
"BOOOMMM....!!"
Serangan yang dilancarkan oleh Tang Shuan meledak dan menghancurkan hampir setengah dari sekte pedang cahaya, padahal serangan itu hanyalah serangan biasa.
Setelah serangan itu, bau darah dan daging terbakar tercium sangat pekat menandakan bahwa ribuan orang telah mati tanpa mereka sadari sendiri.
Ledakan yang dahsyat itu mengejutkan seluruh sekte pedang cahaya. Dan seketika suasana yang sedari tadi tenang kini berubah menjadi keributan dan kepanikan yang besar, kini orang-orang telah berkumpul seperti semut tidak jauh dari tempat ledakan.
"Bajingan mana yang telah berani menyerang sekte pedang cahayaku!!."
Seorang pria tua berteriak sangat marah seraya memandang keatas langit yang dimana masih dipenuhi dengan asap yang mengepul karena ledakan.
"Sekte pedang cahaya? Hahaha, lucu sekali! Nama yang begitu mulia namun berkomplot dengan aliran hitam!!."
Tang Shuan membalas perkataan pria tua itu dengan sengit seraya memandang gerombolan semut yang berkumpul dan memandang kearahnya diiringi dengan menghilangnya asap dengan perlahan.
"Hm?... Siapa kau yang begitu berani!?.." Pria tua itu berkata semakin marah.
"Aku diutus oleh dewa kehancuran dan kematian untuk meratakan sektemu yang kotor..."
Tang Shuan berkata dengan santai seraya mengayunkan kembali pedangnya, dan seketika sinar merah yang berbentuk sabit sekali lagi melesat dengan cepat.
Tetua itu merasakan bahaya yang sangat besar dari serangan Tang Shuan, kemudian dia bergerak cepat dan membuat pelindung yang berbentuk lingkaran untuk melindungi dirinya dengan segenap kemampuannya.
"Serangan yang sangat kuat!!..." Pria tua itu bergumam seraya menahan serangan Tang Shuan dengan susah payah.
Dan pada akhirnya, serangan Tang Shuan meledak dengan dahsyat dan membuat tanah berguncang seperti gempa.
"Heh... Orang yang bodoh!!." Tang Shuan bergumam seraya memandang pria tua itu yang telah berlutut dengan tatapan penuh hina.
Pria tua itu, pakaiannya telah compang-camping karena serangan Tang Shuan sebelumnya dan berlutut dengan nafas yang berat.
"Uhgk!!.. "
Pria tua itu memuntahkan banyak darah seraya memegang dadanya yang sangat sakit dan menatap Tang Shuan dengan tatapan kemarahan yang sangat besar.
"Apakah kau tidak ingin menatap kebelakang? Disana ada hadiah dariku karena telah berhasil menahan serangan ku..."
Tang Shuan berkata seraya tersenyum misterius.
Mendengar perkataan Tang Shuan, pria tua itu tidak bisa menahan untuk tidak menatap kebelakang, dan seketika dia terdiam dengan mata melotot dan mulut yang terbuka lebar. Karena pria tua itu melihat sekarang setengah dari sektenya hancur dan rata dengan tanah. Ratusan ribu murid lainnya kini telah bergelimpangan tanpa nyawa dengan tubuh mereka yang dipenuhi oleh luka bakar. Bau darah dan daging terbakar kini tercium lebih pekat lagi dari sebelumnya.
"Hahahaha.... Bagaimana? Apakah kau menyukai hadiahku? Hahahaha!!!.."
Tang Shuan tidak bisa menahan tawa ketika dia melihat ekspresi menyedihkan pria tua itu, sehingga dia menyeringai dan tertawa terbahak-bahak dengan keras.
"K-kau!!!..."
"Aku apa ha? Apakah kau merasa marah? Apakah kau merasa putus asa?, Asal kau tau saja, kemarahanmu tidak sebesar kemarahan yang mulia kaisar dan ratu!!!."
Tang Shuan juga tiba-tiba berteriak marah karena dia mengingat bagaimana Tang Lian ditusuk dengan belati beracun dari belakang. Kemarahan Tang Shuan bukanlah hanya sekedar kemarahan biasa, itu dikarenakan ratusan ribu tahun kekaisaran Tang telah mengharapkan kehadiran seorang pangeran ditengah-tengah mereka.
Seandainya para bawahan dan para jendral yang lain mengetahui jika pangeran mereka dilukai, maka dipastikan bukan hanya sekte pedang cahaya yang akan hancur, namun kekaisaran Long juga akan menghilang dari peta dunia. Dan apa bila rakyat kekaisaran Tang mengetahui, maka alam rendah ini akan hanya menjadi sejarah.
Meskipun Tang Lin dikenal sangat kejam dari seluruh kaisar yang pernah memimpin di kekaisaran Tang, namun dia juga sangat dicintai oleh rakyatnya karena kepemimpinannya yang adil dan merata, tidak memandang miskin atau kaya, dan yang paling penting adalah, dia selalu mencari sampah diantara para sampah dan membantunya hingga dia menjadi yang terhebat diantara yang terhebat, contohnya adalah Tang Shuan dan Tang Shui mereka adalah saudara yang berbeda ibu, ibu tang shuan adalah yang pertama dan ibu Tang Shui adalah yang kedua.
Ibu Tang Shuan meninggal ketika dia melahirkannya, dan untuk merawat putranya ayah Tang Shuan menikah lagi dengan seorang perempuan dari rumah bordil. Dan dari perempuan itulah Tang Shui lahir sebagai adik
Meskipun ibu tiri Tang Shuan asalnya dari rumah bordil, namun dia tidak pernah disentuh oleh lelaki manapun karena dia hanya bekerja sebagai pelayan. Rumah bordil itu berada di bawah naungan kekaisaran Tang, dan peraturannya adalah tidak boleh memaksa seseorang jika dia tidak mau. Peraturan dari Tang Lin sendiri siapa yang berani melanggarnya? Ingat!! TANG LIN TERKENAL SANGAT KEJAM.
Namun meskipun demikian, tidak ada peraturan yang tidak bisa mengolok-olok seseorang, dan kenyataan yang pahit harus diterima oleh kakak beradik tiri itu karena orang-orang menyebutnya anak pelacur, terlebih lagi kemampuan mereka berjalan di jalur kultuvasi juga tidak baik, mereka berdua bodoh dan sangat bodoh, bahkan untuk menghapal satu tambah satu saja, dua bulan baru bisa mereka hapal, dan ditambah lagi mereka terlahir di keluarga miskin atau rakyat jelata.
Hal itu membuat mereka berdua selalu menjadi bahan ejekan baik itu di akademi ataupun dilingkungan mereka. Namun mereka berdua tidak terlalu ambil pusing dengan semua ejekan orang meskipun itu menyakitkan bagi mereka, namun mereka memiliki masalah sehari-hari yang harus mereka tangani, mereka harus pergi bersama ayah mereka kehutan dan menebang kayu untuk diolah dan dijual sebagai bahan pembangunan.
Hasil yang tidak seberapa dari usaha mereka karena sang ayah juga sudah sakit sakitan karena tua, mereka menggunakannya untuk membeli kebutuhan pokok seperti makanan dan yang lainnya.
Kehidupan yang pahit dan sakit terus mereka lalui, ejekan dan hinaan yang harus mereka terima karena juga itu kenyataan, mereka berdua ingin marah namun mereka terlalu kemah untuk melawan, hingga pada suatu hari Tang Lin sedang lewat dari hutan menggunakan kereta kuda untuk kembali ke istana, namun pandangannya tiba-tiba beralih pada mereka berdua yang sedang berlatih seni bela diri dengan asal-asalan.
Hanya dengan melihat sekilas, Tang Lin langsung tau jika kedua pemuda yang belum genap lima belas tahun itu adalah sampah, dia bisa melihat keinginan untuk menjadi kuat dan menghapus seluruh penderitaannya dan rasa malu yang telah mereka tanggung selama ini.
Melihat itu, Tang Lin menghentikan kereta kudanya dan menghampiri kedua pemuda itu. Awalnya mereka berdua sangat terkejut ketika Tang Lin menghampiri mereka, namun keterkejutan itu berubah menjadi kesenangan yang yang luar biasa karena Tang Lin berkata akan melatih mereka. Dilatih oleh sang penguasa siapa yang tidak menginginkannya?.
Mereka berdua kemudian dibawa keistana lalu dilatih disana oleh Tang Lin sendiri, dan dibantu oleh beberapa jendralnya. Pelatihan yang sangat keras dan tidak ada ampun diberikan oleh Tang Lin dan para jenderalnya sehingga membuat kedua orang itu merasa bisa mati kapan saja. Namun, karena mengingat keadaan keluarga mereka yang sangat menyedihkan itu membuatnya tidak bisa menyerah, mereka berdua terus berusaha keras, terlebih lagi Tang Lin lah yang melatihnya dan tentunya mereka tidak ingin membuatnya kecewa.
Dan seperti kata pepatah, usaha tidak mengihianati hasilnya. Setelah empat tahun berada diistana dan dilatih oleh Tang Lin serta beberapa jendralnya, perkembangan kedua orang itu jauh sangat pesat dan pada akhirnya karena kemampuan mereka yang telah menjadi yang terhebat diantara terhebat, Tang Lin mengangkatnya menjadi jendral termuda yang pernah ada.
Orang-orang yang dulu menyebutnya dengan anak pelacur, kini orang-orang itu justru ingin berada diposisi kakak beradik tiri itu. Orang-orang yang dulu menghina dan mempermalukan mereka setiap saat, kini berubah menyanjung mereka berdua, dan karena mereka telah diangkat menjadi jendral maka tentunya mereka juga menyandang marga Tang.
Dan pada saat yang bersamaan, suara bantingan yang keras terdengar karena tiba-tiba bersambung, dan ternyata suara bantingan itu berasal dari HP para pembaca😭😭