
"Tang Shui! Aku memilihmu untuk memimpin serangan!" Titah Tang Lin seraya menatapnya.
"Laksanakan Yang Mulia!" Jawab Tang Shui lalu maju kedepan dengan menunggangi seekor kuda hitam.
Kuda hitam yang ditunggangi olehnya memiliki api biru yang menyala di ke empat kakinya. Kudanya itu, terlihat menyeramkan dan memiliki pandangan mata yang tajam!
Tang Shui berjalan mondar-mandir dihadapan seluruh pasukan bersama kuda hitamnya. Sedangkan Tang Lin telah menghilang dan kembali keatas kapal, ditemani oleh Tang Shuan yang tidak akan mengikuti perang jika Tang Lin tidak memerintahkan.
Seluruh pasukan Tang Lin, memakai seragam perang yang didominasi oleh warna merah! Didada seragam itu, terdapat gambar petir. Sementara dibagian punggungnya, terlukislah lambang seekor harimau yang dililit oleh seekor naga. Tampilan mereka terlihat begitu perkasa, dan tatapan tajam setiap prajurit seperti tidak mengenal rasa takut sama sekali.
"Seratus ribu pasukan terdepan, akan mengikutiku berperang! Sedangkan sisanya, tunggu perintah selanjutnya dariku!" Titahnya tegas.
Lantas seratus ribu prajurit langsung membuat jarak dan memisahkan diri. Melihat itu Tang Shui kembali berkata,
"Tidak ada strategi perang dariku, yang ada hanyalah terus maju dan terobos kota kerajaan dan bunuh setiap iblis yang terlihat! Kalian mengerti!?"
""Siap!!"" Jawab semua pasukan itu serentak.
Tang Shui pun kemudian menghadap kearah kota kerajaan. Ia menarik tali kudanya seraya berteriak keras!
"SERANG!!"
"Ngihihik!!"
Kuda hitamnya meringkih dan menghentakkan kedua kaki depannya, lalu berlari sangat kencang kedepan. Diikuti oleh seratus ribu pasukan dibelakangnya.
"Gedebuk!... Gedebuk!...Gedebuk!.."
Suara langkah kaki mereka berlari dan membuat tanah sedikit bergetar.
Sementara itu, Raja iblis yang melihat jika musuh sudah mulai menyerang pun langsung mengeluarkan perintah.
"Bagaimana dengan meriam? Apakah sudah siap? Tinggal menunggu perintah Yang Mulia" Jawab seorang iblis yang tampaknya adalah salah satu Panglima perang.
"Kalau begitu tembak!!"
Begitu kata tembak di ucapkan oleh Raja Iblis, Disitu pula sepuluh meriam yang telah dipasang diatas tembok kota kerajaan ditembakkan bergantian dan berurutan.
"Bang!... Bang!... Bang!..."
Bola energi hijau gelap, seketika meluncur dengan cepat menyerang kearah pasukan Tang Shui.
Tang Shui segera mengeluarkan tombaknya, lalu melompat terbang, mendatangi semua peluru meriam musuh.
"Kembalikan serangan!" Teriak Tang Shui, lalu memukul satu persatu bola energi itu hingga kembali ke kota kerajaan iblis.
"Duar!... Duar!... Duar!..."
Satu persatu peluru meriam itu meledak ketika menabrak formasi pelindung kota kerajaan. Namun itu belum cukup untuk menghancurkan formasi, bahkan serangan yang dikembalikan barusan hanya membuatnya bergetar sedikit.
"Cih! Aku tidak percaya kau bisa mengembalikan semua peluru meriamku! Tembak lagi!" Teriak Raja iblis dengan geram.
Detik berikutnya, sepuluh meriam kembali ditembakkan, dan kali ini secara bersamaan. Namun, sama seperti sebelumnya, Tang Shui bisa mengembalikan semua peluru meriam itu pada di penembak. Bahkan ia mengembalikan semuanya sekaligus!
"Jangan menyerah! Tembak lagi! Dia pasti akan kehabisan energi jika melakukannya terus menerus!" Ujar Raja iblis itu yakin.
"Tidak akan kubiarkan kau menembakku lagi!"
Tang Shui berteriak seraya menghimpun kekuatan ditombaknya, ia mengalirkan energi yang besar ketombaknya dan melemparkannya dengan kuat kedepan!
"Tombak Penghancur!!"
"Swhosh!! "
"Ting!!"
Suara dentingan keras terdengar memekakkan telinga ketika Tombak Tang Shui menghantam formasi pertahanan kerajaan. Raja iblis tersenyum mengejek ketika melihat itu.
"Hahaha! Serangan lemah itu tidak akan bisa menghancurkan formasi pertahanan kerajaan ku!" Ucapnya yakin.
Tang Shui tidak mempedulikan ejekan Raja iblis, dia hanya diam dan kembali terbang kekudanya. Didalam hati, Tang Shui tersenyum sinis. Betapa lucunya raja iblis itu, Tang Shui adalah tangan kiri dari Tang Lin, tentunya serangannya tidak akan selemah yang dipikirkan oleh Raja iblis.
"Krak... Krak... Krak...!"
Benar saja, beberapa detik kemudian terdengarlah suara retakan dari formasi pertahanan kota kerajaan. Yang dimana retakan itu terus merambat. Hingga akhirnya suara pecah seperti kaca terdengar.
"Prang!!"
Tombak Tang Shui pun terus melaju tanpa henti hingga akhirnya tombak itu menabrak tembok dinding kota kerajaan dan tertancap disana.
Raja iblis terkejut, dia pikir tidak mungkin tombak Tang Shui bisa menghancurkan formasi pertahanan yang dia rasa kuat. Namun nyatanya itu bagaikan kaca yang dihantam oleh batu.
Belum selesai sampai disana, Tang Shui kemudian menggenggam tangannya sambil berkata, "Tombak Peledak!"
"BOOOMM!!"
Tombak Tang Shui yang tertunda, tiba-tiba meledak dan meruntuhkan sebagian dari tembok kota kerajaan. Kesepuluh meriam, kini hanya tersisa enam buah saja karena ikut meledak bersama tembok kota kerajaan.
Ada puluhan iblis yang juga ikut meledak dan mati ditempat. Bahkan, Raja iblis juga ikut tertimpa puing-puing tembok yang runtuh. Jika bukan karena Raja iblis yang dengan cepat melindungi dirinya sendiri dengan energinya, takutnya dia juga akan ikut mati.
"Meremehkan musuh, adalah sebuah kesalahan besar!" Gumam Tang Shui pelan seraya menangkap kembali tombaknya yang telah melayang kembali padanya.
Melihat tembok yang telah runtuh, Tang Shui pun menggiring semua pasukannya untuk menyerang dari sana.
"Pasukan! Ikuti aku menyerang dari tembok yang hancur!" Teriaknya keras.
Raja iblis, yang baru saja keluar dari reruntuhan puing, menggeram marah. Ingin rasanya dia mencincang tubuh Tang Shui menjadi ribuan potong.
"Gunakan meriam yang tersisa dan tembak mati semua manusia itu! Jangan biarkan mereka memasuki kota kerajaan, kita harus bertahan apapun yang terjadi!" Titah Raja iblis dengan suara menggema.
Enam buah meriam, kembali diarahkan kepada Tang Shui dan pasukannya lalu menembakinya tanpa henti.
Namun sayang, peluru meriam itu bahkan tidak bisa menyentuh sedikit pun pasukan Tang Shui. Itu dikarenakan, serangan meriam dibalas oleh seorang komandan perang yang berdiri memimpin pasukan yang ada ditengah.
Dengan panahnya, komandan itu menembaki peluru meriam dan meledak di udara.
"Hahaha! Meriam rongsokan itu tidak akan pernah bisa menyentuh pasukan kami!" Teriaknya mengejek.
Raja iblis mengepalkan tangannya sangat erat karena marah. Dengan mata kepalanya sendiri, ia melihat apapun yang ia lakukan tidak ada gunanya. Jadi, Raja iblis Itupun membuat keputusan yang sangat beresiko.
"Umat iblisku semuanya! Angkat senjata kalian! Kita akan maju langsung dan berperang!" Titah Raja iblis itu kemudian seraya mengangkat pedangnya kelangit.
Semua iblis ditempat itu, sempat merasa ragu dan takut, pasalnya musuh mereka saat ini adalah musuh yang sangat ditakuti oleh semua bangsa iblis. Namun dengan kata-kata Raja iblis selanjutnya,
"Jumlah kita jauh lebih banyak dari mereka! Kita lebih dari satu juta iblis! Jadi kita pasti bisa memenangkan perang!"
Akhirnya, dengan mengandalkan kuantitas mereka, para iblis pun yakin dengan perkataan Raja iblis. Semua iblis itu mengikuti Raja mereka yang mengangkat senjatanya kelangit.
Dengan satu perintah dari Raja iblis yang berbunyikan, "Bunuh semua manusia itu dan minum darah mereka!"
Semua iblis yang jumlahnya melebihi satu juta, bergerak kedepan menyambut serangan dari Tang Shui dan pasukannya.
BERSAMBUNG....
Jangan lupa like dan komennya😊😊