PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 61 "Aku Tidak Peduli"


Pada saat ini Tang Lian merasa pantas saja dia terus merasakan aura menjijikkan di dalam kediaman pemimpin kota, ternya itu adalah karena telur cacing iblis disembunyikan.


Telur cacing iblis itu pada awalnya, jika telah menetas maka pemimpin kota akan berencana menanamkannya didalam tubuh para gadis yang telah dia tangkap lalu setelah merasa cukup untuk dipanen maka pemimpin kota akan membunuh gadis yang telah ditanami cacing iblis itu dan meminum darahnya hingga kering.


Para gadis yang telah pemimpin kota sebelumnya bunuh juga telah ditanami cacing iblis. Tujuan dari itu adalah untuk meningkatkan kekuatan dengan cepat tanpa harus berlkutivasi bertahun-tahun lamanya.


Diposisi Tang Lian tentu saja sudah mengetahui itu, karena dari ribuan pengetahuan yang diberikan oleh Yun Zhang hal itu juga termasuk. Dan karena itulah Tang Lian langsung membunuh setiap cacing iblis yang dia jumpai.


Bagi Tang Lian, tidak ada tempat untuk para iblis tinggal di alam manusia baik itu di alam rendah ini ataupun di alam atas. Tang Lian sangat membenci para iblis adalah karena mereka para iblis terlalu berbuat semena-mena terhadap manusia.


(Kembali ke Tang Lian).


"Jika seluruh telur ini sempat menetas dan ditanamkan kepada para gadis itu, mungkin saja dalam waktu satu tahun pemimpin kota sebelumnya akan dapat bertarung sengit dengan Zhao Yu.." Tang Lian berbicara pelan namun dapat didengar oleh semua para bawahannya.


"Wah... Ternyata cukup menakutkan juga.." Zhao Yu menanggapi perkataan Tang Lian dengan santai seolah-olah dia tidak peduli.


Hal itu wajar jika Zhao Yu tidak peduli, karena dia adalah pengikut Tang Lian dan Zhao Yu yakin Tang Lian juga tidak akan membiarkan dirinya hanya terus berada di ranah kaisar emas tingkat menengah.


"Namun walaupun begitu ini tetaplah hanya sebuah sampah dimataku.." Tang Lian berkata seraya menyunggingkan senyumnya kemudian membakar seluruh telur cacing iblis itu hingga menjadi abul.


"Nah, sekarang aura menjijikkan itu sudah hilang.." Tang Lian berkata dan tersenyum puas. Hal itu dikarenakan ini adalah pertama kalinya Tang Lian membasmi bibit iblis.


"Tuan, aku ingin menyampaikan sesuatu yang aku pikir ini penting untuk perjalanan kita selanjutnya.." Lao Hu berkata pada Tang Lian yang sedang tersenyum.


"Katakan saja..." Tang Lian berkata dan berubah menjadi serius.


"Aku rasa jika kota kecil di kekaisaran sebesar ini telah disusupi oleh para iblis maka aku khawatir bahwa kerajaan-kerajaan kecil yang lainnya sudah dikuasai.." Lao Hu mengatakan yang menurutnya ini penting.


"Iya, kau benar Lao Hu... awalnya aku juga berpikiran seperti itu.." Tang Lian membenarkan perkataan Lao Hu.


"Berarti bisa dikatakan bahwa alam rendah ini sedang dalam bahaya besar.." Wang Long juga berpendapat.


"Bisa dikatakan seperti itu, namun ini masihlah tebakan kita saja, aku harap tebakan kita salah karena jika itu benar maka ini akan sangat merepotkan.." Tahg Lian berkata dan menghela nafas panjang.


"Aku harap juga begitu tuan, namun tebakanku tidak pernah salah.." Lao Hu berkata dan berharap apa yang mereka tebak kali ini adalah salah.


"Ah... Sudahlah, apapun itu kita akan mengetahuinya dikemudian hari, kita hanya perlu memulai semuanya dari awal.." Tang Lian berkata dan menggelengkan kepalanya. Karena jika hanya menebak-nebak tidak jelas seperti itu terlalu merepotkan.


"Yang tuan katakan itu benar, kita hanya perlu memulainya dari awal.." Lao Hu menjawab dan membenarkan perkataan Tang Lian.


Sedangkan disisi Zhao Yu dia hanya terdiam seolah-olah tidak peduli, namun sebenarnya Zhao Yu juga berpikiran sama. Zhao Yu adalah pemuda yang dingin dan jarang berbicara, dia hanya akan berbicara jika ada seseorang yang membuatnya kesal contohnya seperti seseorang sedang merendahkan Tang Lian terkecuali jika Tang Lian yang mengajaknya berbicara.


Pada saat Tang Lian dan para bawahannya berjalan dan lewat dari depan para singa api sebelumnya, para singa api itu sekarang terlihat menundukkan kepalanya ketanah dan tidak berani menatap langsung ke mata Tang Lian, itu dikarenakan singa api yang sebelumnya berbicara dengan Tang Lian telah mengatakan apa yang dia ketahui tentang Tang Lian.


Setelah lima belas menit berjalan akhirnya Tang Lian telah keluar dari penjara bawah tanah dan dia sedang ditunggu oleh seorang wanita cantik dengan gunung kembar yang besar berdiri dihadapan pintu masuk penjara bawah tanah itu.


"Gege... aku merindukanmu!!." Gadis itu berkata dan memeluk Tang Lian dengan erat ketika dia melihat Tang Lian keluar.


"Li'er, kita baru saja bertemu dan hanya berpisah sekitar satu jam dan kamu begitu merindukanku?." Tang Lian berkata dan menggoda Jia Li yang sedang memeluknya.


"Itu...Itu salahmu.." Jia Li berkata dengan pipinya yang memerah karena malu.


"Ha? Mengapa tiba-tiba aku yang bersalah?." Tang Lian berkata seolah-olah dia bingung.


"Ka... Kamu menciumku duluan.." Jia Li berbicara sambil terus menahan rasa malunya, namun walaupun begitu Jia Li juga merasa bahagia. Jia Li merasa bahagia itu dikarenakan Tang Lian sangat tampan dan baik menurutnya, terlebih lagi Tang Lian yang menolongnya.


"Lalu apakah kamu yang ingin menciumku duluan?." Tang Lian berkata dan terus menggoda Jia Li.


"Ha? It...itu terlalu memalukan, disini terlalu ramai orang.." Jia Li menjawab dan semakin malu hingga dia ingin bersembunyi di lubang yang kecil.


"Sebelumnya juga ramai orang ketika aku menciummu, terlebih lagi saat itu ada istri...." Tang Lian ingin mengatakan istriku tetapi dia baru sadar jika dia telah menikah. Dan seketika Tang Lian sadar dan melihat kearah Yun Mei yang sedari tadi hanya diam.


Dan pada saat itu juga Tang Lian berpikir bagaimana dia bisa bermesraan dengan wanita lain didepan istrinya terlebih lagi mereka berciuman dan Tang Lian merasa tamatlah sudah riwayatnya kali ini.


"Mengapa menatapku seperti itu?." Yun Mei bertanya dengan bingung karena Tang Lian menatapnya seperti sedang menatap Dewi kematian.


"Apakah kamu tidak marah padaku?." Tang Lian bertanya.


"Marah? Memangnya kamu berbuat salah apa?." Yun Mei bertanya dengan bingung.


"It...itu...aku mencium wanita lain didepanmu.." Tang Lian berkata dan tergagap.


"Jika hanya itu, aku tidak peduli suamiku, bahkan jika kamu memiliki ratusan istri juga aku tidak peduli. Bagiku bisa berjalan disisimu setiap waktu sebagai istri pertamamu adalah kebahagiaan yang tiada tara untukku.." Yun Mei berbicara dan menjelaskan bahwa dia memang benar-benar tidak peduli terlebih lagi Yun Mei lah yang pertama merasakan tongkat kera sakti yang besar milik Tang Lian.


"Apakah itu benar?." Tang Lian bertanya dan memastikan lagi.


"Apakah aku terlihat sedang berbohong?." Yun Mei berkata sambil tersenyum dan mencium lembut pipi Tang Lian.


***BERSAMBUNG***