
"Baiklah kita akan kembali kegoa.." Tang Lian berkata kemudian berdiri dengan perlahan kemudian diikuti oleh Yun Mei dan Zhao Yu.
Karena Tang Lian sekarang berada di wilayah dalam hutan merah dan goa tempat mereka tinggal adalah goa paman monyetnya sebelumnya yang berada di wilayah tengah hutan merah maka mereka harus berjalan cukup jauh, sekiranya lima jam barulah sampai disana.
"Lao Hu, kami akan beristirahat diatas punggungmu..." Tang Lian berkata demikian karena merasa lelah.
"Aku paham tuan..." Lao Hu menjawab kemudian mengubah tubuhnya menjadi sangat besar dan tingginya adalah sepuluh meter, dan itu adalah ukuran aslinya tubuh Lao Hu.
Setelah itu Tang Lian dan Yun Mei pun naik keatas punggung Lao Hu dengan posisi Yun Mei didepannya. Sedangkan Zhao Yu merasa tidak enak untuk mengikuti Tang Lian naik keatas punggung Lao Hu jadi dia hanya diam sambil menunggu Lao Hu mulai berjalan.
"Zhao Yu mengapa kamu diam saja? Ayo cepat naik!" Tang Lian yang melihat itu akhirnya memilih untuk berbicara dan memaksa Zhao Yu untuk naik.
"Tapi tuan..." Sebelum Zhao Yu menyelesaikan kata-katanya, Wang Long tiba-tiba saja memanjangkan ekornya kemudian menarik Zhao Yu naik keatas.
"Tuan dan kita semua tahu jika kau juga lelah, jadi jangan membantah tuan kita" Wang Long berkata setelah dia mengangkat Zhao Yu naik.
Zhao Yu yang mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa pasrah dan diam walaupun dia merasa tidak pantas. Kemudian Tang Lian yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Lao Hu, ayo kita berangkat." Tang Lian memberikan perintah sambil menepuk-nepuk lembut kepala Lao Hu.
"Baik tuan..." Setelah Lao Hu berkata demikian dia pun kemudian mulai berjalan dengan perlahan. Walaupun harimau putih itu melangkah secara perlahan tapi setiap langkahnya sangat jauh, dan setiap dia menghentakkan kakinya maka tanah akan bergetar.
Dengan Lao Hu yang berjalan seperti itu maka tidak ada yang berani menghalangi jalan mereka, karena setiap kali Lao Hu melangkah dan menggetarkan tanah seperti gempa bumi maka hewan-hewan disekitarnya akan lari terbirit-birit.
Kemudian Lao Hu yang sambil berjalan merasakan jika Yun Mei mengubah cara duduknya kemudian berjalan semakin pelan agar tidak terjatuh. Kemudian posisi duduk Yun Mei sekarang adalah menyamping lalu menyenderkan kepalanya ke dada Tang Lian dengan manja dan tersenyum bahagia.
"Lao Hu, bulu-bulumu sangat lembut.." Yun Mei berkata sambil terus menyenderkan kepalanya di dada Tang Lian dan mengelus-elus leher Lao Hu yang penuh bulu.
"Hehehe... nyonya muda terlalu memuji." Lao Hu berkata demikian tetapi didalam hatinya dia sangat senang mendapat pujian dari Yun Mei sehingga dia tertawa cengengesan dan juga malu.
Sedangkan seekor naga yang sekarang ada diatas kepala Tang Lian dan mengubah tubuhnya menjadi kecil menjadi iri karena Lao Hu mendapatkan pujian kemudian naga emas itu juga cari perhatian kepada Yun Mei.
"Nyonya muda, apakah buluku lembut juga?" Wang Long bertanya tanpa malu.
"Ha?" Tang Lian dan Yun Mei terkejut dengan pertanyaan naga emas itu yang tiba-tiba sehingga mereka mengarahkan pandangannya keatas kepala Tang Lian.
"Hahahaha...." Setelah beberapa detik akhirnya semua orang tertawa secara bersamaan karena pertanyaan Wang Long yang konyol.
Bahkan Zhao Yu yang terkenal dengan sikap dinginnya dan jarang tertawa apa lagi tersenyum sekarang tertawa terbahak-bahak. Dan ketika Tang Lian dan yang lainnya mendengar Zhao Yu tertawa sampai seperti itu, membuat mereka berhenti tertawa sejenak dan menatap kebelakang.
"Si...siapa yang tertawa itu?" Lao Hu berhenti berjalan bertanya tiba-tiba dengan gagap, karena tawanya Zhao Yu ternyata menyeramkan.
"Itu Zhao Yu..." Tang Lian menjawab tanpa sadar sambil terus menatap Zhao Yu.
"Hehehe...ka...hehehe...kalian tau? Na...hehehe naga emas ini ber...hehehe bertanya apakah bulunya lembut...hehehe...dia tidak sadar jika dia bersisik...uwahahahahaha..." Zhao Yu berkata sembari menahan tawanya ketika dia sedang berbicara, lalu setelah selesai berkata-kata akhirnya dia tidak bisa menahan tawanya lagi dan akhirnya tertawa terbahak-bahak.
Tang Lian dan semua rombongannya kembali tertawa terbahak-bahak setelah mendengar itu. Pada posisi ini mereka sebenarnya menertawai Zhao Yu yang sedang tertawa, dan bahkan Lao Hu kemudian tertawa juga dengan keras, dan tawanya Lao Hu membuat penghuni hutan merah bagian dalam semakin takut dan lari terbirit-birit.
Sedangkan naga emas yang melihat itu menjadi malu karena dia merasa bahwa semuanya sedang menertawakannya, kemudian karena terlalu malu akhirnya naga emas itu menyembunyikan kepalanya dengan cara melingkarkan tubuhnya diatas kepala Tang Lian lalu menyembunyikan kepalanya.
Tang Lian yang menyadari bahwa Wang Long sedang malu jadi dia pun menghentikan tawanya kemudian berbicara dengan lembut.
"Wang Long, kamu memang tidak memiliki bulu yang lembut, tetapi sisik emasmu itu juga indah dan memanjakan mata.." Tang Lian berkata sambil mengelus kepala Wang Long yang sedang bersembunyi.
Mendengar perkataan Tang Lian membuat Wang Long memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya walaupun masih malu-malu.
"Benarkah tuan?" Wang Long bertanya dengan malu-malu dan suara seperti nyamuk.
"Itu benar, jika tidak percaya tanyakan saja pada nyonya mudamu.." Tang Lian berkata sambil terus mengelus kepalanya dengan lembut.
"Ya, itu benar.." Yun Mei menambahkan lagi agar Wang Long percaya kemudian ikut mengelus kepalanya juga dengan lembut.
"Terima kasih tuan.." Wang Long berkata dengan senang dan tidak malu lagi.
Setelah itu Zhao Yu juga menyudahi tawanya kemudian mengeluarkan sulingnya kemudian memainkannya dengan indah. kemudian perjalanan mereka ditemani dengan suara suling Zhao Yu yang indah, ditambah lagi matahari telah tenggelam dan berganti dengan bulan sabit dan jutaan bintang yang terang.
Suara suling Zhao Yu seakan-akan menenangkan jiwa Tang Lian dan yang lainnya sehingga membuat mereka tertidur tanpa sadar diatas punggung Lao Hu dengan nyenyak, kemudian Lao Hu yang mengetahui itu memperlambat jalannya agar tidak mengganggu tidur Tang Lian dan Yun Mei.
Kemudian setelah lima jam akhirnya mereka tiba di gua paman monyet itu. setelah mereka sampai Zhao Yu membangunkan Tang Lian dan Yun Mei yang tidur sambil berpelukan.
"Tuan kita sudah sampai.." Zhao Yu membangunkan Tang Lian dengan lembut.
"Huuuuaaaaaaammmm, cepat sekali sampainya.." Tang Lian berkata dengan mata yang masih mengantuk dan malas bangun.
Setelah itu Tang Lian memaksakan matanya untuk bangun lalu turun dari punggung Lao Hu sambil menggendong Yun Mei ala tuan putri dengan lembut agar tidak membangunkannya. Kemudian Tang Lian pun masuk ke dalam goa itu dengan perlahan hingga akhirnya dia sampai dikamar goa yang sengaja dia lobangi untuk dijadikan tempat tidur, lalu meletakkan Yun Mei dikasur batu kemudian ikut tidur juga sambil memeluk istrinya dengan erat.
***BERSAMBUNG***
Halo para pembaca yang Budiman, terimakasih telah mampir di novel ini jangan lupa klik tombol like dan terus dukung author juga dengan kasi vote novel author terima kasih.....
tunggu ada yang bilang hadiah? Author mau dong 😁
**********SAMPAI JUMPA***************