PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 154


"Aku tidak tau apakah Li'er akan menyukai gelang ini.." Gumam Tang Lian yang ragu jika hadiah yang dia pilih itu akan disukai oleh istrinya seraya berjalan menuju sekte elang besi.


"Sudah pasti dia akan menyukainya. Perhiasan sangat identik dengan wanita, terlebih lagi gelang itu terbuat dari giok biru yang sangat langka.." Ujar Long Xia Shi menjelaskan.


"Yah... Semoga saja ia menyukainya..." Gumam Tang Lian yang masih ragu.


Setelah tiga puluh menit berlalu, akhirnya Tang Lian dan yang lainnya sampai didepan gerbang sekte elang besi. Murid yang berjaga digerbang itu sangat terkejut apa lagi mereka melihat jika Tang Lian telah kehilangan tangan kanannya. Namun meskipun begitu, kedua murid itu memilih untuk tidak bertanya karena itu terlalu lancang menurut mereka.


Sedangkan disisi Yun Mei, ia sedang duduk bersila didalam kamarnya seraya mengedarkan kesadarannya keseluruh area sekte elang besi. Ia melakukannya karena sudah lama ia tidak menggunakannya.


Baru saja ia memulainya, tiba-tiba saja ia merasakan kehadiran suaminya disekte itu, lalu dengan cepat ia mengakhiri aksinya dan terbang melalui jendela.


"Suami!!.." Teriakan rindu dari Yun Mei setelah ia sampai digerbang sekte.


Tang Lian pun menoleh dengan senyuman lebar diwajahnya. Namun senyuman itu langsung menghilang karena Yun Mei tiba-tiba berubah sangat marah.


"Siapa yang melakukannya!!!.." Teriak Yun Mei sangat marah hingga aura membunuhnya merembes keluar sangat pekat.


Bahkan para murid yang sedang berada diarea gerbang itu seketika berhenti ditempat dan terdiam seperti patung karena merasakan aura membunuh yang sangat pekat. Tanpa terkecuali dengan Long Xia Shi dan Zhao Yu, keduanya langsung bersembunyi dibalik punggung Tang Lian. Yun Mei adalah mantan seorang Dewi, jadi tidak heran jika orang-orang ada di alam rendah ini ketakutan setelah merasakan aura membunuh darinya.


"Mei'er tenanglah dulu!.." Ucap Tang Lian yang berusaha menenangkan.


Namun bukannya tenang, Yun Mei justru semakin marah.


"Aku tanya siapa yang memutuskan tanganmu!! Aku ingin membunuhnya!!.." Teriak Yun Mei semakin keras, dan tanpa sadar ia mengeluarkan aura membunuhnya tiga kali lebih pekat dari sebelumnya.


Tanah juga mulai bergetar dan udara diseluruh sekte elang besi itu seketika berubah panas. Sekte elang besi yang tadinya tenang dan damai, seketika berubah ricuh dan semua orang berhamburan keluar dan pergi menuju arah gerbang sekte. Mereka pikir seseorang datang mengacau di sekte mereka, namun setelah mereka sampai disana mereka terdiam seribu bahasa.


Bahkan Jia Kun sendiri juga tidak tau harus berbuat apa, ia merasa jika ia berbicara sepatah kata saja maka ia akan mati ditempat.


Hanya Jia Li seoranglah yang berani bertindak dan memeluk Yun Mei.


"Kakak Mei tenanglah dulu dan dengarkan penjelasan suami!!.." Ujarnya dengan panik.


"Tenang? Bagaimana aku bisa tenang setelah suamiku kehilangan tangannya!!.." Ujar Yun Mei dengan amarah yang masih meluap-luap.


"Makanya dengarkan dulu penjelasan suami. Ingat? Kamu sedang mengandung!!.." Teriak Jia Li sedikit kesal karena Yun Mei keras kepala.


Karena perkataan Jia Li barusan, akhirnya Yun Mei menjadi tenang dan menarik kembali aura membunuhnya.


Setelah itu barulah semua orang dapat bernafas dengan lega, namun mereka masih diam ditempat karena penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Sedangkan Jia Li, setelah ia memastikan jika Yun Mei telah benar-benar tenang, ia akhirnya melepaskan pelukannya dan berjalan kearah Tang Lian.


"Sebelum aku menjawab, tidak bisakah kalian memelukku terlebih dahulu? Ataukah kalian tidak rindu padaku?.." Ujar Tang Lian seraya mengangkat tangannya.


Jia Li tentunya langsung memeluknya dengan erat, diikuti oleh Yun Mei yang akhirnya berlalu dan menerjang kedalam pelukannya.


Para murid yang sebelumnya ketakutan, kini berubah cemburu dan iri dengan pemandangan romantis dihadapan mereka, tanpa terkecuali Jia Kun yang telah bertahun-tahun menduda.


"Apa lagi yang kalian lihat? Cepat kembali ke aktivitas masing-masing!!.." Teriaknya yang tiba-tiba kesal sendiri.


Sedangkan Lao Hu, ia merasa tidurnya terganggu dan akhirnya bangun dengan malas.


"Hoooaaaammm... Apa yang terjadi?.." Ucapnya yang masih linglung. Aura membunuh Yun Mei barusan terlihat tidak ada apa-apanya baginya karena ia masih bisa tidur dengan nyenyak.


Melihat suasana yang sedang romantis itu, akhirnya Lao Hu melompat turun dari atas kepala Tang Lian dan pergi mencari tempat tidur yang lain.


"Baiklah, aku akan menjelaskan semuanya didalam.." Ucap Tang Lian dan melepaskan pelukannya.


Kedua istrinya itu pun mengangguk setuju. Setelah sampai di kediaman mereka, terlihat Jia Li, Yun Mei, Fei Fei, dan Wu Sue duduk bersama diatas sebuah kursi panjang dan menunggu penjelasan Tang Lian.


Sementara Long Xia Shi menemani Tang Lian dan berdiri disampingnya. Sedangkan Zhao Yu, ia menunggu kembali kekamarnya dan berkultivasi disana.


"Baiklah, sebelum aku menjelaskan sebaiknya aku memperkenalkan kalian dulu..." Ujar Tang Lian dan meminta Long Xia Shi agar memperkenalkan diri.


Setelah itu barulah Tang Lian menceritakan apa yang sebenarnya terjadi padanya dan tidak menutupi satu hal pun.


Keempat wanita itu pun akhirnya paham dan hanya bisa menghela nafas tidak berdaya.


"Lalu apa langkah kita selanjutnya?.." Tanya Jia Li mewakili.


Keempat wanita itu menerima penjelasan Tang Lian dengan lapang dada meskipun sebenarnya mereka kecewa dengan Tang Lian yang melanggar ketentuannya sendiri. Namun setelah mendengar alasan Tang Lian yang di goda terlebih dahulu itu membuat mereka memaklumi.


Tidak hanya itu, Fei Fei dan Wu Sue yang pada awalnya masih tidak tau siapa itu Tang Lian, akhirnya mengetahui jika Tang Lian adalah putra sang penguasa. Keduanya tentu sangat terkejut mendengar itu, namun selang beberapa detik mereka berteriak senang setelahnya. Putra Sang Penguasa, wanita mana yang tidak mau menikah dengannya apalagi rupanya sangat tampan.


"Kita akan menetap disini selama beberapa bulan, aku ingin meningkatkan kembali kekuatanku dan Zhao Yu. Kejadian yang tak terduga sebelumnya itu adalah tamparan keras bagiku.." Ujar Tang Lian menjawab pertanyaan Jia Li sebelumnya.


Semua wanitanya itu tentunya hanya menurut saja, karena kemanapun Tang Lian pergi, apapun jalan yang ia pilih maka mereka akan tetap mengikutinya dengan setia. Melihat semua wanitanya yang sangat penurut, membuat Tang Lian tersenyum senang akhirnya.


"Oh ya, dimana Yan Feng, Wang Long dan Wu Min?.." Tanya Tang Lian bingung karena sedari tadi ia tidak melihat ketiganya.


Yun Mei lalu mengatakan jika Yan Feng semenjak kepergian Tang Lian, ia berlatih sangat keras. Sedangkan Wang Long dan Wu Min ia mengatakan jika Naga Emas itu sedang melatih Wu Min secara pribadi.