PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 228 "Mengorek Informasi"


"Tuan tolonglah, mohon ampuni kami! Kami akan bersedia melakukan apapun asalkan tuan mengampuni kami.. "


"B-benar tuan! Kami bahkan akan memberikan semua yang kami punya pada tuan!.. " Ucap dua orang pemuda itu terus memohon ampun.


Didalam hati kedua pemuda itu merutuki diri sendiri karena berjumpa dengan orang yang menakutkan seperti Tang Lian. Jika saja waktu bisa diputar kembali, kedua pemuda itu akan memilih untuk tidak mengganggu Tang Lian dan orang-orang nya.


Ketika Tang Lian mendengar tentang cincin penyimpanan ia sedikit tertarik. Pasalnya Tang Lian saat ini tidak memiliki sepeserpun uang, tentu saja ia pikir kedua pemuda bodoh ini memiliki apa yang ia inginkan seperti koin emas ataupun sumber daya kultivasi dan lainnya lagi.


"Hum... Jika apa yang kalian miliki bisa memuaskan aku, maka akan aku pertimbangkan untuk mengampuni nyawa kalian." Ujar Tang Lian kemudian mengambil cincin penyimpanan kedua pemuda itu.


Sementara Shie Long memperhatikan Tang Lian yang sedang memeriksa kedua cincin penyimpanan kedua pemuda itu. Shie Long terngiang-ngiang dengan kata-kata Tang Lian beberapa saat lalu yaitu ketika Tang Lian menyebutnya wanitanya. Rasanya Shie Long sangat bahagia mendengar itu.


Setelah Tang Lian memeriksa isi cincin penyimpanan itu, ia menggelengkan kepalanya dan memasang raut wajah kecewa, "Hais... Kenapa kalian begitu miskin? Hanya ada seribu lima ratus koin emas di sini dan banyak barang-barang tidak berguna lainnya" Ujarnya pura-pura, padahal di dalam hatinya ia sangat senang karena seribu lima ratus koin emas bukanlah jumlah yang sedikit.


"M-maafkan kami tuan muda, tapi hanya itu yang kami miliki." Ujar pemuda yang berperan sebagai kakak dengan putus asa. Ia sangat takut karena semua yang dia miliki tidak dapat memuaskan Tang Lian.


"Tuan, kenapa kamu harus mengambil cincin penyimpanan kedua orang bodoh ini. Aku juga memiliki semua yang tuan inginkan, tidak perlu melakukan perampokan. Itu adalah tindakan yang hina.. " Ujar Shie Long tiba-tiba karena ia sangat heran dengan tuannya ini, kenapa tiba-tiba berubah menjadi perampok? Sedangkan Shie Long sendiri bahkan memiliki apa yang dinginkan Tang Lian jauh lebih banyak dan berkualitas.


Tang Lian tidak tersinggung sama sekali dengan perkataan Shie Long barusan. Karena memang benar merampok itu adalah tindakan yang hina.


"Shie Long, kamu tidak mengerti. Aku tidaklah merampok mereka. Kamu ingat bahwa mereka berdualah yang menawarkan, jadi ini tidak bisa dikatakan perampokan.. " Ujarnya santai, dan itu juga memang ada benarnya.


Shie Long pun menanggapi itu hanya dengan menggelengkan kepalanya. Ia merasa lucu dengan tuannya ini.


"Oh ya, aku lihat dari pakaian kalian, sepertinya kalian adalah murid dari sebuah sekte. Jadi katakan dari sekte mana kalian berasal!." Tanya Tang Lian kembali seraya menatap kedua pemuda sangat tajam.


"K-kami dari sekte PEDANG PENGHANCUR tuan muda.. " Jawab pemuda itu lagi dengan gagap.


"Apakah itu aliran hitam atau putih?" Tanya Tang Lian semakin serius. Jika pemuda itu menjawab aliran hitam, maka Tang Lian akan langsung membunuhnya ditempat.


"A-aliran putih tuan muda.. " Dan beruntung nya pemuda itu menjawab aliran putih, sehingga Tang Lian tidak jadi membunuhnya langsung.


"Ditengah hutan seperti ini, apa yang kalian lakukan berdua?" Tanya Tang Lian masih curiga. Pasalnya tadi malam ia bertarung dengan para iblis yang menyamar sebagai manusia, dan bisa saja kedua pemuda ini adalah iblis yang juga menyamar.


Kedua pemuda itu terlihat ragu untuk bercerita. Mata keduanya pemuda itu bahkan sudah berkaca-kaca seperti ingin menangis. Terlihat jelas jika kedua pemuda itu menyimpan kesedihan.


Tang Lian yang memperhatikan itu menjadi penasaran, apa yang sebenarnya terjadi pada kedua pemuda ini. Jika dikatakan menjalankan misi, ditengah hutan belantara yang memiliki banyak binatang buas tingkat menengah dan tinggi itu terlalu berbahaya bagi kedua pemuda yang kultivasi nya masihlah perajurit perak tingkat menengah. Dan itu terkesan tidak mungkin sekte mengirim mereka apa lagi hanya berdua.


"Katakanlah!" Desak Tang Lian.


"Melarikan diri? Dari sekte Pedang Penghancur?" Tanya Tang Lian semakin penasaran.


"Bukan tuan muda, kami sedang melarikan diri dari iblis yang telah menghancurkan sekte kami... "


Deggg!!!


Mungkinkah iblis tadi malam adalah pelaku penyerangan yang dimaksud? Dan mungkinkah orang yang dimakan oleh iblis tadi malam juga adalah murid sekte pedang penghancur? Berbagai macam pertanyaan langsung memenuhi pikiran Tang Lian.


"Sekte kalian dihancurkan oleh iblis?"


"Benar tuan muda, dan hanya kami berdua yang selamat. Aku ingat waktu itu pemimpin sekte bertarung mati-matian agar kami bisa melarikan diri dengan selamat... "


"Dan karena itu pula kami harus tetap hidup karena pemimpin sekte berkata jika suatu hari nanti kami harus membalaskan dendam rekan-rekan kami dan membangun kembali sekte pedang penghancur... " Ujar kedua pemuda itu bercerita tanpa berbohong sedikitpun. Raut wajah yang ingin menangis semakin terlihat jelas diwajah kedua pemuda itu. Tang Lian juga pada akhir nya menjadi iba setelah mendengar cerita kedua pemuda itu.


"Apakah itu adalah perintah terakhir pemimpin sekte kalian?" Tanya Tang Lian lagi. Tatapan tajam nya yang seperti ingin memakan kedua pemuda itu hidup-hidup telah berganti dengan tatapan kasihan.


"Benar tuan muda, karena itu tolong maafkan kami dan ampunilah kami. Kami masih harus membalaskan dendam rekan-rekan kami yang telah gugur." Ujar pemuda itu lagi yang tiada hentinya untuk meminta ampunan pada Tang Lian.


Tang Lian menjadi semakin iba setelah mendengar itu, namun tetap saja ia harus memberikan hukuman pada kedua pemuda ini karena telah berani melukai hewan peliharaan nya dan bahkan sempat ingin menikmati wanitanya.


"Aku bisa saja mengampuni kalian, tapi kalian berdua tetap harus dihukum karena telah mencari masalah denganku." Ujar Tang Lian yang pada akhirnya melembut.


"Apapun hukuman darimu tuan muda, kami akan menerimanya asalkan jangan membunuh ataupun menghancurkan kultivasi kami.. " Jawab kedua pemuda itu penuh harap.


"Tapi sebelum itu, aku masih belum tahu, sekte pedang penghancur itu berada dalam naungan Kekaisaran apa? Hutan ini adalah wilayah bebas, jadi aku masih tidak tahu dimana sebenarnya sekte kalian itu berada... " Ujar Tang Lian lagi yang terus saja mengorek informasi.


"Kekaisaran Zhang tuan muda.. "


"Kekaisaran Zhang? Bukankah itu adalah Kekaisaran terkuat nomor satu di alam rendah ini? Dan lagi, mengapa kalian tidak meminta bantuan dari pihak Kekaisaran saja?." Tanya Tang Lian menjadi sedikit bingung.


"Memang benar tuan muda jika Kekaisaran Zhang adalah Kekaisaran terkuat nomor satu. Tapi kami tidak mungkin meminta bantuan kesana... "


"Mengapa demikian?"


"Istana Kekaisaran sendiri sudah dikendalikan oleh iblis itu tuan muda. Pihak sekte kami sebelumnya secara tidak sengaja melingetahui itu, dan karena itu pula lah sekte kami dihancurkan... " Jawab pemuda itu jujur.


Tang Lian mengerutkan keningnya, ini adalah informasi yang sangat berharga pikirnya.