemudian menggendong Yun Mei dan menaiki punggung Lao Hu. Disisi Yun Mei bukannya senang dan justru kembali kesal lalu turun lagi dari punggung Lao Hu seraya menggerutu sendiri


'Istriku ini.... Apa yang dia inginkan sebenarnya?.' Tang Lian membatin bingung.


"...."


Yun Mei tidak menjawab dan hanya terdiam.


"Haaahhh... Baiklah kita berjalan saja jika begitu.." Tang Lian berkata dan menghela nafas.


"Tidak mau.." Yun Mei menjawab singkat.


"Mei'er jika menginginkan sesuatu katakan saja, jangan membuatku bingung.." Tang Lian berkata dengan tidak berdaya dan pasrah.


"...."


Yun Mei tidak menjawab dan terdiam lagi.


Melihat itu Tang Lian menjadi semakin bingung dan tidak tau harus melakukan apa lagi. Disisi Wang Long yang melihat itu kemudian merasa kasihan pada tuannya lalu membisikkan sesuatu pada Tang Lian.


"Tuan, dia ingin digendong..".


"Oh.. Ternya itu.." Tang Lian bergumam dan menggelengkan kepalanya kemudian turun juga dari punggung Lao Hu dan menggendong Yun Mei ala tuan putri.


"Nah... Begini lebih baik hihihi..." Yun Mei berkata dengan senang dan mengalungkan tangannya dileher Tang Lian.


'Hufft, dia seperti wanita yang sedang hamil saja... tidak, tunggu dulu... hamil?' Tang Lian membatin tidak percaya.


'Bukankah seorang dewa atau Dewi sangat susah untuk memiliki anak? Ah, lebih baik aku memeriksanya setelah sampai di sekte elang besi'. Tang Lian membatin lagi kemudian melanjutkan langkahnya.


"Hei saudara, bukankah tingkah nyonya muda ini seperti wanita yang sedang hamil?" Lao Hu berbicara melalui telepati dengan Wang Long.


"Itu benar saudara, sepertinya nyonya sedang hamil.." Wang Long membalas perkataan Lao Hu.


"Jadi kita akan memiliki tuan muda yang kecil sebentar lagi? hahaha..." Lao Hu berbicara dan tertawa senang sambil berjalan mengikuti Tang Lian.


Kemudian setelah satu jam Tang Lian dan para bawahannya telah sampai di depan gerbang sekte elang besi yang ternyata disana Jia Li telah menunggu lumayan lama.


"Li'er, kenapa belum tidur?." Tang Lian bertanya dengan Yun Mei yang masih digendongnya.


"Itu... Aku pikir kamu tidak akan kembali lagi kemari.." Jia Li menjawab sambil menunduk dan menatap tanah karena dia malu telah berpikiran yang tidak-tidak.


"Aku tidak akan pergi meninggalkan kamu sendiri dan menjadi janda Li'er.." Tang Lian berkata seraya tersenyum dan mencium kening Jia Li dengan lembut.


"Maaf.." Jia Li meminta maaf karena berpikir yang tidak-tidak.


"Tidak usah dipikirkan, sebaiknya kita beristirahat.." Tang Lian berkata kemudian memimpin jalan menuju kamar mereka.


Sedangkan disisi para bawahan Tang Lian, mereka juga telah berpisah dan kembali kekamar masing-masing. Meskipun Lao Hu dan Wang Long adalah binatang buas namun Jia Kun tetap menyiapkan kamar terpisah untuk mereka atas permintaan Tang Lian.


***BERSAMBUNG***