PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 208 "Memperebutkan"


Fei Fei langsung menutup mulut Yan Feng, perkataan Yan Feng barusan takutnya akan menyinggung naga betina itu.


"Sssttt!! Jangan omong kosong!.." Ucap Fei Fei memarahi putranya yang masih ia gendong.


Melihat ibunya yang marah, Yan Feng pun mengangguk dengan wajah cemberut.


Sementara Wang Long, ia menatap Yan Feng dengan tajam.


"Bocah kecil! Coba apa katamu tadi?.." Tanya nya seraya berjalan kearah Yan Feng.


Tapi Yan Feng terlihat tidak takut, menurutnya wajah Wang Long yang sedang kesal itu terlihat lucu. Yan Feng tertawa lucu.


Wang Long semakin kesal, kini ia telah berdiri tepat dihadapan Yan Feng. Tapi Yan Feng tetap tidak peduli, ia hanya terus tertawa lepas.


Fei Fei yang melihat itu, menepuk dahinya tidak berdaya. Sementara para wanita lainnya, sedang berusaha menahan tawa. Tawa Yan Feng itu, membuat mereka ingin tertawa juga.


Tepat ketika Wang Long ingin meraih Yan Feng, tiba-tiba suara Tang Lian menghentikannya.


"Wang Long, aku punya tugas untukmu..."


Seketika pandangan semua orang beralih ke arah sumber suara. Begitu mereka melihat rupa Tang Lian sekarang, mereka tertegun dan terpana, astaga! Betapa Tampannya!. Pikir para wanita itu. Jantung nya seakan-akan berlomba-lomba untuk berdetak.


"Ibu, kenapa orang itu mirip dengan ayah?.." Tanya Yan Feng dan menyadarkan semuanya dari lamunannya.


Yan Feng bingung, ayahnya sebelumnya tidak berwarna biru dan kulitnya tidak secerah itu. Tapi wajahnya kok mirip ayahnya ya?


"I-itu memang ayahmu!." Jawab Fei Fei gelagapan. Kenapa rasanya ia tidak bisa berhenti memandang wajah tampan itu?


"Hah? Apa ibu mau selingkuh? Meskipun ayah tidak setampan itu, tapi dia tetap yang terbaik.." Ucap Yan Feng lagi. Ia kira ibunya akan selingkuh.


Ketika Fei Fei ingin menjawab, Tang Lian lebih dulu berbicara.


"Bocah tengik! Apa yang kau katakan? Apa sekarang kau tidak menganggapku ayah lagi ha?.." Tanya Tang Lian dan mengambil Yan Feng dari gendongan Fei Fei menggunakan Qi yang tampak seperti benang.


"Lepaskan! Jangan mengaku-ngaku, ayahku sangat kuat! Jika dia tau kau merebut ibu darinya kau pasti mati!.." Ucap Yan Feng berontak dan mengancam.


Mendengar itu, Tang Lian merasa haru. Ternyata selama ini Yan Feng selalu mengaguminya. Memikirkan itu Tang Lian tersenyum tipis.


"Oh? Sebelumnya ketika aku berlatih di gua, kau melempariku dengan batu-batu kecil, mengejekku lalu tidur di pangkuanku. Dan sekarang kau tidak mengakui aku lagi? Baiklah, kalau begitu aku ganti saja harta karun-"


Mulut Tang Lian tiba-tiba di tutup oleh tangan kecil Yan Feng. Ia tidak mau Tang Lian sampai menyelesaikan kata-katanya. Yan Feng sudah percaya ketika menyebutkan waktu mereka di Gua, saat itu hanya ada mereka berdua, jadi tidak mungkin ada orang lain yang tahu itu.


"Jangan katakan lagi, aku percaya..." Ucap Yan Feng lalu memeluknya.


Tang Lian tersenyum dan mengelus rambut Yan Feng seraya berkata, "Bocah tengik yang pintar..."


Setelah itu, Tang Lian mengangkat Yan Feng ke gendongannya, lalu berkata kembali pada Wang Long.


"Kembalikan cincin itu pada ayahku, aku tidak membutuhkannya lagi..." Ucapnya seraya melayangkan cincin ayahnya dengan benang Qi.


Ia berniat untuk mendapatkan apa yang dia inginkan dengan usahanya sendiri. Didalam hatinya, Tang Lian memang sudah memaafkan Tang Lin. Kata-kata Tang Lin sebelum nya adalah hal yang paling ditunggu oleh Tang Lian selama ini, namun sudah terlambat karena ia sudah mengambil keputusan.


Ia ingin membuktikan, tanpa bantuan dari ayahnya sekalipun dia pasti akan bisa menjadi yang terkuat, lihat saja nanti, Tang Lian berjanji akan membuat Lao Hu menyesal karena telah memandang rendah dirinya.


Wang Long yang sudah mengerti itu, mengangguk dan menerima cincin itu.


"Baiklah, aku akan ke alam atas. Tapi kita harus tetap ke istana, karena hanya disana ada portal menuju alam atas.." Jawab Wang Long.


"Baiklah, kita lanjutkan perjalanan... Ah.... Sial! Aku kelelahan!.." Proses kebangkitan garis darahnya, itu tentu saja melelahkan.


Tang Lian menurunkan Yan Feng dari gendongannya dan ingin duduk untuk melepaskan keletihannya. Tapi semua kekasih dan istrinya langsung berebut untuk membantu.


"Biarkan aku membantumu..."


"Tidak! biarkan aku saja, aku bisa menggendongmu.."


Para wanita itu mengerumuni Tang Lian dan saling tarik menarik. Masing-masing dari mereka ingin memonopoli ketampanan Tang Lian seorang diri saat ini.


"Ck! Jia Li, kau sudah memonopoli kekasihku dari pagi! Kali ini giliranku!.." Ujar Long Xia Shi kesal.


"Apa-apaan? Dia suamiku! tentu saja aku berhak! Lagi pula dia sedang terluka tadi, jadi sudah sewajarnya aku sebagai istri membantunya!.." Meskipun Long Xia Shi adalah seorang putri dari kaisar Long Tian, tapi Jia Li tidak akan mau kalah jika terkait dengan suami tampannya itu.


"Tidak! Kali ini seharusnya giliran ku!.." Ucap Wu Sue menarik Tang Lian ke sisinya.


"Kentutmu bau belerang! Sekarang giliran ku!.." Liu Mingyan tidak mau kalah juga menarik Tang Lian kesana kemari.


"Pantatmu berkurap! Dia ayah putraku! sekarang giliranku!.." Bahkan Fei Fei yang biasnya pendiam dan pemalu, kini ikut ikutan berebut.


Yan Feng hanya menatap ayahnya yang tidak berdaya ditarik kesana kemari, kepalanya terlihat seperti sedang di geleng-geleng dan tangan kecilnya memegang dagunya.


Sementara Zhao Yu dan Wu Min, mereka tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Mereka hanya bisa menatap Tang Lian seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Tang Lian ingin berontak, tapi ia tidak memiliki tenaga, ia terlalu lelah. Jadi dia hanya bisa pasrah saja dan membiarkan apapun yang ingin para wanita itu lakukan.


Sementara Yun Mei, sebenarnya dia ingin ikutan karena kelihatannya seru, apa lagi ketika mendengar Fei Fei menyebut Liu Mingyan dengan pantat berkurap, itu membuatnya semakin ingin ikut-ikutan.


Tapi karena usia kandungannya yang rentan, ia kemudian mengurungkan niatnya. Ia tidak mau hanya demi keseruan semata akan mengorbankan anak pertamanya dengan Tang Lian. Bisa-bisa Tang Lian akan menceraikannya nanti jika itu terjadi.


Berbeda dengan Wang Long yang sudah kesal melihat perilaku semua wanita itu. Saling tarik menarik terus menerus, para wanita itu berebut untuk memonopoli Tang Lian, dan akhirnya membuat Wang Long benar-benar kesal.


"Kalian semua! Berhenti!!!.." Teriak Wang Long sangat keras, sampai-sampai membuat telinga semua orang berdengung.


Para wanita itu pun lantas menghentikan aksinya dan menutup telinga masing-masing.


"Kalian semua menyingkir!.." Ujar Wang Long dengan masih kesal, ia mendorong satu persatu wanita itu menjauh lalu membopong Tang Lian pergi.


"Ketampanannya tidak akan habis, dan untuk apa kalian berebut? Dasar sekelompok wanita yang berkentut bau!.." Dengus Wang Long sekali lagi.