
"Kenapa tiba-tiba gelap?.." Ujar seorang murid sekte elang besi dengan heran. Langit yang tadinya cerah tiba-tiba gelap gulita.
"Drrtt!!... Drrtt!!... Duar!... Duar!!.."
Petir merah seperti darah, itu menggelegar di atas langit dan terlihat sangat menakutkan. Para murid sekte elang besi menatap itu dengan tubuh gemetar dan merinding ketakutan.
Terlebih lagi itu adalah petir merah, jadi para murid itu langsung tau jika Sang Penguasa sedang marah.
Tidak berhenti disitu, angin panas bertiup sangat kencang, membuat para murid itu berkeringat dan ketakutan.
"Tes... Tes... Tes..."
Tetesan air hujan, juga ikut menetes.
"H-hujan juga?.." Gumam murid lainnya dengan terbata-bata karena ketakutan.
Awalnya para murid itu masih mencoba untuk menenangkan diri, namun setelah tetesan air hujan yang panas itu mengenai kulit mereka, mereka pun langsung berteriak kesakitan. Berlarian kesana kemari dengan panik.
Jia Kun menatap itu dengan tatapan ingin menangis. Ia bertanya-tanya apa salah sekte mereka hingga membuat Sang Penguasa marah?
Namun dengan kondisi saat ini, Jia Kun tidak memiliki waktu untuk meratapi diri. Sebagai pemimpin sekte elang besi, ia pun langsung mengambil tindakan dengan cepat.
"Para tetua sekalian! Aktifkan formasi pelindung sekte!!.." Ujar Jia Kun memberikan perintah.
""Baik!!.."" Jawab semua tetuanya serentak, lalu mengambil posisi masing-masing dan mulai mengaktifkan formasi pelindung sekte.
Cahaya putih transparan berbentuk kubah setengah bola perlahan-lahan menutupi seluruh area sekte elang besi.
Satu menit kemudian, barulah formasi pelindung itu terbentuk sempurna. Para murid yang tadinya kesakitan dan kepanasan, kini menjadi tenang. Mereka bersorak gembira seraya memuji pemimpin sekte dan tetua mereka.
Air hujan panas dan angin yang berhembus kencang kini tidak lagi menyentuh sekte mereka. Namun karena pelindung itu transparan dan bisa melihat keluar, tetap saja petir merah darah itu terlihat sangat menakutkan.
Tapi setidaknya mereka tidak terkena tetesan air hujan panas itu, dan mereka bergembira.
Tapi, baru saja mereka bersorak gembira, kegembiraan itu langsung runtuh seketika dengan munculnya sebuah portal raksasa diatas langit. Dari dalam portal itu keluarlah Tang Lin dengan raut wajah yang jelek.
Tang Lin memandang kebawah dengan tatapan kemarahan yang sangat besar, jubah kekaisaran yang ia pakai berkibar ketika angin berhembus, menambah ketakutan setiap orang yang melihatnya.
"Habislah sudah.... Itu adalah Sang Penguasa..."
"Mati!! Kita pasti mati!!.."
"Ibu!! Tolong aku, aku masih belum menikah!!.."
Teriakan putus asa dari para murid itu terdengar sahut menyahut, dan itu sangat menyedihkan.
Jia Kun dan para tetuanya ikut gemetaran ketika memandang Tang Lin. Ia bingung apakah ia harus membuka formasi pelindung itu? Tapi jika ia membukanya maka para murid akan terluka.
Sebelum Jia Kun sempat mengambil keputusan, Tang Lin mengibaskan tangannya dan sekejap menghancurkan formasi pelindung itu.
Jia Kun dan para tetuanya terhempas hingga memuntahkan darah. Sekte elang besi pun kembali dihujani tetesan air panas, para murid juga kembali berlarian ingin menyelamatkan diri masing-masing.
Jia Kun ingin kembali melindungi murid-muridnya, tetapi untuk bergerak saja kini ia sudah tidak bisa. Hanya dengan sekali kibasan tangan dari Tang Lin, Jia Kun dan para tetuanya terlihat hampir mati.
Disisi Shen Long, sebagai pemimpin para dewa, ia tidak tega melihat semua itu. Kemudian ia terbang ke langit, menghampiri Tang Lin dan menyapanya dengan sangat hormat.
Tang Lin menatap datar Shen Long, "Menyingkirlah!!.."
Tang Lin menampar Shen Long dan mengirimnya jatuh kebawah seperti meteor jatuh.
Semua orang melihat itu dan semakin ketakutan, satu-satunya harapan mereka saat ini adalah, semoga Tang Lin tidak melirik mereka.
Tang Lin beralih menatap putranya yang berteriak kesakitan karena tehnik pemurnian darah, mata Tang Lin berubah menjadi merah dan hampir menangis.
Tang Lin pun terjun kebawah dengan kecepatan tinggi, tanpa basa-basi ia langsung menghantam Lao Hu dengan sangat keras.
Lao Hu dihantam dengan sangat keras, tidak ada satu orang pun yang berani menolongnya, semua orang hanya bisa menundukkan wajah mereka yang ketakutan.
Bahkan Yun Zhang yang notabene nya adalah pemimpin para dewa, juga tidak berani bersuara.
Lao Hu langsung terbaring lemah dan bersimbah darah ketika Tang Lin menghantam nya, ia ingin bangun dan meminta maaf, tetapi untuk bergerak saja ia sangat kesakitan.
Tang Lin merobek baju dan jubah kebesarannya, hingga hanya menyisakan celananya saja.
Badan kekar tegap dan berisi, seketika terpampang jelas, namun anehnya banyak bekas luka di seluruh tubuhnya itu. Tampaknya itu adalah bekas luka pertarungannya dimasa lalu.
Tang Lin memandang Lao Hu dengan tatapan tajam, ia berjalan mendekati Lao Hu seraya berkata dengan dingin, "Bangun! Siapa yang mengijinkanmu untuk tidur!!.."
Tang Lin meraih kaki Lao Hu, kemudian ia mengangkatnya dan membantingnya kembali ketanah degan sangat keras hingga menciptakan kawah kecil.
Lao Hu meraung kesakitan, sungguh ia benar-benar tersiksa kali ini.
"Aku katakan bangun! Gunakan tubuh manusia mu dan hadapi aku!!.." Ujar Tang Lin kembali dengan Amarah yang benar-benar diluar kendali.
Lao Hu yang sangat kesakitan dan bersimbah darah, berusaha untuk bangun dengan perlahan meskipun itu sangat menyakitkan. Tetapi jika ia tidak menuruti Tang Lin, maka ia akan semakin menderita.
Lao Hu pun akhirnya berdiri dengan lemas, pandangan kabur seolah nyawanya sudah diujung tanduk.
Baru saja Lao Hu berdiri, tiba-tiba Tang Lin menendangnya sangat keras.
"Aku katakan gunakan tubuh manusia mu dan hadapi aku!!.." Teriak Tang Lin setelah ia mengirim Lao Hu terbang dengan tendangan nya dan menghancurkan salah satu bangunan sekte elang besi.
Tang Lin kembali berjalan dan menghampiri Lao Hu.
Shen Long dan Yun Zhang merasa akan terjadi sesuatu yang sangat buruk jika ini terus terjadi, bisa bisa Lao Hu akan mati karena murkanya Tang Lin.
Saling menatap, kedua orang itu mengangguk kan kepalanya bersamaan, seolah mereka sudah merencanakan sesuatu.
Disisi Tang Lin, ia menatap Lao Hu yang masih dalam bentuk harimau nya, melihat Lao Hu yang tida menuruti perkataannya, Tang Lin pun semakin marah.
Ia kembali meraih kaki Lao Hu dan langsung melemparkannya ke sembarang arah.
Dengan cepat, Shen Long dan Yun Zhang menangkap tubuh Lao Hu. Keduanya melihat Lao Hu yang sudah megap-megap seakan sedang sakaratul maut. Keduanya menelan ludah kasar, mereka tidak bisa membayangkan bagaimana jika itu adalah mereka.
Dan ini lah yang terjadi jika Tang Lin sudah dikuasai oleh kemarahan, bahkan sebelumnya putranya sendiri juga hampir ia bunuh, apa lagi Lao Hu yang hanya berstatus binatang kontraknya.
Tang Lin menatap Yun Zhang dan Shen Long dengan tajam, "Menyingkirlah jika kalian tidak ingin bernasib sama dengannya!!.." Ujar Tang Lin dingin.
Namun seketika saja... Bersambung!!😝😝😝😝