PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 124 "Affaan Tuh?"


Pada saat itu Ling Yuan sedang membersihkan tubuh putranya, tiba-tiba Tang Yui menerobos masuk dan berkata dengan panik.


"I-ibu harus melihat ini!!.."


Melihat kepanikan putrinya, Ling Yuan seketika tatapannya berubah menjadi serius.


"Long Xia Shi, aku serahkan perawatan putraku selanjutnya padamu.."


Ling Yuan berkata dengan serius dan membuat Long Xia Shi hanya tau menjawab iya dengan cepat. Setelah itu, Ling Yuan kemudian mengikuti putrinya keluar, sedangkan Long Xia Shi kebingungan bagaimana caranya agar dia tidak malu ketika merawat Tang Lian.


Setelah berdiam diri beberapa saat, akhirnya Long Xia Shi menggelengkan kepalanya dan berjalan mendekat kearah Tang Lian yang masih berendam di ember besar sebelumnya.


"Ughhh... Sangat bau!!.." Long Xia Shi menutup hidungnya rapat-rapat agar tidak mencium bau busuk itu.


Meskipun begitu, dia tetap memaksakan dirinya untuk tetap merawat Tang Lian, karena dia merasa ini juga salahnya. Jika sebelumnya dia tidak menyimpan belati beracun itu, mungkin Tang Lian tidak akan berakhir seperti ini.


Seraya memikirkan itu dengan sedih, Long Xia Shi kemudian membersihkan seluruh tubuh Tang Lian dengan perlahan seraya menutup hidungnya dengan jepitan gantungan baju agar tidak mencium bau busuk itu.


'Aku sebenarnya bingung bagaimana yang mulia itu bisa menahan bau busuk yang sangat menyengat ini dengan biasa, bahkan dia membersihkan tubuh kakak Lian dengan tersenyum. Apakah itu dikarenakan cintanya pada putranya ini? Jika benar maka cintaku kalah jauh darinya...'


Long Xia Shi membatin seraya terus membersihkan tubuh kekar Tang Lian. Hingga seluruh tubuhnya kini telah menjadi bersih, dan yang terakhir adalah tongkat kera sakti milik Tang Lian yang harus dibersihkan.


'Jika membersihkan bagian itu seharusnya itu dibuka seluruhnya kan?.' Long Xia Shi membatin seraya menelan ludah dan jantung yang berdetak kencang.


Kemudian dengan memberanikan diri, Long Xia Shi membuka kain penutup tongkat kera sakti Tang Lian dengan perlahan, dan seketika tongkat kera sakti itu menyembul keluar. Mata Long Xia Shi tidak bisa berkedip ketika dia melihat itu, dan justru dia berinisiatif untuk memegangnya. Ketika dia memegangnya, tongkat kera sakti itu tiba-tiba menjadi lebih besar dan keras dan membuat Long Xia Shi terkejut bukan kepalang.


'Mengapa tiba-tiba menjadi lebih besar dan keras?..' Long Xia Shi membatin dan dengan naluriah dia menaik turunkan tangannya dengan lembut. Entah apa yang dia pikirkan sehingga dia melakukan itu.


Wajah Long Xia Shi kini berubah menjadi merah seperti tomat karena merasa malu, namun dia tetap menaik turunkan tangannya dengan lembut.


'Jika benda ini masuk kedalam lembah keramatku apakah akan muat?.' Long Xia Shi membatin lagi dan menatap kearah lembah keramatnya.


Ketika pikiran Long Xia Shi dipenuhi dengan pikiran-pikiran panas, tiba-tiba Tang Lian mendesis dan meleguh kenikmatan seraya menghentakkan pinggulnya keatas dan menembakkan cairan putih yang kental dan panas.


'A-apa ini?.' Long Xia Shi tersadar seraya menatap cairan putih itu.


Tang Lian memang belum sadarkan diri, namun tubuhnya merespon ketika Long Xia Shi menyentuhnya dengan lembut.


Setelah beberapa detik terdiam, akhirnya Long Xia Shi mengetahui identitas cairan putih yang kental dan panas itu, dan seketika dia berubah menjadi sangat malu seolah dia ingin mengubur dirinya hidup-hidup, padahal tidak ada siapapun yang mengetahuinya.


Kemudian dia menyudahi membersihkan tubuh Tang Lian dan mengangkatnya ketempat tidur dan memakaikan pakaian yang telah disiapkan oleh Ling Yuan disana sebelum dia keluar.


Pakaian pertama yang dia pakaikan adalah kain putih yang akan menutupi tongkat kera sakti milik Tang Lian.


"Kenapa benda itu belum juga kembali kebentuk aslinya?." Long Xia Shi bergumam bingung seraya menatap Tongkat kera sakti milik Tang Lian yang masih tegang.


"Lalu bagaimana cara memakaikannya? Tidak mungkin aku memaksa dengan dia yang masih berdiri tegak atau dia akan kesakitan.." Long Xia Shi bergumam lagi dengan bingung.


"Apa aku harus memegangnya lagi seperti tadi?..." Dengan ragu-ragu Long Xia Shi kembali memegangnya dan kembali menaik turunkan tangannya dengan lembut, namun gerakan tangannya semakin lama semakin cepat karena dia mendengar Tang Lian yang tak sadarkan diri mendesis kenikmatan. Dan Secara tidak sadar, lembah keramat milik Long Xia Shi juga sudah mulai basah.


"Mengapa lama sekali? Padahal sebelumnya sangat cepat keluar.." Long Xia Shi bergumam bingung karena dia juga sudah mulai kelelahan.


"Jika kamu hanya melakukan itu dia tidak akan mau kembali kebentuk aslinya Lo..." Tang Lian tiba-tiba terbangun dan mengejutkan Long Xia Shi.


"Hiiiikkkkk!!!!!..."


Long Xia Shi sangat terkejut dan merasa sangat malu, dan ketika dia mengalihkan pandangannya dengan perlahan kearah wajah Tang Lian, pada akhirnya Long Xia Shi pingsan karena tidak dapat menahan malu.


Dan pada akhirnya, Tang Lian harus menderita karena nafsunya yang sudah diujung tanduk, dia berpikir dia tidak akan pernah melanggar ketentuan dirinya tentang tidak akan melakukan hubungan badan kepada wanita yang belum dia nikahi. Kemudian Tang Lian membaringkan Long Xia Shi disampingnya dan tidur seraya memeluknya dengan erat.


Tang Lian bahkan tidak memakai pakaiannya karena dia masih terlalu lemah, dia merasa seluruh tubuhnya sangat lemas dan membuatnya terlalu malas untuk melakukan apapun.


Tang Lian hanya menatap Long Xia Shi dengan tatapan teduh dan mencium bibir, mata hidung hingga keningnya dengan penuh cinta sebelum dia juga ikut tertidur seraya meletakkan Long Xia Shi di dadanya.


Setelah Tang Lian tertidur, tiba-tiba Tang Yua membuka pintu kamar dengan perlahan dan masuk kedalam dengan mengendap-endap seperti seorang pencuri. Namun setelah dia melihat adiknya yang tertidur dengan telanjang seraya memeluk Long Xia Shi, dia kemudian menggelengkan kepalanya.


"Haisss... Mereka ini bahkan belum menjadi suami istri namun sangat berani melangkah ketingkat yang ekstrim. Lalu tidak bisakah dia memakaikan pakaian adikku sebelum tidur..."


Tang Yua bergumam seraya meraih sebuah selimut dan menyelimuti keduanya.


"Istirahat adikku yang tercinta..." Tang Yua bergumam lembut kemudian menciumi seluruh wajah Tang Lian berkali-kali lalu pergi setelahnya.


Sedangkan disisi Ling Yuan, dia kini paham apa yang membuat putrinya itu sebelumnya panik, ternyata adalah karena Mao Rue sebelumnya adalah iblis yang asli. Dia berubah bentuk menjadi iblis asli yang sangat menjijikkan dan tampilan yang sangat mengerikan ketika ketiga putri kembar itu bersenang-senang dengan menyiksanya dengan sebuah cambuk yang terlihat dari seluruh bagian cambuk itu dipenuhi dengan besi-besi tajam seperti ribuan jarum dipasangkan disana.


Kemudian, nantikan update saya selanjutnya dan mohon maaf karena Tang Lian tidak dapat memenuhi ******* dari pikiran kalian para pembaca...😂