PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 212 " Aku Ingin Anakmu..!


Di malam hari, Tang Lian menghampiri kamar Wu Sue. Ia berniat meminta maaf dan menjelaskan dengan cara khusus. Tang Lian sudah memiliki rencana busuk dipikirkannya, hehehe... Lihat saja, sesuatu sebentar lagi pasti akan terjadi.


"Tok... Tok... Tok... "


Wu Sue yang mendengar ketokan di pintu kamarnya kemudian membuka. Di sana ia menemukan Tang Lian berdiri dengan raut wajah yang bersalah. Tapi ia tidak peduli, ia menutup kembali pintu namun ditahan oleh Tang Lian.


"Pergi! Aku ingin sendiri!.." Ucap Wu Sue dingin, ia mengusir Tang Lian.


"Kamu masih marah padaku?.." Tanya Tang Lian lembut. Ia memasuki kamar Wu Sue tanpa permisi, ia mengacuhkan ekspresi Wu Sue yang sedang kesal.


"Tidak, aku tidak marah. Lagi pula aku tidak berhak marah meskipun aku ingin.." Ucap Wu Sue dan memalingkan wajahnya.


Tang Lian kembali mendekati seraya berkata, "Kamu kekasihku, kamu berhak.. " Tang Lian ingin menyentuh wajahnya namun di tepis dengan kasar.


"Jangan menyentuhku!.."


Tang Lian menatap tajam Wu Sue. Semua orang tahu jika Tang Lian tidak suka itu. Wu Sue itu kekasihnya, jadi ia berhak menyentuhnya.


Wu Sue yang di tatap tajam, menjadi gemetar ketakutan. Apakah Tang Lian benar-benar marah sekarang?


"A-apa?" Ucap Wu Sue gagap, ia tanpa sadar mundur perlahan.


Tang Lian tidak memperdulikannya, ia terus mendekat dengan tatapan tajamnya. Hingga Wu Sue mentok ke dinding, sekarang ia tidak bisa kemana-mana lagi.


Tang Lian mengangkat tangannya, Wu Sue yang takut akan Tang Lian kasar, menutup matanya ketakutan. Namun apa yang ia pikirkan ternyata salah, Tang Lian justru membelai pipi dan rambutnya dengan lembut.


Sontak Wu Sue pun membuka matanya, menatap kearah mata biru pria dihadapannya. Mata biru yang indah serta wajah tampan itu, berhasil membuat Wu Sue tidak bisa berkata-kata. Ia terpesona.


"Lihatlah mata indahmu ini, membengkak karena aku. Kamu pasti menangis kan?.. " Tanya Tang Lian seraya membelai dibawah mata Wu Sue dengan lembut.


"Aku... " Wu Sue hendak menjawab, namun Tang Lian menghentikannya dengan jari telunjuk ia letakkan di bibir gadis itu.


Tang Lian mendekatkan wajahnya dan memegang kepala belakang Wu Sue, ia menariknya hingga bibir mereka bertemu. Tang Lian mencuri bibirnya!


Wu Sue terbelalak, ini adalah ke dua kalinya Tang Lian menciumnya. Tentu saja ia malu, namun ia tidak memberontak. Seraya menahan rasa malu, Wu Sue memejamkan matanya lalu mengalungkan kedua tangannya di leher Tang Lian, ia ingin menikmati ciuman itu.


Tang Lian sangat senang dengan perlakuan Wu Sue yang telah berubah. Gadis yang satu ini memang kasar, suka ngomong blakblakan. Apa yang ada di hatinya maka itu yang akan ia katakan. Ia tidak bisa memendam apa yang ia rasakan seperti kebanyakan wanita lainnya.


Tang Lian ingin melepaskan ciumannya dan hendak mengatakan sesuatu, namun ditahan oleh Wu Sue. Ia tiba-tiba membalas ciuman Tang Lian dengan ganas dan dalam. Ia memaksakan lidahnya memasuki mulut Tang Lian. Tang Lian tentu saja tidak menolak itu, justru ia senang.


Suara ciuman mereka kini terdengar cabul memenuhi kamar itu. Tang Lian sangat menikmati manisnya bibir merah Wu Sue.


Dua menit kemudian, ciuman mereka terpisah, nafas keduanya ngos-ngosan. Wu Sue kemudian memeluk Tang Lian erat dan menangis disana.


"Aku hanya terlalu takut kamu tidak kembali, apakah aku salah?.. " Tanyanya dengan terisak-isak.


Tang Lian membalas pelukannya dan membelai lembut rambut Wu Sue. Ia mencium pucuk kepalanya dengan penuh kasih.


"Aku tahu.. Dan aku minta maaf, aku kasar padamu sebelumnya.." Permintaan maaf Tang Lian terdengar sangat tulus bagi Wu Sue.


Wu Sue tidak menjawab, hanya terdengar isakan tangisnya yang sebentar lagi akan berhenti.


Tang Lian menggendongnya dengan satu tangan, Wu Sue pun tidak menolak, ia justru bergelantungan disana seperti anak kecil.


Tang Lian menjatuhkannya perlahan di atas kasur, seolah-olah Wu Sue adalah harta yang sangat berharga.


"Kamu tahu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku selalu menepati janjiku. Dan aku sudah berjanji akan kembali, apapun yang terjadi, aku pasti kembali untuk menikahi kalian semua.." Ucap Tang Lian sangat lembut, ia menatap lurus mata Wu Sue dengan penuh kasih.


"Janji!.." Jawab Tang Lian antusias.


"Kalau begitu buat bukti janjimu.. " Ucap Wu Sue lagi. Ia menatap Tang Lian sangat serius.


Tang Lian tersenyum manis dan berkata, "Apa yang kamu inginkan? Katakan saja, apapun itu aku pasti akan menepatinya.." Ia membelai rambut Wu Sue dengan manja.


"A-anak!.." Wajah Wu Sue memerah menahan malu mengatakan itu.


"Apa?.." Tang Lian terkejut dengan permintaan itu.


"Setelah kamu pergi, aku pasti kesepian. Aku ingin anakmu untuk menemaniku.." Wajah Wu Sue semakin bersemu merah mengatakan itu, ia sangat malu. Kalau jantungnya itu jangan di tanya, rasanya jantungnya bisa melompat keluar kapan saja.


"Laki-laki apa perempuan?.. " Tanya Tang Lian, sementara tangan kirinya sudah meremas gunung kembar Wu Sue yang kiri.


"Ah!... T-terserah.. " Wu Sue men.d.e.s.a.h seraya menjawab.


Jika dulu Tang Lian menolak dengan alasan belum menikah, kali ini tidak sama sekali. Ia menerima dengan sangat senang. Memangnya apa lagi yang di takutkan? ia sudah tidak terikat lagi dengan keluarganya, ia sudah bebas sekarang. Ia akan melakukan apapun yang ingin ia lakukan.


"Baiklah, akan kuturuti.. " Jawab Tang Lian.


Tang Lian kembali mencium bibir manis Wu Sue, ia memasukkan lidahnya dan menjilat habis mulut gadis pemarah itu.


Wu Sue tidak mau kalah, membalas ciuman pria di atasnya hingga lidah mereka saling melilit.


Suara-suara indah Wu Sue terus saja keluar, ia berusaha menikmati saat ini sebanyak yang ia bisa, setelah malam ini, tidak pasti kapan lagi mereka bisa melakukannya.


Ciuman Tang Lian turun hingga leher seraya memainkan kedua gunung kembar milik Wu Sue bergantian.


Merasa terganggu dengan pakaian Wu Sue, Tang Lian pun merobeknya kasar dan membuangnya ke sembarang arah.


Kini terpampang lah tubuh indah Wu Sue tanpa kain, gunung kembar yang tidak terlalu besar namun pas digenggam, buah cerinya yang berwarna pin terlihat sangat menggoda.


Tidak akan ada yang menyangka jika Wu Sue gadis kasar dan pemarah, ternyata memiliki tubuh yang diidamkan oleh banyak pria.


Tang Lian tidak membuang waktu, ia mencium dan menyedot gunung kembar sebelah kanan, sementara yang kiri ia permainkan dengan tangan kirinya. Tang Lian melakukan semua itu bergantian, mulai dari mulut, leher, hingga dada dan perut kini telah di ****** oleh Tang Lian. Itu adalah bukti jika Wu Sue hanya miliknya seorang!


Sementara ****** ***** Wu Sue telah banjir membasahi bagian bawahnya.


Wu Sue hampir gila dengan forplay yang dilakukan oleh Tang Lian. Ia sangat menikmatinya. Desa.han nya seakan tidak mau berhenti.


Adik kecil Tang Lian sudah berdiri tegak dari awal, lantas ia pun membuka semua pakaiannya dan membuangnya ke sembarang arah.


Wu Sue yang baru pertama kali melihat tongkat kera sakti Tang Lian, melotot tidak percaya! Itu terlalu besar dan panjang, dan berurat! Ia pikir apakah itu bisa masuk kedalam lembahnya? Tanpa sadar ia menutupi lembahnya karena takut dan malu.


Tang Lian tersenyum melihat itu, "Ada apa? Bukankah kamu bilang kamu menginginkannya?.. " Ujarnya menggoda.


"T-tapi itu terlalu besar.. " Jawab Wu Sue malu-malu.


Tang Lian terkekeh lalu berkata, "Tidak apa-apa, rileks saja. serahkan semuanya padaku, aku akan melakukannya lembut.. "


Tang Lian mengatakan itu seraya mencium kembali mulut Wu Sue, itu untuk menenangkannya.


Setelah cukup yakin, Tang Lian pun memasukkan tongkatnya perlahan. Lalu bersambung....