
Disisi Ling Yuan yang terus mencambuki Mao Rue tanpa ampun, tiba-tiba dari depan matanya ketiga putrinya itu berlari dengan Tang Yue yang mengejar dengan kesal seraya terus menyebut kedua adiknya dengan dada rata dan pantat rata.
"Bisakah kalian diam!?.." Ling Yuan berteriak kesal karena tingkah konyol ketiga putrinya.
Mendengar teriakan ibunya yang marah, seketika ketiga putri kembar itu terdiam dan menghentikan aksi kekanak-kanakan nya mereka.
"Nah, begitu lebih bagus, dan jangan bertingkah seperti anak kecil lagi, kalian ini sudah dewasa, jadi bersikaplah seperti orang dewasa pada umumnya..." Ling Yuan menasihati ketiga putrinya yang berbaris dan menunduk.
"M-maaf....!" Hanya itu kata-kata yang keluar dari ketiga putri kembar itu dengan serentak. Dan dengan memasang ekspresi wajah yang benar-benar meminta maaf dengan tulus.
Melihat itu lalu Ling Yuan menggelengkan kepalanya seraya membatin, 'Ketiga putriku berkata seolah-olah mereka benar-benar menyesal, namun nyatanya sebentar lagi mereka akan kembali ribut..'
Ling Yuan yang seakan sudah menebak apa yang akan terjadi selanjutnya, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya dan memasang wajah masam.
Dan benar saja apa yang dipikirkan Ling Yuan, ketiga putri kembar itu kembali ribut setelah lima menit terdiam, dan pada akhirnya Ling Yuan kembali memarahi mereka hingga kembali diam seperti biasanya.
Setelah itu, Ling Yuan melihat hari sudah menjelang malam dan mata hari juga perlahan redup. Kemudian dia memandang Mao Rue dan Lang Xiao yang dia siksa terus menerus tanpa ampun mulai dari siang tadi. Ling Yuan melihat tubuh kedua orang itu yang dipenuhi oleh luka-luka yang disebabkan oleh cambuknya, dia merasa ada kepuasan tersendiri yang dia rasakan.
"Hukuman kalian hari ini telah berakhir, kita akan melanjutkannya besok..." Ling Yuan berkata seraya menyimpan kembali cambuknya lalu berbalik dan berkata pada Tang Shuan yang sudah ada disana.
"Tang Shuan, awasi mereka berdua, jangan sampai mereka melarikan diri. Dan jika ada orang yang ingin menyelamatkan mereka, maka bunuh ditempat!.." Ujar Ling Yuan seraya menyeringai kejam.
"Baik yang mulia ratu.." Tang Shuan menjawab seraya menangkupkan tangannya.
Setelah itu Ling Yuan pergi dan diikuti oleh ketiga putrinya yang sudah mulai kelelahan karena terus saja ribut dari tadi. Sedangkan disisi Tang Lian, dia baru saja terbangun dan melihat Long Xia Shi masih meringkuk dipelukannya.
"Hm? Apa hanya perasaanku saja? Aku merasa dia sudah bangun beberapa saat yang lalu..." Tang Lian membatin seraya mengelus lembut rambut belakang Long Xia Shi.
"Ah... Sudahlah, itu tidak penting, yang penting sekarang itu adalah mencari makanan karena aku kelaparan..." Tang Lian bergumam seraya memegang perutnya yang bersuara dengan keras.
Disisi Long Xia Shi, dia memang telah benar-benar bangun sedari tadi, namun dia masih ingin memeluk tubuh Tang Lian lebih lama lagi. Akibat perpisahannya dengan Tang Lian yang hampir lima tahun, itu membuatnya menjadi sekarang ini, bahkan jika bisa dia hanya ingin terus seperti ini selamanya.
Kemudian dia melihat Tang Lian yang terbangun, dan segera dia langsung menutup kembali matanya. Itu dikarenakan dia masih terlalu malu untuk bertatap mata karena kejadian tadi siang. Dan perasaan ketika Tang Lian membelai rambutnya itu membuatnya sangat bahagia, dia merasa dia adalah wanita yang paling bahagia.
Hingga dia merasakan tiba-tiba Tang Lian berhenti mengelus rambutnya dan melepaskan pelukannya, Dan sontak dia langsung membuka matanya dan menangkap tangan Tang Lian dengan cepat.
"K-kamu mau kemana!?..." Long Xia Shi berkata dengan ketidak relaan dimatanya.
"Aku...."
"Apakah kamu mau pergi lagi? Apakah kamu akan meninggalkan aku lagi!?.." Long Xia Shi memotong perkataan Tang Lian sebelumnya dan berkata seraya memasang ekspresi takut akan Tang Lian meninggalkannya lagi hingga dia meneteskan air matanya tanpa sadar.
Melihat itu, Tang Lian langsung paham jika Long Xia Shi benar-benar takut akan dirinya pergi lagi. Kemudian Tang Lian tersenyum lalu kembali duduk ditempat tidur seraya membelai lembut pipi Long Xia Shi dan menghapus air matanya, Tang Lian kemudian berkata, "Aku tidak akan kemana-mana lagi, aku tidak akan meninggalkanmu lagi, aku berjanji.."
"Benarkah? Kamu berjanji kan!?.."
"Ya, aku berjanji. Hanya orang bodoh yang akan meninggalkan orang yang dia cintai setelah sekian lama berpisah..."
"Aku tau kamu senang tapi... Kondisiku masih belum pulih total..." Tang Lian berkata seraya memasang ekspresi kesakitan karena Long Xia Shi memeluknya terlalu erat.
Menyadari itu, dengan cepat Long Xia Shi langsung melepaskan pelukannya dan meminta maaf dan memasang ekspresi khawatir.
"Tidak usah memikirkan itu, sebaiknya kamu membantu menemukanku pakaian.."
Kata-kata Tang Lian barusan membuat Long Xia Shi tersadar jika Tang Lian saat ini masih tanpa busana. Lalu dia memalingkan wajahnya karena malu dan sangat malu.
Melihat ekspresi Long Xia Shi yang sangat menggemaskan ketika dia malu, Tang Lian tidak bisa menahan keinginan untuk mencium pipinya.
"Hehehe apakah kamu malu pada suamimu sendiri?." Tang Lian bertanya seraya terkekeh pelan.
"B-bukannya malu t-tapi aku m-masih belum siap..." Long Xia Shi bahkan tidak menyangkal lagi ketika Tang Lian menyebutkan dirinya suami. Dan justru Long Xia Shi malah menjawab dengan ekspresi wajah yang lucu.
"Hahaha.... gadis lugu, aku tidak akan memakanmu dengan keadaanku yang masih terluka.."
Setelah mengatakan itu, Tang Lian kemudian bangkit dan ingin meraih sepasang pakaian yang terletak dimeja. Namun ketika dia berdiri, tiba-tiba dia merasakan punggungnya yang ditusuk oleh pisau beracun sebelumnya itu masih sakit.
"Aahhhkkk...." Tang Lian berteriak seraya menahan sakit dan terjatuh hingga berlutut.
Melihat itu, Long Xia Shi langsung membantu Tang Lian kembali agar berdiri.
"Tidak usah memaksakan diri. Biarkan aku saja yang mengambilnya.." Long Xia Shi berkata seraya mendudukkan kembali Tang Lian dikasur lalu dia mengambil baju yang terletak dimeja itu.
"Terima kasih..." Ucap Tang Lian seraya tersenyum senang.
"Mengapa berterima kasih? Ini sudah seharusnya adalah tugasku.." Long Xia Shi berkata seraya membantu memasangkan pakaian Tang Lian.
Sebelum Long Xia Shi memasangkan baju itu, dia memandang bekas luka akibat tusukan belati beracun sebelumnya dan seketika ekspresi wajahnya kembali sedih seraya berkata, "Bekas luka ini tidak akan pernah hilang selamanya. Aku merasa sangat bersalah karena sekarang tubuh suamiku telah cacat.."
Long Xia Shi yang menyebut Tang Lian sebagai suaminya, itu membuat Tang Lian sangat senang.
"Bekas luka ini adalah bukti cintaku padamu. Dan asalkan kamu baik-baik saja nyawaku pun rela aku berikan.." Tang Lian berkata seraya memakai bajunya dengan sendiri.
"Sayang... Kamu tidak tau jika perasaan bersalah didalam hatiku ini sangat besar. Aku telah pernah membuatmu patah hati, dan sekarang aku membuat tubuhmu memiliki bekas luka yang tidak akan pernah hilang... A-aku tidak tau bagaimana caranya untuk menebus semua kesalahanku ini.." Long Xia Shi berkata dan kembali meneteskan air matanya.
"Jika kamu bersalah maka seharusnya aku jauh lebih bersalah, bukankah kamu juga sama menderitanya?.." Ujar Tang Lian seraya kembali membelai rambut indah Long Xia Shi.
"Tapi..."
"Sudahlah, tidak usah membahas masa lalu. Sebaiknya sekarang kita mencari makanan, aku sudah sangat lapar .."
Tang Lian menghentikan Long Xia Shi yang hendak berbicara lagi dan mengalihkannya pada dirinya yang memang benar-benar lapar.
Disisi lain, seseorang tiba-tiba melemparkan HP-nya kedalam air. Dan ternyata itu adalah para pembaca yang kecewa karena tiba-tiba bersambung lagi😂😂