PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 52 "Kota Singa Api"


Tang Lian dan Lao Hu :



Wang Long :



Kemudian satu minggu lagi telah berlalu, dan dalam satu minggu itu Tang Lian memilih untuk memanjakan Yun Mei dan juga sebagai bentuk permintaan maaf darinya.


"Tuan apa rencana kita selanjutnya?" Zhao Yu bertanya kepada Tang Lian dengan hormat.


"Aku rasa sudah waktunya untuk kita bergerak sekarang.." Tang Lian menjawab sambil mengelap pedang darah penghakim miliknya dari darah seekor beruang perak.


Ya, pada saat ini posisi Tang Lian dan para bawahannya sedang berada di wilayah dalam hutan merah. Mereka telah berburu dibagian dalam hutan merah selama seharian penuh dan hampir seluruh hewan penghuninya dibantai oleh Tang Lian. Tang Lian telah menguasai tujuh puluh persen dari keseluruhan tehnik bela diri yang diberikan oleh ayah mertuanya jadi bisa dikatakan dia tidak terkalahkan di alam bawah ini dan bahkan jika itu alam atas hanya akan ada beberapa orang yang dapat bertarung dengan seimbang dengannya, itu pun jika orang itu mengeluarkan seluruh kemampuannya.


Para bawahan Tang Lian yang mendengar perkataan Tang Lian pun kemudian paham bahwa mereka akan memulai perjalanan mereka dengan tuannya sebagai penghakim dan menargetkan para iblis yang telah memanipulasi pikiran manusia di alam bawah ini.


"Lao Hu ayo bergerak kearah barat.." Tang Lian memberikan perintah kepada harimau putih itu setelah dia naik ke punggungnya dengan Yun Mei didepannya dan Zhao Yu dibelakang seperti biasanya, Zhao Yu kemudian memainkan sulingnya dengan indah dibawah cahaya matahari sore.


Jika kearah timur adalah kekaisaran Long, maka kali ini Tang Lian bergerak kearah barat yaitu kekaisaran Zhang. Sejujurnya Tang Lian hanya asal-asalan memerintahkan untuk bergerak ke arah barat, dia belum pernah sekalipun keluar dari kekaisaran Long dan tentu saja Tang Lian tidak tau denah peta alam bawah ini. Dan tanpa Tang Lian sadari mereka akan mengunjungi tempat yang paling berbahaya di alam rendah ini.


Setelah satu minggu berjalan kearah barat akhirnya Tang Lin tiba disebuah kota kecil, kota kecil itu masihlah berada dibawah naungan kekaisaran Long dan nama kota itu adalah kota SINGA API.


Nama kota singa api diberikan adalah karena pemimpin kota itu selalu dari keluarga yang sama, entah itu disengaja atau tidak, tidak ada yang berani bertanya. Dan keluarga pemimpin kota itu semuanya memiliki tunggangan yang sama yaitu singa api, maka dari itulah kota kecil ini dinamakan kota singa api.


Sejujurnya singa api itu tidaklah ingin menjadi tunggangan keluarga pemimpin kota, namun karena pemimpin kota memiliki seseorang dibelakangnya yang lumayan kuat maka singa api itu tidak bisa berbuat apa-apa.


Sudah ratusan tahun para singa api itu selalu diburu dan diperbudak oleh pemimpin kota sehingga membuat para singa api itu bersembunyi. Mereka sudah berusaha untuk melawan namun mereka kalah kekuatan dan jumlah.


(Kembali ke Tang Lian).


Pada saat ini dua kilo meter sebelum Tang Lian dan para bawahannya sampai di kota singa api, Tang Lian turun dari atas punggung Lao Hu kemudian menyuruh harimau putih itu mengecilkan tubuhnya agar dapat memasuki kota. Jika tidak maka semua orang didalam kota kecil itu akan ketakutan setengah mati melihat tubuh Lao Hu yang besar dan tinggi sepuluh meter.


Kemudian setelah itu Tang Lian dan para bawahannya pun memasuki kota dengan Lao Hu menjadi seekor kucing dan hinggap di kepala Tang Lian dan Wang Long yang menjadi ular kecil berwarna putih dan melilit dileher Tang Lian.


"Berhenti!!" Prajurit itu menghentikan Tang Lian dengan kasar.


"Lima ratus koin emas perorang agar bisa masuk!!" Prajurit itu berkata lagi dengan kasar dan berniat memeras Tang Lian.


Kemudian karena ini adalah kota pertama yang dia kunjungi setelah memulai perjalanannya tidak ingin mencari masalah dan langsung saja memberikan seribu lima ratus koin emas tanpa pikir panjang.


Didalam cincin yang diberikan oleh ayahnya terdapat triliyunan koin emas jadi seribu lima ratus koin emas bukanlah apa-apa bagi Tang Lian. Setelah menyerahkan koin emas itu Tang Lian langsung masuk dengan bebas.


"Mengapa tuan menuruti orang-orang rendahan itu? Jelas-jelas mereka memeras kita tuan!!" Zhao Yu berkata karena tidak terima dan darahnya sudah mendidih karena marah.


"Tidak apa-apa Zhao Yu, seribu lima ratus koin emas bukanlah apa-apa bagiku jadi tidak usah dipikirkan.." Tang Lian menjawab dengan santai dan terus berjalan mencari penginapan untuk beristirahat.


Zhao Yu yang mendengar tuannya berkata seperti itu hanya bisa menerima dan menahan emosinya yang meluap-luap.


Sedangkan para penjaga sebelumnya telah melihat bahwa Tang Lian adalah orang kaya dan didampingi satu wanita cantik disampingnya kemudian membuat para prajurit itu menjilati bibirnya kemudian memanggil bawahannya untuk menyampaikan kepada tuan muda mereka yaitu putra pemimpin kota, bahwa ada kelompok tanpa kultivasi memasuki kota dan membawa seorang wanita yang sangat cantik.


Kemudian dengan cepat prajurit itu bergerak menuju kediaman pemimpin kota untuk menyampaikan berita itu. Sedangkan Tang Lian dan para bawahannya tidak tahu akan hal itu.


Pada saat ini Tang Lian telah berada didepan sebuah penginapan bernama 'PENGINAPAN SINGA API'. Kemudian langsung saja memasukinya tanpa pikir panjang dan memesan dua kamar dan berniat menginap selama tiga hari disana.


Penginapan itu tidaklah mewah karena ini hanyalah kota kecil jadi penginapan itu hanya memiliki dua lantai dan sederhana. Lantai satu digunakan untuk orang-orang yang ingin makan dan lantai dua adalah kamar tempat menginap.


Dikota api ini juga hanya memiliki satu penginapan karena ini hanyalah kota kecil dan satu restoran kecil. Kemudian karena itu juga tentu kota ini kekurangan sumber daya, jadi sudah bisa dipastikan orang-orang yang tinggal di kota kecil itu pastilah sangat lemah, paling tidak orang terkuat dikota itu berada diranah Jendral perak tingkat menengah, tetapi mereka merasa telah berdiri dipuncak kultivasi.


Karena itu juga mereka tentu tidak dapat melihat ranah Tang Lian dan para bawahannya sehingga mereka merasa Tang Lian adalah anak orang kaya yang tidak dapat berkultivasi.


Kemudian malam hari telah tiba dan Tang Lian sedang makan berlima dilantai satu dengan Lao Hu dan Wang Long diletakkan diatas meja. Sebelumnya kedua hewan legendaris itu meminta agar makan dibawah saja namun Tang Lian bukanlah orang yang tega dan kejam kepada para bawahannya jika mereka tidak melakukan sesuatu yang membuat Tang Lian marah.


"Braaakkk..."


Pada saat Tang Lian dan para bawahannya sedang makan dengan tenang tiba-tiba seorang pelayan ditendang oleh seorang prajurit dan menghancurkan sebuah meja yang kosong.


***BERSAMBUNG***