
Sedangkan disisi lain, didalam sebuah lorong ruang dan waktu,Tang Lin masih menggunakan kekuatan rohnya, dan Tang Lin dapat dengan jelas melihat dan mendengar semua apa yang dikatakan oleh Tang Lian.
Seketika saja Tang Lin merasa sangat marah sehingga Tang Lin membuat badai semakin mengerikan di alam rendah, sedangkan waktu untuk mereka sampai juga masih ada sembilan hari lagi.
Disisi Tang Lian pada saat ini sedang berjalan ditengah kuatnya badai, sesungguhnya badai itu tidaklah akan menyakiti Tang Lian, tetapi karena kondisi Tang Lian saat ini maka dia pun merasakan, kedinginan dan sakit yang amat sangat di dadanya dan ayahnya sendiri tidak tau dengan kondisi tubuh Tang Lian saat ini, sehingga Tang Lin tanpa ragu terus saja menyiksa alam rendah begitu pula dengan Tang Lian yang tanpa Tang Lin sadari dia telah menyakiti putranya sendiri saat ini.
Tang Lian terus berjalan dan tanpa dia dia sadari orang-orang yang ada di istana sebelumnya telah mengejar dia hingga pada akhirnya tiba-tiba saja anak panah menembus kakinya.
Setelah Tang Lian terkena anak panah Tang Lian langsung mendengar ada suara orang yang berteriak.
"Itu dia..cepat kejar dan bunuh dia.."
Tang Lian yang sedang terluka karena efek dari hancurnya kutukannya kini berguling-guling ditanah sambil memegang kakinya yang terkena panah, kemudian Tang Lian mencabut paksa anak panah itu dan berusaha berdiri untuk melarikan diri, namun sayangnya Tang Lian terlalu lambat dan lemah sekarang sehingga Tang Lian telah dikepung oleh orang-orang, kemudian diantara orang-orang itu Chen Lau angkat bicara.
"Sekarang kau tidak akan bisa kemana-mana lagi sampah.."
"Aku kira siapa, ternyata hanya seorang bajingan yang tidak tau malu.."
"Bicaralah sesukamu sampah, bagaimana pun juga kau pasti akan mati ditangan ku hari ini.."
Sedangkan Tang Lian berbicara didalam hatinya 'aku tidak akan rela jika mati ditangan seorang bajingan seperti dia, bagaimanapun caranya aku harus bisa pergi dari sini'.
Tang Lian pun melihat ke sekelilingnya mencari celah untuk lari dari kepungan itu, tetapi sialnya lagi tidak ada celah sama sekali sekarang ada tiga puluh orang yang mengepungnya.
'Sial...apa yang harus aku lakukan sekarang'
"Tidak usah bingung seperti itu Tang Lian sampah, tidak ada jalan lagi untukmu selamat sekarang, kaisar bodoh yang kau banggakan itu juga mengizinkan kami melakukan apapun.."
Mendengar itu Tang Lian merasakan hatinya sangat sakit, sekarang Tang Lian merasa benar-benar di campakkan.
Pada saat ini Tang Lian hanya berharap ayahnya dapat melihat keputus asaannya saat ini dan membalaskan dendamnya nanti.
"Chen lau, aku beri tahu kau, bahwa tidak semudah itu untuk membunuhku.." Kemudian Tang Lian mengambil sebatang ranting kayu yang ada didekatnya.Tang Lian tidak memiliki pedang jadi dia hanya bisa menggunakan batang kayu itu.
Untuk ilmu berpedangnya saat ini Tang Lian tidaklah ragu, karena hampir setiap hari Tang Lian melatih ilmu berpedangnya, hanya saja tidak ada kekuatan didalamnya karena ranahnya yang rendah.
Orang-orang yang melihat Tang Lian mengambil kayu untuk menjadi senjatanya membuat mereka tertawa.
"Hahahhaha...apa itu ranting pohon? Hais... lihatlah betapa tidak bergunanya kau sekarang sampah..."
Mendengar itu Tang Lian merasa sangat kesal, keputus asaan, darah juga terus mengalir dari kakinya sehingga membuat Tang Lian semakin lemah.
"Tidak usah banyak bicara kau Chen lau, maju saja jika berani.."Kemudian Tang Lian memegang ranting kayu itu persis seperti pedang dan saat ini Tang Lian sudah sangat putus asa.
"Rupanya sampah sepertimu sudah tidak sabar ingin mati di tanganku, baiklah maka aku akan mengabulkannya.."Kemudian Chen Lau maju untuk menyerang Tang Lian tanpa menggunakan kekuatan apapun Chen Laun hanya menggunakan ilmu berpedangnya juga.
Menurut Chen Lau apa yang harus ditakutkan dari Tang Lian yang hanya menggunakan ranting pohon, kemudian....
Sekarang darah berceceran dimana-mana dan itu adalah darah Tang Lian, Chen Lau yang melihat itu kemudian berbicara lagi..
"Aku akui ternyata ilmu berpedangmu tidak buruk, tetapi tetap saja jauh lebih buruk dari ilmu berpedangku, hahahaha..."
Sedangkan Tang Lian sekarang untuk berbicara saja susah apa lagi untuk bangkit.Tang Lian terus merasakan sakit yang sangat diseluruh tubuhnya ditambah lagi rasa sakit dari kutukannya sebelumnya.
"Sampah oh sampah yang malang, sekarang aku akan mengakhiri rasa sakitmu jadi matilah..."
Chen Lau pun mengarahkan pedangnya ke jantung Tang Lian.Sedangkan Tang Lian membatin jadi ini adalah akhirku ya, hahaha... sangat menyedihkan, jika aku masih hidup setelah ini, aku bersumpah akan jauh lebih kejam dari iblis untuk orang-orang sepertimu.
Kemudian perlahan Tang Lian memejamkan matanya dan kehilangan kesadarannya.Sedangkan posisi Chen Lau saat ini dia telah menembus jantung Tang Lian dengan pedang tertancap didadanya.
Sedangkan dari kejauhan Long Tian, Long Xia Shi, Liong Shan dan Liong Shin melihat itu dengan tidak percaya, mereka telah terlambat untuk mengejarnya dan sekarang Tang Lian telah mati seketika saja Long Xia Shi berteriak histeris.
"Tidaaaaaaakkkk..."
"Ddrrtt...ddrrtt,,duar....duar....duar..bom..bom.. bom..."
Tiba-tiba saja petir menyambar nyambar semakin kuat dan mengerikan sehingga menghasilkan ledakan yang sangat kuat dan menghancurkan apapun yang disambarnya.
Seluruh dunia alam rendah saat ini sangat mengerikan, banyak rumah orang-orang yang hancur dan terbakar ditengah badai yang sangat mengerikan, tidak luput juga manusia, dan hewan banyak yang mati.
Seharusnya matahari telah terbit dan tinggi saat ini tetapi masih sangat gelap seperti tidak akan ada lagi yang namanya cahaya.
"Ya dewa...ampunilah kami wahai dewa yang agung...kami tidak tahu apa yang membuat dewa yang agung begitu murka pada kami....mohon kasihani lah kami..."Begitulah orang orang dari alam rendah berdoa sambil bersujud ditanah mengharapkan badai ini akan berakhir.
Semua kengerian yang terjadi dilakukan oleh kekuatan rohnya Tang Lin, dia dapat dengan jelas melihat apa yang terjadi kepada putranya sehingga Tang Lin ingin menghancurkan alam rendah ini sekarang, namun dihentikan oleh istri dan putrinya.
"Tidak...tidak..tidak...manusia dari alam rendah ini akan aku bunuh semuanya, akan kuubah alam rendah ini menjadi abu sekarang" Tang Lin berbicara tiba-tiba.
Begitu pula dengan istrinya dan semua putrinya Sekarang, mereka juga merasakan jiwa Tang Lian menghilang, mereka semua adalah keluarga yang terhubung dengan jiwa jadi mereka dapat merasakan jika salah satu dari mereka telah mati.
"Putraku....tidak...putraku...telah..."
"Adik...adik telah..."
"Ti..tidak mungkin...ini tidak mungkin.."
"Adikku...te...telah...ma..ti..?"
***BERSAMBUNG******
JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,DAN VOTE...
JANJI CRAZY UP***..