PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 35 "Tulang Kaisar Semesta"


Kini sekarang semua orang terdiam melongo karena melihat Tang Lian menerobos sampai tahap saint, mereka ingin berbicara tetapi tidak tahu harus berkata apa, belum sampai disitu keterkejutan semua orang kembali lagi menjatuhkan rahang mereka ketika dari tubuh Tang Lian keluar seekor harimau dan naga yang melilit ditubuhnya.


Harimau itu adalah harimau putih yang sebelumnya disegel didalam perut Tang Lian bersama naga emas yang legendaris. Ketika harimau dan naga itu keluar, kedua naga itu langsung mendekati Tang Lin bersujud didepannya.


"Salam yang mulia ..." Harimau putih dan naga emas memberikan salam kepada Tang Lin dengan menundukan kepalanya.


"Salam kalian aku terima, namun untuk kedepannya tuan kalian selanjutnya adalah putraku..." Tang Lin berkata dengan nada tegas sambil membentuk segel tangan untuk mengakhiri formasi yang telah terbentuk sebelumnya.


"Kami mengerti yang mulia..." Harimau putih dan naga emas itu menjawab dengan hormat, kemudian berjalan kearah Tang Lian yang sudah bangun dari duduknya dan terdiam bengong.


Tang Lian tediam karena tidak bisa mencerna apa yang sedang terjadi disana, pada saat Tang Lian masih terdiam dia disadarkan oleh dua hewan didepannya yang tiba-tiba membungkuk.


"Lao Hu memberi hormat kepada tuan..."


"Wang Long memberi hormat kepada tuan..." Harimau putih dan naga emas itu berkata dan membungkuk secara bersamaan didepan Tang Lian.


"Ah...ya...anu... bagaimana kalian bisa keluar dari tubuhku?" Tang Lian tersadar dan bertanya secara gagap karena dia masih bingung.


"Kami rasa yang mulia lah yang berhak untuk menjelaskan tuan..." Lao Hu berkata demikian dan di ikuti oleh anggukan Wang Long.


Sebenarnya bukannya Lao Hu tidak ingin menjelaskan, namun jika dia yang menjelaskan maka akan terkesan seperti tidak menghormati ayah Tang Lian, jika Tang Lin saja tidak menjelaskan maka apa hak mereka untuk berbicara, sedangkan mereka berdua hanyalah hewan peliharaan.


"Nak, ayah akan menjelaskan semuanya..." Tang Lin berkata demikian dan kemudian mulai menjelaskan tentang kedua hewan itu dan penyebab dia tidak bisa meningkatkan kultivasinya sebelumnya.


Tang Lin menjelaskan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi, hanya tentang dirinya seorang dewa saja lah yang tidak dijelaskan oleh Tang Lin dan masalah dia yang datang ke alam bawah sadar Tang Lian sebelumnya.


Tang Lin belum mengatakan siapa dia sebenarnya karena dia merasa Tang Lian belum waktunya untuk mengetahui. Bahkan ketiga putrinya saja tidak tahu siapa itu Tang Lin sebenarnya. Tang Lian dan ketiga kakaknya hanya tau ayahnya adalah seorang kaisar dan sekaligus penguasa seluruh alam atas.


(Kembali ke laptop).


Setelah Tang Lin menjelaskan semuanya, akhirnya Tang Lian pun paham dan menyadari, bahwa karena segel itu menyerap semua energi langit dan bumi yang dikumpulkan oleh Tang Lian sehingga kultivasinya tertahan.


Namun yang masih membuat Tang Lian bingung adalah tujuan sebenarnya dari ayahnya, mengapa ayahnya melakukan itu, sebab karena itu juga adalah akar dari semua penderitaan Tang Lian.


"Ayah, aku masih tidak paham mengapa ayah melakukan itu padaku? Apakah ayah tidak sadar bahwa secara tidak langsung ayah telah membuat aku menderita?" Tang Lian bertanya dengan penasaran dan tetap berfikir positif bahwa ayahnya pasti memiliki memiliki maksud tertentu.


"Nak, ayah melakukan itu karena kamu terlahir dengan tulang kaisar semesta.."


"Apa artinya itu ayah? Aku tidak paham sama sekali.." Pernyataan Tang Lin membuat Tang Lian semakin bingung.


"Nak, tulang kaisar semesta adalah tulang fisik bawaan yang sangat langka, tulang itu hanya akan telahir satu juta tahun sekali, dengan tulang itu memang akan sangat membantu dalam kultivasi jika kamu beruntung.


Artinya adalah tulang kaisar semesta itu juga dapat membahayakan nyawa, tulang kaisar semesta itu akan terus menyerap aura langit dan bumi walaupun kamu sedang tidur, dia menyerap dengan sendirinya tanpa harus kamu perintahkan untuk menyerap.


Karena kamu masih dibawah umur enam belas tahun sebelumnya maka tulang kaisar semesta itu akan menghancurkan perlahan-lahan tubuhmu, mulai dari dantian, lautan spritual, hingga urat-urat syaraf.


Jadi satu-satunya cara adalah menyegel kultuvasimu sampai kamu akan sampai diusia enam belas tahun baru bisa dibuka, dan mengapa ayah juga ikut menyegel Lao Hu dan Wang Long adalah untuk menjaga segel itu tetap aman, serta menjagamu dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kamu mencoba untuk bunuh diri karena frustasi dan putus asa."


"Kamu terlalu lama menjelaskan suamiku, lihat kamu membuat dia mengantuk..." Ling Yuan berkata untuk memarahi Tang Lin dan akhirnya Tang Lin berhenti menjelaskan dan mendesah tidak berdaya karena Ling Yuan memarahinya.


Berbeda dengan semua orang disana terdiam melongo dengan tatapan mata melebar dan mulut ternganga seakan tidak percaya akan semua penjelasan Tang Lin.


"Baiklah, kalian lanjutkan saja pestanya, aku akan membawa putraku untuk beristirahat" Ling Yuan berkata sembari berdiri perlahan dan menggendong Tang Lian didepannya kemudian membawanya ke kamarnya.


"Ibu mertua, aku ikut...." Yun Mei berteriak kemudian mengikuti dari belakang.


Singkat cerita pesta ulang tahun telah selesai dan semua orang juga telah kembali kerumahnya masing-masing, sedangkan Long Xia Shi yang terdiam didalam kamarnya memegang sebuah kotak kado yang ingin dia serahkan kepada Tang Lian tetapi tidak jadi karena takut akan Yun Mei marah padanya, karena bisa saja dia disangka-sangka mencoba mendekati Tang Lian.


Sekarang Long Xia Shi hanya bisa meneteskan air matanya membasahi kotak kado itu, fakta bahwa Tang Lian telah menikah sudah cukup untuk membuat hatinya hancur ditambah lagi Long Xia Shi masih berfikir bahwa Tang Lian hampir mati adalah gara-gara dirinya.


Long Xia Shi juga masih sering mengingat perkataan Tang Lian ketika di akademi kekaisaran bahwa Tang Lian berkata dia akan selalu berada disampingnya, mencintainya dan menjaganya sampai akhir hidupnya, namun sekarang Long Xia Shi hanya bisa menatap Tang Lian dari kejauhan serta memperhatikan kebahagiaan sepasang suami istri itu diatas penderitaannya.


Singkat cerita pagi hari telah tiba dan Tang Lian telah terbangun dan melihat Yun Mei yang masih tertidur sambil memeluknya, melihat itu Tang Lian kemudian mencium bibirnya dan membuat Yun Mei terbangun.


Setelah itu mereka berdua memutuskan untuk mandi bersama lalu kemudian aktivitas memacu kuda terjadi didalam kamar mandi sampai setengah jam dan akhirnya mereka keluar dan mencari Tang Lin di taman istana.


Dan benar saja Tang Lin sedang berada di taman istana bersama Ling Yuan sambil menikmati secangkir teh, Tang Lian yang melihat itu langsung saja mendekat.


"Selamat pagi ayah, ibu.."


"Selamat pagi ayah mertua, dan ibu mertua.."


"Selamat pagi juga Lian'er dan Mei'er.." Tang Lin dan Ling Yuan berkata serempak.


"Ada apakah gerangan nak?" Tang Lin bertanya kepada Tang Lian.


"Begini ayah, orang-orang yang ingin membunuhku sebelumnya belum ayah bunuhkan?"


"Tentu saja belum, apakah kamu ingin balas dendam sekarang?"


"Iya ayah, aku ingin berolahraga setelah sekian lama aku menderita karena mereka akhirnya aku bisa membalasnya sekarang..." Tang Lian berkata dengan penuh rasa dendam dan benci yang mendalam.


"Baiklah, maka kita harus menjumpai Long Tian terlebih dahulu..." Tang Lin berkata sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan didepan mendangi Long Tian kemudian diikuti oleh Tang Lian dan Yun Mei dibelakangnya.


***BERSAMBUNG***


Halo para pembaca yang Budiman, terimakasih telah mampir di novel ini jangan lupa klik tombol like dan terus dukung author juga dengan kasi vote novel author terima kasih.....


tunggu ada yang bilang hadiah? Author mau dong 😁


**********SAMPAI JUMPA***************