
"Suamiku apakah kamu sedang memikirkan sesuatu?" Yun Mei bertanya sambil memeluk Tang Lian dari belakang dan menyenderkan kepalanya ke punggung Tang Lian.
"Ah!! Tidak ada istriku..." Tang Lian tersadar karena Yun Mei tiba-tiba memeluknya.
"Benarkah?" Yun Mei kembali bertanya seakan tidak percaya.
"Ya, aku hanya ingin memandangi langit saja.." Tang Lian juga berkata bohong karena tidak ingin menunjukkan wajah sedihnya lagi dihadapan Yun Mei.
Walaupun Tang Lian berkata seperti itu, Yun Mei tentu saja tau jika Tang Lian sedang berbohong. Namun Yun Mei tidak memaksa suaminya itu untuk jujur karena Yun Mei sendiri juga sudah bisa menebak apa yang dipikirkan oleh Tang Lian.
"Jika tidak ingin mengatakannya juga tidak apa-apa suamiku, namun kamu harus ingat jika aku adalah istrimu..." Yun Mei berkata dengan lembut sambil tetap menyenderkan kepalanya ke punggung Tang Lian.
"Ya, aku tahu itu istriku...." Tang Lian berkata sambil tersenyum hangat kemudian berbalik dan memeluk kembali Yun Mei kemudian mencium keningnya.
"Sudahlah, ini sudah larut malam sebaiknya kita tidur." Tang Lian berkata setelah dia melepaskan pelukannya kemudian menutup jendela dan kembali tidur dengan Yun Mei.
"Suamiku terlalu mencintai gadis itu, dan aku rasa aku harus berbicara dengan gadis itu nanti, karena aku tidak ingin melihat suamiku terus bersedih seperti ini". Yun Mei berbicara dalam batinnya sambil menutup mata.
Kemudian keesokan paginya Tang Lian bangun dan mencium kening istrinya yang masih tertidur, kemudian Tang Lian perlahan bangkit agar tidak membangunkan Yun Mei. Kemudian Tang Lian membersihkan diri dan pergi keluar untuk menemui Long Xia Shi.
Tang Lian telah memutuskan untuk berbicara dengan Long Xia Shi hari ini bahkan jika Long Xia Shi menolak maka Tang Lian akan memaksanya karena dia tidak ingin berlama-lama dalam hubungan yang sudah tidak jelas ini.
Tang Lian ingin memastikan lagi apakah Yun Mei benar-benar membencinya atau ada yang lain menarik perhatian Long Xia Shi. Dan jika itu benar maka Tang Lian tidak memiliki alasan lagi untuk tetap tinggal di istana itu.
Setelah itu Tang Lian menunggu didepan pintu istana karena Long Xia Shi pasti akan lewat dari sana karena akan menuju akademi. Dan benar saja, tidak lama setelah itu Long Xia Shi telah muncul dan berjalan kearahnya.
"Adik Shi aku ingin kita berbicara sebentar apakah kamu ada waktu?" Tang Lian bertanya sambil tersenyum tetapi serius.
Long Xia Shi yang telah melihat Tang Lian dari kejauhan merasakan firasat buruk kemudian tetap berjalan dengan menunduk agar tidak menatap Tang Lian, namun Tang Lian tiba-tiba menghentikannya.
"Maafkan aku, aku tidak memiliki waktu sekarang, aku akan terlambat jika berlama-lama jadi lain kali saja." Long Xia Shi berkata dengan dingin kemudian kembali melangkahkan kakinya.
Walaupun Long Xia Shi berkata dengan dingin tetapi didalam hatinya benar-benar hancur, namun juga Long Xia Shi telah membulatkan tekadnya.
Tang Lian yang melihat itu hanya tersenyum kecut dan membiarkan Long Xia Shi lewat begitu saja. Tang Lian merasa ini sudah cukup jelas jadi dia tidak mengatakan apa-apa lagi, Tang Lian hanya menatap Long Xia Shi terus berjalan kemudian menghilang dari pandangannya.
Pada saat ini Tang Lian telah memutuskan apa yang akan dilakukan olehnya selanjutnya yaitu berjalan pergi untuk menemui ayahnya dan membicarakan sesuatu.
Kemudian Tang Lian menemukan ayahnya dihalaman belakang istana seperti biasanya menyesap secangkir teh.
"Selamat pagi ayah" Tang Lian membuka pembicaraan dengan memberikan ucapan selamat pagi dengan hormat.
"Selamat pagi juga nak, ada apa pagi-pagi begini sudah menemuiku apakah kamu membutuhkan sesuatu?" Tang Lin berkata sambil terus menyesap tehnya.
"Aku tidak membutuhkan apapun untuk saat ini ayah..."
"Jadi?"
"Nanti sore portal ruang dan waktu sudah siap dibangun, kita akan kembali saat itu juga" Tang Lin menjawab dengan santai dan ingin membawa Tang Lian juga untuk kembali bersamanya.
"Tapi ayah, aku belum ingin pulang..." Tang Lian berkata dengan jantung yang berdegup kencang karena dia takut ayahnya akan marah.
"Oh? Mengapa?" Tang Lin bertanya kembali seolah-olah dia bingung, tetapi sebenarnya dia sudah tau apa alasan Tang Lian.
"Tidak ada apa-apa ayah, aku hanya ingin menjelajahi alam bawah ini saja".
"Jika begitu silahkan saja, ayah akan kembali bersama ibu dan kakakmu saja nanti..." Tang Lin mengizinkan anaknya tinggal di alam bawah dan tidak banyak bertanya karena dia sudah tau apa alasan dibalik semua itu.
"Terima kasih ayah!!." Tang Lian berkata dengan senang dan senyum yang lebar karena ternyata ayahnya tidak marah dan malah sebaliknya mengizinkan.
Tang Lian tidak tau jika posisinya sebagai dewa penghakim sekarang adalah milik ayahnya dimasa lalu jadi ayahnya mengizinkan.
Tang Lin yang melihat putranya yang begitu senang hanya tersenyum saja. Dan alasan Tang Lian untuk tetap tinggal di alam bawah itu adalah sepenuhnya benar, karena dia telah menjadi dewa penghakim maka dia memutuskan untuk memulai perjalanannya dari sini. Kemudian untuk tempat tinggalnya Tang Lian telah berencana untuk pergi dari kekaisaran Long.
Tang Lian telah berpikir untuk melepaskan Long Xia Shi saja, mungkin ini adalah jalan yang terbaik, begitulah Tang Lian berfikir. Kemudian masih diposisi yang sama Tang Lian merasa bingung kemana perginya para hewan dan bawahannya sebelumnya.
"Oh iya ayah, kemana perginya Lao Hu dan Wang Long serta Zhao Yu?" Ketika Tang Lian bertanya seperti itu Zhao Yu langsung muncul seperti hantu dan mengejutkan Tang Lian.
"Aku disini tuan..." Zhao Yu berkata dengan hormat.
"Huwaa...Astaga, kau mengejutkanku Zhao Yu, lalu darimana saja kau?" Tang Lian berteriak karena terkejut dengan Zhao Yu yang muncul tiba-tiba.
"Maafkan aku tuan, aku adalah seorang bawahan tuan yang akan menjaga tuan dari balik bayangan"
"Haisss...Lain kali tidak usah dari balik bayangan, aku tidak selemah yang kamu kira Zhao Yu." Tang Lian berkata sambil menepuk jidatnya karena merasa ini terlalu berlebihan.
"Baik tuan..." Zhao Yu mengangguk, bagi Zhao Yu perintah Tang Lian adalah mutlak karena itulah yang diajarkan oleh ayahnya.
Sebelumnya Zhao Yu telah berjumpa dan berbicara dengan Tang Lin jadi Tang Lin tidak terlalu terkejut dengan itu, bahkan Tang Lin hanya tertawa pelan melihat itu. Zhao Yu juga sudah tau jika Tang Lian adalah putra dari Tang Lin yang merupakan tuan dari ayahnya dimasa lalu, dan juga Tang Lin mengatakan bahwa identitasnya jangan dikatakan kepada Tang Lian.
Sebelumnya Zhao Yu merasa heran mengapa, namun Tang Lin hanya mengatakan alasan yang sama seperti apa yang dikatakannya kepada Yun Mei sebelumnya bahwa belum waktunya. Kemudian Zhao Yu hanya bisa mengangguk walaupun dia penasaran.
(Kembali ke Tang Lian).
"Untuk Lao Hu dan Wang Long dia tinggal didalam perutmu..."
***BERSAMBUNG***
Halo para pembaca yang Budiman, terimakasih telah mampir di novel ini jangan lupa klik tombol like dan terus dukung author juga dengan kasi vote novel author terima kasih.....
tunggu ada yang bilang hadiah? Author mau dong 😁
**********SAMPAI JUMPA***************