
SEASON 2 PUTRA SANG PENGUSA : PERJALANAN TANG LIAN DI ALAM BAWAH.
Pada saat ini Long Xia Shi baru saja pulang dari dari akademi dan jam sudah menunjukkan pukul enam sore, tepat ketika Long Xia Shi sampai diistana dia merasa istana ini sepi padahal banyak orang yang sedang beraktivitas disana.
Hatinya mengatakan bahwa dia telah kehilangan sesuatu yang berharga namun apakah itu Long Xia Shi tidak tahu, hingga pada akhirnya Long Xia Shi memutuskan untuk bertanya kepada ayahnya.
"Ayah mengapa aku merasa istana ini sepi?" Long Xia Shi bertanya kepada ayahnya yang sedang menanda tangani sejumlah berkas dimejanya.
"Itu wajar Shi'er karena keluarga Tang Lian telah kembali ke alam atas.." Long Tian berbicara kepada putrinya sambil terus menanda tangani berkas dimejanya.
Long Xia Shi yang mendengar perkataan ayahnya barusan tanpa pikir panjang dia langsung berlari dengan cepat, karena saat ini hatinya tiba-tiba tidak tenang, sedangkan Long Tian karena sedang sibuk dia tidak memperhatikan ekspresi wajahnya.
Pada saat ini Long Xia Shi terus berlari hingga dia tiba dikamar Tang Lian dan Yun Mei kemudian mendobraknya dengan keras.
"Braaak" (Suara pintu didobrak).
Setelah Long Xia Shi mendobrak dia membelalakkan matanya karena tidak melihat siapapun disana, kemudian untuk memastikan lagi Long Xia Shi akhirnya masuk dan memeriksa meja, lemari, laci, bawah kolong tempat tidur, dan seluruh kamar itu diperiksa.
Sudah berkali-kali Long Xia Shi bolak balik memeriksa tempat yang sama berharap akan masih ada barang Tang Lian disana, namun dia tidak melihat apapun. Long Xia Shi sudah bisa menebak bahwa Tang Lian telah pergi, kemudian Long Xia Shi terjatuh dan terduduk dilantai meneteskan air mata dan membasahi pipinya.
Sambil menangis dikamar itu Long Xia Shi mengingat bahwa Tang Lian tadi pagi ingin berbicara dengannya tetapi dia tidak memberikan waktu, mengingat itu akhirnya Long Xia Shi menyesal, mengapa dia tidak memberikan waktu untuk Tang Lian berbicara tadi pagi? Jika dia memberikan waktu untuk Tang Lian berbicara mungkin dia tidak akan pergi tanpa sepatah katapun, atau mungkin saja hubungan mereka akan kembali baik, begitulah Long Xia Shi tenggelam dalam pikirannya dan penuh penyesalan.
Setelah itu Long Xia Shi berusaha bangkit dari duduknya kemudian berjalan dengan pelan kembali kekamarnya, dan ketika Long Xia Shi sedang berjalan dia bertemu dengan ibunya.
Shu Zhu yang melihat putrinya lemas dan matanya yang berair menjadi khawatir telah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, lalu kemudian Shu Bertanya.
"Shi'er apakah kamu baik-baik saja?" Shu Zhu bertanya dengan penuh ke khawatiran.
"Aku baik-baik saja ibu.." Long Xia Shi menjawab dengan suara yang lemah.
"Lalu mengapa kamu menangis?" Shu Zhu bertanya dengan semakin khawatir.
"Ah...itu mataku tadi kemasukan pasir ketika berlatih diakademi ibu..."
"Tapi Shi'er..." Sebelum Shu Zhu menyelesaikan kata-katanya Long Xia Shi memotongnya.
"Sudahlah ibu, aku lelah dan ingin beristirahat..." Long Xia Shi berkata kemudian melewati ibunya masuk ke kamar yang tepat dibelakang ibunya.
Sedangkan Shu Zhu berpikir bahwa perkataan putrinya barusan masuk akal juga kemudian berhenti memikirkannya dan kembali berjalan menuju ruangan suaminya.
"Untuk kucing manisku:
Selamat malam adik Shi, apa kabar kamu hari ini? Aku harap kamu baik-baik saja, aku hanya ingin mengatakan bahwa aku telah pergi dari istana ini, aku sadar bahwa kamu sudah membenciku atau mungkin kamu telah memiliki laki-laki lain dihatimu, jadi aku memutuskan untuk menjauh darimu dan pergi sejauh-jauhnya dan aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi.
Walupun mungkin aku tidak akan bisa melupakan kamu tapi aku berterimakasih padamu karena telah pernah hadir dalam hidupku, hari-hari yang kita lalui saat itu benar-benar indah namun sekarang kita harus berpisah, kamu mungkin telah memiliki laki-laki lain dihatimu dan aku juga sudah memiliki wanita lain disisiku.
Namun walaupun begitu aku masih berharap untuk memiliki dirimu sebelumnya, kemudian aku sadar bahwa aku terlalu serakah akan wanita jadi sekarang aku telah merelakan dirimu untuk dimiliki oleh laki-laki lain sepenuhnya. Adik Shi aku berharap agar kamu menikah dengan pria yang benar-benar kamu cintai dan begitu juga sebaliknya.
Adik Shi, aku tau jika kamu tidak akan mencariku walaupun aku mengatakan kemana aku pergi, jadi aku rasa itu tidak perlu aku katakan. Hanya itu yang ingin aku katakan adik shi dan itu juga adalah kata-kata terakhirku, sekali lagi aku berterimakasih karena telah pernah hadir didalam hidupku.
TANG LIAN....."
Begitulah isi surat yang dibaca oleh Long Xia Shi. Kemudian setelah Long Xia Shi membaca itu dia terjatuh lagi dilantai dan menangis sekeras-kerasnya menandakan dia begitu menyesal telah besikap dingin kepada Tang Lian sebelumnya. Long Xia Shi berpikir mengapa dia begitu bodoh? Jika sebelumnya dia menginginkan Tang Lian maka seharusnya dia tinggal mengatakannya saja dan tidak perlu takut kepada Yun Mei. Yun Mei adalah seorang istri yang berarti dia pasti akan mendengarkan Tang Lian kan?.
Ataupun bila memang Yun Mei akan marah padanya maka dia bisa berlindung kepada Tang Lian. Begitulah Long Xia Shi tenggelam dalam penyesalan.
Disisi Shu Zhu yang belum sampai ditempat suaminya tiba-tiba dia mendengar teriakan putrinya dari kamar, dan langsung saja Shu Zhu bergegas menuju kamar putrinya. Dan setelah dia sampai dia langsung membuka pintu kemudian melihat putrinya sedang terduduk dilantai sambil menangis membasahi sebuah kertas ditangannya.
"Shi'er apa yang terjadi padamu nak?" Shu Zhu bertanya kepada putrinya sambil mengangkat tubuh putrinya dengan pelan lalu membawanya duduk ditempat tidur.
Long Xia Shi tidak menjawab pertanyaan ibunya, dia hanya memberikan kertas itu dengan tangan gemetar kepada ibunya, kemudian Shu Zhu langsung saja menerima dan membacanya.
Setelah Shu Zhu selesai membaca surat itu dia begitu terkejut dan pantas saja putrinya menangis karena putrinya mencintai Tang Lian melebihi apapun, bahkan jika dunia menentangnya putrinya akan tetap mencintai Tang Lian. Kemudian Shu Zhu memeluk putrinya dan meletakkan kepala putrinya didadanya lalu mencium kepala putrinya sambil dia juga meneteskan air matanya.
Shu Zhu adalah seorang wanita dan ibu juga tentu dia paham akan perasaan putrinya yang sedang hancur, dan jika ini terjadi pada dirinya sendiri maka dia juga akan sama seperti putrinya.
"Mengapa sampai bisa seperti ini Shi'er coba ceritakan pada ibu..." Shu Zhu berkata kepada putrinya sambil melepaskan pelukannya dengan lembut.
Kemudian Long Xia Shi menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi sambil menangis terisak-isak yang menandakan hatinya benar-benar hancur saat ini.
***BERSAMBUNG***
Halo para pembaca yang Budiman, terimakasih telah mampir di novel ini jangan lupa klik tombol like dan terus dukung author juga dengan kasi vote novel author terima kasih.....
tunggu ada yang bilang hadiah? Author mau dong 😁
**********SAMPAI JUMPA***************