
"A-adik... k-kau tidak serius dengan kata-katamu kan? Kau bercanda kan?.." Ucap Tang Yue dengan tubuh yang gemetar.
"Tidak kakak, aku serius dengan kata-kataku.." Jawab Tang Lian dingin.
Setelah itu Tang Lian berbalik pada Zhao Yu dan dibantu oleh Long Xia Shi yang memapahnya.
"Hei Zhao Yu, sekarang kita berdua adalah anak yang tidak diinginkan. Kau tidak perlu bersedih sendirian lagi, sekarang kita bisa berbagi, Hahahaha..." Ujar Tang Lian dan tertawa, namun sebenarnya hatinya hancur seperti sebuah kaca yang jatuh ke atas batu."
Mendengar perkataan Tang Lian, Zhao Yu juga tiba-tiba ikut tertawa.
"Hahaha... Kamu benar kakak..."
"Baiklah Zhao Yu, sudah saatnya untuk kita kembali." Ujar Tang Lian dan menghentikan tawanya.
Perkataan Tang Lian barusan membuat wajah Long Xia Shi seketika menjadi suram.
"Kamu akan pergi lagi? Tapi kamu sudah janji tidak akan meninggalkan aku lagi!.." Ujar Long Xia Shi dengan perasaan khawatir.
"Hahaha..." Tang Lian tertawa kembali dan membuat Long Xia Shi menjadi heran.
"Mengapa tertawa? Aku sedang serius!.."
"Baiklah adik Shi, tidak usah cemberut seperti itu. Tentunya kamu juga harus ikut denganku.." Jawab Tang Lian lalu menganggukkan kepalanya pada Zhao Yu dan memberi isyarat agar Zhao Yu memimpin jalan.
"Lian'er!.."
"Adik!..."
Ibu dan ketiga kakak Tang Lian berteriak memanggil namanya dengan serentak dan ingin mengejarnya, namun mereka langsung berhenti karena apa yang dilakukan Tang Lian selanjutnya membuat jantung mereka seakan berhenti.
"Jangan coba-coba mengikutiku! Jika kalian tetap keras kepala aku bahkan tidak segan untuk bertarung sampai mati dengan kalian semua!! Dan ingat, aku sudah bukan bagian dari kalian lagi." Ucap Tang Lian keras, tegas, dan penuh keyakinan dengan keputusan yang dia ambil.
"L-lian'er..." Ling Yuan menyebut nama putranya itu tapi selanjutnya dia tidak tau harus berkata apa.
"Kalian tenang saja, darah yang mengalir ditubuhku ini akan aku buang segera dan menggantinya dengan darah lain meskipun itu darah binatang sekalipun!.."
Setelah mengatakan itu, Tang Lian memindahkan tangannya kepinggang Long Xia Shi dan membawanya menghilang tiba-tiba. Persis seperti itu Tang Lian meninggalkan semua orang yang terdiam dan tidak berani mengejar karena ancaman Tang Lian sebelumnya.
"T-tidak! Lian'er ibu mohon kembalilah nak!!.." Teriak Ling Yuan sangat keras, namun apalah daya Tang Lian bahkan sudah tidak bisa mendengarnya lagi.
Sementara itu ketiga putri kembar terjatuh dan terduduk ditanah menyesali perbuatan mereka yang menggoda Tang Lian. Namun seperti kata pepatah, PENYESALAN SELALU DATANG TERLAMBAT.
Bahkan sekarang Tang Lin juga terdiam, tatapan matanya menjadi kosong, dia tenggelam dalam penyesalan yang dalam.
"B-bagaimana ini bisa terjadi... A-aku..." Tang Lin bergumam pelan, namun tiba-tiba sebuah tamparan mendarat kembali di wajahnya.
"Plak!!!.."
"Kembalikan putraku!?..." Teriak Ling Yuan sangat marah.
Namun meskipun demikian, Tang Lin hanya terdiam dan membiarkan Ling Yuan terus menampari wajahnya, karena dia juga tidak tau harus bagaimana lagi. Jika mereka mengejar maka Tang Lian akan bertarung hidup dan mati dengan mereka, dan tentunya Tang Lin tidak menginginkan itu terjadi. Terputusnya hubungan jiwa antara mereka semua dengan Tang Lian, cukup membuktikan bahwa dia sangat serius dengan semua kata-katanya sebelumnya.
"Jadi apa yang kau inginkan?.." Tanya Tang Lin kembali.
"Aku akan mencoba untuk membujuk putra anda, tetapi mungkin ini akan membutuhkan waktu yang lama. Karena hati yang terluka di itu sangat sulit untuk disembuhkan.."
"Baiklah Lao Hu, lakukan seperti yang kau rencanakan. Aku berharap besar padamu.."
"Baik Yang Muli, kalau begitu aku pamit.." Ucap Lao Hu dan mengubah tubuhnya kembali ke kucing hitam dan menghilang tiba-tiba.
Disisi Ling Yuan dan ketiga putri kembarnya, mereka sedikit lega setelah mendengar perkataan harimau putih itu. Namun meskipun demikian, Ling Yuan masih merasa sangat marah dan kecewa pada suaminya.
"Sebelum putraku kembali jangan harap aku mau berbicara denganmu!!.." Ujar Ling Yuan dingin dan tiba-tiba menghilang begitu saja.
Tidak lama setelah itu suara jeritan yang kesakitan terdengar sangat keras, dan ternyata itu adalah Ling Yuan yang melampiaskan amarahnya pada Lang Xiao dan Mao Rue. Yah, itu lebih baik dari pada dia melampiaskannya pada suaminya dan bisa saja itu akan berujung perceraian. Ling Yuan sudah memikirkan itu, dia bisa saja meninggalkan suaminya dan pergi bersama putranya tapi dia juga sangat mencintai Tang Lin melebihi apapun. Dan dia juga tau, jika suaminya itu sangat pemarah, sering kali dia berkat asal-asalan ketika dia sudah sangat marah.
Ratusan ribu tahun telah berlalu dan Ling Yuan selalu bersama dengan Tang Lin, lalu bagaimana mungkin dia bisa meninggalkannya begitu saja? Begitulah kejadian itu berlalu hingga akhirnya mereka kembali ke alam atas setelah membunuh Lang Xiao dan Mao Rue.
Sementara itu disisi Long Tian dan Shu Zhu, mereka telah sepenuhnya mempercayakan putrinya agar Tang Lian menjaganya. Itu adalah pilihan terbaik dari pada mereka melihat putrinya yang hidup tanpa jiwa. Perasaan yang bisa membuat siapapun menjadi bodoh, itulah CINTA.
Sedangkan disisi Tang Lian, Zhao Yu, dan Long Xia Shi. Mereka sedang beristirahat ditengah hutan karena hari juga sudah malam. Keadaan Tang Lian yang sedang buruk membuat perjalanan mereka sedikit terhambat.
Sementara Tang Lian duduk didekat api unggun, Long Xia Shi keluar dari tendanya dan memandang Tang Lian dari belakang. Long Xia Shi menatapnya dengan tatapan sedih dan khawatir.
"Kakak Lian, apakah kamu masih memikirkan kejadian itu?." Tanya Long Xia Shi yang kemudian duduk disamping Tang Lian.
"Ya, sulit untuk melupakan itu, aku hanya menginginkan satu kata maaf darinya dan aku akan melupakan segalanya. Tapi justru dia mengatakan dia menyesal karena aku terlahir sebagai putranya, cih!! Bajingan tua itu aku sangat membencinya!!." Jawab Tang Lian jujur dan dia merasa emosinya naik ketika dia mengingat itu.
Long Xia Shi paham dengan perasaan Tang Lian saaat ini, dan untuk mengalihkan semua pemikirannya Long Xia Shi lalu mencium pipinya.
"Cup.."
"Hm? Apa yang kamu lakukan?.." Ucap Tang Lian yang terkejut dengan Long Xia Shi yang Tiba-tiba mencium pipinya.
"Aku hanya ingin mencium kekasihku saja. Kenapa? Apakah kamu masalah dengan itu?.."
"Hahaha... Aku tidak masalah dengan itu, tapi tingkahmu itu seolah sedang menggodaku.." Ucap Tang Lian dan tertawa pelan.
"Cih.. Dasar cabul, hanya dengan ciuman dipipi saja bisa membuatmu bernafsu.." Ujar Long Xia Shi dan mendecihkan lidahnya, tapi sejujurnya dia senang karena dia berhasil mengalihkan pemikiran Tang Lian.
Mendengar itu Tang Lian hanya melengkungkan sudut bibirnya lalu meraih pinggang Long Xia Shi dan mengangkatnya ke pangkuannya.
"Mau bagaimana lagi? Sebagai seorang pria sulit bagiku untuk menahan nafsu ketika melihat gadis cantik dan imut sepertimu.."
Wajah Long Xia Shi berubah merah karena mendengar kata-kata buaya darat itu. Tapi jelas dia juga sangat senang. Tang Lian yang melihat ekspresi Long Xia Shi yang tersipu, dia kemudian mendekatkan bibirnya kearah bibir Long Xia Shi, namun sebelum bibir mereka berdua bersentuhan segera mereka berhenti karena terkejut dengan seseorang yang tiba-tiba berteriak keras.
"Taek!! Taek!! Taek!! Author bangsat!! sukak kali kau buat bersambung pas lagi enak-enaknya!!."
Dan ternyata itu adalah para para pembaca yang mengamuk🗿🗿