
Setelah itu, Tang Lian beserta semua istri dan kekasihnya kembali melanjutkan perjalanan. Mereka semua duduk diatas kepala Wang Long yang sekarang berbentuk naga emas.
Yun Mei memandang dan mengelus rambut suaminya yang sedang berbaring diatas pahanya. Ia bernyanyi dengan suara yang sangat indah, diiringi dengan suara seruling Zhao Yu. Wu Min yang tak mau ketinggalan, memainkan alat musik Gu Zheng nya.
Petikan demi petikan, nada demi nada... Terdengar sangat indah dan menenangkan hati. Tapi tidak dengan hati Tang Lian yang sedang kacau.
Yun Mei menghentikan nyanyiannya ketika ia melihat air mata yang lolos dari sudut mata Tang Lian. Yun Mei pun menghapus air mata itu seraya berkata,
"Kamu sudah membuat keputusan, jadi kamu harus yakin dengan keputusanmu.." Ucapnya untuk menenangkan Tang Lian.
"Ya, aku tau itu istriku. Seorang pria sejati tidak akan pernah mengingkari kata-katanya. Aku tidak akan pernah menarik kembali apa yang sudah aku ucapkan, atau aku hanya akan menjadi bahan tertawaan oleh banyak orang. Yang aku pikirkan hanya satu, mengapa baru sekarang ayah meminta maaf? Tidakkah dia sadar aku sudah menanti kata-katanya itu begitu lama?.." Ucap Tang Lian tanpa membuka matanya. Ia menyembunyikan wajahnya di perut Yun Mei yang sudah membengkak.
Yun Mei menggelengkan kepalanya lalu berkata kembali, "Kamu mengancamnya sebelumnya dengan taruhan nyawamu. Bagaimana mungkin ia berani bertemu langsung denganmu?.."
"Tapi dia ayahku, seharusnya dia memahamiku..." Jawab Tang Lian lagi.
"Bagaimana bisa ayah mertua bisa memahamimu suami? Sedangkan ia tidak pernah merawatmu. Ingat? kamu tidak tumbuh dalam didikannya, tapi justru sebaliknya kamu tumbuh diluar didikannya.."
Kata-kata itu berhasil membuat Tang Lian terdiam. Benar apa yang dikatakan oleh istri pertamanya itu, meskipun mereka berdua ayah dan anak, namun keduanya tidak pernah saling mengenal dengan baik.
Tang Lian mirip seperti ibunya, ia tidak suka dikasari, tingkahnya yang kekanak-kanakan itu harus dimaklumi. Karena sedari kecil hingga dewasa, ia tidak pernah merasakan hangatnya pelukan sebuah keluarga.
Ketika ia pertama kali melihat keluarganya, ia sangat senang. Bisa dibilang waktu itu adalah puncak bahagianya bagi Tang Lian, itu tidak dapat digambarkan dengan kata-kata.
Namun sekarang semuanya telah berubah, ia tidak lagi memiliki darah keluarga Tang di nadinya meskipun marganya masih Tang. Dulu ia memiliki ayah yang kuat dibelakangnya dan di takuti oleh semua orang, kini ia hanya seorang diri. Dulu ia adalah manusia setengah dewa dengan gelar Sang Penghakim, kini gelar itu sudah lenyap bersama darahnya.
Ia saat ini, tidak lain hanyalah seorang sampah yang tidak berguna! Bahkan, anak kecil sekali pun bisa membunuhnya dengan mudah sekarang.
Ia memiliki banyak istri dan kekasih yang harus ia lindungi, namun ia yang telah kembali menjadi sampah yang tidak berguna! Sedang berada dalam titik paling rendah, merasa ia terlalu egois.
Lihatlah betapa memalukannya ia sekarang. Dengan kondisi seperti sekarang ini, meskipun ia sudah mendapatkan darah yang ia inginkan, tetap saja ia sangat lemah dan tidak akan bisa melindungi semua istri dan kekasihnya.
"Hahaha.... Sungguh benar-benar sampah!!.." Tang Lian tiba-tiba tertawa dan memaki setelah memikirkan semua itu.
Tapi ini adalah pilihannya, jauh hari sebelum hari ini, ia sudah memikirkan segalanya. Sekarang ia juga sudah memiliki rencana baru.
Semua istri hanya diam meskipun mereka mendengar Tang Lian memaki diri sendiri. Mereka tahu, Tang Lian masih belum sepenuhnya menerima kenyataan ini meskipun ini adalah pilihannya.
Sementara itu, Yue Yan yang sedang tertidur dalam peti es selama ratusan ribu tahun, entah kenapa tiba-tiba air matanya menetes tiba-tiba. Yue Yan sepertinya sedang bersedih.
Tepat ketika air mata itu akan jatuh menetes ke peti es, adegan yang mirip seperti itu terjadi pada Tang Lian. Bedanya, sisi Tang Lian tepatnya didalam jantungnya, dalam beberapa detik itu berdetak sangat kencang, bahkan detak jantungnya terasa sangat bergetar bagi Wang Long.
Wang Long yang tidak kalah paniknya, langsung menukik kebawah dengan cepat. Mendarat ditanah bagaikan meteor jatuh hingga menciptakan kawah raksasa ditempat ia mendarat.
"Suami! Kamu kenapa...."
"Suami kumohon buka matamu!!.."
"Kakak Lian, tolong jawab aku..."
Para kekasih dan istri Tang Lian, semuanya berteriak panik dengan ciri khas masing-masing.
"Cepat menyingkir! Biarkan aku yang memeriksanya!.."
Wang Long yang telah mengambil wujud manusia, menerobos kerumunan para istri dan kekasih Tang Lian. Saat ini ia tidak peduli apa status mereka, yang terpenting sekarang adalah keselamatan Tang Lian.
Sementara itu, didalam jantung Tang Lian, bersamaan dengan detak jantungnya yang keras, selama sepuluh detik itu tetes demi tetes jantung nya tiba-tiba mengalirkan darah yang entah dari mana asalnya.
Tetes demi tetes, akhirnya sepuluh detik telah berlalu, anehnya darah Tang Lian kembali beredar dengan normal. Entah dari mana asal darah itu tidak ada yang tahu.
Teriakan kesakitan Tang Lian pun saat ini telah terhenti. Ia bernafas dengan ngos-ngosan, berada diantara sadar dan tidak sadar.
Sementara Wang Long, ia tiba-tiba membuka matanya dengan terkejut.
"Ah!! Buruk!! Tuan sedang berada dalam fase kebangkitan garis darah! Cepat menghindar jika tidak mau mati!!.." Teriak Wang Long panik.
Wang Long melompat mundur membawa Yun Mei dipelukannya. Yun Mei sedang hamil, mengingat usia kandungannya saat ini, Yun Mei tidak boleh terlalu banyak bergerak. Atau bayi yang dikandungnya akan mati, atau biasa disebut keguguran.
Semua orang pun menyusul Wang Long untuk menjauh.
Dan benar saja, setelah beberapa detik, tubuh Tang Lian tiba mengalami perubahan besar. Tubuhnya yang tadinya kurus kerempeng, sekarang telah kembali ke bentuk aslinya. Bahkan sekarang kulitnya justru bertambah cerah dan halus, sampai-sampai lalat yang hinggap pun bisa terpeleset.
Rambutnya yang tadinya hitam legam, kini berubah menjadi biru terang dan bertambah panjang hingga ke pinggang.
Wajahnya juga kini bertambah tampan, bahkan berkali-kali lipat dari sebelumnya. Pada perubahan yang derastis itu, tubuh Tang Lian melayang hingga lima meter dari tanah. Tapi Tang Lian sendiri tidak menyadari itu.
Energi Qi berwarna biru dan dingin, memasuki tubuh Tang Lian seperti sedang berlomba-lomba. Tubuh Tang Lian yang tampaknya bagaikan lubang tidak berdasar. Ia menyerap semua energi itu dengan rakus.
Perlahan-lahan tubuh Tang Lian membentuk sebuah bola, tepat ketika energi biru itu berhenti memasuki tubuhnya, tanpa sadar Tang Lian meledakkan energi tubuhnya. Seperti ia seolah-olah baru saja bangun. Dalam sekejap tempat itu berubah menjadi tanah es.