PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 135 "Permintaan Maaf Ketiga Putri Kembar"


Sedangkan disisi Tang Lin yang masih berada diportal ruang dan waktu, dia terus saja memaki dirinya setiap saat dan setiap detik. Saat ini satu hari telah berlalu semenjak dia memasuki portal ruang dan waktu itu, tapi dia merasa seolah dia telah berada didalam portal itu selama satu tahun padahal waktu yang dibutuhkan untuk sampai dialam rendah adalah sepuluh hari.


"Sial! Mengapa sangat lama sampai di alam rendah!.." Tang Lin bergumam sangat kesal.


"Cih... Tidak ada cara lain selain melukai diriku sendiri untuk membuka kembali portal ruang dan waktu, meskipun itu akan melukai diriku sendiri memangnya apa masalahnya? Ha!! Aku adalah seorang dewa dan dikenal sebagai Sang Penguasa, rasa sakit telah lama aku lupakan!!.."


Tang Lin bergumam pada dirinya sendiri dan terlihat seperti orang gila yang berbicara sendiri. Setelah itu Tang Lin membentuk segel tangan lalu berteriak, "Namaku adalah Tang Lin sidewa petir merah yang dijuluki sebagai Sang Penguasa! Dengan ini aku memerintahkan hukum alam tunduk padaku, portal ruang dan waktu yang terlarang, aku memerintahkanmu untuk terbukalah untukku!!."


Tang Lin berteriak sangat keras, dan sejujurnya Tang Lin mengeluarkan kata-kata itu dengan asal-asalan, pikirannya saat ini benar-benar sangat kacau karena dia sebelumnya hampir membunuh putrinya sendiri sehingga sekarang dia terlihat seperti orang gila. Dan anehnya lagi portal itu terbuka dengan sendirinya seolah dia mengenal dan menurut pada Tang Lin.


"Eh? Benar-benar terbuka? Tapi aku tidak merasakan sakit sama sekali, ah sudahlah!!.." Tang Lin memutuskan untuk tidak memikirkan itu dan langsung memasuki portal yang terbuka didalam portal.


Sedangkan disisi Tang Lian, dia telah selesai mendengarkan seluruh penjelasan kakaknya, Tang Lian tidak tau harus bereaksi seperti apa. Karena disuatu sisi dia kesal pada ayahnya yang hampir membunuh kakaknya dan disisi lain dia juga marah pada ketiga kakaknya yang tidak mengakui Tang Lin dan Ling Yuan sebagai ayah dan ibunya.


Tang Lian tidak bisa mengambil kesimpulan mana yang benar dan mana yang sebenarnya yang salah, dan karena itu akhirnya timbullah sebuah pemikiran bodoh darinya.


"Haaaah... Aku merasa sebenarnya ini adalah salahku karena telah terlahir didunia ini dan membuat kalian semua seperti ini..." Tang Lian menghembuskan nafas berat dan menggelengkan kepalanya.


Setelah berkata seperti itu, Tang Lian kemudian berbalik dan meraih gagang pintu dan ingin membukanya, namun sebuah pertanyaan dengan nada marah terdengar ditelinga nya.


"Adik! Apa yang kau katakan barusan ha!?.."


Tang Yue bertanya dengan marah karena jelas dia sangat terkejut dengan kata-kata Tang Lian barusan.


"Apakah yang aku katakan baru saja kurang jelas? Maksudku jika aku tidak terlahir maka tidak mungkin ayah dan ibu berperilaku tidak adil dan tentunya mereka hanya akan mencintai kalian bertiga saja.."


Setelah mengeluarkan kata-kata itu, Tang Lian tidak ingin menunggu jawaban dari kakaknya kemudian dia membuka pintu dan langsung keluar. Setelah Tang Lian keluar dia langsung menghilang dari tempat seperti angin lewat saja.


"Adik tunggu!!.." Ketiga putri kembar itu berkata serempak dan ingin menyusul Tang Lian, namun sayangnya mereka bahkan tidak bisa menemukan jejaknya lagi.


Tang Lian menghilang pastinya membuat ketiga putri kembar itu sangat khawatir, namun segera mereka berpikir mungkin menemui ibunya, jadi ketiga putri kembar itu langsung saja mencari ibunya.


Disisi Tang Lian, dia benar-benar mendatangi ibunya kekamarnya. Tang Lian tidak berpikir panjang dan langsung mengetuk pintu kamar ibunya.


"Ibu, boleh aku masuk?.."


"Ah... iya silahkan.." Ling Yuan menjawab dengan cepat, seolah dia baru saja sadar dari lamunannya.


Setelah mendapatkan izin dari ibunya, Tang Lian langsung membuka pintu dan mendekat pada ibunya dan duduk disamping ibunya yang juga duduk dipinggiran tempat tidur.


"Lian'er? Apakah kamu baik-baik saja?.." Tanya Ling Yuan bingung, karena ini pertama kalinya dia melihat Tang Lian sepertinya tidak ingin disentuh.


"Aku baik-baik saja ibu. Aku hanya ingin mengatakan aku sudah mendengar semuanya dari kakak..."


Ling Yuan terkejut dengan apa yang dia dengar. Yang dia takutkan sebenarnya adalah putranya yang marah karena kata-kata kakaknya satu hari yang lalu, oleh sebab itulah Ling Yuan berencana menyembunyikannya. Dan nyatanya sekarang Tang Lian telah mengetahuinya, jadi Ling Yuan dengan cepat bertanya kembali dan berharap dia mendapatkan jawaban yang dia inginkan.


"K-kamu tidak memarahi mereka kan!? Kamu tidak membenci mereka kan!? Dan juga kamu tidak membenci ibu dan ayah kan!?.." Rentetan pertanyaan dilontarkan oleh Ling Yuan karena sangat khawatir.


Melihay ibunya yang sangat khawatir, Tang Lian menjadi tersenyum lalu berkata, "Apa yang ibu pikirkan? Tentu saja aku tidak memarahi ataupun membenci kalian semua. Terlepas siapa yang benar dan salah, aku adalah yang paling bersalah.."


"Lian'er! Apa maksud dari perkataanmu itu!!.." Ling Yuan tiba-tiba berteriak marah, karena dia tau hanya dengan kata-kata singkat dari Tang Lian barusan dia bisa memahami arti dibaliknya.


"Ah... Bukan apa-apa ibu, jadi tidak usah dipikirkan.." Ucap Tang Lian seraya memasang senyuman tulus karena dia tidak ingin ibunya semakin marah.


Sedangkan diluar kamar, ketiga putri kembar Ling Yuan mendengar semua apa yang mereka bicarakan, dan karena ketiga putri kembar itu takut Tang Lian akan mengatakan sesuatu yang lebih bodoh lagi kemudian mereka membuka pintu dengan perlahan.


Dan ketika pintu terbuka, Ling Yuan mengalihkan pandangannya pada ketiga putrinya itu. Ling Yuan ingin mengatakan sesuatu tapi dia takut jika putrinya itu masih marah padanya, jadi dia hanya bisa diam.


Ketiga putri kembar itu melihat ibunya yang terdiam, mereka lalu mendekat dengan perlahan. Dan setelah jarak yang tersisa hanyalah satu meter, ketiga putri kembar itu langsung menjatuhkan diri dan bersujud meminta maaf.


"Ibu! Maafkan kami yang telah membuat ibu menangis sedih, kami adalah anak yang tidak berbakti ibu. Kami telah membuat ibu sakit hati, maka hukumlah kami ibu!." Ketiga putri kembar itu meminta maaf seraya bersujud dan menangis.


Ketiganya terlihat benar-benar menyesali perkataan mereka sebelumnya sampai-sampai mereka menangis sesenggukan bersama. Ling Yuan merasakan permintaan maaf yang sangat tulus dari ketiga putrinya itu, dia merasa sangat senang dan lega.


"Bangunlah nak... Ibu yang bersalah, seharusnya ibu yang meminta maaf.." Ucap Ling Yuan juga yang menangis dan kembali meminta maaf dan memeluk ketiga putrinya.


Disisi Tang Lian yang melihat itu dari samping, dia merasa sangat senang. Dan tanpa disadari oleh Ling Yuan dan ketiga putri kembarnya, Tang Lian pergi meninggalkan mereka seolah dia ingin memberikan waktu untuk mereka.


Didalam Tangisan saling memaafkan mereka berempat, mereka saling memeluk satu sama lain hingga Ling Yuan merasa anaknya masih kurang satu lagi.


"Bayi kecilku, kemarilah dan peluk juga ibu.." Ling Yuan memanggil namun tidak ada suara. Dan ketika Ling Yuan melepaskan pelukannya dan menatap kesamping alangkah terkejutnya dia ketika dia tidak melihat Tang Lian berdiri lagi disana.


"Oh... Tidak!!!.." Ketiga putri kembar berkata serempak, dan pada saat yang bersamaan mereka tidak menyadari bahwa sudah tibalah saatnya untuk bersambung...


***Hallo para pembaca saya yang setia, baik, dan Budiman. Saya informasikan bahwa saya telah merilis novel baru dengan judul LEGENDA SANG PENGUASA.


Kisah dimana itu adalah kisah Tang Lin yang sebenarnya! kisah sebelum dia menjadi seorang penguasa, jadi jangan lupa cek profil untuk lihat ya😄😄***