PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 161 "Memulai Pelatihan Baru"


"Suami, apakah aku sudah tidak menarik lagi dimatamu?.." Tanya Yun Mei dengan lembut.


"Mei'er apa maksudmu?.." Tanya Tang Lian kembali karena ia tidak tau jika Yun Mei juga mengetahui apa yang ia lakukan barusan dengan Jia Li.


"Suami, aku tau kamu baru saja melakukan itu dengan adik Li..."


"Lalu?..." Ujar Tang Lian yang masih kebingungan.


"Semenjak aku hamil kamu tidak pernah melakukan itu lagi denganku, apakah karena aku hamil dan sekarang sudah tidak menarik lagi dimatamu suamiku?.."


"Kukira ada apa, rupanya dia hanya cemburu karena kami sudah lama tidak melakukan itu.." Tang Lian membatin seraya menghela nafas lega.


"Istriku, kamu masih sangat cantik dan menarik dimataku..."


"Lalu kenapa kamu tidak pernah melakukan itu lagi denganku?.." Potong Yun Mei tanpa menunggu Tang Lian menyelesaikan kata-katanya.


"Bukannya aku tidak mau, tapi aku takut itu akan melukai anak kita..." Ucap Tang Lian menjelaskan seraya mendekat lagi dan mengelus perut istrinya yang sudah mulai membuncit.


Apa yang dikatakan Tang Lian itu, Yun Mei merasa itu benar. Dia pikir dia sangat bodoh karena berpikiran yang tidak-tidak. Ia merasa aneh dengan dirinya karena ia tidak sadar jika ia sedang mengandung. Dan karena itu ia akhirnya menunduk malu dan meminta maaf dengan suara yang pelan seakan dia ingin menangis.


Tang Lian yang melihat itu kemudian memeluknya dan mencium pucuk kepalanya dengan lembut dan mengatakan tidak usah dipikirkan. Tang Lian juga mengatakan ia tidak akan pernah bosan dengannya. Karena itu akhirnya Yun Mei tenang dan kembali tersenyum.


Ia Lalu meletakkan kepalanya didada Tang Lian lalu mereka berbincang untuk sesaat sebelum pada akhirnya Yun Mei kembali tertidur seraya memeluk Tang Lian, ia tertidur dengan posisi kepalanya didada Tang Lian.


Tang Lian menciumnya dan tersenyum bahagia lalu kembali membaringkan kembali istrinya itu dengan hati-hati karena ia tidak tega untuk mengganggunya. Setelah itu barulah ia pergi membersihkan apa yang seharusnya ia bersihkan.


Keesokan paginya, sebelum semua orang-orangnya melakukan aktivitas masing-masing, Tang Lian mengumpulkan semuanya didalam ruangan tengah kediaman mereka.


Semua wanitanya dan para bawahannya merasa sangat bingung. Mereka bertanya-tanya apakah sesuatu telah terjadi dan Tang Lian mengumpulkan mereka untuk membahasnya?. Sementara disisi Fei Fei, ia terlihat sedikit cemas. Ia takut jika tadi malam Tang Lian menyadari keberadaannya yang sedang mengintip.


"Aku ingin mengasingkan diri selama beberapa bulan atau bahkan bisa saja sampai beberapa tahun, aku ingin kembali meningkatkan kekuatanku dengan cara mempelajari sisa-sisa jurus yang masih belum aku kuasai. Dan selama itu aku tidak ingin ada yang mengganggu jika itu bukan hal yang sangat penting dan mendesak.." Ujar Tang Lian menjelaskan apa maksud dan tujuannya.


Semua bawahan Tang Lian memang tidak masalah dengan itu, lagi pula mereka akan terus menuruti perkataan Tang Lian. Namun tidak dengan para istri dan kekasihnya Tang Lian.


Tang Lian baru satu hari yang lalu kembali dan mereka masih belum menghabiskan banyak waktu bersama, dan mereka enggan untuk melakukan itu. Tapi disuatu sisi, mereka terpaksa setuju karena mengingat apa yang di lalui Tang Lian sebelumnya.


Sedangkan Lao Hu, ia berpikir ini adalah kesempatan baginya untuk kembali ke alam atas sebentar dan menyampaikan apa yang harus ia sampaikan sebelumnya, yaitu tentang musuh iblis bebuyutan Tang Lin masih hidup.


Sebelum Tang Lian menutup diri, ia juga menyuruh Wang Long untuk melatih Zhao Yu juga dan membuat naga emas itu harus memikirkan dua metode berlatih yang berbeda sekali gus karena tingkatan Wu Min dan Zhao Yu itu jauh berbeda.


Sedangkan Lao Hu, Tang Lian pikir jika harimau putih itu sangat pemalas dan kerjaannya hampir setiap hari adalah tidur. Dan karena itulah ia tidak menyuruhnya untuk melatih Zhao Yu dan malah menyuruh Wang Long untuk melatih adik angkatnya itu.


Setelah menjelaskan semuanya, Tang Lian lalu meninggalkan ruangan itu dan pergi kebelakang sekte elang besi, disana terdapat sebuah air terjun yang dimana dibelakang air terjun itu adalah sebuah gua, dan ia akan berlatih disana karena sebelumnya Jia Li yang menyarankan.


Sementara Wang Long, ia pergi kebukit tempat biasanya ia melatih Wu Min, disana ia melatih keduanya tanpa ampun. Bahkan itu adalah Zhao Yu, Wang Long juga tidak peduli, ia menyiksa keduanya dengan latihan seperti sedang berada dineraka. Wang Long tidak akan berhenti memberikan latihan baru yang berat jika meskipun latihan sebelumnya sudah diselesaikan oleh kedua orang itu. Ia akan berhenti jika kedua orang itu sudah pingsan dan tak sadarkan diri.


Zhao Yu berbeda dengan Wu Min yang selalu mengeluh tentang Wang Long yang terlalu kejam. Namun Zhao Yu justru terlihat semakin bersemangat dengan latihan yang tanpa henti ia terima. Bagi Zhao Yu, pingsan tak sadarkan diri selepas latihan itu sudah biasa baginya. Namun yang membuat dia sangat bersemangat adalah, jika dulu ia berlatih sendiri maka kini ia memiliki seseorang yang sangat dapat diandalkan untuk pelatihannya.


Hari demi hari kian berlalu, saat ini Tang Lian terlihat sedang duduk diatas sebuah batu didalam gua. Ia duduk bersila dengan satu tangannya, ia memang bisa membentuk energi qi menjadi tangan baru untuknya, tapi itu tidak akan berguna jika ia sedang berkultivasi. Didalam pikirannya, ia tengah berlatih sangat keras tanpa henti. Didalam pikirannya ada yang namanya lautan pengetahuan, dan disanalah ia sedang mempelajari berbagai macam tehnik tingkat tinggi.


Tang Lian terlihat sangat serius ketika ia sedang memperagakan ataupun membaca dilautan pengetahuannya. Sampai-sampai ia tidak sadar jika waktu sudah berlalu selama seminggu, dan entah bagaimana sebuah rumput merambat dengan cepat dan mengingat tubuhnya. Akan tetapi ia terlihat tidak menyadari itu.


Disisi Tang Feng, selama satu minggu ini ia juga mengikuti para murid lainnya berlatih. Tetapi kali ini ia tidak seperti sebelumnya yang berlatih sangat keras. Kali ini ia benar-benar mendengarkan Tang Lian dan berlatih seadanya saja lalu pergi bermain atau memancing disungai yang tidak jauh dari air terjun tempat Tang Lian sedang bertapa.


Para murid yang tau jika Tang Feng yang biasa mereka panggil Yan Feng, juga tidak mempermasalahkan meskipun bocah tujuh tahun itu datang dan pergi sesuka hatinya. Mengingat siapa ayahnya, siapa yang akan berani mengganggunya?.


"Oh ya, bukankah tiga hari lagi adalah penerimaan murid baru sekte elang besi?.." Gumam Yan Feng yang sedang memancing. Ia terlihat bosan karena sedari tadi dia tidak mendapatkan apapun padahal sudah tiga jam lamanya ia memancing.


(Note : Meskipun nama Yan Feng telah berubah menjadi Tang Feng, tapi author kira lebih baik menggunakan nama Yan Feng saja untuk saat ini karena author takut para pembaca nantinya bingung.)