PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 166 "Siapa Yang Melakukannya?"


Tang Lian yang menyudahi latihannya, kemudian membuka matanya. Dan pada saat yang bersamaan, ia melihat jika tubuhnya sudah dililit oleh tumbuhan merambat.


"Aku sangat lapar, sebaiknya aku kembali terlebih dahulu.." Gumam Tang Lian seraya melepaskan diri dari tumbuhan merambat itu.


Sebelum kembali ke kediamannya, Tang Lian membersihkan diri di air terjun terlebih dahulu. Setelah itu barulah ia berjalan pulang seraya membayangkan rasa masakan para wanitanya.


Disisi Yan Feng, ia sudah diantar oleh murid sebelummya hingga sampai didepan kediamannya.


"Kakak, aku tinggal disini dengan ayah dan ibuku.." Ujar Yan Feng dan menghentikan langkahnya.


Murid itu membelalakkan matanya dan mulutnya terbuka lebar karena besarnya kediaman Yan Feng. Murid itu tidak menyangka jika kediaman Yan Feng sangatlah megah bahkan lebih megah dari pada kediaman pemimpin sekte sendiri.


"Woooaaahh!!.. Yan Feng, kamu beruntung lahir sebagai putra Sang Penghakim. Lihatlah, bahkan rumahmu saja sungguh besar dan mewah!!.." Ujar murid itu yang sedikit iri dan memuji Yan Feng.


"Hehehe .." Yan Feng hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tertawa cengengesan. Ia merasa sedikit malu ketika dipuji oleh murid itu.


"Oh ya Yan Feng, apa kamu akan mengadu pada ayahmu tentang apa yang terjadi barusan?.." Tanya murid itu yang penasaran.


Yan Feng menggelengkan kepalanya dan membuat murid itu sedikit bingung.


"Kenapa?.."


"Mengapa aku harus mengadu? Ini adalah masalahku dan bukan masalah ayahku. Lagi pula aku tidak biasa mengadu-ngadu kepada ayahku, karena aku takut nanti dia marah jika terlalu mengandalkan dirinya.."


Murid itu mengangguk mengerti. Ia merasa kagum dengan pemikiran Yan Feng meskipun dia masihlah anak kecil. Ia memiliki ayah yang sangat kuat dan sangat ditakuti disekte elang besi dan dikota singa api, namun justru ia tidak ingin mengandalkan latar belakangnya untuk menyelesaikan masalahnya.


"Baiklah Yan Feng, itu terserah mu saja. Dan lagi, jika dimasa depan pria botak itu masih mengganggumu maka cari saja aku maka aku pasti akan membantumu.." Ucap murid itu lalu pergi setelahnya.


Yan Feng pun mengangguk lalu kemudian membuka pintu gerbang. Yan Feng perlahan berjalan mendekati pintu rumahnya. Yan Feng mengendap-endap seperti seorang pencuri ketika ingin membuka pintu rumah itu.


Ia menoleh kiri-kanan secara bergantian, dan setelah merasa aman barulah Yan Feng masuk dan menutup pintu lagi dengan perlahan. Yan Feng melakukan itu karena ia tidak ingin ibunya melihat bekas tamparan dipipinya.


Yun Mei yang melihat itu dari lantai dua terkekeh sendiri. Ia pikir Yan Feng tengah memerankan seorang pencuri kali ini. Yun Mei yang ingin mengikuti permainan Yan Feng, lalu ia juga mengendap-endap dan bersembunyi dibalik sebuah tiang besar dan menunggu Yan Feng disana.


Yan Feng yang tidak tau jika Yun Mei sudah bersiap untuk menyergapnya, ia terus mengendap-endap persis seperti seorang pencuri.


"Kena kau pencuri kecil!!.." Teriak Yun Mei dan menangkap Yan Feng.


"Huaaaa!!..." Yan Feng berseru kaget, namun ia segera memalingkan wajahnya.


Yun Mei yang awalnya sangat senang setelah ia menangkap Yan Feng seketika mengerutkan keningnya, karena mau bagaimana pun Yan Feng berusaha menyembunyikan bekas tamparan itu Yun Mei tetap bisa melihatnya dengan jelas.


"Ini... siapa yang melakukannya?." Tanya Yun Mei seraya mengangkat dagu Yan Feng agar ia semakin jelas melihatnya.


Yan Feng terdiam dengan mata yang memerah, karena ia takut akan dimarahi.


"Itu... Itu..."


"Yan Feng! Dari mana saja kau bocah nakal!.." Panggil Jia Li tiba-tiba karena sedari tadi ia mencarinya keseluruh area kediamannya.


"Siapa yang sangat berani menindas mu!?.." Teriak Jia Li tiba-tiba dan raut wajahnya berubah drastis.


Pada saat yang bersamaan, Fei Fei juga datang kesana karena mendengar suara putranya yang berteriak kaget sebelumnya. Ia datang dengan senyuman lebar untuk menyambut putra tercintanya, namun senyuman itu segera tergantikan karena bekas tamparan lima jari diwahnya itu terlihat sangat jelas.


"Feng'er... Siapa yang melukaimu!? Katakan pada ibu! Akan ibu patahkan seluruh tulang-tulangnya!!.." Teriaknya sangat marah.


Melihat ibunya yang sudah sangat marah, Yan Feng lalu berlari dan memeluknya erat. Ia pun lalu mengadu pada semua wanita itu jika ia menabrak orang botak dengan tidak sengaja. Dan karena itulah ia ditampar.


Pada saat Yan Feng tengah bercerita, Long Xia Shi tiba-tiba mendobrak pintu dengan kasar. Semua orang pun mengalihkan pandangannya pada Long Xia Shi yang kini bernafas ngosngosan.


Merasakan tatapan aneh semua orang, Long Xia Shi kemudian berkata, "Kakak Lian telah kembali!!.."


Long Xia Shi berkata dengan sangat semangat dan senang, ia pikir semua wanita itu juga akan senang, tapi justru malah sebaliknya.


"Apa!? Dimana dia sekarang!?.." Tanya Jia Li panik.


Long Xia Shi heran dengan semua orang yang tiba-tiba panik, namun meskipun demikian ia tetap menjawab, "Lima ratus meter lagi mendekati gerbang.."


"Sangat cepat! Cepat sembunyikan Yan Feng!!.." Ucap Jia Li semakin panik.


Sementara itu Yun Mei hanya menggelengkan kepalanya, karena Tang Lian sudah berdiri disamping Long Xia Shi tanpa semua orang sadari.


Sedangkan Fei Fei, ia tidak peduli apapun selain ia sedang menatap putranya yang kena tampar oleh orang asing. Dan Long Xia Shi menatap itu dengan aneh.


"Apakah telah terjadi sesuatu? Kenapa dengan Yan Feng? Mengapa harus disembunyikan dariku?.." Ucap Tang Lian tiba-tiba dan membuyarkan semua orang.


Semua wanita itu kini terdiam kecuali Long Xia Shi. Ia dengan senangnya langsung memeluk Tang Lian dan bergelantungan dilehernya.


"Kakak Lian, apakah latihanmu sudah selesai?.." Tanya Long Xia Shi setelah ia puas memeluk Tang Lian.


"Belum..." Jawab Tang Lian singkat lalu berjalan melewati Long Xia Shi dan mendekat pada Yan Feng.


Pada titik ini Tang Lian sudah sadar jika Yan Feng memiliki bekas lima jari diwahnya, dan itu merah sangat merah dan hampir berdarah.


Long Xia Shi cemberut karena Tang Lian sepertinya kurang memperhatikannya. Namun ia segera sadar apa yang membuat Tang Lian seperti itu.


"Ini... Bekas apa?..." Tanya Tang Lian dengan lembut seraya mengangkat dagu Yan Feng. Ia bertanya bukan karena ia tidak tau, namun ia ingin melihat kejujuran Yan Feng setelah ia mengangkatnya menjadi putranya.


Yan Feng melihat tatapan tajam dari Tang Lian, lalu menjawab dengan takut-takut, "S-seseorang menamparku ayah..."


"Oh? Mengapa dia menamparmu? Apakah kau yang mulai mencari masalah?.." Tang Lian memilih untuk bertanya terlebih dahulu karena juga ia tidak ingin seperti ayahnya yang hanya main pukul sendiri tanpa bertanya apa akar masalahnya.


BERSAMBUNG


Jangan lupa Like, Komen, Dan Votenya Ya!!🙏🙏