PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 34"Kehangatan Keluarga & Pembukaan Segel"


Ketiga kakak Tang Lian yang melihat itu akhirnya mendekat dan memeluk Tang Lian juga, berbeda dengan Tang Lin dia hanya diam dikursinya sambil memejamkan mata menikmati makanannya.


Bagi Tang Lin dia tidak suka berbicara ketika sedang makan apa lagi banyak bertingkah, tetapi kali ini Tang Lin membiarkannya seolah-olah tidak peduli karena dia juga paham apa yang dirasakan oleh istri dan anak-anaknya karena dia juga merasakannya.


"Pria tua apa kau tidak merindukanku juga?" Tang Lian berkata setelah dia melepaskan pelukannya dari ibu dan kakak-kakaknya dan berniat mengerjai ayahnya.


Bukannya Tang Lian tidak merindukan ayahnya juga tetapi karena untuk melepaskan rasa rindu antara pria itu membuatnya sedikit canggung, jadi Tang Lian memilih mengerjai ayahnya untuk mencairkan suasana.


"Coba kau panggil apa aku sekali lagi?" Tang Lin berkata dengan kesal.


"Aku bilang pria tua..." Tang Lian berkata kepada ayahnya sambil memalingkan wajahnya dan melipatkan tangannya didada.


Tang Lin yang melihat itu kemudian berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati Tang Lian lalu menarik telinganya.


"Tadi memanggilku apa coba? Aku tidak dengar" Tang Lin berpura-pura tidak mendengar sambil menarik telinga Tang Lian.


"Aduh...aduh...aduh...iya...iya...iya, tadi aku memanggil ayah tampan" Tang Lian berkata dengan cepat karena merasakan sakit ditelinganya.


"Oh benarkah? Aku rasa tidak mendengar itu tadi..." Tang Lin berkata sambil menguatkan tarikannya pada telinga Tang Lian.


"Aduh...aduh...aduh...tentu, tentu saja aku mamanggil ayah aku tidak berani berbohong" Tang Lian berkata untuk berusaha meyakinkan ayahnya.


"Hmmm... untuk sekarang aku akan mempercayainya" Tang Lin berkata dan melepaskan telinga Tang Lian.


Setelah Itu Tang Lian bukannya jera tetapi justru berlari mendekati Ling Yuan dan mengadu seperti anak-anak.


"Ibu...tolong aku, pria tua itu menarik telingaku sampai hampir lepas..."


"Anak nakal!!!.." Tang Lin kemudian berbalik setelah mendengar Tang Lian mengadu pada ibunya dan membuatnya semakin kesal lalu mengejarnya tetapi dihentikan oleh Ling Yuan.


"Sudahlah suamiku lupakan saja, dan kamu juga Lian'er kamu tidak boleh berkata seperti itu pada ayahmu.." Ling Yuan berkata untuk menasehati anaknya.


"Baik ibu...tapi dia memang pria tua lihat saja janggut dan kumisnya itu, tebal dan panjang..." Tang Lian berkata seolah-olah mendengarkan ibunya tetapi tetap saja dia memanggil Tang Lin dengan pria tua dan itu membuatnya semakin kesal.


Tang Lin berjalan mendekat lagi dan ingin menarik kembali telinga anaknya tetapi Tang Lian akhirnya bersembunyi dibalik ibunya.


"Ibu lihat, pria tua itu mendekat lagi sepertinya ingin menarik telingaku lagi" Tang Lian berkata sambil bersembunyi dibalik ibunya.


"Suamiku bukankah sudah kukatakan lupakan saja?" Ling Yuan berkata sambil menatap tajam kearah Tang Lin dan itu membuat Tang Lin tidak berdaya.


"Kamu juga Lian'er, kamu harus minta maaf kepada ayahmu..."


"Boleh saja tetapi...." Tang Lian berbicara sambil menyodorkan pipinya kearah Ling Yuan.


Melihat itu Ling Yuan pun langsung paham dan menciumnya 'Cup'.


"Sudah cukup kan?" Ling Yuan berkata sambil mengelus lembut kepala Tang Lian.


"Belum..." Tang Lian menyodorkan pipinya yang sebelah lagi dan Ling Yuan pun langsung menciumnya juga.


"Apa sekarang sudah cukup?"


"Sudah ibu..." Tang Lian berkata dengan sangat senang dan kemudian mendekati Tang Lin untuk meminta maaf.


"Ayah...maafkan anakmu yang kurang ajar ini..." Tang Lian bersujud untuk meminta maaf pada ayahnya.


"Ayah sudah memaafkanmu nak berdirilah, kamu tidak perlu bersujud seperti ini..." Tang Lin berkata sambil mengangkat tubuh putranya yang sedang bersujud.


"Terima kasih ayah..." Tang Lian berkata kemudian langsung memeluk ayahnya, dan begitu juga sebaliknya.


Pada awalnya tingkah ayah dan anak itu membuat semua orang tertawa tetapi pada akhirnya momen haru terjadi disana dan membuat mereka tanpa sadar meneteskan air mata kebahagiaan.


Menurut semua orang disana wajar saja jika Tang Lian bertingkah seperti anak kecil karena Tang Lian tidak sempat merasakan kasih sayang orang tuanya ketika dia berusia lima tahun dan masa kecilnya yang suram.


Setelah puas melepaskan rindu kepada semua keluarganya, Tang Lian ingin mendekat kearah Long Xia Shi yang sedari tadi hanya diam tanpa memperhatikan apapun yang dilakukan oleh Tang Lian seolah-olah dia tidak peduli.


"Aku sudah selesai..." Long Xia Shi berkata dan langsung meninggalkan meja makan karena melihat Tang Lian mendekatinya.


'Apa dia mencoba menjauhiku?' Tang Lian bergumam dalam batinnya karena melihat ini sangat aneh terlebih lagi makanan Long Xia Shi masih tersisa setengah lagi.


"Shi'er..." Long Tian memanggil anaknya tetapi seakan tidak mendengar Long Xia Shi terus berjalan keluar.


Long Tian ingin mengejarnya tetapi dihentikan oleh Shu Zhu karena dia paham apa yang dirasakan putrinya.


Setelah selesai sarapan Tang Lian kemudian mengikuti ayah dan ibunya menuju taman istana untuk membicarakan tentang kultivasinya.


"Baiklah nak apa yang ingin kamu bicarakan?" Tang Lin berbicara setelah duduk dikursi goyang dengan santai dan Tang Lian berdiri didepan ayahnya.


"Ayah apakah bisa membimbingku dalam kultivasi?"


"Apakah ada masalah dengan kultivasimu sehingga meminta bantuan kepada pria tua ini?" Tang Lin berkata seolah-olah mengungkit kejadian dimeja makan.


"Ayah aku sudah minta maaf tadi kan? Dan kali ini aku serius..." Tang Lian berkata dengan serius.


"Baiklah katakan saja apa masalahmu"


"Ayah bisa tau jika kultivasiku tidak pernah meningkat, padahal aku sudah berjuang keras selama sepuluh tahun ini tetapi tidak meningkat bahkan satu ranah saja..."


Tang Lin yang mendengar penjelasan putranya hanya tersenyum saja karena Tang Lin memang sengaja melakukan itu tetapi tidak dapat diketahui oleh Tang Lian.


"Satu minggu lagi kamu berulang tahun yang ke enam belas kan?"


"Aku tahu itu ayah, tetapi kita tidak sedang membahas itu..."


"Satu minggu lagi ayah berfikir untuk merayakan ulang tahunmu..." Bukannya menjawab Tang Lin justru membahas tentang ulang tahun putranya.


"Ayah.... apakah ayah tidak mendengarkan aku?" Tang Lin berkata dengan kesal karena ayahnya tidak peduli dengan kultivasinya.


"Sudahlah Lian'er dengarkan saja apa yang dikatakan ayahmu..." Ling Yuan yang sedang menyirami bunga ditaman menyambut perkataan Tang Lian.


"Tapi ibu..." Sebelum Tang Lian menyelesaikan kata-katanya Ling Yuan kembali berbicara.


"Apakah kamu tidak mendengarkan ibu?" Ling Yuan berkata seolah-olah dia marah tetapi sebenarnya tidak.


"Tidak ibu, aku mendengarkan..." Tang Lian menjawab dengan tidak berdaya dan memasang wajah lesu.


'Sepertinya aku memang sampah, sampai-sampai ayah dan ibu tidak ingin membimbingku...' Tang Lian berbicara dalam batinnya dan menggelengkan kepala dan tersenyum kecut.


Setelah itu satu minggu telah berlalu dan hari ini adalah tepat hari ulang tahun Tang Lian, dekorasi mewah telah menghiasi seluruh istana sesuai dengan keinginan Tang Lin.


Long Tian tentu saja melakukan yang terbaik karena dekorasi itu adalah permintaan Tang Lin sendiri dan didalam dekorasi itu Tang Lin telah meletakkan berbagai macam formasi untuk menyiapkan pembukaan segel dari dalam tubuh Tang Lian. Tujuan sebenarnya pesta ulang tahun ini adalah untuk membuka segel didalam tubuh Tang Lian.


Setelah itu pesta ulang tahun pun dilaksanakan dengan meriah, banyak makanan dan minuman yang bermacam-macam disana, hingga pada saat ini telah sampai pada waktu penyerahan kado.


Satu persatu orang pun menyerahkan kadonya yang mewah dan para pejabat kekaisaran yang masih setia kepada Long Tian juga menyerahkan kadonya, hingga yang terakhir yang menyerahkan kado adalah Long Tian dan inilah yang ditunggu oleh Tang Lian, dia penasaran apakah kado dari ayahnya.


"Baiklah nak, ini kado dari ayah..." Setelah berkata seperti itu Tang Lin kemudian membentuk segel tangan dan mengaktifkan formasi yang telah disiapkan.


Formasi itu kemudian terhubung hingga membentuk gambar sebuah bintang dan Tang Lian berdiri ditengahnya, sontak semua orang terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Tang Lin, orang-orang berfikir apakah Tang Lin akan melukai anaknya sendiri?.


Bahkan Yun Mei juga sangat khawatir saat ini dia ingin melompat dan menangkap Tang Lian dan membawanya kabur namun Ling Yuan menghentikannya dan menyuruh untuk tetap diam dan percaya, tidak mungkin mereka akan melukai putranya sendiri.


Pada akhirnya Yun Mei memilih untuk percaya dan tetap diam, tetapi didalam hatinya dia sangat kahwatir hingga membuat tubuhnya bergetar.


"Segel bintang buka!!!" Tang Lin berteriak dengan keras ditengah-tengah bingungnya semua orang.


"*Bom..."


"Bom..."


"Bom*.."


Setelah Tang Lin berkata seperti itu kultivasi Tang Lian akhirnya meningkat dan tanpa sadar Tang Lian telah duduk bersila untuk terus meningkatkan kekuatannya, karena dia merasa tidak ada tanda-tanda dia akan berhenti.


Dan benar saja, setelah Tang Lian duduk bersila kutivasinya terus meningkat hingga pada akhirnya berhenti diranah saint, sebenarnya Tang Lian merasa seharusnya dia tidak akan berhenti diranah saint tetapi karena hukum didunia ini maka dia terpaksa berhenti diranah itu.


***BERSAMBUNG***


Halo para pembaca yang Budiman, terimakasih telah mampir di novel ini jangan lupa klik tombol like dan terus dukung author juga dengan kasi vote novel author terima kasih.....


tunggu ada yang bilang hadiah? Author mau dong 😁


**********SAMPAI JUMPA***************