
Setelah itu, Tang Lian dan Long Xia Shi kemudian pergi menuju dapur istana dan berniat makan malam disana, namun ditengah perjalanan mereka bertemu dengan Ling Yuan yang baru saja selesai menyiksa Mao Rue dan Lang Xiao.
"Ibu!!..." Tang Lian berteriak bahagia dan menerjang langsung kedalam pelukan ibunya dengan manja.
"Bayi kecilku kamu sungguh bersemangat. Itu menandakan bahwa kamu sudah sembuh dan ibu senang melihatnya.." Ujar Ling Yuan dengan lembut seraya membelai rambut putranya dan tersenyum.
"Hehehe... Sebenarnya aku masih belum sembuh total, tapi aku sangat lapar jadi aku memilih untuk keluar kamar..." Tang Lian berkata seraya terkekeh pelan.
"Jadi putra manja ini sedang lapar ya? Hehehe... Jika begitu mari kita mencari restoran dan makan bersama disana.."
"Yang Mulia, mengapa harus mencari restoran? Diistana ini juga tidak kalah enaknya dengan makanan diluar sana..." Long Xia Shi menyahut seolah dia tidak senang jika Ling Yuan dan orang-orangnya makan diluar sana sedangkan diistana terdapat makanan-makanan terbaik diseluruh kekaisaran.
"Bukannya aku tidak mau makan disini tapi karena suamiku tidak ada disini. Jika dia tau aku makan dengan pria lain tanpa kehadiran dirinya nanti dia akan marah. Dan kamu pasti tau jika suamiku sudah marah pastinya sangat mengerikan..." Ujar Ling Yuan menjelaskan.
Perkataan Ling Yuan barusan adalah benar, jika dia makan diistana maka tentunya Kaisar Long Tian dan Permaisuri Shu Zhu pasti akan ikut menemani. Dan juga ini bukan masalah tentang Long Tian juga sudah memiliki istri tapi karena Tang Lin adalah orang yang sangat cemburuan. Dan tentunya dengan penjelasan singkat saja Long Zia Shi bisa paham tentang itu, sehingga dia tidak memiliki alasan untuk menahan Ling Yuan.
"Baiklah Yang Mulia, tapi jika bisa izinkan aku ikut.." Long Xia Shi memohon karena dia sekarang tidak ingin berpisah dari Tang Lian bahkan sedetik saja.
Sejujurnya Long Xia Shi masih memiliki ketakutan yang tidak berdasar yaitu takut akan Tang Lian meninggalkannya lagi tanpa pamit, dan meskipun Tang Lian sudah berjanji tapi dia juga tidak bisa untuk tidak takut karena kejadian masa lalu cukup untuk membuatnya menderita karena cinta dan dia tidak ingin merasakan itu lagi.
Ling Yuan sebagai seorang wanita tentunya juga paham apa yang dirasakan oleh calon menantunya itu sehingga dia berkata, "Permintaan konyol apa itu? Kamu adalah calon istri putraku jadi seharusnya kamu juga ikut.."
Perkataan Ling Yuan itu membuat Long Xia Shi menunduk malu. Namun ditengah-tengah itu semua, tiba-tiba Tang Yue dan kedua saudarinya menerjang Tang Lian dan berebut untuk memeluknya.
"Adik!! Kamu sudah sembuh!!.."
"Waaa!!!.."
"Gedebuk!!.."
Tang Lian berteriak dan akhirnya terjatuh dengan ketiga kakaknya yang rebutan memeluknya.
Melihat itu Ling Yuan hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menepuk jidatnya sendiri.
"Kalian bertiga sudahlah! Adik kalian itu masih belum sembuh total!.." Teriak Ling Yuan kesal.
Mendengar perkataan ibunya, kemudian ketiga putri kembar itu buru-buru melepaskan pelukannya dan melihat ekspresi Tang Lian yang memucat.
"Adik, maafkan kami. Kami terlalu bersemangat.." Ucap Tang Yue dengan tulus.
"Tidak apa-apa, aku paham ..." Tang Lian menjawab dan memaksakan senyumnya yang terlihat kaku.
Setelah beberapa waktu berlalu, kemudian mereka semua berangkat keluar dari istana dan pergi mencari restoran.
"Oh ya, dimana Zhao Yu?.." Tang Lian bertanya dengan penasaran karena dia tidak melihatnya sedari tadi.
"Ibu tidak tau, karena ibu juga tidak melihatnya sejak kamu terluka dan tidak sadarkan diri.."
"Ibu maaf, kalian berangkat saja duluan. Aku ingin mencari Zhao Yu setelah itu kami akan menyusul.."
Ling Yuan hanya tersenyum ketika dia melihat putranya yang begitu baik dan tidak melupakan orang-orang disekelilingnya.
"Baiklah, kamu cari saja dia dan kami akan menunggu disini.." Seraya berkata Ling Yuan membatin jika putranya itu sangat mirip dengan Tang Lin. Ling Yuan seolah-olah sedang melihat Tang Lin dimasa lalu.
Setelah itu, Tang Lian langsung pergi setelah dia mengangguk pada ibunya. Sedangkan Long Xia Shi dia ingin ikut tapi Ling Yuan menahannya dan berkata Tang Lian tidak akan lama. Karena yang menghentikannya adalah Ling Yuan, maka dia tidak memiliki alasan untuk keras kepala dan memaksa untuk tetap ikut.
...****************...
Disisi Tang Lian, dia kemudian menemukan Zhao Yu yang sedang duduk diatas sebuah dahan pohon. Tang Lian menatap Zhao Yu yang meniup sulingnya dengan indah, namun nadanya terdapat kesedihan yang mendalam. Zhao Yu terus meniup sulingnya seraya memandang bulan purnama dan tidak tau jika Tang Lian menatapnya dari jarak dua puluh meter.
Suara suling yang indah namun terdengar menyayat hati, begitulah Zhao Yu memainkannya seraya air matanya menetes perlahan.
Tang Lian menatap itu dengan sedih, kemudian dia berjalan mendekat lalu melompat keatas pohon itu dan menepuk pundak Zhao Yu lalu duduk disampingnya. Tang Lian memandangnya dengan tersenyum lalu berkata, "Zhao Yu sedang apa kau disini?.."
Kemudian Zhao Yu menghentikan sulingnya lalu menjawab, "Aku hanya sedang bermain suling dan menatap indahnya bulan dan bintang yang bersinar terang itu..."
Perkataan itu tidak dapat membuat Tang Lian percaya dan membuatnya menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Apa kau sedang bersedih?.."
"Bersedih? Apa yang kakak bicarakan, bagaimana aku bersedih sedangkan bulan dan bintang itu bersinar sangat terang malam ini.." Zhao Yu berkata dan berusaha meyakinkan Tang Lian jika dia sedang tidak bersedih.
"Zhao Yu, kau tidak bisa membohongiku. Lihat lah air mata itu, apa kau pikir aku ini buta?.."
"Kakak, ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Barusan mataku hanya kemasukan serangga kecil dan membuat mataku perih..." Ucap Zhao Yu yang masih berusaha meyakinkan Tang Lian.
"Zhao Yu, berbohong pada kakakmu itu sangat buruk..."
"Kakak..."
"Kamu tidak bisa menyembunyikan sesuatu dariku sedalam apapun itu karena aku adalah kakakmu.." Ucap Tang Lian yang memotong perkataan Zhao Yu.
Kemudian Tang Lian melanjutkan lagi, "Sebaiknya kamu bercerita padaku tentang apa yang kamu pikirkan.."
"......."
Zhao Yu terdiam dan bingung apakah dia harus bercerita atau tidak.
Melihat itu Tang Lian hanya bisa menggerakkan kepalanya dan tersenyum kecut lalu kembali berkata, "Baiklah jika kamu tidak ingin bercerita padaku. Aku paham setiap orang itu memiliki rahasianya sendiri tapi tidak seharusnya menyembunyikannya dari keluarganya. Dan aku pikir kau sudah tidak menganggap ku kakak lagi..."
Tang Lian berkata seolah-olah dia kecewa dan membuat Zhao Yu akhirnya memutuskan untuk berbicara karena dia tidak ingin Tang Lian memutuskan hubungan kakak beradik mereka yang baru saja terbentuk.
"Baiklah, aku memang tidak bisa menyembunyikan apapun darimu kakak..."
"Sejujurnya aku hanya....Bersambung..."