
"Namaku Yun Mei, aku adalah putrinya Yun Zhang, aku menikah dengan Lian gege ketika dialam pemilihan reankarnasi atau tidak ibu mertua..." Yun Mei menjawab sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
Mendengar jawaban dari Yun Mei membuat Ling Yuan membelalakkan matanya karena terkejut, Ling Yuan ingin berkata lagi tapi tidak tahu harus berkata apa.
Sekarang yang ada didalam pikiran Ling Yuan adalah bagaimana suaminya tidak menceritakan tentang Yun Mei sebelumnya dan itu membuat Ling Yuan kesal.
"Suamiku, bisakah kamu menjelaskan apa maksudnya ini?" Ling Yuan bertanya pada Tang Lin dengan tersenyum lembut, tetapi Tang Lin dapat mengetahui jika Ling Yuan sedang kesal.
"Ehehehe....anu...itu...emm...aku pikir jika lebih baik menantu kita sendiri yang menceritakannya tadi..." Tang Lin menjawab sambil tertawa cengengesan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Jadi apa yang dikatakan oleh Mei'er itu semuanya benar?" Ling Yuan kembali bertanya pada Tang Lin untuk memastikannya.
"Ya, itu benar istriku..."
Ling Yuan yang mendengar Tang Lin mengakui itu membuatnya semakin kesal, Ling Yuan ingin menarik telinga Tang Lin sekarang, tetapi setelah Ling Yuan memikirkan apa yang dilakukan Tang Lin itu juga tidak ada salahnya kemudian hanya bisa menghela nafas.
"Baiklah tidak apa-apa, tetapi aku akan tetap menghukummu suamiku.."
"Hah? kamu mengatakan tidak apa-apa tetapi menghukumku juga, apa-apaan ini?" Tang Lin berkata dengan tidak setuju.
"Hmph...aku tadi mengatakan tidak boleh melewatkan satu cerita pun tetapi kamu melewatkannya jadi harus dihukum..." Ling Yuan berkata sambil membuang muka.
Tang Lin yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas panjang dan kembali bertanya.
"Jadi hukuman seperti apa?"
"Tidak ada jatah malam ini..."
"Haaaah!!? Hanya karena perkara kecil ini?" Tang Lin bertanya sambil terkejut.
"Ya..."
"Ini tidak adil!!"
"Aku tidak peduli, makanya lain kali harus mengatakan semuanya..." Ling Yuan berkata seolah-olah dia tidak peduli tetapi didalam hatinya sudah tertawa terbahak-bahak.
Mendengar Ling Yuan berkata seperti itu kemudian Tang Lin memutar otaknya untuk mencari akal.
"Ehehehe....kamu benar istriku yang cantik, aku salah dan aku tidak akan mengulanginya lagi" Tang Lin berkata sambil tertawa cengengesan.
"Bagus..."
"Jadi apakah hukumanku akan dikurangi?" Tang Lin bertanya dengan penuh harap.
"Tidak..."
"Tapi istriku, itu bisa melukai harga diriku sebagai penguasa..." Tang Lin tetap berusaha memutar otaknya untuk mencari alasan.
"Tapi tidak ada yang mendengarnya..." Ling Yuan tetap bersikukuh untuk memberikan hukuman pada suaminya.
"Ta...tapi menantu kita mendengarnya" Tang Lin berkata dengan malu karena baru sadar jika ada menantunya disana.
Seolah-olah tersadar juga Ling Yuan pun akhirnya merasa sangat malu sekarang, karena bagai mana bisa mereka dengan santainya membahas hal itu sedangkan ada Yun Mei disana.
"Ak...aku tidak mendengar apapun ibu mertua, baik itu tentang ibu mertua memberikan hukuman tidak ada jatah malam ini pada ayah mertua..." Yun Mei berkata dengan gagap sambil menutup kedua telinganya dengan jari telunjuknya.
Melihat itu Tang Lin dan Ling Yuan bukannya merasa lega malah bertambah malu, karena dapat diketahui bahwa Yun Mei mendengar semua dengan jelas.
"Li...lihat, menantu kita mendengarnya..." Ling Yuan berkata dengan gagap sambil berusaha menutupi rasa malunya.
"Ah!! Aku baru ingat jika aku ada urusan dengan jendral Tang Shuan..."Karena merasa sangat malu, Tang Lin akhirnya memilih untuk kabur dari sana.
Setelah Tang Lin kabur dengan cepat seperti angin lewat ruangan itu akhirnya senyap untuk sesaat sampai pada akhirnya Yun Mei membuka lagi pembicaraan.
"A...anu...ibu mertua, apakah sudah tidak ada lagi yang ingin ibu mertua tanyakan?" Yun Mei bertanya dengan canggung, karena ini juga baru pertama kalinya dia berjumpa dan berbicara dengan mertuanya.
"Ah...iya tentu saja ada"
"Tanyakan saja ibu mertua, aku akan menjawab semuanya"
"Apa yang membuatmu mencintai putraku dan memilih untuk menikah dengannya? Sedangkan kamu adalah putri dari seorang pemimpin para dewa..."
Mendengar pertanyaan Ling Yuan membuat Yun Mei kembali terkejut karena bagaima bisa Ling Yuan juga mengetahui bahwa ayahnya adalah pemimpin para dewa, tetapi Yun Mei mengesampingkan hal itu dan memilih untuk bertanya nanti.
Bahkan ayahku sempat berkata bahwa masih banyak manusia lain yang bisa aku perhatikan selain dia, tetapi aku mengatakan aku tidak tertarik, hingga sekarang setelah kami menikah aku tidak ingin jauh apalagi berpisah darinya bahkan jika maut menantang, dan aku yakin dengan apa yang aku rasakan bahwa aku memang benar-benar mencintainya.."
"Oh? Benarkah? Kamu tidak mencintainya hanya karena tau siapa kami kan?"
"Apa maksudnya ibu mertua?" Yun Mei bertanya dengan bingung.
"Hm? Apakah ayahmu tidak menceritakan apa-apa tentang kami?" Bukannya menjawab Ling Yuan malah bertanya kembali karena menurutnya ini aneh, mengapa Yun Zhang tidak mengatakan apa-apa tentang mereka.
"Ayah hanya pernah menceritakan tentang sepasang pria dan wanita yang membantu alam para dewa dari invasi dari dewa iblis, kemudian mereka berdua diangkat menjadi pemimpin para dewa setelah berhasil menyegel dewa iblis itu, hingga pada akhirnya mereka menyerahkan Tahta pada ayah kemudian menghilang tanpa jejak..." Yun Mei bercerita tentang apa yang pernah ayahnya ceritakan padanya dulu.
"Jika ayahmu menceritakan itu pasti kamu juga pernah mendengar ini didalam ceritanya..." Ling Yuan berkata sambil menggerakkan tangannya kemudian dari tangannya keluarlah sebuah rantai berwarna emas mengelilingi mereka berdua.
"Ra...rantai emas ilahi!!! i...itu adalah anda, tidak mungkin kalian adalah SANG PENGUASA yang diceritakan ayahku..." Yun Mei berkata seakan-akan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Bagaimana itu tidak mungkin sedangkan buktinya ada didepanmu sekarang..." Ling Yuan berkata sambil terus menggerakkan rantai emas yang ada ditangannya untuk meyakinkan Yun Mei.
Melihat itu langsung saja Yun Mei bersujud tanpa pikir panjang dan meminta maaf.
"Ma...maafkan aku yang mulia, aku begitu lancang mencintai putra anda, bahkan sampai kami telah menikah, aku...aku akan meminta putra anda untuk menceraikanku sekarang..." Yun Mei berkata sambil bersujud meminta maaf karena merasa bersalah telah lancang mencintai Tang Lian.
"Memangnya apa yang salah dengan itu? Kamu mencintai putraku, begitu juga sebaliknya..."
"Aku tidak pantas yang mulia..." Yun Mei berkata sambil terus bersujud.
"Jangan membuatku kecewa Mei'er...aku tidak pernah mengatakan bahwa aku tidak setuju dengan pernikahan kalian..."
"Tapi yang mulia..."
"Putraku akan marah padaku jika melihat kamu bersujud didepanku, sekarang bangunlah...tidak ada tapi-tapian lagi, dan juga panggil aku ibu mertua seperti sebelumnya..." Ling Yuan berkata sambil mengangkat perlahan tubuh Yun Mei yang sedang bersujud.
"Baik ibu mertua.... terima kasih telah merestui kami ibu mertua, terima kasih..." Yun Mei berkata dengan meneteskan air mata kebahagiaan dan memeluk Ling Yuan.
"Baiklah, kamu boleh kembali kekamar suamimu sekarang, aku juga sudah tidak punya pertanyaan lagi..." Ling Yuan berkata sambil melepaskan pelukannya dan mengelap air mata Yun Mei dengan lembut.
"Baik ibu mertua" Yun Mei menjawab dengan sangat senang karena telah mendapatkan restu.
"Tapi ingat Mei'er, kamu tidak boleh mengatakan siapa kami pada putraku paham?"
"Tapi mengapa ibu mertua?" Yun Mei bertanya dengan bingung.
"Hanya belum waktunya saja, suatu saat nanti kami akan menceritakan sendiri padanya"
"baiklah ibu mertua, aku janji tidak akan mengatakan apapun pada Lian gege"
"Anak pintar, sekarang kembali lah..."
"Baik ibu mertua"
Setelah itu Yun Mei pun perlahan pergi dari kamar Ling Yuan dan kembali kekamar Tang Lian.
("*Author: Hallo semuanya, jika kalian bingung dengan alur ceritanya maka author akan menceritakan sedikit, alurnya ini tidak seperti alur cerita novel yang kebanyakan, yang merupakan dari awal lemah hingga bertemu keberuntungan dan membuatnya menjadi kuat tapi kuatnya hanya setengah-setengah saja.
Di novel ini Tang Lian hanya akan berjumpa dengan keberuntungan dua kali saja dan itu akan membuatnya langsung berdiri dipuncak kultivasi dan menjadi yang terkuat.
Lalu tujuan Tang Lian hanyalah untuk menjadi penghakim bagi orang-orang yang menurutnya pantas dihakimi dan membantai para iblis yang ada di dunia manusia.
Kemudian tentang Tang Lin dan Ling Yuan, mereka adalah manusia biasa yang berhasil menjadi dewa setelah perjuangannya yang keras, masa lalu Tang Lin bahkan jauh lebih suram dari pada Tang Lian sendiri.
Dan karena masa lalunya yang sangat suram juga lah yang membuatnya begitu mencintai putranya dan tidak ingin putranya merasakan hal yang sama dengannya.
Saya akan membuatkan novel baru tentang bagaimana perjuangan Tang Lin menjadi dewa, novel khusus untuk Tang Lin akan saya buatkan ketika novel ini sudah setengah jalan, itu sekitar satu bulan lagi lah dan itu pasti.
Atau jika saya punya waktu dua Minggu lagi akan saya buatkan*.")
***BERSAMBUNG***
Halo para pembaca yang Budiman, terimakasih telah mampir di novel ini jangan lupa klik tombol like dan terus dukung author juga dengan kasi vote novel author terima kasih.....
tunggu ada yang bilang hadiah?Author mau dong 😁
**********SAMPAI JUMPA************