
Sedangkan disisi Mao Tzu yang sedang menyamar sebagai kaisar Zhang Tzu. Ia terlihat khawatir dan berjalan mondar mandir didalam ruangannya yang sangat menyeramkan.
"Ini sudah hampir tiga minggu tetapi mengapa ayah belum datang juga!?.." Ia memegang dagunya, "Apakah terjadi sesuatu dengan ayah?.." Gumamnya yang berjalan mondar-mandir seorang diri, dan jejak kepanikan terpampang di wajahnya.
Jelas ia panik karena rencana penyerangan ke kota benteng besi harusnya sudah dimulai tiga hari yang lalu. Namun ia tidak berani mengambil resiko dengan membiarkan aura iblisnya yang menjijikkan itu keluar, atau istana misterius itu akan menghancurkannya sebelum memulai peperangan.
Saat ini ia menunggu ayahnya datang ke kekaisaran Zhang bukan karena dia ingin menggunakan kekuatan ayahnya, namun ia menunggu sebuah benda yang dapat menyembunyikan aura iblisnya yang akan dibawa oleh ayahnya.
"Braak!!.."
Pintu ruangan Mao Tzu tiba-tiba didobrak dan membuat Mao Tzu kesal. Namu ia harus menahan kekesalannya karena yang datang adalah Mao Gu, salah satu dari empat panglima iblis angin.
"Yang Mulia yang terhormat, rencana penyerangan kita sudah tertunda selama tiga hari, dan selama itu sepuluh ribu pasukan ku harus menahan rasa haus darah mereka!!.." Teriak Mao Gu tanpa hormat dan protes.
"Mao Gu! Kau jangan terlalu lancang! Meskipun kau adalah utusan kaisar iblis, tapi disini akulah kaisarmu! Kau harusnya tunduk padaku..!" Teriak Mao Tzu yang sudah tak dapat menahan rasa kesalnya lagi karena sikap Mao Gu.
"Maka kau harus memberiku penjelasan! Aku tidak ingin sepuluh ribu pasukan ku mati kehausan darah karenamu!. Jika kau tidak yakin bisa menaklukkan kota benteng besi itu, maka seharusnya kau katakan saja!.." Balas Mao Gu sengit.
"Lihatlah betapa bodohnya kau! Bukankah sudah kukatakan untuk menyerang dengan pasukan manusia saja? Lalu untuk apa kau mengumpulkan pasukan iblismu dasar bodoh!!.." Teriak Mao Tzu lagi seraya menunjuk-nunjuk Mao Gu dengan jari telunjuknya.
"Pasukanku adalah setengah iblis dan setengah manusia! Dan aku sudah mengajari mereka untuk menekan aura iblisnya. Dan aku ingin menggunakan mereka untuk perang kali ini, kenapa? Apakah kau keberatan!?.."
Mao Tzu tidak bisa mengatakan apapun lagi, dia hanya bisa mengutuk kebodohan Mao Gu. Apakah menurutnya istana misterius itu mudah untuk dikelabui?. Memikirkan itu membuat Mao Tzu sangat kesal, dia bertanya-tanya mengapa kaisar iblis mengutus harimau bodoh ini untuk membantunya. Tetapi segera ia tersenyum misterius dan sedikit menyeramkan, ia sepertinya sudah memikirkan sesuatu yang licik.
"Baiklah, aku tidak masalah dengan pasukanmu asalkan mereka benar-benar telah mempelajari cara menyembunyikan aura iblis mereka.." Ujar Mao Tzu berpura-pura.
"Lalu apa lagi yang kau tunggu!? Cepat perintahkan semua orang untuk bersiap-siap. Kita masih butuh tiga hari berjalan untuk sampai digerbang kota benteng besi.." Desak Mao Gu yang terlihat tidak sabaran.
"Baiklah, kita akan berangkat sekarang..." Jawab Mao Tzu.
Namun didalam batinnya ia berkata lain, "Mao Gu! Kau hanya akan menjadi umpan digaris depan nanti. Lihat saja, aku pasti akan membuatmu menyesal karena tidak menghormati ku! hehehehe.." Senyuman jahat dan licik terpampang diwajah Mao Tzu.
Dalam waktu tiga puluh menit, delapan puluh ribu lebih pasukan kekaisaran Zhang telah berkumpul disebuah lapangan yang sangat besar. Dan ditengah-tengah lapangan itu, terdapat sebuah panggung setinggi sepuluh meter, dan disana berdirilah Mao Tzu dan adiknya Mao Tse beserta lima panglima iblis angin.
"Salam para prajurit yang pemberani!..." Mao Tzu mulai berbicara dan melakukan pidato sebagai kaisar.
"Hari ini!!.. Aku ingin kita semua mengingat kembali sejarah kelam yang terjadi pada kekaisaran kita!. Ribuan tahun yang lalu, kita ditindas dan dijajah oleh kekaisaran Long. Saat itu mereka benar-benar memperlakukan kita dengan keji! Mereka membunuh baik itu anak-anak maupun orang tua, bahkan anak-anak gadis kita di perkosa oleh mereka!!.."
Amarah yang membara seperti api, bangkit dari diri setiap prajurit yang ada disana setelah mendengar pidato itu. Mereka menggenggam erat tombak dan pedang mereka.
Aku bertanya, apakah kalian akan menyerah begitu saja pada para penjajah itu!?." Ujar Mao Tzu yang berpidato sangat keras.
"Tidak!!.." Teriak delapan puluh ribu pasukan itu serentak. Suara mereka menggema dan terdengar hampir keseluruh wilayah kekaisaran Zhang.
"Apakah kalian ingin menanggung rasa malu setelah seribu tahun ini kita berdiam dan menutup diri!?.."
"Tidak!!.." Jawab seluruh prajurit itu serentak lagi.
"Lalu katakan padaku apa yang kalian inginkan!?.." Tanya Mao Tzu kembali. Ia berniat memancing rasa benci para prajurit itu akan kekaisaran Long.
"Balas dendam!!!.." Jawab seluruh prajurit itu lagi serentak dan sangat bersemangat.
"Katakan padaku sekali lagi apa yang kalian inginkan!!?.." Tanya Mao Tzu semakin keras.
"Kami ingin balas dendam!!!.." Teriak seluruh pasukan itu lagi dan semakin keras dan bersemangat.
"Katakan lebih keras!!!.."
"Kami ingin balas dendam! Hancurkan kekaisaran Long! Bunuh setiap orang tanpa ampun!!!.." Teriak seluruh pasukan dengan sangat bersemangat yang membara dan penuh dendam.
Mao Tzu tersenyum senang melihat para prajurit itu di provokasi dengan mudah, "Maka kita akan melakukannya, sekarang ikuti aku! Kita akan mulai dai kota benteng besi!!.." Ujarnya dan menunjuk kedepan.
Setelah berkata demikian, panggung tempat Mao Tzu berdiri dan Mao Tse serta kelima panglima iblis angin itu tiba-tiba terangkat. Dan ketika para pasukan mulai berjalan, panggung itu juga berjalan. Dan ternyata panggung itu ada diatas punggung seekor gajah yang sangat besar. Dan setiap ia melangkahkan kakinya, itu tidak jauh dengan Lao Hu yang melangkahkan kakinya dan membuat gempa dalam jarak beberapa kilo meter.
"Mao Tzu,ternyata kau pandai dalam berkata-kata..." Ucap Mao Gu yang berdiri paling kiri.
Mao Tzu mengerutkan keningnya dan bertanya, "Apa kau mengejekku..!?".
"Hahahaha!!.. Mao Tzu, tidak bisa kah kau memperlakukan aku lebih lembut?. Jelas-jelas aku memujimu..." Ujar Mao Gu dan melipat kedua tangannya didadanya.
"Cih! Aku yakin dia memiliki arti lain dalam setiap kata-katanya yang ditujukan padaku. Tapi tidak apa-apa, aku akan membiarkannya bersikap seperti apapun saat ini, karena sebentar lagi kau akan mati sangat menyedihkan hahaha!!.."
Mau Tzu membatin dan tertawa jahat dihatinya. Mao Tzu berniat menjadikan Mao Gu dan pasukannya menjadi umpan, apakah orang-orang dari istana misterius itu akan muncul ketika merasakan pergerakan aura iblis yang sangat besar?. Jika benar maka ia akan menarik seluruh pasukannya dan membicarakan Mao Gu bertarung sendirian.
Mao Tzu mendapatkan ide liciknya dan kejam itu, adalah karena ia mengingat jika pembuka serangan pertama adalah Mao Gu. Saat itu Mao Gu sendirilah yang meminta jika ia akan berdiri digaris depan dan dia lah yang akan membuka serangan.