PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 130 "Kesedihan Ling Yuan"


Sejujurnya ketiga putri kembar itu sangat mencintai semua keluarganya baik itu ayah, ibu, dan adik laki-laki mereka. Namun karena perlakuan orang tua yang berbeda akhirnya menimbulkan rasa cemburu.


Tang Yue juga sebenarnya tidak ingin mengatakan itu tapi karena dia sudah terlanjur kesal akhirnya dia mengatakan itu dan membuat ayahnya marah dan hampir membunuhnya.


Disisi Long Xia Shi yang juga ada disana, dia hanya diam sedari tadi karena dia merasa tidak ada hak untuk ikut campur dan meskipun dia memiliki hak tetap saja dia hanya akan diam karena takut.


Dan karena ketiga putri kembar itu telah pergi dan yang tersisa hanyalah mereka berdua, mau tidak mau Long Xia Shi terpaksa membuka suara.


"Y-yang mulia, aku tau seharusnya aku tidak ikut campur tapi aku tidak bisa diam ketika melihat anda bersedih atau kakak Lian akan marah padaku.." Long Xia Shi berbicara dengan takut-takut seraya memberanikan diri membantu Ling Yuan berdiri.


Ling Yuan mengikuti Long Xia Shi hingga berdiri namun dia hanya diam dan termenung seolah dia tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Long Xia Shi.


Tepat pada saat itu juga, Tang Lian dan Zhao Yu datang dengan cepat. Gerakan mereka berdua tidak terlihat, hanya terlihat kilatan merah dan biru melesat secepat kilat.


"Ibu!?, Adik Shi!? Apa yang terjadi disini!? Mengapa ibu menangis!?" Tang Lian langsung bertanya dengan cepat ketika dia melihat ibunya bersedih.


Mendengar suara putranya, Ling Yuan dengan cepat tersadar dan menghapus air matanya lalu memaksakan senyuman kaku seraya berkata, "Ah... Putraku, ibu hanya merasa sedikit mual dan Long Xia Shi membantu ibu.."


"Benarkah?.." Tang Lian berkata seolah dia tidak percaya.


"Lalu apa ini!? Jangan katakan kalau ini adalah air hujan yang nyasar..." Tang Lian berbicara seraya menghapus air mata ibunya dengan lembut, namun didalam hatinya dia sungguh kesal. Siapa yang begitu berani membuat ibunya menangis?.


"I-ini..."


Ling Yuan kebingungan dalam mencari alasan sehingga dari ekspresi wajahnya menunjukkan bahwa dia berbohong. Dan bukan hanya itu saja, Tang Lian merasa dia juga sedih didalam hatinya dan dia tau ini pasti ibunya.


"Siapa!? Siapa yang membuat ibu bersedih sampai menangis seperti ini!? Katakan padaku ibu! Maka akan aku pecahkan kepalanya!!.." Tang Lian berkata dengan sangat marah dan berteriak keras.


"K-kakak Lian, tolong tahan amarahmu, aku bisa menjelaskannya.." Ucap Long Xia Shi menenangkan Tang Lian, karena dia takut akan terjadi keributan besar.


Tang Lian marah, tentunya Ling Yuan takut masalah ini akan menjadi besar. Dan Tang Lian juga sudah mulai berpikir apakah ini karena ayahnya yang marah pada ibunya ataukah yang lain? Setau Tang Lian ayahnya tidak pernah berkata kasar pada ibunya apa lagi membentaknya hingga menangis. Namun yang membingungkan baginya adalah, terdapat bekas petir merah disana.


"Baiklah putraku, akan ibu jelaskan.." Ucap Ling Yuan seraya menghela nafas berat.


"Yang Mulia!.."


"Tidak apa-apa, aku tau apa yang kamu pikirkan tapi kami adalah keluarga jadi kamu tenang saja.." Ujar Ling Yuan menjelaskan.


"Jadi apa masalahnya?.." Tang Lian bertanya sekali lagi karena dia sudah tidak sabar, emosinya seperti meledak-ledak setiap kali dia melihat wajah ibunya yang sedih.


"Bayi kecilku, seperti yang ibu bilang. Ibu tidak apa-apa, ibu hanya sedang bertengkar dengan ketiga kakakmu itu saja. Dan esok hari Kamis pasti berbaikan lagi, ketiga kakakmu hanya butuh waktu untuk tenang.." Ling Yuan menjelaskan seraya tersenyum dan berharap putranya percaya.


"Huuffffttt..... Jadi itu sebabnya mereka juga tidak ada disini. Dan lagi ibu tidak berusaha berbohong kan?.." Mendengar penjelasan ibunya barusan, Tang Lian hanya bisa menghela nafas panjang dan emosinya juga sudah menurun. Tapi tetap saja didalam hatinya masih terdapat kejanggalan namun Tang Lian memilih diam dan memutuskan untuk berbicara pada kakaknya sendiri nanti.


"Tentu saja itu benar nak, ibu sudah terbiasa bertengkar dengan ketiga kakakmu dari dulu. Dan besoknya kami akan kembali akur, jadi kamu tenang saja.." Uajr Ling Yuan seraya tersenyum dan memasang wajah yang meyakinkan.


"Aaaahhh... Jika begitu baiklah, aku percaya ibu. Dan sebaiknya kita berangkat sekarang, aku sudah sangat lapar..."


Tang Lian memilih untuk percaya terlebih lagi dia merasa sangat lapar jadi dia pikir dia akan berbicara pada kakaknya setelah makan.


(Author : Ini sedikit penjelasan, di novel saya ini para kultivator tetap membutuhkan makanan sebagai kebutuhan pokok. Tidak seperti di novel kultivator yang lain yang tahan tidak makan selama berbulan-bulan. Author pikir dari mana semua energi itu berasal selain dari alam? Dan tentunya dari makanan juga sangat dibutuhkan).


Melihat putranya yang sepertinya percaya, Ling Yuan kemudian bisa bernafas lega. Namun itu hanya untuk malam ini, dia tidak tau bagaimana esok hari.


Seraya makan didalam sebuah restoran besar dan mewah, Ling Yuan termenung memikirkan ketiga putrinya itu, satu hal yang selalu terngiang dipikiran Ling Yuan adalah putrinya yang tidak mengakui dirinya sebagai ibunya lagi. Itu membuatnya sangat sedih dan ingin menangis, tapi dia sedang berada didepan putranya jadi dia hanya bisa menahannya sekuat tenaga.


Disisi Tang Lian, dia tau apa yang dipikirkan ibunya karena dia juga merasakannya. Sedalam apapun Ling Yuan menyembunyikan kesedihannya, namun karena ikatan jiwa perasaan itu bocor meskipun dia sudah menahannya agar tidak bocor.


Berbeda dengan ketiga putri kembarnya yang bisa menahan agar perasaan cemburunya tidak bocor adalah karena mereka mencintai adiknya dan kedua orang tuanya. Namun seiring berjalannya waktu akhirnya perasaan itu tidak lagi terbendung.


Tang Lian sempat merasakan kecemburuan itu yang bocor tetapi dia tidak tau dia cemburu karena apa jadi dia mengabaikannya. Dan begitu juga dengan Ling Yuan dan Tang Lin, tapi kecemburuan terhadap apa mereka tidak tau, dan hari ini semuanya telah diketahui sehingga membuat penyesalan besar dalam hati mereka.


Sedangkan Zhao Yu dia hanya diam seraya menikmati makanannya dengan perlahan, ingin berbicara tetapi dia ragu karena yang dia pikirkan dimata Ling Yuan dan Tang Lin dia hanyalah seorang bawahan yang tidak berhak ikut campur atas masalah keluarga tuannya.


Sedangkan Long Xia Shi, dia meringkuk seperti seorang istri yang manja di pangkuan Tang Lian dan menyuapinya. Meskipun dia meringkuk manja dipangkuan Tang Lian, dia juga takut akan pecahnya keluarga ini.


Disisi Tang Lin yang sedang berada seorang diri di dalam portal ruang dan waktu, dia hanya bisa terus menerus memaki dirinya sendiri setiap detik karena penyesalan yang besar. Namun kenyataan bahwa sekarang telah "Bersambung...."